
Selesai isa seperti yang di sepakati, pak sabri sudah menunggu di luar, sandy juga sudah siap, mereka beriringan, kita jalan kaki aja sandy dekat kok, ya sudah pak.
Sandy kok sama pak satpam mau kemana ya, peter yang kebetulan melihat berdua memutuskan untuk mengejarnya.
Tungguuuuu sandy, sandy,
sontak saja sandy menoleh. Hah.hah peter ngos ngosan, kalian mau kemana udah akrab aja aku dilupain?
och peter ya ucap pak sabri penasaran, eh kok tau? cuma nebak.
Kami mau pergi, kamu tidak usah ikut nanti malah bikin berantakan,
emangnya kemana sih? Ke rumah alya yaaa ayo ngaku?
kalo iya kenapa emangnya?
enggak apa apa sih, baguslah kalau kamu bisa sendiri, jadi aku tidak repot repot lagi buat nyomblangin kalian.
tapiiiiii aku tetap ikut, siapa tau aku nemu yang seger seger juga he, he.
Terseeeraaaaaaaah.
akhirnya mereka pergi bertiga, setelah berjalan kurang lebih 30 menitan, mereka sudah sampai depan pintunya alya,
Assalamualaikuuum,,,
bu nuruuul,
__ADS_1
waalaikumsalam, siapa ya malam malam gini bertamu?
Bu nurul bergegas membuka pintu rumahnya, ia sedikit heran mendapati 3 laki.laki di depan rumahnya.
(arak ape pak sabri tumben cd ngayo kemalem?) ada apa pak sabri tumben anda dateng malam?
(Oh bajang ni melene te jawak midang bu) oh pemuda ini mau di antar ngapel bu.
(saii saq iku) siapa itu,
(tamu leq penginepan sak cd atongan empak masak ken nu kan? Tamu di penginapan yang anda antarkan ikan yang matang waktu itu kan.
(ooh sandy eto?) ooh sandy itu
(enggih bu) iya bu
Assalamualaikum, waalaikumsalam mereka serempak menjawab.
jantung sandy seperti mau melompat keluar, saking groginya dia tidak sanggup berkata kata sungguh ia di landa perasaan yang tidak bisa di jelaskan.
Alya sini duduk dulu, seru bu nurul,
jady nak sandy ini sengaja ke sini mau mencarimu, ungkap bu nurul yang memang sudah tau tujuan sandy.
iya bu, alya duduk di samping ibunya, oh ya ibu ke belakang dulu ya kalian ngobrol aja dulu, ya udah kami ke luar dulu, gerah disini, peter memberikan isyarat pada pak sabri agar keluar.
Tinggallah mereka berdua di ruang tamu, baik alya maupun sandy merasa agak canggung, sandy bingung mau memulai percakapan dari mana, tapi dia berusaha menguasai diri sendiri, dengan mulai percakapan lebih dulu.
__ADS_1
H,hai alya perkenalkan aku sandy, maaf jika aku sudah mengganggumu malam, malam gini, aku harap kamu tidak keberatan.
E enggak apa apa, kira kira ada perlu apa ya?
Jadi kedatangan aku kesini ingin mengenalmu lebih dekat, itupun kalau kamu mengijinkan.
Oh tidak masalah biasa saja asalkan masih batas normal, terima kasih alya.
sandy benar benar seperti kehabisan kata kata dia tidak tau harus ngomong apa lagi srlanjutnya.
Alya apa saat ini kamu sudah punya pacar? Alya kaget dong tiba tiba di tanya begitu sama orang yang baru ia kenal.
Tidak sandy aku sengaja tidak ingin pacaran, aku takut terjadi hal, hal yang tidak di inginkan.
lalu bagaimana kamu akan menjalin sebuah hubungan tanpa pacaran?
seseorang kan perlu saling mengenal satu sama lain sebelum memutuskan bersama. Ya seperti menikah mungkin?
bagiku pacaran tidak penting aku percaya tuhan tau mana yang terbaik untukku, jika memang sudah waktunya pasti aku akan di pertemukan dengan orang yang tepat.
Sekarang sandy faham kena pak sabri bilang alya susah di dekati, jadi dia perlu usaha extra buat meluluhkan alya.
baiklah alya apa tidak boleh aku menyukaimu?
alya kaget mendengar kalimat itu dari laki, laki, yang baru saja ia kenal.
tapi dia masih biasa saja, tidak ada hal aneh yang timbul di perasaannya.
__ADS_1