
Ardiyansah menangis dan mengatakan IYA EMANG SAYA YANG MEMITNAH ANDANI
"apa kau tau mengapa saya menjadi seperti itu? KARNA KALIAN MELUPAKAN SAYA! Kalian selalu berdua tanpa ada nya saya. Saya sakit hati Baswana!."
Ardiyansah tergusur ke tanah sambil memegang kaki Baswana maaf kan saya, andai pikiran ku tak seperti bocah ingusan mungkin pertemanan kita akan baik baik saja. Saya akan meminta maaf kepada Andani.
Baswana mengangkat bahu Ardiyansah.
"Apa kau tau? Andani sudah meninggal. Itu semua karna anda! Andai anda tidak memitnah nya, tak mungkin saya akan mengusir Andani dari perusahaan saya dan memberitahu semua orang bahwa tidak boleh ada yang menerima dia. Maka dia keluar negri mencari nafkah. Dia kecelakaan." Ujar Baswana.
Ardiyansah menangis sembari diiringi dengan teriakan nya "ARGHHHHH TIDAK MUNGKIN!" Kaki nya menghentak hentakkan tanah dan memukul kepala nya.
"Maaf kan saya. Walau anda sudah jujur kenapa kau melakukan itu semua. Saya akan tetap membawa anda ke api neraka." Ucap Baswana sambil menarik Ardiyansah pergi dari rumah nya.
Asyinta melihat ayah nya yang sedang di tarik tarik "STOPP! AYAHH!" Ia berlari menuju ayah nya.
"Haaa? Jadi Asyinta anak dia??" Tanya Askan.
Anggara mengangkat kedua bahu nya sambil bertanya tanya di otak nya.
Asyinta memeluk sang ayah "KALIAN APAIN AYAH SAYA! PERGI JANGAN BAWA AYAH SAYA!"
"oh, jadi ini anak kamu?" Tanya Baswana.
"Tuan... Saya mohon jangan libatkan anak saya, dia tak bersalah... Baswana setidak nya kau mewujudkan kata kata ku ini, lagi pula ini juga ada salah kau." Sahut Ardiyansah.
Baswana mengangguk dan kembali menarik ayah Asyinta masuk ke mobil.
"AYAHHH!!!!" teriak Asyinta begitu keras.
Pina dan Jay yang sedang jalan jalan bertemu dengan Askan dan Anggara di depan rumah Asyinta.
"Loh loh, kok kalian disini? Ini kan rumah Asyinta. Ngintip ya Lo?" Tanya Pina.
Mereka memiringkan kepala nya ke arah Jay dan Pina.
"Lah, kalian berdua ngapain? Pacaran? backstreet ya?" Sahut Askan.
"Anu... Eeee.. kami....."
"Apaan anu anu?"
"Yaudah deh iye iye kami emang pacaran." Jawab Pina.
Jay menanyakan kembali pertanyaan Pina ke mereka berdua.
"Kepo lu, sana sana pergi hus hus." jawab Anggara sambil mendorong mereka pergi.
Sementara itu Asyinta di tarik mama nya untuk masuk ke dalam rumah agar tidak terlibat ke masalah ayah nya.
"Gw bener bener gak nyangka kalau Asyinta anak dari manusia anj*** itu." ucap Anggara.
Askan mengajak Anggara untuk pulang ke rumah karna sudah larut malam.
__ADS_1
........
Keesokkan hari nya Mommy and Daddy berdiri di depan kamar Anggara dengan pakaian yang rapi. Anggara membuka pintu sontak terkejut melihat mereka berdiri di depan kamar dia.
"Anggara... Maafin mommy sama Daddy. Mommy sama Daddy selalu menganggap kamu masih kecil, kami baru sadar bahwa anak kami sudah dewasa. Mommy dan Daddy merestui hubungan kalian berdua.." ujar mommy lirih ke depan Anggara.
Anggara memeluk mereka berdua sambil menangis. Ia dan kedua orang tua nya berjalan menuju rumah Cinta.
Toktoktok
"Sebentar.." sahut mama Cinta saat sedang membuka pintu.
"Kalian! Mau apa lagi kalian kemari?!" Ucap Mama.
Cinta keluar dari kamar menuju pintu luar Karna ia penasaran siapa yang datang ke rumah nya.
"Loh, Tante, om?" Ucap Cinta.
Baswana menundukkan kepala nya dengan berlutut di depan Wati dan meminta maaf kepada mama Cinta.
"Maaf kan saya.. selama ini yang menggelapkan uang perusahaan saya itu bukan lah Andani, tapi Ardiyansah teman kami saat dulu. Ia memitnah Andani. Maaf.." sahut tuan Baswana sembari memegang kaki mama Cinta.
"Maaf? Apa kau pikir kau bisa mengembalikan nyawa seseorang? Tidak kan? Saya tidak akan pernah memafkan keluarga kalian, ini semua salah mu. Kau tak pernah mendengarkan ucapan Andani." Jawab mama Cinta. Ia pun menutup kembali pintu rumah.
"MAAA, pls ma.. mama maafin keluarga Anggara, sampai kapan sih mau gini terus????" Tanya Cinta. Cinta berlari menuju kamar dan meninggalkan sang Mama.
"Maafin Daddy.. percintaan kamu hancur gara gara Daddy." Ujar Daddy.
Malam hari nya Cinta menelpon Anggara.
____________
👩: Halo? Anggara?
🧑: Iya, ada apa cinta? *Menjawab dengan suara lemas.
👩: Kamu tenang aja. Aku bakal berusaha untuk bujuk Mama. Saat mama sudah mau memaafkan keluarga kamu, aku akan kasih tau kamu secepatnya.
🧑: Baiklah... Aku percaya sama kamu. Bye, ini sudah malam, tidur gih. I love you.
👩: I love you too Anggara.
_____________
Cinta menuju kamar mama nya.
Toktok ...
"Ma? Cinta masuk ya"
"Ya"
"Cinta bawain makanan buat mama. Mama dari tadi gak makan makan. Dimakan ya mah." Sambil menaruh makanan di atas meja kecil di samping kasur.
__ADS_1
"Ada apa kesini? Bicarain tentang Anggara?"
Cinta duduk di samping mamah nya.
"Ma..... Mama tahu kan kalau kita tidak bisa mengikhlaskan kematian seseorang, orang itu akan ikut sedih.. Yaa begitu pula dengan papa. Mama gak mau kan papa sedih? Mama harus ikhlasin papa.." Sahut Cinta.
"Maksud kamu?" Tanya mama.
"Maksud Cinta mama harus ikhlasin papa dan jangan ungkit lagi masa masa kelam papa saat dahulu. Cinta to the point aja, mama mau kan maafin keluarga Anggara? Demi cinta ma, pls. Cinta gak pernah loh minta apa apa dari mama, untuk kali ini aja." Ujar cinta lirih ke arah Mama nya.
Mama Cinta tak bisa melihat anak nya sedih seperti ini. Bagaimana pun ia harus merestui hubungan mereka berdua. Ia menganggukkan kepala nya dan memeluk Cinta. Cinta tersenyum sambil mengeluarkan air mata nya.
Pagi hari nya ia menelpon Anggara untuk mengabarkan bahwa mama nya sudah memaafkan keluarga nya. Dan ia menyuruh Anggara untuk datang ke rumah secepatnya.
Anggara menuju tempat Daddy dan mommy nya, askan juga ikut. Mereka pun bersiap-siap ke rumah Cinta.
Toktoktok..
Cinta membuka pintu tersebut dan menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu di kursi. Ia memanggil mamah nya.
Mama Cinta menghampiri Daddy dan mommy anggara.
"Saya sudah memaafkan kalian. Ini semua demi kebaikan putra putri kita." Lirih mama Cinta.
Semua nya tertawa bahagia. Orang tua mereka akan merencanakan hari apa Cinta dan Anggara bertunangan.
"Gimana kalau besok? Mumpung hari Sabtu." ucap Mommy.
"Apa tidak terlalu cepat?" Tanya kembali mama Cinta.
"Lebih cepat lebih baik bukan?" Sahut Daddy Anggara
Mama Cinta mengangguk dan tersenyum. Ia menyuruh Cinta membuatkan teh manis di dapur untuk orang tua Anggara.
"Tante, saya izin ke toilet ya." ujar Anggara.
"Iya, udah hapal kan di mana toilet nya?" Jawab mama Cinta.
"Hehe iya, saya permisi dulu.." sahut Anggara.
Anggara berjalan menuju dapur. Bukan kamar mandi. Ia sontak memeluk Cinta dari belakang.
"Baaa" ucap Anggara.
"Eh.." wajah Cinta menjadi merah.
Anggara memeluk pinggang Cinta. Cinta membalikkan badan nya ke arah Anggara.
"Heh kamu inii, ngagetin aja deh. Kenapaaa?" Lirih Cinta ke arah Anggara.
"Gapapa, mau nemenin kamu buat teh, lanjutin dong cil." Jawab Anggara.
****
__ADS_1