Cinta Amnesia

Cinta Amnesia
#Episode 3 *Terkena Amnesia


__ADS_3

Setelah Fica memberitahu Dokter Muti, dan Dokter Muti pun sudah memeriksanya ternyata hasilnya pria tersebut terkena amnesia sebab benturan yang keras di kepalanya. Ketakutan dan kepanikan Fica semakin melata dalam pikiran nya.


"Dokter Fica saran saya sebaiknya anda tidak terlalu memaksa pasien untuk mengingat kembali ingatannya, sebab pasien dapat terkena amnesia secara permanen" ujar Dokter Muti memberi saran


"Jika saya bertanya tentang nama, atau keluarga dia mempengaruhi ingatan nya permanen tidak ya Dok?" tanya Fica panik


"Setiap pertanyaan apapun tentang dirinya sangat memengaruhi pasien amnesia secara permanen" jawab Dokter Muti


"Lalu saya harus bagaimana mana Dok?" tanya Fica kembali


"Saran saya Dokter Fica merawat nya dan tunggu sampai pasien mengingat dirinya nya kembali, dan Dokter bisa hubungi polisi bagi keluarga yang kehilangan pria tersebut" jawab Dokter Muti


"Kira-kira berapa lama Dok menuggu pasien sampai mengingat ingatan nya kembali" tanya Fica penasaran


"Sampai 8 bulan minimal nya Dokter Fica, seperti pasien sebelumnya" jawab Dokter Muti

__ADS_1


"Yasudah, terimakasih Dok" ucap Fica dengan wajah paniknya


"Iya Dokter Fica, kalau begitu saya pergi dulu ya" ucap Dokter Muti meninggalkan Fica


Fica memasuki ruangan pria tersebut, ia bingung harus bagaimana lagi. Jika Fica memberi tahu pada orang tua nya, pasti Fica di omelin terus-menerus. Ya tapi bagaimana lagi Fica harus memberitahu masalah ini pada orang tua nya.


Fica mendekati pria tersebut yang sedang memegang kepalanya yang masih terasa pusing, ia mendekati nya sedikit demi sedikit.


"Sebenernya saya ini siapa?" ucap pria tersebut memulai pembicaraan


"Kamu kan belum makan, kamu harus makan ya dan setelah makan kamu meminum obat, sebentar saya panggilkan Suster dulu ya, untuk mengambilkan makanan" ucap Fica meninggalkan ruangan tersebut.


Pria tersebut hanya menggeleng kan kepala saja, sebagai tanda mengiyakan ucapan Fica. Fica pun memanggil Suster untuk mengambilkan makanan sekaligus mengantarkan ke ruangan nya.


Jam makan siang telah tiba, Fica memanfaat kan nya untuk pulang dan berbicara tentang masalah yang ia hadapi saat ini, sampai-sampai Fica rela tidak makan siang, setelah jam makan siang pun Fica sangat sibuk karena banyak pasien yang harus ia obati dan periksa.

__ADS_1


Jarak rumah sakit dengan kediaman Fica tidak cukup jauh. Fica pun mengetuk pintu rumahnya dengan wajah yang penuh dengan kepanikannya


"Tokk tokk tokk, assalamualaikum, mamahh!!" panggil Fica dari balik pintu rumahnya. Tak biasa nya jika Fica memasuki rumah nya ia langsung saja masuk, tetapi kali ini ia menunggu mamahnya membuka pintu


"Waalaikumsalam, Ficaaa!!, kamu kenapa nak? sakit? kenapa kamu ga biasa nya seperti ini?" tanya mamah Fica bingung


"Aku tidak sakit kok mah. Mamah ada yang ingin Fica bicarakan tentang masalah Fica saat ini" ucap Fica dengan wajah yang masih panik


"Ada masalah apa nak? Fica cerita ya ke mamah!" ucap mamah Fica menarik lengannya masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu nya


Fica menceritakan semua masalahnya tentang pria yang ia tabrak. Ternyata filing Fica salah yang mengira mamahnya akan mengomelinya, tetapi mamahnya mengomeli Fica karena tidak menceritakan ini semua. Dan mamah nya juga tidak menyalahkan Fica karena menabraknya, mungkin ini semua sudah takdir. Fica ingin meminta persetujuan mamah dan papah nya supaya pria tersebut tinggal di rumahnya.


***Author: Penasaran dengan lanjutan ceritanya? yuk mampir terus ke novelku tiap episode nya, dan jangan lupa tinggalkan jejak yaa, dengan cara like, vote, dan coment 🙏😉


Masalah yang dihadapi Fica semakin seru dan kocak loh, ikuti terus tiap episode nya😍

__ADS_1


SALING MENDUKUNG SESAMA AUTHOR 😉💪***


__ADS_2