
Seiring waktu berlalu... Hari pertunangan mereka pun telah tiba.
Semua orang memakai gaun pesta yang sangat bagus. Dan menikmati makanan yang telah dihidangkan untuk semua orang yang datang di acara tsb.
Diumumkan bahwa akan ada dansa di pesta Anggara dan Cinta. Selesai berdansa Anggara memasang cincin di jari manis Cinta. Semua orang bertepuk tangan.
"Selamat ya cinnnn." ucap Rahel dan Pina.
"Thank you gais, ini semua berkat kalian.. love youuuu jangan pernah bosen jadi temen aku yaaa." Cinta memeluk Rahel dan Pina sambil memegang sebuah cangkir gelas di tangan nya.
Seseorang wanita menghampiri Cinta.
"Selamat untuk pertunangan kalian.." ujar wanita bertopeng itu.
"Eum... Thanks. Kamu siapa?" Tanya Cinta.
Pina dan Rahel izin untuk ke toilet sebentar.
Wanita itu pun membuka topeng nya. Ternyata ia adalah..... Asyinta.
"Ha? Asyinta?.. kamu kok bisa disini? Bukan nya selama ini kamu menghilang gak tau kemana kabar mu?." Sahut Cinta.
"Aku mau minta maaf atas perilaku ayah aku ke ayah kamu Cinta.." lirih Asyinta dengan memegang tangan Cinta.
Cinta mengangguk dan memeluk dia. "Makasih ya kamu udah sempet sempetin untuk datang ke acara pertunangan aku."
"Sama sama...."
Pesta berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan sedikit pun.
"Hai calon kakak ipar." ucap Askan saat berpapasan dengan Cinta.
"Haha apaan sih Askan..., Hai calon adik iparr." Sahut Cinta dengan tersenyum.
Askan mendorong Cinta ke arah Anggara sehingga membuat Cinta terpleset ke pelukan Anggara.
"AAAH" Teriak Cinta yang kaget kalau ia akan terjatuh ke lantai.
Anggara menangkap Cinta. "Hey? Kamu tidak papa? Makanya hati hati kalau jalan. Aish gimana sih, untung aja ada aku."
Cinta menatap dalam mata Anggara. "Kamu kan super Hero aku." Sambil memegang bahu Anggara.
Selesai dari acara orang tua mereka berbincang tentang pernikahan Cinta dan Anggara. Sesudah memikirkan hari apa mereka akan menikah, Semua orang pulang ke rumah masing masing.
Sesampai di rumah Cinta disuruh mama nya mandi dan beristirahat.
"Iya mah." Kata Cinta sambil berjalan menuju kamar.
Ia membuka ponsel nya dan langsung berbaring di atas kasur.
__________________
👩: Assalamualaikum..
🧑: Waalaikumsalam, kangen ya kamu sama aku?
👩: Dih pd banget, tapi iya siii, btw gimana kalau besok kita jalan jalan ke kebun?
🧑: Hm.. mau gak ya
👩: Yaudah kalo gamau *memasang suara melas
🧑: Iya sayang iya, bercanda doang.. apa sih yang gak buat kamu?
👩: Byee good night. *aku tersenyum di balik layar ponsel dan mematikan percakapan tersebut.
__________________
Ia berteriak teriak seperti orang tidak karuan. Mama nya membuka pintu kamar karna mendengar suara Cinta berteriak.
"Sayang? Kamu kenapa?" Ia berjalan menuju kasur Cinta.
"Eh, gak mahh tadi ada video lucu hehe." Jawab Cinta.
Mama Cinta sontak memeluk Cinta. "Mama gak menyangka bahwa anak mama sudah besar dan akan segera menikah. Mama nanti tinggal sama siapa?." Tanya mama Cinta sambil mengelus elus kepala Cinta.
Cinta mengeluarkan setetes Air mata yang terjatuh ke lantai. "Mama jelas ikut Cinta! Mama tetap sama Cinta. Tidak yang lain. Cinta mana bisa hidup tanpa seorang ibu."
"Makasih sayang... Mama akan kesepian jika tak ada orang lain di rumah ini. Papa kamu sudah meninggal.. Mama kangen dia."
Cinta mengusap punggung Mama sambil memeluk nya. Ia menyuruh mama untuk tidur karna sudah larut malam dan tidak baik bagi kesehatan mama nya.
__ADS_1
Keesokan hari nya bunyi bel dari pintu bawah rumah.
"Itu pasti Anggara." Ucap Cinta berlari turun ke lantai bawah.
Ia membuka pintu rumah.
"Tuh kan bener Anggara. Bentar ya aku mau izin pamit dulu ke mamaa." Lirih Cinta.
"Mamaaa." teriak Cinta.
"Mah Cinta mau keluar dulu ya bareng Angga." Salim ia ke mama nya.
"Hati hati ya sayang." Mengusap rambut Cinta.
Cinta berpamitan kepada Mama nya. Dan keluar ke rumah
"Ayo!! Gass." kata Cinta sambil memegang helm dan tersenyum seperti bocil.
"Gemess" Anggara memegang pipi Cinta yang sangat lucu dan menggemaskan.
Ia naik ke atas motor sembari memeluk perut Anggara.
"Aaaaaaaaaaaaaa aku sangat bahagia!" Ucap Cinta berteriak mengayunkan tangan nya ke atas.
"Aku jugaaaa!!!" Teriak Anggara.
Mereka berdua pun tertawa terbahak bahak. Dari sekian banyak masalah yang telah mereka lewati, akhirnya mereka berhasil menyelesaikan masalah tersebut.
Sesampai di kebun..
"Turun cill." Sahut Angga.
"Cal cil cal cil, wuuu cil." bales Cinta dengan raut wajah yang sangat lucu.
Anggara mengusap kepala cinta sambil memberantakki rambut nya.
"Ih kamu mahh, nih helm nya." Ia menjulurkan tangannya.
Sesudah menaro helm mereka berdua keliling kebun tersebut sambil melihat lihat tanaman.
"Bagus ya pemandangan disini." ucap Anggara.
"Foto Yuuuuu." Sahut Cinta sangat bahagia.
"Eh.." pipi cinta menjadi blushing.
"Tambah cakep tau ga?" Kata Anggara.
Cinta tersipu sangat malu. Ia meninggalkan Anggara dan berlari lari di dekat kebun. Karna baru saja musim hujan tentu nya tanah menjadi becek. Kaki Cinta tidak sengaja menginjak becek yang licin.
"Eh eh Aaaaa."
Untung nya Anggara datang tepat waktu. Ia memeluk Cinta agar tidak terjatuh.
"Lagi dan lagi, selalu saja terjatuh atau kepleset."
"Huhh yaampun aku udah panik banget takut baju kotor." Terdengar helaan nafas dari kedua belah bibir nya.
"Makanya jangan lari-larian, ayo ke sana." Sahut Anggara.
Sore hari nya mereka sudah mengelilingi kebun tersebut. Anggara membawa Cinta pulang ke rumah karna malam akan tiba.
Di perjalanan Cinta memanggil Anggara.
"Anggaa, aku gak sabar deh saat hari Minggu depan. Gak kerasa aja ya kita bakal menikah." Teriak Cinta.
"Hahah iya nih, bentar lagi kita nikah dan tinggal dalam satu atap rumah." Sahut Anggara dengan berteriak sebab angin yang sangat kencang menerjang.
Cinta memeluk Anggara dengan erat. Ia pun tertidur di pundak Angga.
Sesampai di rumah..
"Sayang, bangun. Udah sampe" lirih Anggara.
"Em... Iya duh" mengusap mata nya yang penuh belek.
"Aku pulang ya."
"Bye Angga." Ia berjalan menghampiri pintu.
"Mah, Cinta udah pulang." Lirih Cinta sambil membuat suara sangat melas.
__ADS_1
"Iya sayang, ini mama udah buatin nasi goreng ke sukaan kamu. Ganti baju dulu ya."
Cinta mengangguk dan pergi ke kamar. Ia dan mama nya makan bersama di atas meja.
..........................................
Hari-hari telah berlalu.. Minggu pun telah tiba. Keluarga mereka sudah menyiapkan semua nya dengan rapi dan benar.
Pengantin pria dan wanita duduk bersampingan.
Kata Daddy "Assalamualaikum bapak bapak ibu ibu dan teman teman Cinta Anggara. Pernikahan akan kita mulai di dalam rumah. jika ada yang mau ikut melihat silahkan cari tempat duduk kalian masing-masing. Terimakasih."
Acara pun di mulai.
Penghulu "bagaimana para saksi sah?"
"Sah." Ucap mereka dengan Serontak.
"Alhamdulillah." Cinta menyalim tangan Anggara. Anggara mencium kening Cinta.
Mereka berputar menyalimi keluarga keluarga dekat mereka.
Cinta menangis saat memeluk mama nya.
"Selamat ya sayang." Tersenyum kecil dari bibir nya.
"Makasih mahh."
Mereka melanjutkan berputar.
"Tante, om.. makasih ya udah mau ngerestuin hubungan kami." Ucap Cinta.
"Heh, apaan sih kamu inii. Panggil mommy and Daddy dong jangan Tante om lagi yaaa sayang? Kamu udah jadi bagian dari keluarga kami." Sahut mommy.
Selesai memutari keluarga mereka. Semua orang melanjutkan makan-makan.
"Heyyy, Cinta selamat yaaaaa omaigatt aku beneran gak nyangka loh kalian menikah." Kata Pina sembari memeluk Cinta. Begitu pula dengan Rahel.
"Iya Cinta selamat yaa, love segebon buat youu. Btw Jangan lupain kami ya kalo lu udah punya suami." Sahut Rahel.
"Iyaa iya, kalian kan bespren akuu." Bales Cinta sembari memeluk kedua nya.
Begitu juga di tempat Angga.
"Selamat ya broo. Doain gua nyusul sama Pina." Ucap Jay.
"Aamiin, buruan Lo nyusul, makasih ya gan."
"Cie Kakak gua udah kaga sedih sedih lagi nie." Sambil menyenggol kaki Anggara.
"Apaansih Lo bocill, sana lu ke Rahel." Balas Angga.
Cinta menghampiri Anggara.
"Woi bro, gua cabut dulu ya, bye. Selamat bersenang-senang." Kata Jay memegang bahu Anggara.
Anggara mengangguk.
"Kamu ngapain disini? Gak sama temen temen mu?" Tanya Angga.
"Engga, mereka mau makan, yaudah aku kesini aja gak punya temen, emang ga boleh ya ketemu sama kamu?" Ucap Cinta sambil duduk di kursi.
"Ya jelas boleh dong." Tersenyum ke arah Cinta dengan penuh perasaan.
Selesai dari acara Cinta dan mama nya tidur di rumah Daddy and Mommy untuk sementara. Sambil menunggu rumah Anggara selesai di bangun.
..................................
Hidup mereka menjadi sangat bahagia, tidak ada yang menganggu hubungan antara Cinta dan Anggara. Beberapa hari setelah menikah Cinta mengandung anak Anggara.
Berbulan bulan telah terlewatkan. Mereka di karuniai seorang bayi kembar cewe dan cowo yang sangat lucu mirip seperti mama dan papa nya.
Kehidupan mereka sangat berubah. Mereka telah menjadi seorang ibu dan ayah. Orang tua mereka pun sudah menjadi kakek dan nenek.
Teman-teman nya juga sudah pada menikah setelah sebulan Anggara dan Cinta menikah Jay dan Pina pun ikut menikah. Begitu juga dengan Rahel dan Askan.
Masing masing dari teman nya sekarang sedang mengandung seorang anak.
Tidak tahu bagaimana nasib Asyinta, dia sudah lama tidak terlihat saat ayah nya dimasukkan ke penjara.
...*****...
__ADS_1
...Udah End guyss, Baibaii!...