CINTA BUK GURU

CINTA BUK GURU
BAB 15


__ADS_3

Di luar ruangan dokter fani kyla dan mamanya sudah menunggu puput.


mama: bagaimana kondisi bayi dan kamu sayang kata dokter?


(menghampiri puput dan menggandeng puput untuk duduk)


puput: kata dokter bayi yang ada di perut aku kondisinya baik dan sehat tapi tensi aku rendah.


dokter berkata agar aku banyak makan yang bervitamin dan harus cukup istirahat jangan banyak pikiran.


kyla mendengar perkataan kakak ipar pun hanya mengangguk dan diam menyimak apa yang di katakan puput.


puput: dan dokter memberi resep obat untuk puput minum.


(memberikan surat resep obat)


kyla: sini kak biar kyla saja yang membeli obatnya ke apotik. kakak sama mama tunggu saja disini ya.


ky mengambil kertas dan langsung pergi meninggalkan kakak puput dan mama.


Beberapa menit kemudian kyla pun muncul dengan membawa bungkusan obat yang telah di belinya di abopik rumah sakit.


puput: ma, itu ky sudah datang. ayo kita pulang ma, puput hari ini capek ke banyak jalan.


Mendengar menantunya berkata ia lelah langsung mama dimas pun berdiri dan menggandeng tangan puput.


kyla melihat mama dan kakak puput menghampirinya segera berjalan cepat supaya membantu mama dan kak puput.


Dilorong rumah sakit dendy tidak sengaja melihat puput tapi puput tidak melihat dendy karena sibuk dengan obrolan kyla tentang kuliah.


Dendy menghampiri puput.


Dendy: Siang buk puput?


puput kaget melihat dendy berada di rumah sakit.


puput: siang pak dendy. pak ngapain di sini? pak dendy sakit?


mendengar perkataan puput dendy hanya tersenyum.


Dendy: bukan buk. saya di sini sedang kerja dan menyelidiki satu kasus. buk puput sendiri di sini ngapain?


puput paham perkataan dendy karena dendy seorang polisi pasti ada kasus yang berhubungan dengan kerjaanya dalam hati puput berkata.


Mama: dia siapa sayang?


puput: oh iya ma. kenal ini pak dendy. pak dendy ini adalah kakak dari siswa puput yang bernama ani.


(dendy berjabat tangan dengan mama dan kyla)


dendy: maaf tante menganggu waktunya. saya dendy (senyum dengan rama)


Puput: saya baru selesai cek up kehamilan dan sekarang saya mau pulang. kami izin duluan ya pak dendy.


Dendy: oooo baik buk puput silahkan. maaf jadi buat buk puput ngobrol sama saya.


puput: tidak apa-apa pak dendy saya pergi duluan ya, selamat siang.


puput pun pergi meninggalkan dendy yang masih berdiri dan menatap puput dari belakang sampai puput dan keluarganya tidak tampak lagi.

__ADS_1


Dalam benak dendy ia kasihan melihat puput dengan kondisi puput sedang hamil tapi suaminya menghilang dan sampai sekarang belum bisa di temukan.


Dendy pun pergi dan untuk memastikan apakah di rumah sakit ini dimas di rawat atau tidak.


Akhirnya ari dan dinan sampai ke tanah air mereka Walaupun mereka hanya sebulan di belanda itu sudah membuat dinan rindu akan tempat tinggalnya.


Dinan membawa ari ke rumahnya.


Rumah dinan tidak terlalu besar tapi simple dan minimalis karena dinan hanya seorang diri ayah dan ibu dinan sudah lama meninggal dunia waktu ia masih SMA.


Dinan hanya tinggal sendiri tidak ada keluarga yang menemaninya tapi sekarang dinan sudah tidak sendiri lagi karena kekasihnya ari sudah menemaninya.


Dinan: Ayo ari masuk kamu butuh istirahat aku tidak mau kamu sakit.


Dinan sangat peduli dengan kondisi ari selama ini ia ingin ari sebuh dan tidak sakit lagi


( memegang tangan air menuju pintu rumah)


Ari pun masuk ke dalam rumah Dinan.


Ari: sayang kamu tinggal sendiri di sini?


(melihat kondisi rumah yang begitu sepi)


Dinan: tidak, aku di temani bik ija pembantu rumah tangga dan pak jojo tukang. ari, kalau kamu butuh sesuatu kamu tinggal bilang saja sama bik ina dan di sebelah sana kamar kamu.


(menunjuk ke arah pintu kamar berwarna abu-abu)


Ari tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Dinan menyuruh ari untuk istirahat di kamarnya.


( mengambil tas dan kunci mobil milik dinan)


Dinan: aku harus ke kantor sayang. tidak lama kok. sebelum jam tujuh aku sudah pulang ke rumah. tunggu aku di rumah ya


Di dalam hati ari ia tidak ingin melihat dinan berkerja keras untuk membiayai kebutuhannya.


sebagai kekasih ia juga harus menjaga dan memenuhi kebutuhab dinan tapi melihat kondisi ari yang belum pulih dan masih tidak mengingat siapa dirinya membuat ia Kecewa.


tiba-tiba dinan mencium pipi Ari)


ari pun malu saat tiba-tiba dinan mencium pipinya ini pertama kalinya bagi ari.


Dinan: kamu jangan melamun sayang. (membisik di telinga ari) aku pergi dulu sayang.


Beberapa bulan kemudian...


Tidak terasa kandungan puput sudah masuk tiga bulan.


Di rumah puput hanya melamun menatap jendela. Mama melihat puput seperti itu tidak tega.


Di rumah sakit Dinan dan ari sedang melakukan cek up kesehatan seperti biasanya.


Dinan ingin tahu bagaimana kondisi ari sekarang ini.


Setelah selesai dokter pun menghampiri dinan mengatakan kondisi ari sudah baik sekarang ini tapi ingatannya saja yang belum kembali.


Dinan yang mendengar perkataan dokter ada rasa senang dan sedih.

__ADS_1


sedihnya ari tidak bisa mengingat siapa dirinya sebenarnya dan senangnya keadaan ari sudah baik-baik saja.


Dinan: bagaimana sekarang dok? apa yang harus kita lakukan? apa tidak ada acara lain dalam pengobatin ari?


Dokter: untuk sekarang kita banyak berdoa dan bersabar saja. belum ada saat ini alat untuk orang yang amesia.


mendengar perkataan dokter seperti itu dinan hanya bisa pasrah akan nasib ari selanjutnya.


ari pun keluar dari ruangan setelah di periksa oleh suster.


Ari: kamu kenapa sayang? kenapa wajahmu bersedih? apa yang terjadi?


(memegang tangan Dinan)


Dinan: dokter bilang kalau ingatan mu belum bisa kembali.


ari: sayang kamu tidak perlu bersedih seiring berjalannya waktu pasti ingatan ku kembali.


Dinan: tapi ri, aku takut jika orang tua mu pasti khawatir kepada mu.


Ari: kamu tenang saja Din. aku yakin akan berjumpa dengan orang tuaku nantinya.


Dengan senyum yang menawan ari menatap dinan.


Ari: ya sudah. ayo kita pergi.


dinan pun menggandeng tangan ari dan pergi meninggalkan rumah sakit.


saat ari dan dinan meninggalkan rumah sakit tiba-tiba ada dendy yang melihat dimas sedang keluar rumah sakit.


Dendy pun berlari mengejar dimas tapi sayang dimas sudah pergi menaiki mobil.


Dendy: itu kan dimas, sial aku tidak bisa mengejarnya. tapi tunggu dulu sedang apa dimas di rumah sakit dan siapa wanita yang di samping dimas itu tidak seperti puput.


aku harus mencari tahu kebenaran ini. Dendy pun pergi meninggalkan rumah sakit.


Beni menjemput kyla di kantor papanya. setelah kyla lulus kuliah ia pun berkerja di perusahaan papanya.


ia sangat ahli di bidang bisnis tapi tak lebih pandai dengan kakaknya dimas yang sangat pintar tapi dimas memilih untuk menjadi guru.


walaupun berat hati Alex mengizinkan anaknya menjadi guru. Sekar angel dimas menghilang mau tidak mau kyla harus meneruskan bisnis papanya.


Beni: maaf ya ky aku telat jemputnya. di jalan sangat macet.


kyla hanya menghelanafas ia tidak ingin marah ke pada beni karena ia pun tahu profesi beni juga sibuk.


Kyla dan beni masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil ky hanya diam saja. beni yang tidak enak dengan suasana seperti ini mulai membujuk kyla.


Beni: ky uda dong merajuknya?


kyla: siapa sih yang merajuk.


(hanya melipat kedua tangannya di dadanya)


Beni: kalau kamu kakak gini jadi makin gemesin (mencubit pipi ky)


Kyla: uda deh kak enggak usah ngegombal.


suasana pun mulai membaik ketika mereka saling menceritaka tentang perkerjaan mereka.

__ADS_1


Di saat lampu merah mereka pun berhenti tiba-tiba ky melihat sosok kakaknya berada di samping mobilnya.


__ADS_2