
Karna kesalah pahaman bisa membuat semuanya berubah
* selasa pagi di sekolah
Jam 7 lewat 10 menit, kia bersemangat karna tidak terlambat, seharusnya kia datang jauh lebih cepat dari ini, seharusnya ia datang sekitar 10 menit sebelum jam 7 karna hari selasa adalah jadwal piket Kia untuk membersihkan kelas, namun kia sengaja datang agak terlambat dari jam seharusnya karna kia telah membersihkan ruangan kelasnya kemarin sebelum ia pulang, ia telah memastikan bahwa semuanya sudah benar benar beres dan bersih maka dari itu di pagi hari ia tak perlu berangkat terlalu pagi.
Kia berjalan di pekarangan sekolah menuju kelasnya, ia berhenti sejanak dan menutup mata untuk menghirup udara yang sejuk dan tenang
"Huaaaaa tenang sekali rasanya" ia tersenyum lalu melanjutkan langkah nya dengan begitu ceria dan bersemangat
Hingga ia tiba di depan kelas dan mencoba meraih gagang pintu untuk membuka pintu kelas yang masih tertutup, lalu melangkahkan kakinya kedalam ruang kelasnya itu
Baru selangkah ia memasuki ruangan itu ia pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap seluruh ruangan dengan rasa kaget yang sangat luar bisa, matanya terbelalak tak henti hentinya menatap setiap sudut yang ada di ruangan itu
"Siapaaaaaaaaa.....siapa pelakunya... Siapa yang melakukan semua ini hah???? Siapaa??? " teriaknya dengan begitu keras dan penuh emosi yang memuncak hingga ke ubun-ubun
Tian dan temannya tiba di depan kelas
Kia berjalan keluar dan menghampiri Tian dengan wajah yang begitu emosi
"Kamu... Kamu kan pelakunya, iyakan" Kia berteriak tepat didepan wajah Tian sambil menunjuk wajahnya dan tangan kia satunya lagi terkepal dengan kuat
Tian yang tidak tau apa apa sontak kaget dengan apa yang Kia lakukan kepadanya
"Apa? Kenapa kau harus marah marah sepagi ini padaku?" dengan wajah penuh keheranan
"Halah, sudahlah, berhenti berpura pura, kamu kan yg melakukan semua ini" bentak kia dan menunjuk kedalam kelas
"Apa? Apa yg telah kulakukan?"jawab tian
"Kenapa kau masih tak mau mengakuinya" bentak kia dengan sangat keras
Tian yang bingung dengan apa yang di maksud Kia langsung masuk kedalam kelas dan melihat apa yang terjadi hingga kia harus semarah itu padanya
Tian kaget melihat seluruh ruangan kelas yang begitu kotornya, tumpahan saos dimana mana, sampah yang berserakan, bau mie instan, tanah dibawah meja, debu di kaca
Tian masih terus mengamati apa yang terjadi dengan wajah kaget dan seseorang mengagetkannya lagi
"Kau memang luar biasa" kata seseorang yg berdiri dibelakangnya
__ADS_1
Tian memutar badannya hingga berhadapan dengan orang itu
"Aku tidak tau apa apa tentang ini kia" jelas tian
"Hah(tersenyum sinis) ia, bahkan orang disini akan mengataiku gila karna menyalahkan mu kan(mengangkat senyum dengan penuh kebencian) bukan kah disini penjahatnya adalah aku?" sambil menatap tian dengan tatapan kebencian yang mendalam
Bel masuk pun berbunyi
Seketika itu lutut kia tiba tiba menjadi lemas karna ia tau apa yang akan terjadi setelah ini
Guru killer itupun masuk ke ruangan dan membuat tanduknya muncul tiba tiba
"Apa ini?" apa kalian fikir ini adalah kandang hewan? Bentaknya
Semua siswa hanya bisa tertunduk menyaksikan kemarahan gurunya
"Siapa yang bertanggung jawab untuk ini? Jawab" teriaknya sambil memukul meja yang membuat para siswa kaget dan takut
"Jawab atau kalian semua saya hukum" teriaknya dengan penekanan yang tinggi
Kia pun mengangkat tangannya dengan rasa ketakutan dan masih menundukkan wajahnya
"Kamu lagiii?"
"Apa kau sangat suka dihukum? " teriak guru itu secara terus menerus yang seolah tak memberi kesempatan bagi kia untuk memberikan penjelasan
Kia hanya mampu menunduk dan diam
"Cepat berdiri di depan" bentak guru killer tersebut
Kia segera beranjak dari tempat duduk nya dan dengan cepat melangkah kedepan
"Sekarang kamu lari memutari lapangan sebanyak 10 kali dan setelah itu kamu bersihkan seluruh ruangan ini di jam istirahat dan bersihkan semua toilet yang ada disekolah ini, kamu hanya boleh pulang setelah semuanya selesai, paham?" tegasnya
"Tapi bu....apa itu tidak terlalu berat?" kia memohon
"Tidak ada tapi tapi, kalo kamu masih membantah, hukuman kamu akan saya tambah"
"Tapi dengarkan penjelasan saya dulu bu harusnya" ucap kia dengan suara yang cukup keras karna tak terima dengan hukumannya
__ADS_1
"Apa lagi yang ingin kau jelaskan? Bukankah kunci ruangan ini ada padamu? Mau bilang kamu sudah membersihkan ruangan ini kemarin? Begitu?" ucap guru itu sambil melotot
"Tapi memang begitu kenyataanya bu"ucap kia tak mau kalah
"Maling yang ketahuan pun akan mengelak walau barang bukti ada di genggamannya" tegas sang guru
"Tapi saya ini bukan maling bu, saya tidak berfikir dengan cara berfikir maling" kia terlihat seperti menantang
"Tapi kalo itu yang ibu ingin kan, saya akan melakukannya" sambil menunjuk dirinya sendiri
"Tapi ingat bu, sekolah harusnya menjadi tempat menuntut ilmu, bukan sekedar bekerja rodi, dan jangan lupa bu bukankah pendidik seharusnya memberi contoh yang baik tentang sebuah keadilan pada siswa nya" jelas kia dengan sangat tegas
"Permisi" lanjut kia lalu berlalu pergi dengan sebuah senyuman penuh amarah yang tertahan karna ia masih menghormati gurunya
Kia memang adalah anak yang tidak pernah takut pada apapun jika ia tau bahwa dirinya tidak bersalah, dan ia adalah anak yang sangat renda hati dan sopan
*lapangan sekolah
Kia mulai berlari dibawah terik matahari, untung saja setidaknya ia sempat sarapan walau sedikit sebelum berangkat kesekolah sehingga ia punya sedikit energi untuk berlari sebanyak 10 putaran di bawah matahari yang semakin lama terasa semakin panas
"Semua ini gara gara manusia jahat itu"umpat kia sambil berlari
"Kenapa kau harus ada dikelas yang sama denganku" "kenapa harus ada manusia seperti mu" "akuuuuu... Aku sangat membencimu" "kenapa kau sangat jahat sebagai seorang manusia" "dasar tak punya hati" "kau kira ini lucu" "hah ia ini memang mungkin sangat lucu untukmu" "melihatku di hukum seperti ini kau pasti menjadi sangat bahagia bukan" ucap kia yang secara terus menerus berbicara pada dirinya sendiri sambil berlari dan di ikuti kekesalannya yang luar biasa
Ia terus berlari, sesekali kakinya tersandung dan membuatnya terjatuh, namun ia terus bangkit dan terus berlari menyelesaikan hukumannya walau ia sangat tak terima karna itu jelas bukan salahnya
*Jam istirahat
Semua anak terlihat sudah mulai berhamburan keluar kelas untuk menuju kantin sekolah itu artinya sudah saatnya kia melanjutkan hukuman selanjutnya, membersihkan kelas yang sangat sangat kotor
Ia berjalan menuju kelasnya dan terlihat teman teman nya tidak keluar kelas dan justru masing masing dari mereka memegangi alat untuk membersihkan sebuah ruangan lalu tersenyum kepada kia.
Melihat teman temannya membuat mata kia yang tadinya penuh amarah seketika berubah penuh haru yang membuatnya berkaca kaca dan tersenyum sambil menahan tangis harunya.
Kalian ke kantin saja, hentikan semua ini, kalian pasti lapar" kata kia dengan mata yang berkaca kaca
"Kau ini, kau fikir kita ini bukan temanmu" kata vivi
"Justru seharusnya kau ini merengek pada kami untuk membantumu"dian menghampiri kia dan mencubitnya secara bercanda
__ADS_1
"Dari pada drama, mending kita mulai saja perang nya untuk ruangan hewan ini" Airin seolah menirukan gaya bicara dari gurunya tadi di kalimat Hewan nya
Dan mereka semua pun membersihkan ruangan kotor itu dengan penuh canda tawa dan sesekali bernyanyi dengan keras untuk menghilangkan penat.