
Entah karna paktor kehamilannya, atau karna memang ada yang salah, di luar sepengetahuan alya, akhir akhir ini alya merasa, tidak nyaman, alya merasa ada yang aneh atau tidak biasa dari sandy.
Alya merasa khawatir akan hubungannya dengan suaminya, belakangan ini mereka jarang sekali bicara, alya yang kesehariannya harus di rumah, dan sandy yang super sibuk, tanpa di sengaja telah membangun jarak di antara mereka.
Rasa jenuh yang terus menghantui alya, membuatnya merindukan kampung halamannya, ia pernah meminta pulang namun belum diperbolehkan oleh pk leo, karna khawatir pada kehamilannya, pk leo tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan pada menantu dan calon cucunya.
Alya terpaksa harus meredam kerinduan pada ibunya, sandy yang ia rasa tidak sehangat dulu, membuatnya semakin ingin pulang ke lombok.
alya hanya bisa pasrah dan berdo'a.
jam 12. Malam sandy belum juga sampai rumah , malam ini alya sengaja menunggunya, ia sengaja tidak tidur seperti malam, malam, sebelumnya.
Tepat jam 1. Malam suara pintu di buka, alya pura,pura, memejamkan matanya, sandy masuk kamar langsung menuju kamar mandi, slesai ganti pakaiannya, sandy mengecek alya, sudah tidur rupanya.
__ADS_1
Sandy langsung tidur dekat alya, mungkin karna lelah suara dengkuran halus sandy sudah terdengar, alya pelan,pelan, turun dari kasur, perhatiannya tertuju pada jas sandy yang teronggok di lantai, pelan ia meraihnya, seperti ada bau asing dari jas tersebut.
bau parfum siapa ini? Perasaan tidak ada parfum yang baunya seperti ini disini, ah sudahlah mungkin sandy beli parfum baru yang belum aku ketahui, gumam alya.
Di usia kehamilannya yang semakin tua, alya sering merasa tidak nyaman, kadang susah tidur, sampai larut malam, alya memutuskan untuk ke dapur, sepertinya ia merasa lapar, suara pintu membangunkan sandy, alya, sayang mau kemana, inikan sudah larut malam? Aku lapar, ucap alya singkat.
Sandy buru, buru, bangun, kamu disini saja biar aku ambilkan, kamu mau apa? Enggak usah aku ambil sendiri saja, kamu kan capek, lanjut tidur saja, sayaang kamu jangan keras kepala, udah diam di sini aku yang ke dapur, ya sudah kita berdua ke dapur, barengan.
Alya hanya menurut saja, ia memang sedang kurang mut bicara.
beberapa saat kemudian segelas susu khusus ibu hamil, dan roti sudah tersaji, di depan alya.
Ayo di makan ucap sandy, alya buru, buru, memakannya, memang perutnya sudah keroncongan,
__ADS_1
melihat alya hanya bicara seperlunya dan lebih banyak diam, sandy berinisiatif memulai pembicaraan.
hem sayang kamu kenapa sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan? ayo bicaralah, jangan di pendam sendiri.
sebenarnya aku bosan di rumah terus, aku ingin punya kesibukan, biar pikiranku tidak beku.
Maaf sayang jika kamu merasa terkurung, di rumah ini, tapi aku merasa khawatir jika kamu beraktivitas di luar rumah, tunggulah sampai anak kita lahir kamu boleh cari kesibukan, tentunya yang fositif.
Dan maafkan aku karna kesibukanku mungkin kamu merasa di abaikan, sebenarnya aku tidak mau mengganggu istirahatmu, ketika aku pulang kamu sudah tertidur, iya tidak apa, apa, aku mengerti kesibukanmu jawab alya singkat.
Alya mencoba berdamai dengan dirinya sendiri, ia selalu berusaha berpikir positif,
meski di hatinya terasa ada sesuatu yang mengganjal.
__ADS_1