
Happy Reading 🤗
"Ficaaaaa, bangunnn" teriak wanita paruh baya seraya membangunkan Fica dari tidurnya itu. Siapa lagi wanita itu jika bukan mama nya.
"Hoammmm" Fica membuka matanya, namun setelah melihat jam dinding di kamarnya itu, Fica kembali memejamkan matanya kembali.
"Lohhhh kok tidur lagi, bangun Ficaaaa" mama nya kembali membangunkannya, sungguh menyebalkan.
"Hari ini Fica nggak ke rumah sakit mah, mama kan tau Fica hari ini libur, udah lah Fica mau lanjutin tidur" dengan nada malas.
"Fica apa kamu lupa, kalau hari ini kamu akan membeli baju pernikahan mu dengan Alex. Nanti malam kita akan makan bersama dengan keluarga Alex. Mangkanya cepet sana mandi" ucap mama nya seraya mengelus rambut Fica yang masih acak-acakan itu.
"Apa?" Fica terkejut dengan ucapan mama nya itu, ia langsung beranjak duduk
"Iya sayang, buruan gih mandi, Alex udah nunggu" ucap mama nya beranjak keluar dari kamar Fica
"Aduhhh, cepet banget sih" gumam Fica dalam hati. Ia menghentikan langkah mama nya seketika sudah sampai di luar pintu kamar Fica hanya selangkah saja.
"Tunggu mah" Fica beranjak dari ranjang kasurnya
"Ada apa lagi sayang" mama nya yang menghampiri Fica kembali.
"Ma, aku belum siap nikah sama Alex" lirih Fica
"Lohh kok, kenapa? cerita ya sama mama" ucap mama nya seraya mengajak Fica duduk di pinggir ranjang kasur nya
"Alex orang nya kasar mah" Fica menunduk ketika mengucapkan itu.
"Kok kamu bisa bicara seperti itu, kenapa sayang?" ucap mama nya seraya menyelipkan rambut Fica ke daun telinganya.
__ADS_1
"Tadi waktu di parkiran rumah sakit Alex narik tangan Fica kasar" Fica masih saja menunduk
"Mungkin itu cuma perasaan kamu saja" mama nya berusaha menenangkan gadis nya itu.
"Tapi Fica serius mah" Fica mulai mengangkat kepala nya seraya memegang pundak mama nya
Tokk...Tokk...Tokk
Suara ketukan di balik pintu kamar Fica. Siapakah dia?
"Sebentar mama bukakan pintu dulu ya" Fica hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai tanda mengiyakan.
Ceklek...
"Ehh papa"
"Mah, Fica mana? besanan kita sudah nunggu tuh"
"Fica ada di dalem pah"
"Yaudah, mama cepet ya suruh Fica keluar, nggak enak sama keluarga Alex" papa nya beranjak pergi dari kamar gadis nya itu.
"M-ma gimana?" ucap Fica gugup
"Kamu siap-siap dulu ya nak, kita liat nanti aja, mama juga bingung, mama harus beritahu papa" mama nya pergi begitu saja dari kamar gadis nya itu.
Fica tak bisa berbuat apapun. Perlu kalian tahu sebenernya Fica tidak pernah mencintai Alex, ia menjadi tunangan nya sebab kemamuan orang tua nya dan orang tua Alex. Bisa di sebut dengan perjodohan.
Fica mendudukkan bokong nya di sofa ruang tamu dengan keluarga nya serta keluarga Alex. Wajahnya terlihat gugup, rasanya Fica ingin mengungkapkan semua isi hatinya.
__ADS_1
"Alex, sebaiknya kamu ajak Fica ke butik langsung" ucap papa Alex yang memulai pembicaraan.
"Baik pah, ayok Fica" Alex yang mulai beranjak dari duduk nya.
Di tempat lain...
Sofyan yang melihat mereka dari kejauhan, ia merasa cemburu dengan Alex, bagaimana jika pernikahan Alex dan Fica akan semakin cepat. Mengapa Sofyan bisa cemburu ya dan berfikir seperti itu?
Ternyata sedari tadi, Sofyan memperhatikan Fica dari balik lemari kaca yang letak nya tidak jauh dari ruang tamu.
Fica akan pergi ke butik dengan Alex, ketika ia beranjak dari duduk nya, tiba-tiba suara lelaki terdengar ke telinga mereka. Tentu saja Fica sangat mengenalnya.
"Tungguuu"
Alex, Fica dan keluarga nya menoleh ke sumber suara tersebut. Siapa ya suara laki-laki itu?
-
-
-
***Jika kalian penasaran, kalian baca terus ya part-part selanjutnya, bakal ada konflik yang seru. Maaf cerita nya gantung di sini hehehe.
Maaf juga ya kalo aku jarang up🙏
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 😇
Maaf juga telat ngucapin, intinya aku mengucapkan beribu-ribu maaf buat kalian🙏😁.
__ADS_1
Sampai jumpa di part selanjutnya
Satu kata buat part ini***!!