Cinta Bersemi Di Bumi Gora

Cinta Bersemi Di Bumi Gora
tersadar


__ADS_3

Saking sedih dan galaunya perasaan pk leo, hingga tak sadar ia tertidur sejenak di tepi ranjang alya sambil duduk, sementara nugy yang barusan di baringkan dekat ibunya kini terbangun lalu menarik, narik, selang infus, alya, nugy merangkak naik ke perut ibunya, bu, bu, nugy berusaha membangunkan ibunya.


Sementara di alam bawah sadar alya, kini di panggil sosok anak kecil yang menarik,narik tangannya, jauh di ujung sana ia melihat sandy yang sangat jauh dari jangkauannya.


Sandy, sayang tunggu aku,kamu mau kemana ayo kita pulang lihat anak kita, aku sudah melahirkannya.


namun sandy hanya diam, tidak ada jawaban darinya,


alya ingin mengejarnya namun tangannya terus di tarik sosok anak kecil yang baru pertama kali ia lihat.


Bu, bu, huaaa, huaaa.


Anak kecil itu menangis kencang hingga alya kaget dan berbalik melihatnya.


Kembali pada kenyataan,


Pak leo kaget dan terbangun mendengar tangisan nugy yang ternyata takut melihat darah ibunya karna nugy tidak sengaja mencabut selang infus di tangan alya, pada saat bersamaan mata alya terbuka.

__ADS_1


Nugy, nugy, hei cucu opa kenapa?


Nugy masih menangis, pk leo belum menyadari bahwa alya telah tersadar, pk leo buru, buru, menggendong nugy dan hendak memanggil suster untuk memperbaiki selang infus alya.


Paa, papa, yang pertama di lihat alya adalah pk leo. langkah pk leo terhenti, buru,buru menoleh, alangkah terkejut sekaligus bahagianya pk leo melihat alya sadar.


A, alya kamu sudah sadar nak?


aku kenapa pa? Udah nanti kita bahas papa telpon dokter dulu ya, pk leo buru, buru, menghubungi dokter.


Selesai di periksa, dokter menjelaskan kondisi alya, yang ternyata sudah membaik, hanya perlu beberapa tahap pengobatan, dan pemberian vitamin, agar kondisinya benar, benar, pulih.


pa dimana bayi yang aku lahirkan?


pk leo tersenyum bahagia, sebentar ya nak.


Nugyy nugyy sini sayang, ini ibumu sudah sembuh, dan cari nugy,

__ADS_1


nugy yang biasanya emang sudah di perkenalkan siapa ibunya, tidak canggung ia yang memang sudah bisa berjalan, segera mendekati ibunya.


Benarkah pa ini bayi yang aku lahirkan? Kenapa sudah sebesar ini? Alya bingung.


Alya setelah melahirkan kamu koma sudah setahun lebih, jadi nugy sudah besar sekarang, lihatlah dia sangat tampan mirip sekali denganmu.


Oooooh nugy sayang sini peluk ibu, alya sangat bahagia melihat putranya.


Setelah puas mencium nugy yang anteng di pangkuannya, barulah alya teringat suaminya.


Pa dimana sandy kenapa aku tidak melihatnya dari tadi?


Maafkan papa alya, sampai saat ini belum bisa menemukan sandy, sejak papa telpon waktu kamu papa bawa ke rumah sakit, itu terakhir kali papa bicara, katanya mau langsung ke rumah sakit, namun sampai saat ini belum ada kabarnya sama sekali.


Seperti tersambar petir, perasaan alya tidak karuan campur aduk, antara sedih,sakit,dan khawatir.


Sudahlah untuk saat ini kamu fokus dulu dengan kesehatanmu, setelah kamu benar,benar pulih barulah kita cari kabar sandy ya, selama ini juga papa terus berusaha namun belum ada titik terang, dimana keberadaan sandy.

__ADS_1


Alya meneteskan airmata tak menyangka begitu lama waktu yang ia lewati dengan keadaannya yang koma. Ia merasa terpukul dengan kenyataan yang ia dapati setelah kesadarannya.


__ADS_2