Cinta Balas Budi

Cinta Balas Budi
Tragedi kecelakaan


__ADS_3

Di sebuah sekolah SMA MERPATI begitu ramai nya dengan sorakan siswa-siswi yang sedang berdiri di depan tempat mading sekolahnya, merekapun bergantian melihat pengumuman kelulusan. Semua siswa terlihat senang gembira yang telah mendapatkan hasil sesuai harapannya. Kanza yang sedang berdiri disitu pun setelah menemukan nama dirinya yang telah lulus, ia kemudian mencari nama "Elvan".


Beberapa daftar nama dilihatnya dan terlewati, belum juga Kanza menemukan nama yang di cari-carinya, tiba-tiba dari belakang Kanza ada sosok pria yang tinggi badannya sekitar 170cm mendekat lalu menutup matanya.


"El... " keluar sebutan dari mulut Kanza, seolah ia mengetahui sosok itu siapa. Terlepaskan tangan itu dari mata Kanza, El beralih ke samping Kanza, mendekat ke arah mading mencari nama dirinya di daftar "Berita Kelulusan Akhir Sekolah Tahun Ajaran 2022-2023".


"Sayang, mana nama kamu apakah lulus, tapi tidak perlu di tanya ya, kamu kan selalu dapat nilai tertinggi dan terbaik, sudah pasti lulus kan" Ujar El.


"Mana ya nama aku, jangan-jangan aku tidak lulus" El terus mencari daftar namanya.


Kanza yang menatap ke arah El yang kelihatan cemas, kemudian membantu mencari nama El di daftar kelulusan tersebut.


"Ini El, ini nama kamu paling bawah" dengan di tunjukkan nya nama Elvan didaftar kelulusan.


El mencarinya dan melihatnya ke arah papan mading yang di tunjukkan oleh Kanza.


"Horeeeeee aku lulus sayang... Yeeeeee aku lulus."


El yang begitu senang gembira langsung mengangkat tubuh Kanza dari depan sambil memeluknya.


"Turunin El turunin, malu di lihatin teman-teman lain."


El menurut dan langsung menarik tangan Kanza untuk mengajaknya pergi.


"Mau kemana El, tunggu dulu" Kanza melepaskan tangan pria itu.


"Ikut aku bentar" Sahut El sambil memegang kembali tangan Kanza.


"Klau aku tinggal dulu ya" Kanza yang dari tadi bareng teman dekatnya, ia berpamitan meninggalkan nya.


"Iya gapapa pergi aja, aku nanti bareng Klara" jawab klaudia.

__ADS_1


Kanza meninggalkan mading sekolah mengikuti El yang terus mengajaknya pergi dengan menggandeng tangannya.


Ketika El dan Kanza sedang berjalan bergandengan, dari belakang ada seorang pria yang sedang bercanda bareng temannya menabrak Kanza dari belakang. Kanza pun hampir jatuh terdorong, El sigap untung menarik tangannya dan mendekap tubuh Kanza. "Uuups... Sorry cantik tidak sengaja." Ujar pria itu.


El yang disamping Kanza, mengepalkan tangannya lalu mengarahkan tonjokkan ke arah muka pria itu, Kanza berhasil menarik El "Jangan El, kamu jangan apa-apa main pukul aja, udahlah lagian Kenzie kan gak sengaja." Ujar Kanza.


"Kamu selalu saja membela nih anak !." Sahut El sambil geregetan nunjut muka Kenzie.


Kenzie teman satu sekolah yang suka sama Kanza, dia selalu berusaha dekati Kanza walau tahu Kanza sudah punya pacar yaitu Elvan. "Sabar bos, gak perlu adu otot ini disekolah." Ujar Kenzie.


"Gak peduli ya mau disekolah, atau sekalipun didepan ruang guru, awas kalau lu macem-macem ke cewek gua lagi !." Ucap El sambil kedua tangannya menarik depan baju Kenzie.


"Lu ngancem, gua gak pernah takut sama lu !" Ujar Ken sambil berusaha lepasin tangan El dari bajunya.


"Sudah, sudah El lepasin... Ayo kita pergi gak usah ribut-ribut disini !" Ujar Kanza sambil menarik tangan El.


El pun nurut melepaskan Ken, dan pergi mengikuti Kanza. "Tunggu sayang, tunggu dulu... " El menarik kembali tangan Kanza dan Kanza berbalik jatuh di pelukan El, Tangan El di lingkaran badan Kanza, mereka saling berhadapan dan bertatapan mata. " El lepasin aku, jangan kayak gini, ini di sekolah malu banyak anak-anak lepasin !" Pinta Kanza.


"Sudah gak perlu hiraukan dia, kamu tadi mau ngajak aku kemana"


El kemudian merangkul pundak Kanza mengajaknya pergi dan berjalan ke arah depan sekolahnya. "Sayang, aku nanti akan melanjutkan pendidikan bareng kamu, pokoknya kemanapun kamu pergi aku ngikut, biar kita sama-sama terus, tidak akan pernah jauh." Ucap El sambil terus jalan melewati gerbang depan sekolahnya. Sesampai di taman yang dekat sekolah, Kanza disuruh duduk di bangku taman.


El dengan posisi yang duduk menjongkok berhadapan dengan Kanza sambil menggenggam kedua tangannya, El meminta Kanza untuk menunggunya. "Sayang, kamu tunggu disini bentar ya, nanti aku kembali."


"Kamu mau kemana El ?"


"Sebentaaaar aja, kamu jangan kemana-mana sebelum aku kembali, kamu harus tunggu disini, aku ingin kasih sesuatu untuk kamu karena aku sudah lulus dan itu berkat kamu juga."


"Kamu jangan lama-lama."


"Iya sayaaaang, aku akan kembali secepatnya" ucap El sambil berdiri mengangkat badannya.

__ADS_1


El pergi meninggalkan Kanza sendirian ditaman, El yang terus berjalan semakin jauh dan tidak terlihat lagi dari pandangan mata Kanza. Sesampainya di tepi jalan, El melihat sebuah toko boneka dan toko bunga di sebrang jalan depan taman.


Ketika hendak menyebrangi jalan, dari arah kiri ada sebuah mobil BMW warna Putih melaju, di dalamnya ada sosok perempuan yang membawa mobil tersebut sedang mencari sebuah barang dan mengalihkan pandangan ke arah kursi belakang.


Sedangkan El dengan asiknya berjalan tanpa tengok kanan kiri lagi, hanya terus melihat ke arah depan sebuah toko boneka dan terpikirkan Kanza yang sedang menunggu, ia terburu-buru ingin cepat mendapatkan sesuatu Hadia untuk memberikanya ke Kanza.


Mobil warna putih itu melaju semakin dekat ke arah El dengan cepat, ketika pandangan perempuan itu kembali melihat ke arah depan jalan ia tersadar akan menabrak seseorang, dengan kagetnya berusaha menghentikan mobilnya agar tidak sampai menabraknya.


"Aaahhhhhh" jerit El sambil mengangkat kedua tangan ke depan mukanya dan menoleh ke arah mobil yang akan menabrak nya.


"Oh Nooooo" jeritan seorang perempuan yang mobil nya terus melaju kencang tidak bisa di kendalikan.


"gubraaaaaggg" mobil putih yang melaju kencang telah menabrak El hingga terpental, perempuan dalam mobil itu panik keluar dan lari menuju tempat dimana El tergeletak akibat di tabraknya. Setelah mendekat melihat El tubuhnya bercucuran darah, perempuan itu menjerit meminta tolong dan mengangkat kepala El di pindahkan kepangkuan nya.


Seketika El masih tersadar dan menyebut kan nama kekasih yang sangat dicintainya "Kanza... Sayang, tunggu aku kembali" Gumam El sembari meringis kesakitan.


"Bertahan ya, kamu bertahan... Saya akan bawah kamu ke Rumah Sakit."


"Tolong.... Tolong...." Jerit nya lagi.


Kemudian orang-orang berlarian menghampiri ke arah perempuan yang meminta tolong, dimana disitu ada El yang tergeletak sudah tidak sadarkan diri.


"Hayo hayo angkat, bawah aja ke mobil neng" Ujar salah satu warga disitu.


"Nanti pak nunggu mobil ambulance" dengan cemasnya perempuan itu terus memandangi wajah El.


Suara ambulance semakin terdengar keras dan mendekat, setelah tiba di lokasi dan terhenti orang-orang disekitar situ bergotong royong membantu mengangkat El dan memasukannya ke dalam mobil ambulance.


"Mas saya akan ikut ke rumah sakit, dan ikuti mobil ini dari belakang" ucapnya ke petugas yang di dalam mobil ambulance.


Kemudian mobil merekapun meluncur terus berjalan menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2