
mendekati 9 bulan berlalu tinggal menunggu lahiran.
Alya harap, harap, cemas, ada rasa bahagia, sekaligus takut, namun ia lebih dominan bahagia, sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu, waktu berjalan begitu cepat, tak pernah terbayangkan olehnya, akan berjodoh dengan pria asing, dan kini ia hidup di negri orang, banyak sekali lika,liku,suka,duka, yang ia jalani, bagaimanapun tidak akan mudah menyesuaikan diri di tempat asing.
malam ini alya termenung seorang diri, terlintas semua kenangan masalalunya, ia sangat merindukan kampung halaman,ibu dan neneknya, kapankah ia bisa bertemu?
Meski bersama sang suami, nmun akhir,akhir, ini ia merasa sendiri, entahlah hanya tuhan yang tau rahasia apa di balik semua ini.
Alya yang sejatinya, perempuan desa yang sederhana, tidak pernah silau dengan harta, meski hidupnya di perancis serba berkecukupan, namun ia tidak pernah jumawa, alya tetaplah dirinya, gadis pesisir lombok yang sederhana.
Tiba,tiba, perutnya mulas, kontraksi hebat ia rasakan, hanya ada asisten rumah tangga di rumah, alya coba menahan rasa itu sendirian,
dia terus menguatkan dirinya, alya sengaja tidak menelpon sandy, ataupun pk leo.
Bismillah ya allah tolong hamba permudahlah persalinan hamba, hamba mohon agar hamba dan anak hamba selamat.
__ADS_1
Alya mulai mengendan perlahan,lahan, meski rasa sakit yang hebat ia rasakan, ia tidak mau menyerah, ia tetap berjuang seorang diri.
Bismillah allaaahuakbar. Oeeeek,oeeeek, oeeek, suara tangisan bayi alya terdengar.
alhamdulillah ya alllah.
akhirnya setelah berperang dengan rasa sakitnya, tepat jam 11. malam anak alya lahir selamat, alya kehabisan tenaga, lalu pingsan, sementara bayinya terus menangis.
Oek,oek,oek, asisten rumah tangga yang kebetulan lewat depan kamar alya mendengar suara tangisan bayi segera membuka pintu, alangkah terkejutnya ia melihat alya yang pingsan, dan telah melahirkan.
Atas perintah pk leo ART segera menghubungi dokter, namun nihil karna dokter yang di hubungi tidak ada jawaban.
Akhirnya pk leo sampai ia berlari ke kamar alya ia langsung mengangkat alya dan bayinya di pegang ART, alyaaa naak kenapa kamu tida telpon papa atau sandy, kenapa kamu memilih diam, maafkan papa ya gagal melindungimu.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit pk leo terus mrnyesali keterlambatannya, dia khawatir akan keadaan alya.
__ADS_1
Ia baru teringat dengan putranya, hah boy kamu dimana? Segera ia menghubungi sandy, namun tidak ada jawaban, pk leo terus mengulang, ulang panggilannya, hingga akhirnya sandy angkat juga.
Halo boy cepat ke rumah sakit nanti papa share lokasinya, memangnya kenapa pa? Alya melahirkan di rumah sendirian dan sekarang alya pingsan mudah, mudahan, tidak terjadi bahaya.
Sandy terkejut dan terpaku sejenak, boy,boy, i iya pa sandy segera ke sana.
Sampailah di rumah sakit alya segera di larikan ke ruangan darurat.
Setelah beberapa jam kemudian dokter keluar pk leo segera menghampirinya.
Bagaimana kondisi anak saya dok,?
oh bapak tidak usah khawatir, keadaanya sudah membaik, pasien pingsan karna banyak mengeluarkan darah dan kelelahan, tapi sudak kami tangani, sekarang kami akan pindahkan dia ke ruang rawat inap, bayinya juga sehat, normal dan laki,laki.
alhamdulillaah, pak leo sangat bahagia akhirnya menantu dan cucunya sehat.
__ADS_1