
Setelah keesokan harinya pria penjual asinan masih belum juga sadar. Kekhawatiran dan ketakutan Fica semakin menghantuinya, bagaimana jika pria tersebut tak akan sadar selamanya (meninggal) dan masalah ini akan di bawa ke jalur hukum. Kata-kata tersebut selalu ada di pikiran Fica.
"Gimana Fic, apa dia sudah sadar?" tanya Alex pada Fica di ruang rawat pria penjual asinan
"Belum Lex, bagaimana ini?, gua takut dia tak akan sadar sampai selamanya, dan masalah ini akan di bawa ke jalur hukum" jawab Fica dengan kepanikannya yang mulai muncul
"Astaga Fica, Lo ga boleh berfikir macem-macem seperti itu lah, gua yakin pasti dia akan sadar kok", Alex menenangkan Fica kembali
"Yasudah semoga siang atau sore ini dia sadar ya" ujar Fica sudah mulai tenang
"Iya gua do'a kan semoga dia cepat sadar ya" ujar Alex
"Gua tinggal ya Lex, gua mau nanganin pasien yang lain di ruangan X" ucap Fica meninggalkan Alex
Alex pun pergi dari ruang rawat pria tersebut, ia harus menyelesaikan tugas-tugas nya sebagai seorang Dokter.
*****
Jam makan siang telah tiba pada pukul 11.30 setelah makan siang bekal Fica yang biasa Mamahnya bawakan, Fica segera melakukan kewajibannya sebagai umat muslim untuk shalat dzuhur dan Fica berdo'a kepada maha kuasa untuk kesadaran pria yang tak sengaja ia tabrak. Setelah usai sholat Fica segera ke ruang pria penjual asinan, Fica akan mengecek keadaannya.
__ADS_1
Setelah Fica mengecek keadaan pria penjual asinan, lalu Fica duduk di sofa sudut ruangan tersebut dan ia sangat berharap pria tersebut sadar. Fica mengecek kembali keadaanya dan menghampiri pria penjual asinan yang masih terbaring di ranjang tempat tidurnya.
"Lohhh, kok tangan pria ini bergerak, apa ia sudah sadar?, semoga ia cepat sadar ya tuhan" gumam Fica dalam hati
Pria tersebut membuka matanya perlahan dan ia melihat seorang gadis cantik yang belum pernah ia lihat sama sekali. dan pria tersebut mengeluh kepalanya sangat sakit sekali seperti tertusuk-tusuk
"Arghhhhhh...... Kepalaku sakit sekali" teriak penjual asinan memegang kepalanya kesakitan
"Emmmm.... Kamu tenang ya, biar aku periksa" ucap Fica merasa kebingungan
"Kamu baik-baik saja, cuma kamu harus menenangkan diri kamu ya" ujar Dokter Fica menenangkan pria tersebut
"Iya, saya Dokter di rumah sakit ini" jawab Fica dan ia sudah sangat lega akhirnya pria ini tersadar
"Rumah sakit?" tanya nya kembali
"Iya, kamu sedang ada di rumah sakit, apa kamu tau keluarga kamu tinggal di daerah mana" tanya Fica
"Aku tak ingat apapun, ada apa dengan diriku" ujar pria tersebut memegang kepalanya
__ADS_1
"Apa kamu ingat terakhir kejadian yang kamu alami sebelum kamu di rumah sakit ini?" tanya Fica bingung
Pria tersebut tak menjawabnya, ia hanya memegang kepalanya terasa pusing
"Apa kamu ingat nama kamu siapa?" tanya Fica kembali
Pria tersebut masih saja tidak menjawab pertanyaan Fica, hanya memegang kepalanya yang terasa pusing. Mungkin pria ini amnesia, aku harus bertanya pada Dokter Muti. gumam Fica dalam hati. Dokter Muti merupakan salah satu Dokter yang mengobati atau memeriksa pasien yang terkena amnesia di RS Arnanda.
*****
Assalamualaikum
Author: Penasaran dengan lanjutan cerita nya?, yuk mampir terus ke novelku tiap episode nya😉, dan jangan tinggalkan like, vote, dan coment karena like dari Teman-Teman sangat Dea butuhkan supaya Dea tambah bersemangat lagi dalam berkarya 🙏😍
Kasih kritik dan sarannya yaaa lewat kolam komentar, dan mohon maaf jika penulisannya tidak rapih, begitu pun cerita nya kurang teman-teman suka, aku masih belajar buat novel Kak🙏☺️
Terimakasih Wassalamu'alaikum
SALING MENDUKUNG SESAMA AUTHOR UNTUK BERKARYA 💪😍
__ADS_1