
Em maaf ini putrinya? Tanya peter.
ooh iya dia putri saya, em cantik ya, boleh tau namanya siapa?
Namanya alya dia putriku satu satunya,
boleh dooong kenalin ke saya?
kenalan saja sendiri itu ada orangnya ucap ibu nurul, heem apaan sih kamu peter, jangan macem macem, loh, loh, kamu kok aneh sih?aku kan cuma pengen kenalan wajar, wajar, aja kan? Kenapa kamu yang sewot ngepot?
Udah kali ini kamu ya enggak usah bawel, mingkem, aja ini perintah.
huh dasar aneh(peter kesal bukan kepalang) hari ini sandy benar benar aneh tingkat dewa, mulai beli ikan mentahlah, serba sensitiflah, ya udah terserah.
sandy terus saja memperhatikan alya, seolah ia terhipnotis dengan gadis di depannya, lalu iya memutuskan untuk, memanggil alya, yang tentu saja iya dengar namanya dari sang ibu tadi,
eem hai alya, mendengar namanya di sebut, barulah alya, melirik sandy, eh iya kenapa mister?
__ADS_1
Senangnya sandi di lirik alya, och iya perkenalkan aku sandy, tadi malam aku lihat kamu di masjid ya?
Iya mister,
aah sudahlah jangan mister, mister, sandy aja biar lebih nyaman.
m m ya udah sandy,
jadi mau beli ikannya? Jadi doong atau kalo bisa sekalian aku psen yang udah matang aja, enggak apa aku bayar 2 kali atau 3 kali dari harga mentahnya, karena di penginapan enggak ada dapurnya jadi aku tidak bisa masak sendiri.
Sementara alya masih mikir, ibunya buru buru menjawab tentu saja boleh.
Tentu saja itu cuma modus sandy, agar supaya bisa berkenalan lebih jauh dengan alya, si gadis soleha, kembang, desa.
setelahnya sandy berpamitan, ia melanjutkan perjalanannya, menyusuri setiap sudut kuta, yang mampu iya jangkau dengan menggunakan motor.
Namun pikirannya sudah tidak lagi fokus, pertemuannya dengan alya sungguh mengganggu di kepalanya slalu teringat gadis cantik itu, aah bagaimana ini, perasaan apa yang menggangguku?
__ADS_1
sandy belum bisa mengerti rasa aneh yang tumbuh di hatinya, maklumlah selama ini dia belum pernah membuka hati untuk seorang wanita, ia selalu membatasi dirinya, sungguh tinggi tembok yang ia ciptakan bagi wanita di sekelilingnya, namun kehendak tuhan tidak ada yang tau.
Hari ini tembok itu seperti, akan runtuh, mengurai bersama rasa penasaran yang mengganggu, dan mungkinkah akan menjadi awal baru bagi hidup sandy dan alya kelak?
sandy kamu kenapa? Tanya peter
nmun lagi lagi sandy masih enggan membicarakannya pada peter, tidak apa peter,
dari sini kita mau kemana lagi? Kita ke pantai seger aja itu ikuti petunjuk aja, kita hapy,hapi.
Ya udah lanjuut, peter mengencangkan laju motornya, dengan tujuan selanjutnya,
Mereka berdua benar benar menikmati perjalanan hari ini,
peter aku suka disini aku kngin lebih lama di sini, hah apa alasannya karena alya?
Meskipun sandy tidak cerita, peter bukanlah orang bodoh dia tau, pasti temannha itu menyukai alya, melihat dari cara ia menagap alya tadi, adalah pandangan tak biasa, antara laki,laki, dan perempuan.
__ADS_1
Waktu beranjak sore, sandy sudah ada di penginapan, dia berharap alyalah yang akan datang mengantarkan pesanannya, ia benar benar sudah rapi, dengan pakaian terbaik yang ia miliki saat ini.