Cinta? Entahlah...

Cinta? Entahlah...
Redupnya terik matahari


__ADS_3

Bagaimana, bagaimana caranya agar aku bisa mengangkat kepala lagi? sebegitu percayanya kah kau tuhan pada pundak kecilku ini?!


1,2,1,2,1,2


Gadis dengan pakaian lusuh terlihat berjalan gontai menyusuri pekarangan sekolah di pagi pagi buta sambil terus menghitung langkahnya hanya dengan 1,2,1,2.


"Astagfirullah" teriak seorang petugas kebersihan yang kaget karna tiba tiba melihat gadis muncul di belakangnya saat sedang membersihkan pekarangan sekolah


"Eneng ini buat bapak kaget saja, ini kan baru jam 6 pagi, kok sudah masuk sekolah saja" tanya sang petugas kebersihan tadi setelah menyadari gadis itu adalah siswi sekolah itu


"Gpp pak" katanya sambil berlalu


"anak itu kenapa, biasanya dia datang dengan buru buru karna hampir terlambat atau bahkan sampai terlambat, biasanya berlari dengan riangnya yang tidak pernah hilang dari raut wajahnya, kenapa hari ini datang dengan tampilan seperti itu, ha, bingung saya, anak zaman sekarang memang susah di tebak, eh.... atau itu adalah gaya baru saat ini" tanya si petugas kebersihan sekolah pada dirinya sendiri yang sedang kebingungan sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal seraya memperhatikan gadis itu berlalu.


"bagaimana ini"


"bagaimana caranya aku bertemu dengan teman teman ku hari ini"


"bagaimana aku akan bertemu dengan guru guru hari ini"


"apa yang harus ku katakan"


"aku harus menjawab apa"


"apa yang harus ku lakukan sekarang"


"bagaimana aku harus menghadapi tatapan orang orang"


"bagaimana ini... bagaimana ini........" tanya Kia yang tak henti hentinya pada dirinya sendiri yang sedang duduk di depan ruang kelas yang masih belum terbuka itu...


"Haruskah aku pulang dan bersembunyi saja?!, aaa Tidak tidakkk... ini bukan ide bagus, aku tidak bisa menghindari kenyataan terus menerus" ucap Kia sendirian


"Lalu harus bagaimana akuuu...."


"aku harus bagaimana ini" ucap Kia yang tiada hentinya sambil menundukkan kepala kelantai dan tak terasa matanya terasa panas hingga air matanya jatuh kelantai.

__ADS_1


"Kesambet apaan sepagi ini disini" Suara laki laki yang begitu familiar di telinga Kia mengagetkan dirinya hingga membuatnya refleks mengangkat kepala dan melihat kearah laki laki itu...


Kia yang sadar matanya pasti merah karna sedang menangis segera menundukkan kembali kepalanya kearah lantai..


Diam... tak ada jawaban...


"telinganya lagi bermasalah?" ucap laki laki itu dengan niat agar Kia menjawabnya, namun tak ada jawaban.


Kia terus saja diam dan tak menanggapi apapun


"Kemana saja kamu selama ini, kamu kira sekolahan ini milik nenek kamu, bisa seenaknya tidak masuk sekolah seperti itu?!" tanya laki laki itu lagi padanya.


namun ia tetap saja diam seribu bahasa..


sekolah nampak masih begitu sepi.. ditambah suasana yang mendung membuat anak anak pasti tidak begitu berminat berangkat sekolah pagi pagi buta seperti itu.


Tian terus menatap Kia tanpa Kia menyadarinya. Tian begitu heran dengan apa yang terjadi, kenapa gadis cerewet yang ia kenal seolah muncul dengan kepribadian yang lain.


*Beberapa menit sebelum jam 6 pagi


"Mau kemana kamu dengan pakaian sekolah subuh subuh begini?!" tanya mama Tian yang keheranan melihat anaknya sudah Rapih dengan pakaian sekolahnya


"Ma, Tian pergi dulu yah, Tian harus cepat, mimpi Tian nyuruh Tian cepat berangkat sekolah hari ini" ucap tian pada mamanya dengan nada sedikit bercanda dan diiringi tawa, lalu ia berlalu pergi dengan segera setelah mencium tangan mamanya.


"Tiannn kamu belum sarapan" teriak sang Mama yang tidak lagi terdengar oleh anaknya karna telah melajukan motornya hingga ia tak terlihat lagi


"Anak itu, kenapa lagi sih dia" gumam mamanya yang heran melihat tingkah putranya akhir akhir ini..


Dijalan.......


Tian terus melajukan Motornya kearah rumah Kia, di jalan yang masih cukup gelap ia sedikit menyipitkan matanya karna berpapasan dengan mobil angkutan umum yang lampunya cukup terang


"Whoa, silau sekali" gumam Tian yang saling berlalu dengan mobil itu


Setelah 10 menit, Tian akhirnya sampai di depan Rumah Kia, Nampak tak ada siapapun, Tian sengaja melajukan lagi motornya cukup jauh lalu kembali lagi seolah arah motornya memang searah dengan rumah Kia, ia berhenti di tepi jalan untuk bertanya pada seseorang yang kebetulan sedang berdiri di tepi jalan

__ADS_1


"Misi, mau nanya, emmm... yang disana benar kediamannya Kia?!" tanya Tian


"Ia, temennya yah?!"


"ia, kebetulan lewat sini, jadi mampir, karna Kia sudah beberapa hari tidak masuk sekolah" jelas Tian


"Tapi tadi dia memakai seragam sekolah dan pergi dengan angkutan berwarna merah deh kayaknya"


"oh yahhh?!" Tian tampak sedikit kaget tapi senang


"Kalo begitu saya permisi dulu yah, terimakasih" pamit Tian lalu segera melajukan motornya dengan cepat


setelah manaruh motornya di parkiran sekolah, ia berlari cepat melalui pekarangan sekolah


"Hai pakkkkk" sapa Tian dengan raut wajah sumringah sambil menepuk pundak bapak petugas kebersihan itu yang membuatnya cukup kaget


"Haiiii, haiii, Astagfirullah, apa lagii ini" ucap si petugas kebersihan yang kaget karna pundaknya di tepuk tiba tiba


"Astagaaaa, anak dua itu kenapa, mengagetkan saya pagi pagi, mau buat saya ini jantungan apa yahh, dan kenapa justru suasananya kebalik yah, biasanya Tian kalau datang jarang sekali menyapa, tunggu dulu, apa jangan jangan Roh mereka berdua ketuker" iihhhh, bapak yang merasa fikiran nya sudah kemana mana karna keheranan yang melihat dua anak ini segera Menyadarikan dirinya kembali.


di lain sisi, Tian terus berlari dengan sumringah menaiki setiap anak tangga yang ada untuk mencari Kia.


yappp... dan benar, ia melihat Kia duduk tepat di depan kelas, Hingga ia harus menghentikan langkahnya lalu mengatur nafas kembali dan berjalan santai dengan langkah arogannya seperti biasa.


*kembali ke Tian dan Kia.


mereka yang tengah berada di depan ruang kelas itu akhirnya sama sama diam, dan membuat suasana menjadi benar benar hening.


Kia yang diam karna tak ingin menjawab apapun dan tak ingin berdebat dengan Tian.


dan Tian yang diam karna heran dan terus berfikir tentang sebenarnya apa yang terjadi pada Kia.


ia terus menatap Kia dalam diam..


"Kamu kenapa Nona? kenapa ceriamu redup setelah menghilang, kenapa tawamu redup seperti Redupnya terik matahari hari ini" Tian membatin

__ADS_1


__ADS_2