
Di sebuah taman seorang gadis masih terduduk sendirian, dengan perasaan yang gelisah dan kesal menunggu kekasih nya yang tak kunjung kembali datang. Pandangan nya terus mencari ke arah jalanan yang ada di sekitar taman itu.
Kanza tak juga menemukan sosok pria yang berjalan menghampirinya, detik demi detik waktu terus berputar, El yang belum juga kembali datang. Kanza mencoba untuk menelepon nya berkali-kali akan tetapi hanya ada jawaban operator " Nomer yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan."
Kanza masih tetap berpikir positif walau dengan perasaan yang kesal, karena ingat janji El yang tidak akan lama meninggalkannya sendirian di taman.
"Kemana sih... El, sudah hampir satu jam aku duduk di sini, tak juga kembali bukannya sudah di bilang jangan lama, mana di hubungi gak aktif lagi" gumamnya.
Kanza menarik nafas seketika dan mengeluarkannya dengan kekesalan " Huhhh."
🌟🌟🌟
Mobil ambulance yang membawah El tiba di sebuah rumah sakit dengan di ikuti mobil BMW putih yang menabrak nya, petugas rumah sakit yang ada di sekitar situ tergesa-gesa membantu menurunkan pasien dari dalam mobil ambulance tersebut.
"Hayo hayo korban kecelakaan bawah segera ke ruangan UGD" ujar petugas rumah sakit kerekan kerja lainnya.
Terus di dorongannya keranjang pasien tersebut kearah ruang UGD, salah satu petugas berlari ke arah dokter yang sedang berdiri di lobby berbicara dengan suster, sesampainya di hadapan dokter petugas itu menyampaikan ada pasien kecelakaan yang harus segera di tangani.
Dokter dan suster berjalan ke arah UGD mengikuti para petugas yang mendorong keranjang tidur pasien kesana, dan dokter langsung menanganinya di dalam ruang UGD.
Setalah memarkirkan mobilnya, keluar dari mobil perempuan yang menabrak El berjalan menuju ke dalam rumah sakit. Dia terus berjalan bergegas cepat, sampai di depan kasir bertanya pada yang bertugas disitu. "Mbak tadi baru saja ada korban kecelakaan, dia di bawah ke ruangan mana."
"Di ruang UGD sudah di tangani langsung sama dokternya" sahut petugas kasir
Perempuan itu langsung berjalan menuju ke ruang UGD, ia menunggu di luar ruangan tersebut.
🌟🌟🌟
Kanza yang masih di taman dia sangat kecewa, ia berdiri meninggalkan bangku taman menuju jalan utama. Kanza terhenti sejenak di tepi jalan, pandangannya berputar di sekeliling depan jalan, dan menengok kembali ke belakang arah taman dengan harapan menemukan sosok pria yang sedang di tunggu dan di carinya.
Dengan sedih dan kecewa Kanza menunduk ke bawah, tanpa sadar sebutir airmata menetes ke pipinya. Kanza lalu melanjutkan berjalan menuju ke sekolah nya kembali, berharap menemukan El disana. Didepan gerbang sekolah melihat satpam yang sedang menutup gerbangnya, Kanza semakin mendekat dan bertanya.
"Pak apakah sudah tidak ada siswa di dalam ?"
"Sudah pada pulang neng, sudah kosong" sahut satpam penjaga sekolanya.
Kanza terdiam berdiri di tepi jalan depan sekolah, tiba-tiba ada motor Kawasaki ninja warna merah terhenti di depannya dengan di kendarai seorang pria yang masih pakai seragam sekolah, pria itu mengajak Kanza bicara.
"Kamu sendirian, Elvan kemana ?"
"Jangan ganggu aku pergi sana."
__ADS_1
"Sensi banget sih... Aku antar pulang yuk" Ajaknya.
"Udah lah Ken, pergi sana aku akan pulang sendiri."
"Hayo lah...." ajaknya paksa sambil menyodorkan helm motor ke Kanza
" Kanza... Kali ini... Aja izinkan aku anterin kamu pulang, itu pun karena kamu sendiri tidak bareng Elvan, Please..." Ajaknya kembali dengan nada yang lembut.
Kanza yang bingung ngikutin ajakan Ken atau tidak, mau menolak karena tau Kenzie dari dulu masih mengharapkan dan menyukainya, tetapi ketika dia mendengar nama Elvan yang membuat nya kecewa, Kanza terpikir menerima ajakan Kenzie untuk ikut pulang naik motornya. Kanza ambil helm dari tangan Ken dan memakainya, setelah naik di motor gede dengan berpegangan di pinggang Ken, Ken melajukan motornya.
"Pegangan yang kenceng Za..." Ucapnya sambil menoleh tersenyum ke belakang arah perempuan yang di boncengnya sambil memainkan gas motornya.
"Ken hati-hati jangan bercanda gitu, aku gak mau mati konyol !" Ujarnya.
"Gak akan pernah mungkin lah Za... Aku mencelakakan kamu"
Kenzi terus menarik gas motor dan melaju semakin kencang, menuju jalan pulang.
🌟🌟🌟
Disebuah rumah sakit yang ramai orang berjalan di halaman dan sekitar tempat lobby, seorang perempuan yang masih menunggu di depan ruang UGD dengan cemas, kemudian dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Dok, gimana ke adaan dia, apa ada luka yang serius ?" tanyanya dengan panik.
Perempuan itu terdiam sesaat, sambil melihat ke pintu UGD arah blakang dokter berdiri. " Saya temennya, bagaimana keadaan nya sekarang." Tanya balik Perempuan tersebut.
"Sebisa mungkin kami akan melakukan yang terbaik untuk nya, saat ini dia masih belum sadarkan diri, saya tinggal dulu." Pamit dokter.
Setelah dokter pergi perempuan itu kembali duduk menunggu di luar UGD, kemudian keluar lah suster dari ruangan tersebut.
"Suster, apa saya bisa masuk." Tanyanya.
"Maaf anda tidak bisa masuk dulu, tunggu di luar sampai keadaan nya membaik, kami akan terus mengawasi pasien." Sahut suster.
Setalah suster itu pergi dari ruang UGD, perempuan itu terduduk termenung, dan panik bingung akan berbuat apa. Kemudian ia pun mengeluarkan handphone dari sakunya dan menelpon keluarga nya.
"Hallo ma.. Ma Zeline sekarang dirumah sakit, malam ini Zeline pulang telat." Ujarnya di telpon.
"Hallo nak, kamu kenapa, apa yang terjadi sama kamu, apa kamu baik-baik saja?" Sahut dari dalam telepon.
"Zeline baik-baik saja ma, hanya saja Zeline telah menabrak orang." Zeline menangis ketakutan.
__ADS_1
"Oh, kamu yang tenang ya sayang mama akan telpon Kenzie untuk temenin kamu disana" Ujar Ibunya.
"Tidak usah ma, tidak perlu dia tau dengan semua ini, gapapa Zeline baik-baik saja disini." Sahut Zeline
"Ya udah kamu hati-hati Disana kalau ada apa-apa hubungi mama kembali." Kata Ibunya.
"Baik ma." Zeline pun kemudian menutup telepon nya.
Zeline pun termenung kembali, kebingungan untuk cari tau identitas Elvan.
"Oh iya dia kan satu sekolah bareng Kenzie apa aku harus tanya Kenzie aja, tapi nanti tau aku sudah menabrak orang." Gumamnya.
🌟🌟🌟
Motor ninja warna merah sampai didepan halaman rumah Kanza, Kanza pun turun dari motor yang di tumpanginya. Dan ia kemudian melepaskan helm yang di pakai nya dan mengembalikan nya ke Kenzie.
"Makasih ya sudah anterin aku pulang." Ucap Kanza.
"Iya sama-sama." Jawab Kenzie sembari tersenyum.
"Ya udah aku pamit pulang dulu ya." Pamit Kenzie dengan wajah yang ceria dan senang karena sudah anterin gadis yang di sukainya.
"Hati-hati di jalan." Ujar Kanza.
Kenzi pun pergi meninggalkan Kanza, dan Kanza berjalan masuk ke arah rumah nya, dan membuka pintu rumahnya. Terdengar suara pintu terbuka dan kembali tertutup asisten rumah Kanza pun datang menghampirinya.
"Non udah pulang." Ujar asistennya.
"Bi apakah selama aku pergi ada yang datang kesini." Tanya Kanza.
"Tidak ada non." Jawabnya.
"Oh ya udah." Kanza pun pergi menuju lantai atas ke kamarnya.
"Non, makan siang udah siap." Ujar Bi Ina asistenya.
"Nanti aja bi Aza belum lapar." Kanza pun trs berjalan menuju kamarnya.
Sesampai dikamarnya ia pun duduk di atas ranjang tidurnya, ia mengeluarkan handphone dan coba untuk menghubungi Elvan. Setelah berapa kali di hubungi nomor yang di tuju tidak ada jawaban, kemudian ia pun mencoba untuk mengirim pesan lewat HP nya.
Berepa menit,jam waktu terus berputar tak ada jawaban juga.
__ADS_1
Kanza merasa sedih dan kecewa karna tak ada jawaban apapun dari Elvan, ia merasa Elvan sengaja tidak mau angkat telponnya dan menjauhinya. Kemudian Kanza pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.