
Sudah hampir 3 bulan berlalu, akhirnya perjuangan sandy tidak sia, sia, sedikit demi sedikit alya sudah mulai membuka hatinya, meski mereka tidak berpacaran seperti pada umumnya, namu telah ada kecocokan, dan getaran, getaran, cinta di hati mereka, apa lagi sekarang sandy sudah semakin yakin, akan perasaannya, dia sudah memutuskan bahwa alyalah pilihan hatinya.
malam ini sandy berniat berkunjung ke rumah alya, dia ingin mengutarakan perihal niatnya untuk melamar alya,
Assalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Eeh sandy, kamu kok sendirian aja? Biasanya kesini sama peter, ucap bu nurul.
ooh iya bu si peter lagi pulang ke bali, ada urusan mendadak.
oh ya udah mari masuk, iya bu,
em maaf bu saya mau tutup poin aja, jadi maksud kedatangan saya kesini, ingin memberi tau bahwa saya berniat untuk melamar alya menjadi istri saya, jikalau memang alya dan ibu setuju, maka saya akan menghubungi papa saya agar bisa datang kesini untuk melamar alya secara resmi.
Jadi bagaimana menurut ibu?
kalau ibu sih setuju2 saja sandy, tapi yang lebih berhak menjawab adalah alya, jadi tunggu alya pulang dulu, nanti kalian bisa ngomong, kalian kan sudah sama, sama, dewasa, ibu rasa kalian sudah tau mana yang terbaik.
__ADS_1
Baik bu, sekarang kamu tunggu di sini dulu ibu buatkan minum ya, iya terimakasih bu.
Bu nurul bergegas ke dapur, sementara sandy cemas dia was,was kalau, kalau, alya tidak setuju bagaimana?
sekitar setengah jam sandy menunggu, akhirnya alya pulang,
Assalamualaikum bu.
waalaikumsalam alya, sandy yang menjawab karna bu nurul lagi di belakang,
loh sandy kenapa kamu ada disini? Alya heran,
tanpa bicara alya langsung duduk, ada apa sandy?
jadi begini alya mohon maaf sebelumnya, kita memang tidak pdrnah berkomitmen sebelumnya, karna kamu tidak mau menjalani pacaran, namun berhubung aku menyukaimu, bahkan malah mencintaimu, jadi aku berencana untuk melamarmu, jika kamu dan ibu setuju aku akan minta papaku untuk melamarmu secara resmi.
Alya sangat terkejut, meski sebenarnya ia sudah menyukai sandi juga sejak sebulan lalu ,namun dia agak kagetlah dengan niat sandy,
tapi sand aku butuh waktu aku tidak bisa menjawabnya malam ini, tidak apa, apa, alya aku menunggu jawabanmu kapanpun kamu siap, aku ngerti kamu butuh waktu untuk memutuskan hal besar dalam hidupmu.
__ADS_1
terimakasih atas pengertiannya, sandy,
baiklah aku pamit pulang dulu, aku tunggu jawabanmu.
Alya hanya mengangguk.
Seminggu kemudian, alya telah mantap menyetujui rencana sandy, sandy sangat girang, segera ia menghubungi papanya.
Halo pa, iya boy kenapa? Pa aku sudah memutuskan untuk melamar gadis pilihanku, kapan papa punya waktu? Kesinilah.
Benarkah boy? Papa sangat bahagia, segera akan papa usahakan untuk kesana, terimakasih ya pa, boy kebahagian papa itu melihatmu bahagia juga sayang, papa akan lakukan apapun yang membuatmu tersenyum, jika itu dalam batas normal, sungguh pa aku juga sayang papa, ya sudah papa istirahat dulu, nanti tolong papa kabarin kapan papa bisa kesini, aku tunggu ya. Daa papa.
Sandy senang sekali, papanya juga antusias,
hem andai ibu masih hidup, pasti dia juga akan bahagia.
15 hari setelahnya papanya sandy sudah sampai di tempatnya sandy.
boy katakan pada papa apa yang kamu butuhkan, yang alu butuhkan alya pa, waduh enggak sabaran rupanya putraku ini, boy inikan baru mau lamaran, belum nikahan, sabar dulu ya.
__ADS_1