Cinta Balas Budi

Cinta Balas Budi
Kaki Elvan tidak bisa di gerakan dan lumpuh


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit permata indah dengan susana yang ramai pengunjung, seorang wanita dan anak gadisnya sedang berjalan menuju kamar rawat dengan tergesa-gesa, sampai didepan kamar yang di tuju langsung membuka pintu masuk menghampiri keranjang tidur Elvan. Zeline yang sedang duduk di samping Elvan langsung berdiri beranjak dari tempat duduk tersebut.


"Elvan, nak... Gimana keadaan kamu ?" Mama El yang baru sampai langsung menghampiri anaknya dan menanyakan keadaan nya.


"Elvan sedang istirahat Tan, tadi udah siuman tapi belum sepenuhnya sadar." Sahut Zeline.


Elvan yang mendengar suara mamanya kemudian membuka matanya, ia menengok ke kanan kiri lalu melihat ada mamanya berdiri disamping kirinya. "Ma... El ada dimana." Tanyanya perlahan.


El berusaha bangun menggerakkan kakinya, tetapi dia tidak bisa dan tak berasa apapun dari gerakannya.


Lalu El terdiam sejenak dan mengingat sesuatu sebelum terjadi kecelakaan, ia berada di taman sedang berdua ngobrol bersama Kanza, meninggalkan Kanza mencari hadiah, ia mengingat telah berjanji tidak akan lama meninggalkan Kanza ditaman sendirian. Kemudian El pun terbangun dari tidurnya, dan kembali menggerakkan kakinya tapi tidak bisa. "Kanza... Aku harus pergi menemui Kanza, Kanza...." Ujarnya sambil berteriak.


Elvan terus berusaha mengangkat kaki sebelah kanannya akan tetapi tidak berasa apapun, tidak bisa bergerak.


"Aaaahhh." Jeritannya.


Semua yang ada kamar rawat hanya terdiam melihat reaksi El, sedang mama El terus menangis tak tega melihat keadaan El.


"Ma... Kenapa kaki El tidak bisa di gerakkan dan tidak berasa apapun, ini kenapa ma ?!" El merasa shock sedih dan campur emosi.


Mama El hanya terus menangis melihat putranya yang terus bertanya, sedang ia sendiri belum tau apa yang terjadi terhadap Elvan. "Tante, dokter memberi tahu pada saya ada keretakan di tulang kaki El yang mungkin akan membuatnya jadi tidak bisa di gerakkan." Sahut Zeline kemudian.


"Apa... Apakah aku akan lumpuh ma, jawab aku ma ?!" Teriak El bertanya dengan kesedihannya.


Mama El kemudian memeluknya. "Kamu harus tenang ya sayang, mama akan cari dokter yang bagus untuk bisa menyembuhkan kaki kamu, pasti akan segera sembuh dan bisa berjalan lagi." Ujar mama nya.


Adik El dan Bi Ijah ikut menangis melihat keadaan Elvan, sedang Zeline hanya terdiam dan merasa bersalah dan menyesal telah membuat celaka sampai harus lumpuh.


"Sabar ya Den, aden pasti segera sembuh." Ujar asistenya.


"Aku harus pergi menemui Kanza, dia pasti menunggu aku dan mencari aku."


"Kamu baru siluman El, istirahat dulu ya.. Kalau udah membaik nanti bisa temui Kanza." Ujar mamanya.


"Mana handphone aku ma, aku harus hubungi Kanza pasti dia mencari aku." El masih berusaha agar bisa menemui Kanza.


"Handphone El di dalam tasnya." Sahut Zeline.


Bi Ijah pun membantu mengambilkan handphone nya dari tas El yang tersimpan di laci meja samping ranjang tidur Elvan dan memberikan nya kepada Elvan.


Tetapi setelah El mencoba mau menghubungi Kanza Handphone tidak menyala, "Aaarrrgggh." Begitu kesalnya Elvan membanting handphone miliknya di atas kasur.

__ADS_1


Kemudian dokter pun datang bersama perawat untuk mengecek keadaan Elvan, lalu menghampiri Elvan dan memeriksanya.


"Tante, saya izin pulang dulu, nanti malam saya akan datang kesini lagi nemenin El." Ujar Zeline.


"Nanti malam kamu tidak perlu kesini lagi, El biar di tungguin Bi Ijah, El juga sudah siuman." Sahut mama El.


"Tidak apa tan, saya akan tanggung jawab sampai El benar-benar kembali sembuh." Ujarnya lagi.


"Saya pamit dulu." Zeline yang pamit dan bersalaman dengan mama El lalu pergi keluar meninggalkan ruang rawat Elvan.


Setelah dokter selesai mengecek keadaan El, ia lalu berbicara dengan mama El. "Gimana dengan anak saya dok ?" Tanyanya.


"El keadaannya semakin membaik, biarkan dia istirahat penuh dulu biar cepat pulih kembali, jangan biarkan dia banyak berpikir." Ujar dokter.


"Gimana dengan keadaan kaki nya dok, apakah akan bisa sembuh seperti semula." Tanya mama El lagi.


"Kita berusaha sebisa mungkin, untuk melakukan perawatan yang terbaik untuk putra Ibu sampai sembuh." Ujar dokter lagi.


"Terimakasih dok." Ucapnya.


Dokter pun pergi setelah selesai mengecek keadaan Elvan. Mama El kembali menghampiri anaknya dan membantu membaringkan tubuhnya ke tempat tidurnya.


"Sayang... Kamu istirahat dulu ya, mama akan selalu temani kamu disini." Ujar mama El


"Bi, bibi pulang aja bareng Shelia biar saya sendiri disini menemani Elvan.


"Baik Bu." Sahut Bi Ijah.


Shelia dan Bi Ijah lalu pergi meninggalkan ruang rawat Elvan juga menuju pintu keluar rumah sakit.


🌟🌟🌟


Mobil warna merah terhenti di depan halaman rumah Kanza, klaudia yang menghantarkan Kanza pulang kerumahnya pun sampai di tempat tujuan. Kanza dan klaudia yang turun dari mobil melihat ada motor ninja di halaman rumahnya. "Za itu motor siapa ?" Tanya klaudia.


"Kayanya motor Kenzie." Sahutnya.


"Ngapain dia disini ?" Tanyanya lagi.


Kanza hanya jawab dengan isyarat bahwa dia tidak tau, mereka pun berjalan menuju rumah Kanza. Kenzie yang sedang duduk di temani Ayah Kanza, ia pun kemudian berdiri setelah melihat Kanza dan klaudia datang menghampirinya.


"Hai Kanza, klaudia." Sapa Kenzie.

__ADS_1


"Hai kamu udah lama disini ?" Sahut Klaudia.


"Silahkan duduk dulu nak Klaudia, berhubung kalian sudah datang, om masuk ke dalam dulu." Ujar ayah Kanza.


"Kalau gitu aku langsung pulang aja." Pamit klaudia kemudian.


"Loh kok buru-buru, aku ambilkan minum dulu ya."


"Gak usah Za... Aku masih ada keperluan buru-buru nih." Sahutnya sambil mengadukan kedua telapak tangannya memohon maaf kepada Kanza, karna harus segara pergi dari rumah Kanza.


"Ya udah gapapa, hati-hati di jalan ya." Ujar Kanza.


"Aku duluan ya Ken." Klaudia yang berpamitan sambil senyum ke arah Kenzie.


"Iya hati-hati di jalan." Sahutnya.


Klaudia yang pamit pergi lalu masuk kedalam mobilnya, kemudian ia pun pergi dari rumah Kanza meninggalkan Kanza dan Kenzie yang sedang duduk di kursi depan rumahnya.


Kanza kembali duduk menemani Ken yang masih bertamu dirumahnya. "Ada keperluan apa Ken kemari ?" Tanya Kanza.


"Tidak ada apa-apa, hanya tadi lewat arah sini jadi mampir deh kesini, tapi kamu gak ada dirumah, terus ada ayah kamu suruh Nemenin main catur sambil nungguin kamu pulang." Jawabnya.


"Oh iya gimana dengan Elvan sudah ada kabar ?" Lanjutnya lagi.


"Udah gak usah bahas itu, sekarang udah sore apa tidak sebaiknya kamu pulang, aku juga seharian keluar mau istirahat lelah sekali." Ujar Kanza yang ingin menghindari Ken.


"Oh ya udah, kalau gitu aku pamit pulang, kamu istirahat gih."


"Maafin aku ya, bukan nya bermaksud mengusir."


"Tidak apa aku mengerti, sampai ketemu besok disekolah, salamin buat Ayah Ibu kamu."


Kenzie pun kemudian pamit pergi dari rumah Kanza dengan menaiki motornya, setelah Kenzie semakin jauh dan tidak terlihat dari pandangannya, Kanza kemudian masuk kedalam rumahnya.


"Teman kamu udah pada pulang Za." Tanya Ibunya.


"Udah Bu, Kanza ke kamar dulu ya mau mandi." Jawabnya sambil jalan ke arah kamar.


Setelah masuk kekamar nya, Kanza duduk di di atas tempat tidur nya, ia melihat bingkai foto yang ada gambar dirinya dan Elvan di meja samping ranjang tidur nya.


"El... Kamu kemana, aku Rindu kamu." Gumamnya dan ia terus memandangi foto itu lalu sebutir air mata menetes dari mata nya.

__ADS_1


"Kamu menghilang begitu saja tak ada kabar, kamu sudah mengingkari janji yang tidak akan jauh-jauh dari aku, aku bingung harus mencari kamu kemana El." Gumamnya lagi dan semakin bersedih. Kanza kemudian berbaring di atas tempat tidur nya dengan terus memandangi potonya dan menangis.


Kanza yang sudah beberapa hari tidak bertemu Elvan dan tidak ada kabar darinya, ia pun sangat merindukan sosok Elvan, bagaimana pun Elvan kekasihnya yang tiap hari kalaupun tidak bertemu selalu kasih kabar dan memberikan nya perhatian, tiba-tiba menghilang gak ada kabar.


__ADS_2