Cinta Anggara

Cinta Anggara
bab 7


__ADS_3

Sesampai di sekolah


"Hai gais"


"Hai cin, loh kalian berdua pergi bareng? Ada apanie" tanya Pina


"Kebetulan saja." Ucap angga


"Masa si?" Tanya Jay


"Ciye ciye" ucap Rahel


"Terserah kalian, kami hanya kebetulan." Kata cinta


Rahel: "Kebetulan apa sengaja? Aduhh cocok banget ya hahaha" ketawa kecil


Cinta yang merasaAngga seperti kesal dengan mereka langsung duduk saja


Padahal Angga malu malu di hati nya


"Oh iya cin, gua turut berduka cita ya atas meninggalnya bokap Lo" ucap Pina


Rahel: "iya cin saya juga"


Jay: "semangat ya cinta"


"Makasih ya gais semuanya, kalian memang the best" ucap cinta


Mereka pun tertawa bareng bercerita tentang pak Udin yang ingin makan coklat malah memakan kotoran kucing, mungkin dikira pak Udin itu coklat...Hahaha


Bel masuk kelas sudah berbunyi


Saat itu jam pertama pelajaran di kelasnya adalah matematika, disini guru nya menyuruh cinta dan Anggara yang maju ke depan mengisi soal itu


Sayang nya cinta membenci matematika, dan dia tidak tahu harus jawab apa


Anggara yang melihat cinta kebingungan menjawab memutuskan untuk membantu nya tanpa sepengetahuan guru


"Jawaban nya 23" Angga memberitahu nya bahwa itu jawabannya sambil berbisik bisik dengan cinta


" T terimakasih" cinta pun berterimakasih ke Angga sambil bisik"


"Okey cinta, Anggara silahkan duduk ke bangku masing-masing" ucap sang guru


"Baik anak anak jawaban nya benar"


Gumam cinta "Sungguh ku tak percaya bahwa saya bisa menjawab nya"


"Sttt sttt, Anggaa" cinta yang memanggil Angga dengan suara kecil karna ingin mengucapkan terimakasih sekali lagi


"woihh nggaa"


"lo manggil gue?" tanya Angga


"gak, manggil tembok"


"makasih sekali lagi ya gara gara Lo gue jadi bisa jawab tadi"


"hanya kasian kepada mu."


Cinta yang mengira Angga mengasih tau jawaban nya karna Angga suka sama cinta ternyata dia salah mengira


"oh, okay" ucap cinta.


bel istirahat pun berbunyi


Pina: "Cin Ke kantin yokk"


"hm gimana ya"


"Yaudah deh ayo"

__ADS_1


"Hel, mau ikut gak?" Tanya Pina


"Ish bentar lah, mau ambil gocengg" jawab rahel


"ayok cepett pin, cin, udah ketemu ni"


Cinta :"Eh, ajak Angga boleh gak?"


Jay :"yang bener aja lo cin, emang Angga mau??"


Cinta :"ya kan kita tanya dulu mau enggak"


Rahel :"serah Lo dan cin, kalo kenapa napa ga ikutan gue"


Cinta :"tenang aja, santayy"


Cinta berjalan menuju meja Angga


"Woyh Tikus, mau ikut ke kantin gak?"


"g" ucap angga


"Yakin? Yaudah sih, nawarin doang."


"ya saya ikut." Disini Angga berpikir jika dia selalu cuek dengan cinta nanti cinta bisa di embat adiknya


"yaudah ayoo!!" Cinta sangat tidak sabar ingin keluar main bareng teman" nya setelah sekian lama


Mereka pun berjalan menuju kantin


"Loh, itu anggara kan, kok dia malah mau main sama anak cupu itu sih????" asyinta yang melihat itu sungguh panas


"samperin syin!" Teman teman asyinta malah tambah memanas manasin nya


Asyinta berjalan ke Anggara


"Eum, hai Angga??" Ucap asyinta


"Kamu mau ke kantin ya Angga?"


"kalo iya? Urusan mu apa?"


"Boleh barengan gak? Aku juga mau ke kantin sih"


Cinta menjadi sangat kesal ketika Angga dekat dengan ciwi lain


"gais, buruan jalan nya nanti abis, kalo ada yang mau pacaran silahkan, kami duluan."ucap cinta


Angga yang tersenyum kecil melihat cinta yang seperti cemburu kepada nya, angga sangat bahagia melihat reaksi dia


Angga pun menyetujui asyinta jika dia ingin ikut, agar cinta semakin panas


"boleh syin" ucap angga


Cinta yang semakin emosi melihat ini ingin sekali buru buru pergi


"cepetan jalan nya."


"kenapa sihh cin, sabar aja masih lama juga masuk" tanya Pina


"Ohhh, gue tau nih" kata Jay


"Tau apa Lo? Gausah aneh aneh"


Jay :"Kenapa sih cin, lagi datang bulan?"


Rahel :"pasti Angga"


"Gajelas Lo pada, Herman gue" cinta yang di olok olok menjadi tambah kesal


"Angga, kaki aku sakit, boleh gandeng gak?" Asyinta yang masih caper ke Angga ingin di gandeng

__ADS_1


Angga yang sebenarnya tidak ingin menggandeng asyinta, tapi mau gimana, Angga ingin tau apakah cinta menyukai nya atau tidak..


"hm, gandeng saja." Kata Angga


Cinta sungguh kesal dengan pemandangan itu


Tiba tiba askan, adik Angga datang ke sekolahan Angga untuk mengurus pindahan sekolah dia ( askan ) ke sekolah angga


Tanpa sengaja askan bertemu cinta dan teman nya yang lain, termasuk Angga


"Lohh, askan?" Ucap cinta


"Cinta?"


"Kamu ngapain ke sini? Kangen aku ya? Cinta juga ingin memanas manas kan Angga


"huh" Angga yang tampak kesal kenapa askan harus datang ke sekolahan dia


"Saya kesini mau mengurus pindahan sekolah saya ke sini" ucap askan


"Ohh pindah"


"HA PINDAH? BENERAN? tanya cinta yang sangat gembira mendengar nya


"Beneran lah cin" sahut askan


Angga :"Kenapa anda tidak mengasih tau saya jika anda akan pindah ke sini?


"Apakah kau akan peduli jika saya beri tau?"


"tidak."


"Emm, askan, semangatt ya untuk mengurus pindahan nya" cinta yang ingin sekali tambah manas manaskan Angga dengan memberi support ke askan


Disini Angga tetap stay cool, tetapi hati nya tidak.


Angga sungguh sudah kesal dengan perkataan cinta ke askan


"jika kau ingin ikut mengurus pindahan dia, pergi saja sana, jangan membuang buang waktu untuk ke kantin"


Cinta sangat yakin bahwa Angga merasa jealous dengan askan, membuat cinta sangat bahagia karna dendam nya terbalas kan


Cinta pun tersenyum melihat tingkah angga yang sedang cemburu


hahaha lucu sekali, mereka belum menyadari bahwa mereka saling suka


Rahel melihat dari mata mereka berdua seperti saling menyukai "duhh, kalian berdua kayaknya cocok banget dah, saling suka tapi gengsian."


"Hah, kata siapa gua suka sama dia?!!" Ucap angga dan cinta ber barengan


Jay :"Barengan pula"


Pina :"tanda tanda"


"Apaansih kalian?? Ngejodoh jodohin orang. Gabanget dah" ucap asyinta yang sedikit emosi dengan mereka


Askan pun begitu sama dengan asyinta, yang sedikit mulai emosi, askan meninggalkan mereka dan lanjut berjalan ke kantor guru, tanpa berpamitan dulu


"Askan?... Gara gara kalian sih, askan jadi pergi gitu aja" ucap cinta


"Biarin aja itu bocah, kenapa harus di pikirin, gak ada guna dan buang buang waktu membicarakan dia" Angga yang tampak benar benar emosi dengan askan.


Karna mereka asik mengobrol saja, bel masuk kelas pun bunyi, dan tidak jadi ke kantin


Ting Ting..... *Bel


"Yah kannn jadi masuk, kalian sih asik debat aja" sungguh malang nasib Rahel


"Yasudah besok saja, mari ke kelas" sahut cinta


****

__ADS_1


__ADS_2