
Cinta adalah nyawa bagiku. Memang terdengar berlebihan dan tidak masuk akal, tetapi itulah yang aku rasakan. Entah kenapa aku tidak bisa hidup tanpa cinta. Bagiku, cinta akan memberi kebahagiaan di saat hati sedang duka. Cinta akan memberikan semangat di saat tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan. Cinta akan memberikan semua yang kita inginkan. Cinta..oh...cinta...!
Memang konyol kedengarannya ketika memperjuangkan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Sia-sia. Bahkan hanya akan menghabiskan energi dan juga menyakiti perasaan sendiri. Ibarat menerpuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Kadang-kadang perjuangan untuk mendapatkan cinta yang bertepuk sebelah tangan hanyalah akan menjatuhkan harga diri sendiri. Dan banyak orang yang meyakini hal tersebut. Tetapi, tidak buatku. Aku rela mengejar cinta yang sudah lama tidak dapat kumiliki sampai delapan kali.
Namak Cathy. Cathy Purnama Sari lengkapnya. Orang-orang memanggilku Cathy. Nama yang unik bukan? Bisa jadi ketika mendengar namaku pertama kali yang terbayang adalah makhluk imut bernama kucing. Orang bilang, nama adalah doa. Dan mungkin itu yang terjadi padaku. Entah kenapa, diriku bisa disamakan dengan kucing. Mulai dari mataku yang kata orang berujug runcing dan sedikit naik ke atas pada ekor matanya mirip seperti kucing. Sifatku juga sangat manja sama halnya dengan kucing. Aku akan bermanja-manja kepada siapa saja yang dekat denganku seperti halnya kucing yang akan menempel di kaki orang-orang yang menyayanginya. Untuk urusan cinta, aku juga mempunyai sifat seperti kucing. 9 nyawa. Orang sering menyebut bahwa kucing mempunyai 9 nyawa. Begitupun juga denganku yang mempunyai sembilan nyawa untuk cintaku. Sebelum nyawa ke sembilan hilang, kucing tidak akan mati. Cintaku juga seperti itu yang tidak akan mati sampai nyawa yang ke sembilan.
Setelah dihitung, nyawa untuk cintaku hanyalah tinggal satu kali lagi. Karena delapan nyawa yang kupunya sudah hilang. Hilang di tangan orang yang bernama Sega. Tidak sepenuhnya aku menyalahkan Sega. Karena seperti yang aku katakan bahwa aku rela untuk mengejar cinta yang bertepuk sebelah tangan. Dan Sega lah orang yang sudah membuatku rela melakukan itu. Rela melakukan hal-hal bodoh demi mendapatkan cintanya. Jika kata orang cinta itu buta, buatku lebih dari itu. Karena buatku cinta adalah nyawa. Tidak ada yang bisa menghilangkan cintaku kepada Sega, kecuali maut itu sendiri ketika aku sudah kehilangan sembilan nyawaku untuk cinta.
Sudah satu bulan sejak Sega menolak cintaku. Dan dalam satu bulan itu juga, Kisa selalu ada untukku. Memberi semangat untuk terus melanjutkan hidup dengan penuh kebahagiaan. Memang, sifat Kisa seperti ayam jago yang tidak lelah untuk berkokok setiap subuh membangunkan orang-orang. Walaupun banyak dari orang-orang itu yang tidak mendengarnya dan tetap terlelap dalam mimpi. Kisa juga tidak pernah lelah untuk mengingatkanku tentang indahnya hidup ini. Tentang bagaimana seharusnya menjalani hidup dengan penuh cinta dan juga kebahagiaan.
Seperti SMS yang Kisa kirimkan untukku pagi ini.
__ADS_1
Apakah kau tahu kalau semalam bulan purnama? Bulan sangat cantik di atas sana dengan cahayanya yang terang menyinari bumi. Orang-orang memuja bulan purnama karena keindahannya. Seiring waktu berlalu, keindahan itu semakin hilang dan lenyap sama sekali. Hingga nanti akan munculnya bulan sabit yang akan menjadi purnama. Aku yakin, saat ini kamu sedang seperti bulan yang kehilangan sinarnya. Dan suatu saat nanti cahayamu pasti akan indah menyinari orang-orang di sekitarmu, Cathy.
Tentu saja SMS itu cukup untuk membuatku tersenyum pagi ini. Dan membuatku semakin yakin untuk mengejar cinta Sega apapun yang akan terjadi nanti.
Di beranda ini aku menunggu Sri dan Kisa menjemputku. Kami sudah janjian untuk pergi ke toko binatang. Kisa awalnya heran ketika aku ingin pergi ke toko binatang karena dia tahu aku sama sekali tidak suka memelihara binatang. Tetapi, setelah aku membujuknya, akhirnya dia mau mengantarku ke toko binatang tersebut.
"Kamu benar sudah enggak apa-apa, Cathy?"
Ibu datang membawakan teh manis untukku. Ibu sangat perhatian apalagi setelah tahu apa yang kulakukan ketika Sega menolak cintaku untuk yang kedelapan kalinya. Sama seperti orang lain yang peduli kepadaku, Ibu menyuruhku untuk mencari laki-laki lain untuk kujadikan sebagai pendamping hidup. Tetapi, sama dengan orang lain yang menyarankan hal tersebut, aku sama sekali tidak bisa menerima masukan dari Ibu. Bukannya aku ingin menjadi anak durhaka, tetapi aku hanya ingin mendapatkan kebahagiaan yang selama ini aku idam-idamkan. Bahagia bersama dengan Sega, lelaki impian yang selalu hadir di dalam mimpi-mimpiku. Awalnya Ibu tidak mau menerima alasanku untuk tetap memilih Sega, tetapi seiring berjalannya waktu Ibu akhirnya bisa menerima keinginanku tersebut. Dan sekarang Ibu hanya berusaha untuk terus mendukungku mendapatkan cinta Sega. Walaupun selama hampir sebulan ini Ibu meneteskan air mata melihat apa yang terjadi padaku.
♥♥♥
__ADS_1
"Enggak nyangka, ya. Ternyata ada orang yang lebih jelek nilainya dari gue."
Aku pun teringat dengan cengirannya waktu itu. Dan kata-kata yang masih terngiang-ngiang sampai sekarang.
"Jangan pernah menganggap diri paling menderita di dunia hanya karena satu kelemahan kita. Karena di luar sana masih banyak orang yang jauh kurang beruntung daripada kita."
Memang, walaupun saat itu masih SMA, pemikiran Kisa jauh lebih dewasa daripada anak-anak lain seumuran kami. Dan Kisa juga sering menjadi tempat curhat teman-teman. Tidak heran saat itu Kisa dipanggil Ki seperti paranormal-paranormal ternama. Dan Kisa pun tidak pernah protes dengan panggilan yang disematkan kepadanya. Kisa akan senang ketika melihat orang lain senang. Dan sifat itulah yang terus dia tunjukkan kepadaku hingga saat ini. Kisa akan senang ketika melihat aku senang.
Perhatian Kisa begitu besar kepadaku. Tetapi, entah kenapa aku tidak pernah bisa untuk memberikan hatiku kepada Kisa. Aku dan Kisa sudah seperti kakak beradik. Walaupun banyak yang menganggap aku dan Kisa adalah pasangan serasi, baik aku dan Kisa tidak pernah untuk ambil pusing dengan hal tersebut.
♥♥♥
__ADS_1