Cinta Balas Budi

Cinta Balas Budi
Kanza mendatangi rumah Elvan


__ADS_3

Di sebuah kamar Kanza berdiri di balik jendela sembari melihat ke arah luar rumahnya, ia masih terus memikirkan El yang belum ada kabar. Ia berharap El datang nyamperin kerumahnya, dan menjelaskan permasalahan yang di hadapinya tapi tidak jg ada tandaΒ² kedatangannya, Kanza yang tangannya memegang handphone ia mau coba menghubungi El tapi ia ragu karena ingat semalam yang menjawab suara cewek.


"Aku harus datang kerumahnya, aku harus temuin dia, aku harus tau penjelasan darinya!." Gumamnya lagi.


Kanza pun bergegas keluar dari kamarnya dengan terburu-buru turun ke bawah menuju pintu luar, terdengar suara langkah kaki mama Kanza memanggil nya dari ruang makan. "Za... Mau kemana pagi-pagi gini, breakfast dulu." Ujar mamanya dengan nada keras.


"Nanti aja Aza breakfast di luar." Sahutnya sambil terus melangkah menuju pintu luar.


Setelah naik kedalam mobilnya ia pun langsung pergi meninggalkan rumahnya menuju kerumah Elvan.


🌟🌟🌟


Zeline yang sudah tiba di depan pintu masuk rumah sakit permata indah ia langsung masuk setelah memarkirkan mobilnya, ia terus melangkah jalan ke arah ruang UGD.


Sesampai nya ketempat yang di tuju ia pun langsung masuk kedalam, terlihat Shelia yang masih tertidur dengan duduk di samping ranjang tidur Elvan.


Shelia pun terbangun terdengar suara langkah kaki seseorang, ia pun mengangkat kepalanya dan bangun menengok ke arah Zeline.


"Hai selamat pagi." Sapa Zeline.


"Pagi-pagi sekali kakak kemari." Sahutnya.


"Iya aku mau lihat keadaan abang kamu, apakah sudah sadar." Tanya Zeline.


"Belum, Abang dari kemarin belum sadar juga." Jawabnya.


Shelia pun kemudian terbangun dari duduknya, "kak aku mau ke kamar kecil dulu nitip Abang sebentar." Ujar Shelia.


Zeline memanggutkan kepala sembari tersenyum, ia pun kemudian berjalan mendekat ke arah samping ranjang Elvan.


"Ya Tuhan apa yang terjadi sama dia, ku mohon cepat pulih kan dia kembali, aku akan merasa bersalah sekali kalau sampai terjadi apa-apa dengan nya." Gumamnya sembari ngelihatin tubuh Elvan yang berbaring tak berdaya.


Shelia yang dari kamar kecil pun kembali dan duduk di samping Elvan, tiba-tiba Zeline menanyakan sesuatu pada Shelia.


"Kalian hanya tinggal berdua ?" Tanya Zeline.


"Emmm.." Jawab shelia melihat ke arah Zeline.


Zeline kemudian tersenyum, "Soalnya dari kemarin cuma lihat kamu disini, kalau kamu mau pulang dulu biar aku yang gantiin menjaga Abang kamu." Ujar Zeline.


"Tidak.. Nanti aku hubungi bi ijah untuk bawakan pakaian ganti, orang tua kita sibuk dengan bisnisnya di singapur sehingga gak ada waktu untuk menanyakan kabar ke anak-anak nya." Sahut Zeline.


Zeline merasa terharu tapi disisi lain ia pun merasa lega untuk bisa menyembunyikan kebohongannya dengan terjadinya kecelakaan tersebut.


🌟🌟🌟


Sedang Kanza yang tiba di rumah Elvan, ia terhenti di depan gerbang rumahnya. Ia memandangi sekeliling rumah Elvan dari dalam mobilnya dengan perasaan yang gelisah dan kebingungan mau jadi turun nyamperin Elvan atau tidak.


Kanza melihat ada seorang wanita keluar dari rumahnya menuju halaman sedang memegang selang air yang akan menyirami tanaman di depan samping rumah tersebut, Kanza pun lalu membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya. Ia berjalan ke gerbang depan, ia pun memanggil-manggil asisten rumah tangga Elvan untuk membukakan gerbangnya yang terkunci, ia terus menggerakkan pintu gerbang tersebut.


Terdengarnya suara gerbang, asisten itu mematikan keran airnya dan menghampiri Kanza.


"Eh non Kanza." Sapanya.


"Bi, Elvan ada ?" Tanya Kanza.


"Den Elvan belum pulang dari kemarin non, non Shelia juga." Jawabnya.

__ADS_1


"Bi Ijah tau mereka kemana." Tanyanya lagi.


Bi Ijah dengan muka manyun sembari menggelengkan kepalanya. "Den Elvan maupun non Shelia gak ngomong apa-apa" Sahutnya.


"Ya udah bi Kanza pamit dulu, makasih " Ucap Kanza.


"Iya non hati-hati." Jawabnya.


Kanza pun kembali kemobilnya dan pergi dari rumah Elvan dengan membawa mobilnya.


Sedang Bi Ijah yang masih berdiri di pintu gerbang rumah Elvan tiba-tiba ada Handphone nya berbunyi, ia pun mencari handphone nya dari saku bajunya. Pas ia lihat Non Shelia menelpon nya.


"Hallo... Bi, Hallo." Suara dari dalam telepon.


"Iya non ini bi ijah." Sahutnya.


"Bi, siapakan beberapa baju ya untuk aku dan bang Elvan terus anterin ke rumah sakit permata indah." Ujar Shelia dari dalam telepon.


"Ke rumah sakit ?." Tanya kaget bi Ijah.


"Iya bi, bang Elvan lagi di rawat di rumah sakit, Shelia nungguin Abang disini." Sahut Shelia.


"Baik... Baik non bibi segera siapkan bajunya dan pergi kesana."Ujar Bi Ijah.


Shelia pun dari ruang UGD menutup telponnya, ia yang sedang duduk di samping Elvan di temani Zeline.


"Shelia.. Aku mau pergi dulu sebentar ya, nanti kalau sudah selesai urusannya aku segera kembali kesini." Ujar Zeline.


"Iya gapapa pergi aja." Sahutnya.


Zeline pun pergi dari ruang UGD menuju pintu keluar rumah sakit, setelah di halaman parkir rumah sakit ia pun masuk mobilnya dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Sambil berjalan ia pun menelpon temannya yang akan bertemu dengannya.


"Aku udah nungguin di cafe, kamu dimana masih lama gak ?" tanya nya balik.


"Ini bentar lagi nyampe masih di jalan." Jawab Zeline.


Kenzie yang sedang duduk sendiri di cafe, ia pun tiba-tiba melihat Kanza berjalan sendiri yang sedang mencari tempat duduk, ia pun memanggil Kanza untuk ikut gabung duduk dengannya.


"Kanza..." Panggil Kenzi.


"Hai.." Sahutnya.


"Kamu sendirian." Tanya Ken.


"Iya... Kamu lagi nungguin orang ya ?" Kanza yang melihat ada dua gelas minuman di meja Ken ia pun menanyakan balik.


"Iya ini lagi nungguin teman belum datang juga, sudah aku pesankan minum." Ujar Ken.


"Hai.. Maaf Ken udah nungguin lama." Tiba-tiba Zeline yang datang dari belakang.


"Ini siapa, kok ngobrol nya berdiri di ?" Tanya Zeline kemudian.


"Kenalin ini teman satu sekolah aku, namanya Kanza." Jawab Kenzi sambil mengenalkan Kanza.


"Hai aku Zeline."


"Kanza..." Jawab Kanza.

__ADS_1


"Ayu duduk sini gabung aja, kamu sendirian kan." Tanya Zeline.


"Makasih aku duduk disebelah sana saja masih kosong." Sahut Kanza.


"Tidak apa sini gabung aja." Ajak Zeline lagi.


"Ayo Za gapapa sini aja gabung, dari pada sendirian." Ujar Ken.


"Ayo duduk." Ajak Zeline lagi sambil duduk.


Kanza pun karena gak enakan jadi ikut gabung dan duduk, bersama Kenzi dan Zeline.


"Kanza mau pesan minum apa ?" Tanya Zeline.


"Gapapa aku pesen sendiri aja." Sahutnya.


Kanza pun memanggil waitress dan memesan minuman, kemudian Zeline pun memulai percakapan.


"Oya aku baru ingat, bukannya ini cewek yang pernah kamu ceritain ya Ken." Ujar Zeline tiba-tiba.


Kenzie yang sedang minum tiba-tiba tersedak terkaget mendengar ucapan Zeline di depan Kanza, "Hai pelan-pelan Ken." Ujar Zeline lagi.


"Ehmmm... Zeline ngomong apaan sih." Ujar Ken.


"Apa sih Ken, kenapa harus malu-malu." Sahut Zeline.


Kanza pun hanya tersenyum ke arah Kenzie dan Zeline, waitress pun datang membawakan minuman yang di pesan Kanza.


"Makasih.." Ucap Kanza.


Ken yang gak enakan sama Kanza ia pun memotong pembicaraan Zeline mengenai dirinya. "Udah gak usah bahas aku, bukannya kamu ngundang aku kemari mau ngomongin soal kamu." Ujar Kenzie.


Zeline pun terdiam kebingungan mau mulai ngmg dari mana, mau cerita ke Kenzie tidak mengenai dirinya yang sudah menabrak seseorang yang satu sekolah dengannya.


"Kenapa malah bengong." Ujar ken lagi sembari menepuk punggung Zeline.


"Lain kali aja nanti kita ketemu lagi, sekarang aku buru-buru." Sahut Zeline sambil berdiri beranjak dari duduknya.


"Maaf ya Kanza aku tinggal duluan, senang hari ini bisa ketemu kamu." Ujar Zeline ke Kanza.


"Iya gapapa, senang juga bisa berkenalan dengan kamu." Sahutnya.


"Aku duluan ya Ken." Pamit Zeline sembari menepuk punggung Ken balik.


Zeline pun kemudian pergi meninggalkan kafe tersebut, tertinggal Kanza dan Kenzi duduk di meja itu. Mereka pun hanya terdiam, lalu saling berucap terbata.


"Eeemmm Aku." Ujar Kanza Kenzi berbarengan.


Kanza pun kemudian terdiam, Kenzi yang melihat Kanza terdiam melanjutkan ucapannya yang terhenti.


"Aku anterin pulang ya " Ajak Kenzi.


"Aku kesini bawah mobil, Ken aku juga duluan ya." Ujar Kanza sambil berdiri dari duduknya.


"Oh okay hati-hati ya di jalan." Sahutnya sambil memberi perhatian ke Kanza.


"Makasih " Ucap Kanza lalu ia pergi meninggalkan Kenzi yang masih duduk sendiri.

__ADS_1


Kanza pun terus berjalan ke arah parkiran mobilnya, setelah masuk mobil ia pun meluncur pergi meninggalkan cafe tersebut.


__ADS_2