
Beberapa bulan telah berlalu dan akhirnya yang ditunggu tunggu..
Semua orang menangis tidak menyangka secepat ini mereka berpisah.
"Selamat babe" ucap Anggara.
"Finally, yang ditunggu tunggu sudah tiba, Are you ready?" Jawab cinta.
"Yes, i love you" anggara memeluk cinta dan mencium pipinya.
Sedangkan Askan dan Rahel mereka berdua semakin akrab sehingga hari ini juga Askan ingin menyatakan sesuatu ke Rahel. Tinggal Pina dan Jay yang belum berlayar.
Saat Askan dan Rahel sedang berjalan keliling sekolah Askan mendadak berhenti.
"Stop" ucap Askan sambil maju kedepan Rahel.
"Wht? Kenapa?" Tanya Rahel
"Saya mencintai mu" sambil menunjukkan muka nya yang gugup dan nada bicara yang cepat.
"Kamu mengatakan ini pasti hanya bercanda kan?" Tanya Rahel.
Askan menjawab tidak, dia benar benar tulus mencintai Rahel. Rahel tidak menjawab Askan... Tetapi menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
Askan berteriak seperti orang gila "YESSSSSSS WOHHHHHH!!!"
Rahel tertawa melihat tingkah laku askan.
........
Malam harinya Angga menelpon cinta.
Dipercakapan:
👤: Halo calon istri
👩 : Haha apaan sih kamu, halo calon suami
👤: Belum tidur?
👩: Tadi sih udah mau tidur, eh liat kamu telepon ya engga jadi
👤: Ganggu ya aku? Yaudah aku matiin aja, kamu tidur gih, besok aja aku mau ngomong sama kamu
👩 : Ngomong apa? Ngomong aja sekarang Anggaa
👤: Besok aja, nanti kamu sakit kalau tidur kemaleman, sana sana tidur, Good night
👩: Too sayang
__ADS_1
.............
Keesokan harinya Angga mampir kerumah cinta dengan membawa martabak kesukaan mamanya. Anggara mengajak cinta untuk ke taman sebentar.
Ucap Anggara ditaman "kita kan sudah lulus SMA, aku mau ngenalin keluarga aku ke mama kamu boleh ya?"
"Secepat itu?" tanya cinta.
"Kenapa? Kamu gak mau?" Tanya balik Anggara.
"Ehhh engga gitu maksud aku, ya boleh lah siapa sih yang gak boleh" ujar cinta sambil memegang tangan Anggara.
Anggara tersenyum dan mengatakan "gimana kalau besok aku akan bawa papa mama aku kerumah kamu"
Tanya cinta sembari menaikkan alisnya "emang mama papa kamu gak sibuk?"
"Besok mereka cuti, jadi gak sibuk sama sekali" jawab Anggara.
Cinta menyetujui Anggara. Mereka pun pulang naik odong odong.
Sesampai dirumah mama cinta menanyakan dari mana saja ia pergi sampai pulang larut malam.
"Cuma dari taman kok ma, bentar doang tadi ke taman, abis itu pulang deh, ta.... pi tadi Anggara ngajak cinta pulangnya naik odong-odong jaadi yaaaa lama hehe" jawab cinta.
"Astaga anak muda jaman sekarang, sana ganti baju"
.............
Keesokan harinya
Mommy dan Daddy menganggukkan kepalanya dan pergi kerumah Cinta. Sedangkan Askan sedang bucin bersama Rahel dirumah Rahel.
Tingning *bunyi bel*
"Siapa sih ma, bentar biar Cinta yang buka"
"Sebentar" ucap cinta.
Setelah membuka pintu cinta langsung menyalim tangan mommy dan Daddy nya Angga. Mama cinta keluar untuk melihat siapa yang datang karna mendengar suara orang rami rami.
Saat sedang berjalan ke arah luar, Cinta menyuruh mommy dan Daddy Anggara untuk duduk dikursi dulu.
Saat mama Cinta melihat siapa yang datang...... DUARRR!!! dia benar benar dikejutkan oleh sepasang suami istri yang paling ia benci.
Ucap Cinta "mahh kenalin ini mommy sama Daddy nya anggaraa"
Mommy dan Daddy Anggara langsung berdiri begitu pula dengan Anggara yang kaget kenapa mereka berdua berdiri .
"Hah? D-dia orang tua Anggara?!" Tanya mama Cinta sambil tidak percaya.
Ia sangat syok melihat kehadiran mereka berdua dirumah nya.
__ADS_1
"Kamu..." Ujar mama cinta sambil Melihat dari atas sampai bawah.
"Mama kenal sama orang tua Anggara?" Tanya cinta.
"Dad? Ada apa?" Tanya juga Anggara kepada ayahnya.
"Jelas sekali kami kenal dengan dia" ucap Daddy.
"Kurang ajar kamu berani sekali menginjakkan kaki mu dan istri mu dirumah saya" jawab mama Cinta
Cinta dan Anggara semakin panik ada masalah apa di antara mereka berdua.
"Ma... Siapa dia?" Tanya cinta
"Dia awalnya sahabat baik papa kamu, tapi papa kamu dituduh menggelapkan uang perusahaan nya. Padahal papa kamu dituduh! Akhirnya Papa kamu dipecat sehingga papa kamu harus keluar negri mencari nafkah untuk kita, karna dia seorang mafia dia memperingati kesemua perusahaan agar tidak menerima papa kamu kalau tidak mau perusahaan mereka bangkrut. Jadinya tidak ada yang menerima papa kamu diperusahaan mereka bisa dibilang papa kamu meninggal gara gara dia..!!!" Jawab mama Cinta sambil marah marah
Cinta kaget mendengar apa yang telah diucapkan mamanya, begitu pula dengan Anggara.
"Andani emang menggelapkan uang perusahaan saya! Tidak ada kata dituduh! Anggara Daddy minta kamu putusin anak ini" ucap Daddy Anggara.
Anggara shok saat Daddy nya menyuruh dia memutuskan hubungan nya sama cinta yang sudah ia lalui bertahun tahun.
Mommy dan Daddy menarik Anggara dengan paksa.
Ucap Cinta "ANGARAAAAA!" sambil berteriak.
Mama Cinta bergegas mengunci pintu rumah nya dan mengatakan kepada cinta. "Mama tidak menyetujui hubungan kamu dengan Anggara! Karna keluarganya lah keluarga kita begini" mama cinta pun pergi ke kamar nya.
"Tapi maaaaa itu masa lalu, papa juga udah tenang ma, setidaknya kita memaafkan keluarga mereka dan berdamai, cinta sangat sayang sama Anggara ma!!!" Teriak cinta saat mama nya sudah didalam kamar
Cinta berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamar sambil menangis histeri..
"Huhuhuuu kenapa saat kami akan memulai kehidupan baru selalu ada masalah yang menimpa" ucap cinta sambil terseduh seduh menangis.
Begitu juga di Angga, ia melempar semua barang yang ada dikamar nya ke arah pintu. Askan pulang dan melihat aura rumahnya sedang tidak baik baik saja. Askan berjalan kekamar Anggara untuk menanyakan apa yang terjadi.
Saat membuka pintu Askan malah terkena barang Angga yang ia lempar. Untungnya yang dilempar angga buku tulis biasa bukan barang keras.
Askan langsung memeluk Anggara sembari membawa Anggara duduk di kasur dan menyuruh Anggara menjelaskan apa yang telah terjadi saat dia tidak di rumah.
"Apa kau gila? Aku sedang menangis malah kau suruh menjelaskan hal tadi?" Tangisan Anggara malah semakin kencang dibandingkan dengan tangisan Cinta, hingga terdengar dari luar rumahnya.
"Heyyy, kau laki laki!! Kenapa menangis seperti wanita?" Ucap Askan.
"Coba kau yang ada diposisi ku, apa kau bersedia?!!!" Sambil menghembuskan ingusnya ke tisu.
"Ya gak mau lah, orang tau masalahnya aja kaga"
Askan mengusap usap punduk Anggara agar tenang sedikit.
...........
__ADS_1
Cinta menendang nendang lantainya sehingga kaki ia sendiri berdarah. Mama Cinta tidak memperdulikan Cinta menangis, sebenarnya ia juga tidak mau ini terjadi ke hidup anaknya. Sembari melihat foto suaminya mama cinta mengingat masa lalu dan ikut menangis jika mengenang kejadian itu.
****