Cinta Balas Budi

Cinta Balas Budi
Kebohongan


__ADS_3

Zeline yang masih duduk didepan UGD menunggu hasil dokter yang sedang mengecek keadaan nya. Terdengar suara pintu terbuka keluar lah dokter dari dalam ruang UGD, Zeline pun terbangun dari duduknya.


"Gimana keadaan nya dok ?" Tanya Zeline.


"Semakin membaik, tapi masih belum sadar anda boleh masuk sekarang untuk menemaninya." Sahut dokter.


"Makasih dok." Ucap Zeline.


Setelah dokter pergi Zeline pun kemudian masuk kedalam menengok Elvan yang sedang berbaring dengan berbagai alat medis di tubuhnya. Ia semakin mendekat ke samping ranjang dimana ada Elvan yang sedang terbaring lemah tidak sadarkan diri.


Zeline pun duduk di samping keranjang Tidur Elvan.


"Maafkan aku, kamu cepat sadarlah aku bingung harus gimana dan bagaimana, aku harus kabarin kesiapa tentang keadaan kamu." Gumamnya sembari pegangin tangan Elvan.


Zeline cemas dengan keadaan Elvan, dan bagaimana kasih kabar ke keluarga Elvan, Zeline merasa takut akan di tuntut dengan terjadinya kecelakaan tersebut dengan itu Zeline merahasiakan nya dari siapapun bahwa ia lah yang sudah mencelakai Elvan, hanya kepada mamanya Zeline bercerita.


Suara deringan handphone berbunyi berkali-kali, Zeline yang sedang terbengong kaget dan mencari arah suara tersebut. Terlihatlah Tas Ransel hitam di atas meja depan samping ranjang Elvan, Zeline pun terbangun dari duduknya dan menuju ke arah meja tersebut.


Setelah Membuka ransel tersebut, ia pun mengambil handphone milik Elvan dan ada telepon masuk dari nama " Shelia" Zeline pun kemudian mengangkat telepon tersebut.


" Abang dimana si Shelia udah selesai nih belum jemput juga, di telpon dari tadi bukannya di jawab ?!" Suara ocehan dari dalam telepon.


"Hallo...." jawab Zeline kemudian.


"Hallo... Ini siapa yah kok suaranya jadi cewek ?" Tanyanya kaget.


"Saya Zeline, maaf saya yang menerima telponnya." Jawabnya.


"Abang El mana ?" Tanyanya kembali.


"Di...a berada di rumah sakit permata indah, dia mengalami kecelakaan." Sahutnya.


"Apa... Kok bisa ? Kenapa bisa terjadi begitu dengan Abang aku." Shelia merasa kaget dan shock.


"Mending kamu cepat kesini dulu lihat Abang kamu." Ujar Zeline.


"Baik aku akan segera kesana sekarang." Sahut Shelia.


Kemudian Zeline mematikan teleponnya dan menaruhnya kembali ke dalam ransel milik Elvan, ia pun kemudian duduk kembali disamping Elvan.


🌟🌟🌟


Di ruang makan Kanza yang sedang duduk menikmati makan malamnya, bersama kedua orangtuanya. Kemudian Kanza terbangun dari duduknya ia merasa kurang semangat dan lesu.


"Mau kemana Za itu makannya belum selesai" Ujar mama Kanza.


"Udah kenyang ma." Jawab Kanza sambil beranjak meninggalkan ruang makan.


"Kenapa si tuh anak hari ini murung gitu ?!" Ketus Siska mamanya Kanza.

__ADS_1


"Udah gak usah khawatirkan dia ma, Kanza udah gede, mungkin kecapean aja mikirin persiapan untuk masuk kuliah nya nanti." Sahut Prans Papanya Kanza.


"Bi... beresin makanannya kami sudah selesai." Ujar Siska ke asistennya.


Siska mamanya Kanza pun pergi menghampiri anaknya ke kamarnya, setelah sampai didepan kamar Kanza ia pun mengetuk pintu untuk izin masuk.


"Za... Mama boleh masuk ?"


"Aza ngantuk ma, aja mau istirahat." Sahut Kanza.


"Kamu ada masalah apa ?" Tanya mamanya dari balik pintu kamar.


"Aza baik-baik saja ma, Aza cuma kecapean aja butuh istirahat."Sahutnya lagi.


Kanza yang berada di dalam kamar, ia terbaring di keranjang tidur nya sambil terus mengirim chat ke Elvan. Dengan ke heningab ia lalu terlelap dalam tidurnya.


🌟🌟🌟


Masih di Ruang UGD Elvan belum juga sadarkan diri, adik Elvan yang sudah berada di rumah sakit terus menangis menunggu Abangnya untuk bangun.


"Bang... Bangun bang, Abang sadarlah." Shelia terus menangis memanggil Abang nya.


Shelia yang hanya sendiri menunggu Abangnya terus menangis dan panik, orang tua nya yang selalu sibuk dengan bisnisnya di Luar Negeri sehingga selalu mengabaikan anaknya. Shelia pun mencoba menghubungi orang tua nya, tapi tak ada jawaban. Ia semakin sedih dan kesal.


"Kamu tenang dulu ya." Ujar Zeline tiba-tiba dari belakang sambil mengelus badan Shelia.


"Tidak usah makasih, aku tidak lapar." Sahut Shelia.


"Makasih sudah bawah Abang kesini, biadab sama orang yang sudah menabrak Abang dan lari tidak bertanggung jawab !" Ujar Shelia kesal.


Zeline merasa sedih dan bingung harus ngomong apa, dia selalu merasa takut untuk berkata jujur. Ia hanya terus mengelus-elus Shelia dan menenangkannya, malam semakin larut Shelia pun tertidur duduk di samping abangnya Elvan.


Zeline yang melihat Shelia tertidur ia pun kemudian pergi keluar meninggalkan ruang UGD, ia pun terus berjalan keluar menuju halaman parkir dimana mobilnya berada.


Mobil pun meluncur pergi meninggalkan rumah sakit, di jalan sambil mengendarai mobil Zeline menelpon teman deketnya dari kecil Kenzie.


"Hallo Zi."


"Iya ada apa ?" Sahut Kenzie dari dlm telpon.


"Besok kita ketemu ada waktu gak ?" Ujarnya.


"Tiba-tiba minta ketemu ada apa ?" Sahutnya.


"Ada waktu gak." Tanyanya lagi.


"Iya besok jam 10 di tempat biasa." Sahut Kenzi lagi.


Zeline pun langsung mematikan teleponnya dan terus melaju menuju jalan pulang.

__ADS_1


🌟🌟🌟


Kanza di dalam kamarnya terbangun dari tidur terkaget mendapatkan mimpi buruk, bermimpi Elvan yang pergi ninggalin dia.


Ia mencari minum dari meja di samping ranjang tidur nya, setelah sedikit tenang kemudian ia pun mencari handphone dan mencoba menelpon Elvan kembali.


Setalah tersambung terdengar suara perempuan menjawab teleponnya.


"Hallo... Hallo..." Suara dari dalam telepon menjawab.


Sedang Kanza hanya terdiam mendengar suara tersebut bukan suara Elvan, ia pun mengecek kembali handphone nya apakah dirinya salah menelpon seseorang.


"Hallo... Hallo... Ini siapa ?" Dari dalam telepon terus terdengar suara cewek yang bertanya padanya.


Kanza pun kemudian mematikan teleponnya, " Siapa cewek tersebut, kenapa bisa mengangkat telepon El." Gumam Kanza.


Kanza pun semakin berpikiran yang tidak-tidak dan semakin merasa kesal, ia merasa di bohongi Elvan meninggalkan ia di taman dengan cewek lain.


"Aaaaarrrggghh... Aku gak akan maafin kamu El, aku benci kamu El !" Jeritnya kesal.


Di ruang UGD adik El yang terkaget karena deringan telepon terbangun dari tidurnya, ia merasa aneh setelah habis menerima telepon dari Kanza.


"Ih nih orang gangguin aja, orang nelepon di tanyain malah gak menyahut, Dasar!" Ketusnya.


Ia pun kemudian menaruh handphone abangnya ke dalam laci samping ranjang Elvan, Shelia pun terus memandangi abang nya dengan perasaan yang sedih dan terpukul.


"Bang... Abang belum sadar juga, bangun bang Shelia sendirian." Gumamnya.


🌟🌟🌟


Hari sudah pagi menunjukkan Pukul jam 07:00 Wib, Zeline yang sedang berjalan dari kamarnya menuju ruang makan. Mendapati mamanya sedang duduk di ruang makan.


"Sini duduk." Ajak mamanya.


Zeline pun duduk di bangku depan mamanya.


"Ma... Pokoknya mama jangan ceritain apapun ke siapapun terkait masalah aku yang kemarin, termasuk ke Kenzie !" Ujar Zeline tiba-tiba.


"Zeline sampai kapan kamu akan menyembunyikan hal penting seperti ini, bagaimana dengan korbannya." Sahut mamanya.


"Dia akan baik-baik saja ma, aku akan tanggung jawab dengan semua perobatannya , yang penting aku tanggung jawab selama perawatan dia ma." Ujar Zeline lagi.


"Justru itu yang penting kamu udah tanggung jawab jadi gak bakal di tuntut, dengan kamu tidak jujur kalau korban mencari pelakunya dan melaporkan nya kepolisi malah kamu akan lebih sulit."


"Sementara ini akan baik-baik saja, aku rasa dia hanya hidup bersama adiknya dan adiknya gak bakal sempat untuk mengurus gituan, aku mau pergi ke rumah sakit dulu lihat keadaan dia." Pamitnya sambil beranjak dari duduknya.


"Nih anak selalu aja membantah susah banget di bilangin." gumam mama Zeline dan lalu menghelakan nafasnya.


Zeline pun setelah berpamitan keluar dari rumahnya naik ke mobil, ia pun pergi dengan mobilnya berjalan menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2