Cinta Amnesia

Cinta Amnesia
#Episode 7 *Keberanian Alex


__ADS_3

Happy Reading🤗


"Gua nggak bisa jauhin dia Lex" ujar Fica sembari meminum minuman nya yang sudah di pesan


"Kenapa Lo ga bisa jauhin dia, apa jangan-jangan Lo punya perasaan sama dia" ujar Alex menyelidik


"Hahhh.... Lo aneh-aneh saja, gua pergi dulu sebentar lagi jam makan siang usai" ucap Fica meninggalkan Alex


"Tungguu Ficaa" Alex menghalangi Fica pergi


"Ada apa lagi?" ucapnya dengan malas


"Intinya Lo nggak boleh punya perasaan sama dia, gua nggak rela karena Lo tunangan gua" ucap Alex penuh dengan penekanan. Fica hanya menganggukkan kepala. Ia langsung pergi meninggalkan Alex sekaligus tempat tersebut.


Tak lama kemudian, Fica sampai di rumah sakit, ia langsung memulai pekerjaannya.


*****


Di kediaman Fica


"Tante aku mau jemput Fica ya" ucap Sofyan menghampiri mama Fica yang berada di teras rumah


"Iya Sofyan, kamu hati-hati yaa, ingat kan jalannya?"


"Iya tante, assalamualaikum" meninggalkan pergi dan menaiki mobil


"Waalaikumsalam"


Jam pulang Fica pun telah tiba, pas dengan Sofyan sampai di rumah sakit. Ketika Fica keluar dari pintu rumah sakit...


"Wahhh... Fica cantik sekali" gumam Sofyan dalam hati melihat Fica dari kejauhan


"Astagaaa, aku ngomong apa barusan" ucapnya dalam hati sembari menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak merasa gatal


"Ficaaaaa" panggil Sofyan sedikit teriak. Fica pun mendengar nya, ia mencari ke arah suara tersebut. Ia melihat Sofyan yang berada di dekat parkiran rumah sakit. Fica langsung menghampiri Sofyan


"Bisa langsung pulang?" tanya nya


"Its okey". Sofyan membukakan pintu mobil untuk Fica. Ketika Fica ingin memasuki mobil, Alex memanggilnya dan tanpa sebab ia memukul Sofyan dengan amarah nya.


"Alex, cukup!!!!" Fica yang menghalanginya


"Jangan Lo deketin tunangan gua lagi" ucap Alex memperingati. Sofyan yang mendengar ucapan Alex baru saja merasa terkejut, ia baru tahu jika Fica sudah mempunyai tunangan.

__ADS_1


"Cukup ya Alex, nggak gini juga caranya, Lo sudah menyakiti fisik orang. Kalau Lo ngelakuin cara ini lagi bisa saja gua mutusin pertunangan kita" ucap Fica ketus


"Nggak, jangan Fica, masa gara-gara cowok ini Lo mutusin pertunangan kita" ucap Alex yang mulai takut dengan ucapan Fica yang baru saja keluar dari mulut nya.


"Sekarang Lo minta maaf" ucap Fica menyuruh Alex meminta maaf dengan Sofyan


*Ogah banget gua minta maaf sama cowok amnesia ini, tapi demi Fica daripada dia putusin tunangan ini* ucap nya dalam hati


"Gua minta maaf" menyodorkan tangan nya ke Sofyan


"Iya saya sudah maafkan mas" ucap Sofyan sembari memegang luka nya di bagian dagu nya. Fica yang melihatnya langsung mengambil kotak P3K yang berada di mobil nya.


"Sofyan, sini biar aku obati" ucap Fica menawarkan. Sofyan hanya mengangguk dan tersenyum. Alex yang melihat nya merasa cemburu, ia merasa benci dengan keberadaan Sofyan.


"Sudah kan ngobati nya?" tanya nya kesal


"Sudah selesai" jawab Fica sembari menaruh kembali kotak P3K nya ke dalam mobil


"Lo pulang bareng gua Fic, gua anterin Lo pulang" ucap Alex menarik lengan Fica menuju mobil nya


"Tapi, gua pulang bareng Sofyan" ucap Fica melepaskan tarikan Alex, tapi sia-sia, Alex sangat kuat menariknya. Fica tidak bisa berbuat apa-apa ia ikuti ajakan Alex. Sedangkan Sofyan ia merasa sedih, entah kenapa ada rasa cemburu pada Alex yang menjadi tunangan Fica.


Sofyan menaiki mobilnya, ia kembali pulang dengan wajah sedih nya.


Happy Reading🤗


"Gua nggak bisa jauhin dia Lex" ujar Fica sembari meminum minuman nya yang sudah di pesan


"Kenapa Lo ga bisa jauhin dia, apa jangan-jangan Lo punya perasaan sama dia" ujar Alex menyelidik


"Hahhh.... Lo aneh-aneh saja, gua pergi dulu sebentar lagi jam makan siang usai" ucap Fica meninggalkan Alex


"Tungguu Ficaa" Alex menghalangi Fica pergi


"Ada apa lagi?" ucapnya dengan malas


"Intinya Lo nggak boleh punya perasaan sama dia, gua nggak rela karena Lo tunangan gua" ucap Alex penuh dengan penekanan. Fica hanya menganggukkan kepala. Ia langsung pergi meninggalkan Alex sekaligus tempat tersebut.


Tak lama kemudian, Fica sampai di rumah sakit, ia langsung memulai pekerjaannya.


*****


Di kediaman Fica

__ADS_1


"Tante aku mau jemput Fica ya" ucap Sofyan menghampiri mama Fica yang berada di teras rumah


"Iya Sofyan, kamu hati-hati yaa, ingat kan jalannya?"


"Iya tante, assalamualaikum" meninggalkan pergi dan menaiki mobil


"Waalaikumsalam"


Jam pulang Fica pun telah tiba, pas dengan Sofyan sampai di rumah sakit. Ketika Fica keluar dari pintu rumah sakit...


"Wahhh... Fica cantik sekali" gumam Sofyan dalam hati melihat Fica dari kejauhan


"Astagaaa, aku ngomong apa barusan" ucapnya dalam hati sembari menggaruk kepala nya yang sama sekali tidak merasa gatal


"Ficaaaaa" panggil Sofyan sedikit teriak. Fica pun mendengar nya, ia mencari ke arah suara tersebut. Ia melihat Sofyan yang berada di dekat parkiran rumah sakit. Fica langsung menghampiri Sofyan


"Bisa langsung pulang?" tanya nya


"Its okey". Sofyan membukakan pintu mobil untuk Fica. Ketika Fica ingin memasuki mobil, Alex memanggilnya dan tanpa sebab ia memukul Sofyan dengan amarah nya.


"Alex, cukup!!!!" Fica yang menghalanginya


"Jangan Lo deketin tunangan gua lagi" ucap Alex memperingati. Sofyan yang mendengar ucapan Alex baru saja merasa terkejut, ia baru tahu jika Fica sudah mempunyai tunangan.


"Cukup ya Alex, nggak gini juga caranya, Lo sudah menyakiti fisik orang. Kalau Lo ngelakuin cara ini lagi bisa saja gua mutusin pertunangan kita" ucap Fica ketus


"Nggak, jangan Fica, masa gara-gara cowok ini Lo mutusin pertunangan kita" ucap Alex yang mulai takut dengan ucapan Fica yang baru saja keluar dari mulut nya.


"Sekarang Lo minta maaf" ucap Fica menyuruh Alex meminta maaf dengan Sofyan


*Ogah banget gua minta maaf sama cowok amnesia ini, tapi demi Fica daripada dia putusin tunangan ini* ucap nya dalam hati


"Gua minta maaf" menyodorkan tangan nya ke Sofyan


"Iya saya sudah maafkan mas" ucap Sofyan sembari memegang luka nya di bagian dagu nya. Fica yang melihatnya langsung mengambil kotak P3K yang berada di mobil nya.


"Sofyan, sini biar aku obati" ucap Fica menawarkan. Sofyan hanya mengangguk dan tersenyum. Alex yang melihat nya merasa cemburu, ia merasa benci dengan keberadaan Sofyan.


"Sudah kan ngobati nya?" tanya nya kesal


"Sudah selesai" jawab Fica sembari menaruh kembali kotak P3K nya ke dalam mobil


"Lo pulang bareng gua Fic, gua anterin Lo pulang" ucap Alex menarik lengan Fica menuju mobil nya

__ADS_1


"Tapi, gua pulang bareng Sofyan" ucap Fica melepaskan tarikan Alex, tapi sia-sia, Alex sangat kuat menariknya. Fica tidak bisa berbuat apa-apa ia ikuti ajakan Alex. Sedangkan Sofyan ia merasa sedih, entah kenapa ada rasa cemburu pada Alex yang menjadi tunangan Fica.


Sofyan menaiki mobilnya, ia kembali pulang dengan wajah sedih nya.


__ADS_2