
Terkadang perdebatan hanya sebagai salah satu alasan untuk menutupi perasaan
****
Saat berjalan menuju tempat duduknya Kia melirik kearah Tian yang sedang menunduk
"Dasar manusia jahat" umpatnya dengan kesal.
Setelah 45 menit perhatian tertuju pada pak wanto yang menjelaskan tentang masalah pendidikan dan kewarganegaraan pun akhirnya selesai, bel pergantian jam pun telah terdengar dengan sangat jelas, dengan segera mengakhiri pelajaran, pak wanto segera berjalan keluar untuk menuju kelas berikutnya yang akan ia ajar, 3 menit kemudian seorang guru memakai kacamata memasuki ruangan VII a
"Kumpulkan tugas kalian"perintahnya sambil berjalan menuju kursi tempat duduknya
Kia mendengar hal itu sontak kaget dan membelalakkan matanya kearah guru kilmer itu, ia mengira bahwa tugasnya akan di kumpul diakhir pelajaran, nyatanya harus di kumpul pada saat itu juga
"Mati aku, kesalahan apa yg telah ku lakukan, kenapa hari ini aku begitu sial" kata kia kepada teman temannya sambil memegangi jidat nya dengan rasa putus asa
"Memang kau ini sesibuk apa sampai tak sempat mengerjakan tugas dari guru killer kita itu" kata vivi dengan suara yang sangat pelan agar guru killer tersebut tidak mendengarnya namun penuh penekanan
"Yang tidak mengerjakan soal segera berdiri di depan" kata guru killer itu sambil menaruh buku yang ia buku di meja dengan keras
Anak anak dikelas pun satu persatu telah membawa tugasnya kemeja di depan ibu guru, kecuali Kia, ia berdiri berjejer bersama temannya namun berhenti pada bagian depan kelas dan tak kembali ketempat duduknya
"Tidak mengerjakan tugas?" meninggikan nada suaranya dengan cara yang sangat menyeramkan
Semua mata tertuju pada satu orang
Kia...
Iya berdiri di depan dengan menundukkan kepalanya dan tak sekalipun berani mengangkatnya
"Gadis bodoh itu, apa yg ia lakukan didepan sana, apa dia sedang menantang guru killer itu" tian membatin dengan rasa marah dan khawatir
"tetaplah berdiri disana hingga pelajaran selesai dan menghadap keluar agar teman temanmu bisa melihat hukuman bagi orang pemalas" ucap guru killer itu dengan tegas lalu melanjutkan penjelasan tentang materi yang ia ajarkan
Kia hanya bisa tertunduk malu tanpa melakukan protes apapun karna ia juga tau bahwa ini memang adalah kesalahannya.
Disisi lain Tian terus saja meliriknya
"Sudah 30 menit gadis itu berdiri disana" batinnya
Setelah beberapa puluh menit berlalu bel tanda istirahat pun di bunyikan dan itu membuat kia mengangkat wajahnya dengan sangat gembira
"Yyyeeeessssssss, penderitaan ku kini akhirnya berakhir" gumamnya dengan suara kecil sambil tersenyum senang
"Kumpulkan tugasmu besok di meja saya" kata guru killer itu sambil berlalu
"Iya bu" jawab kia dengan sangat cepat
Kia segera berlari menuju bangku tempat duduknya
"Akhirnyaaaaaaaaa" kata Kia pada teman temannya dengan raut wajah bahagia dan kini ia telah bisa bernafas lega tentang masalah tugasnya pada guru itu
__ADS_1
"Aku kira tadi dia akan mencincang ku di hadapan kalian semua" dengan ekspresi yang di buat buat seolah sedang begitu ketakutan lalu ia tertawa
"Kau ini benar benar sudah gila, tadi hidupmu seolah di ambang kematian dan kini kau masih bisa tertawa dengan riang" ucap dian teman Kia yang duduk sebangku dengannya
"Iya kau ini benar benar cari mati" ucap teman nya yang lain
"Kalo begitu ayo kita ke kantin, jangan sampai jam istirahat kita hanya berakhir di kursi ini meratapi nasib buruk yang beruntunglah tak terjadi" ajak dinda dan diikuti oleh tawa teman temannya
**
Di kantin...
Baru saja kia ingin memesan makanan, namun seorang siswa datang mencarinya dengan membawa perintah bahwa kia harus segera menemui guru BP di ruangannya sekarang juga
"Aduhh ... Apa apaan ini, hariku senin ini benar benar suram luar biasa" keluh kia
"Kau ingin kami antar kesana" kata teman temannya dengan rasa cemas
"Tak perlu, kalian perlu makan untuk menambah energi" kata kia dengan sedikit bercanda lalu tertawa kemudian ia berlalu meninggalkan teman temannya
Di tengah perjalanan menuju ruang BP yang cukup jauh dari kantin karna sekolah Kia merupakan salah satu sekolah yang begitu luas hingga dari kantin menuju ruang BP di butuhkan waktu sekitar 5 menit, kia terus saja berbicara pada dirinya sendiri dengan ekspresi meratapi nasib sialnya hari ini
"Kenapa hari ini aku benar benar sial"
"Mulai dari aku yang terlambat bangun, lupa tentang tugas, tidak membawa atribut lengkap, harus dapat hukuman, harus terkena botol minuman hingga keningku membiru seperti ini (sambil memegangi keningnya), berdebat dengan manusia jahat itu Hingga tatapan para fans nya seolah siap menerkamku, lalu dihukum guru killer, dan sekarang dapat undangan dari ruang BP, dan ditambah lagi aku belum sempat sarapan apapun hari ini" setelah merenungi semuanya ia pun sadar bahwa ia telah sampai di ruang yang menyeramkan itu, ya Ruang BP
Iapun dapat ceramah yang sangat panjang tentang pelanggaran yang ia lakukan hari ini.
Mendengar bunyi bel tanda masuk berbunyi ia merasa sangat sangat gembira, sekali lagi ia telah terbebas dari belenggu yg ada,
*di kelas
"Raut Wajah apa ini? Apakah guru BP telah membenturkan kepalamu ke tembok hingga kau begitu gembira habis di sidang" ucap dinda yang seolah memeriksa kepala Kia
Kia memang gadis yang sangat periang, ia selalu merasa bahagia hanya karna hal hal kecil dan terkadang inilah yang membuat temannya begitu menyayangi dirinya
"Heii.. Aku sangat gembira kawan, bagaimana tidak, bukankah setelah masuk kedalam neraka itu aku berhasil keluar dengan selamattt, apalagi yang lebih menggembirakan dari pada itu" ucap nya lalu tertawa bersama teman temannya
"Kau ini" ucap vivi yang memegangi kepalanya seolah pusing sambil tertawa karna perkataan kia
Diseberang bangku mereka Tian lagi lagi memperhatikan percakapan mereka dan jg ikut tersenyum walau ia sedang menyembunyikan senyumnya
"Gadis bodoh itu" batinnya dan tanpa ia sadari ia sedikit tertawa karna tingkah Kia
Jam terakhir, guru tidak masuk sehingga itu dijadikan kesempatan bagi siswa kelas VII a untuk bercerita, dan melakukan aktivitas nya masing masing, tak terkecuali Kia, mengingat ia belum sarapan ia lebih memilih keluar kelas untuk mencari makanan sebentar, dan diseberang pagar ia melihat penjual jajanan sedang berjualan disana, ia tak melewatkan kesempatan itu dan segera berlari untuk membeli cilok pada pedagang itu, lalu berlari kembali ke kelas dan di pintu kelas
Bruuukkkkk.......
Kia menabrak seseorang dan menyebabkan jajanan nya harus tumpah kelantai dan juga mengenai sepatu milik orang yang ia tabrak itu
"Kau ini menyimpan matamu dimana" teriak laki laki itu
__ADS_1
Kia menatapnya dan terjadilah perang
"Kauu..... Kauuuu yang menumpahkan makananku, kenapa kau lagi yang berteriak" ucap kia dengan suara yang semakin meninggi
"Kau yang berlarian hingga menabrak ku dan mengotori sepatuku kau tauuuuuuuuu" ucap laki laki itu lagi dengan suara yang tak kalah tinggi
"Kenapaaa, kenapa harus selalu kamu yang membuatku bermasalah" kia semakin geram
"Hei lihatlah Nona, kau yang salah, kau menabrak ku dan mengotori sepatuku" ucapnya sambil menunjuk kearah sepatunya tanpa mengalihkan pandangannya dari kia
"Kau yang salah, kenapa kau harus berdiri di pintu" ucap kia marah
"Hei, apakah pintu ini milikmu nona? Apa hak mu melarang ku untuk berdiri disini, kau saja yang tidak menggunakan matamu dengan benar" ucap tian dengan nada yang sangat menyebalkan di telinga kia
Pertikaian pun terus saja terjadi hingga Tian menyadari bahwa para fans nya itu memperhatikan kia dengan ekspresi yang penuh dendam hingga tian mengakhiri perdebatan nya dan melangkah pergi meninggalkan kia yang masih dipenuhi amarah agar para fans nya tidak melakukan hal yang tidak tidak pada kia
"Dasar laki laki jahattt" teriak kia melihat tian yang semakin menjauh
Kia masuk kedalam kelas lalu duduk dikursinya dengan memanyunkan bibirnya
"Tom & Jerry habis perang lagi" ledek teman-temannya
"Diam, dia bukan tom, dia sperti monster di film ultramen, sangat menyebalkan dan jelek" dengan menyipitkan matanya seolah marah
"Dia telah membuat makanan ku harus dinikmati oleh lantai" kia menggenggam tangannya seolah penuh amarah namun ekspresinya begitu lucu bagi teman temannya hingga malah membuat temannya tertawa melihat tingkahnya itu
"Kenapa kalian malah menertawai ku" protes kia dengan memanyunkan lagi bibir nya
"Karna kau terlihat sangat manis ketika sedang marah" ucap temannya kompak sambil mencubit pipi kia
Tian yang ada di balik pintu mendengar percakapan mereka dan tersenyum kecil mendengarnya
"dasar gadis bodoh" gumamnya hingga membuat teman disebelahnya sedikit mendengar ucapannya walau terdengar samar samar
"Kau bilang apa barusan?" tanya seorang temannya
"Tidak ada, kau mungkin sedang salah dengar" tian beralasan dan memasang kembali wajah datarnya
"Oke baiklah" terima teman kian meski sedikit meragu
"tapiii teman......."lanjut kia pada temannya
"kenapa lagi ki?" tanya dinda
"sebenarnya aku baru saja ingin sarapan(dengan wajah memelas seolah begitu teraniaya) namun manusia jahat ituuuuuuu menggagalkan sarapan ku(memasang ekspresi sangat marah) padahal aku belum makan sama sekali dari pagi (lalu kembali memasang wajah teraniayanya lagi)" ucap kia dan menaruh wajahnya tepat diatas meja
mendengar hal itu Tian dari balik tembok yang ada kembali mendengar semua yg mereka ucapkan, hingga membuatnya kembali membatin
"jadi dia belum makan dari pagi" ekspresinya berubah menjadi masam dan merasa sangat bersalah
"setelah melalui hukuman yang begitu banyak dan dia belum makan sama sekali hingga kini, benar benar gadis bodoh" ucapnya dalam hati
__ADS_1
ingin sekali rasanya Tian segera berlari untuk membawakan nya makanan tapi tian merasa bahwa itu tidak mungkin terjadi, ia tidak mungkin melakukan itu
dengan rasa bersalah yang memuncak didalam dadanya ia hanya bisa memegangi kepalanya lalu segera beranjak pergi untuk bermain basket sebelum bel pulang sekolah berbunyi untuk menghilangkan rasa bersalah yang ada di dalam hatinya....