CINTA BUK GURU

CINTA BUK GURU
BAB 9


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu setelah acara lamaran puput dilakukan.


Puput masih tetap mengajar seperti biasa.


Di ruang guru puput duduk di tempat duduknya tiba-tiba puput merasa mual di perutnya.


Puput segera ke toilet.


Apa yang terjadi pada ku ?


Kenapa aku mual-mual dari tadi padahal pagi ini aku Cuma makan roti dan susu sama seperti biasa dan badan ku juga lemas mungkin aku hanya masuk angin saja kata puput sambil membersihkan mulutnya dengan air.


Puput pun izin ke meja piket bahwa dia tidak enak badan dan ingin segera pulang ke rumah.


Puput segera ke tempat pakir dan mengambil motornya.


Tidak lupa dia pun singga sebentar ke rumah sakit untuk memeriksakann kondisi puput yang tidak sehat.


Buk puput?


Seorang suster memanggil Namanya.


Iya sus kata puput sambil berdiri menghampiri suster tersebut.


Silahkan masuk buk. (mempersilahkan puput masuk ke ruangan dokter)


dokter sudah menunggu di dalam.


Di ruangan dokter puput melihat dokter cantik yang bernama fani yang sedang melihat surat hasil tes puput.


Fani: selamat ya buk puput, buk sudah hamil dua minggu, anak yang ada di kandungan buk sehat.


Ini awal dari ke hamilan membuat buk puput akan mual-mual setiap saat tapi nanti tidak akan mual lagi.


Puput sangat kaget dan terkejut dengan perkataan dokter fani. ia tidak menyangka akan hamil.


Ini yang di takutkan oleh puput.


Ternyata kejadian malam itu membuat dia hamil.


Puput tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan kepada ayah dan dimas mereka pasti marah dan kecewa kepada mu.


Puput: apa dok? Dokter tidak salahkan? Aku hamil.


Fani: benar buk, buk sedang mengandung dua minggu, buku puput harus jaga kondisi tubuh dan makan buk puput agar anak yang ada di dalam kandungan buk sehat.


Setelah menyelesaikan semua urusan di rumah sakit puput pun segera pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah puput langsung masuk ke dalam kamar.


Puput menangis menerima ke nyataan bahwa dia hamil akibat ulah dua pria brengsek itu.


Puput tidak tahu lagi harus cerita dengan siapa tentang masalah yang di alami saat ini kecuali dengan dimas yang tahu kejadian malam itu.


Puput : Aku harus telepon dimas karena dimas yang tahu masalah ku ini.


(Puput pun mengambil hanphone dan menelepon dimas)


Dimas: halo. Iya put, ada apa?


Terdengar suara puput yang serak dan menangis.


Puput: mas, kamu di mana sekarang?


Ada yang mau aku bicarakan.

__ADS_1


apa kita bisa ketemu sekarang.


Dimas: ya sudah, aku akan ke rumah mu sekarang.


Puput: tidak mas, kita ketemu di luar saja.


Aku akan tunggu kamu di café irama tempat langganan kita.


Dimas: ya sudah, aku akan ke sana sekarang.


Puput: kamu hati-hati ya mas.


Puput pun menutup teleponnya dan segera pergi untuk berjumpa dengan dimas.


Puput sampai lebih dulu dari pada dimas ia memesan makanan dan minuman sambil menunggu dimas.


Kenapa dimas lama sekali datang.


Melihat dimas sudah datang dan melambaikan tangan.


Puput melihat dimas pun tersenyum agar puput tidak tampak sedih.


Dimas pun duduk di depan puput dan mengambil minuman puput dan langsung meminumnya.


Puput: mas, itu minuman ku, kamu pesan lagi sana kata dimas sambil meminum punya puput.


Sudah jadi kebiasa mereka berdua sebelum mereka menjadi seorang guru seperti sekarang dulu waktu kuliah mereka sering makan bersama seperti ini.


Puput: mas, ada yang mau aku katakana pada mu, aku tidak tahu harus mulai dari mana dan apakah kita masih bisa melanjutkan pernikahan kita ini.


Mendengar perkataan puput tadi dimas pun terdiam dan menatap wajah puput.


Apa yang kamu katakn put, aku tidak akan membatalkan pernikahan kita.


Puput: mas, aku tidak bisa.


Dimas: kamu jangan becanda put.


(dengan nada tinggi dimas berbicra)


puput: aku tidak bisa menlanjutkan pernikah ini mas, aku malu pada mu. Aku aku...


(dengan suara terbata-bata puput berkata sambil menahan air mata)


aku HAMIL mas..


(air mata puput pun jatuh membasahi pipi)


aku tidak ingin kamu malu dengan kondisi ku sekarang ini.


Anak yang di dalam Rahim ku ini adalah anak dari dua pria brengsek itu.


(sambil memukul perutnya sendiri) melihat puput histeris seperti itu dimas pun memeluk puput dan menenangkanya.


Dimas: put, kamu tidak perlu takut atau malu kepada ku, sudah aku bilangkan ke kamu bahwa aku akan tanggu jawab kepada mu.


Sekarang kamu hamil itu bukan salah mu, aku akan menjadi ayah untuk anak yang kamu kandung itu.


Segera akan aku urus pernikahan kita agar di percepat supaya aku terus menjaga mu, apa lagi sekarang kamu sedang hamil pasti kamu mengalami hal yang sangat berat selama ini.


Ayo kita sama-sama merawat anak ini. Aku akan menggapnya seperti anak ku sendiri nantinya.


(sambil memegang perut puput)


puput yang mendengar perkataan dimas tadi menjadi terharu dan dia bersyukur mempunyai sahabat dan calon suami yang baik yang bisa menerima ke kurangannya.

__ADS_1


Puput: terima kasih mas.


Saat mereka berdua berbicara dan makan tiba-tiba dendy menghampiri puput yang sedang makan dengan dimas.


Dendy: buk puput di sini juga.


( Dengan ramah dan senyum dendy pun menyapa puput)


Puput: ehhh pak dendy di sini juga. (Dendy pun mengulurkan tangan kepada puput)


Dendy: apa kabar bu puput? Saya dengar buk baru lamaran ya? selamat ya buk.


Puput: iya pak dendy terima kasih, oh iya ini kenalkan calon suami saya.


(Dimas pun berdiri dan bersalaman dengan dendy)


Dimas: saya dimas pak dendy. Dengan senyum menyapa dendy.


Walaupun tampak wajah sedih dendy yang mengetahui calon suami puput tapi ia tetap senyum ramah ke pada dimas dan puput.


Dimas: pak dendy sendiri di sini?


Dendy: saya sedang menunggu teman-teman kantor saya yang akan makan di sini dan saya lihat buk puput dan menyapa buk puput.


Saya duluan ya buk put dan pak dimas sepertinya teman-teman saya sudah menunggu di dalam ternyata.


Di café tersebut terdapat dua tempat yaitu di outdor dan indoor.


Puput: iya pak dendy. Silahkan.


Dendy pun meninggalkan mereka berdua dengan hati yang hancur melihat pujaan hatinya bersama dengan pria lain memembuat dendy sedih.


Dendy pun makan bersama teman-teman kantornya tapi dendy tidak selera makan karena memikirkan puput dan calon suaminya.


tapi kenapa wajah buk puput seperti habis menangis apa yang terjadi pada mereka berdua? Apa mereka bertengkar?


Ahhh tapi itu bukan urusan ku. Puput sudah mau menikah aku tidak boleh menyukai puput lagi. Dalam hati dendy berkata sambil melamun.


Dimas dan puput pun meninggalkan café dan mengantar puput pulang ke rumahnya.


Di perjalanan pulang puput ingin sekali makan buah manggis yang di jual di pinggir jalan.


Puput: mas aku ingin makan buah manggis (menunjuk ke arah pedagang buah manggis di pinggir jalan)


dimas: iya tunggu bentar aku parkirkan dulu mobilnya. Dimas pun keluar untuk membeli buah manggis.


Di dalam mobil puput melihat dimas yang sedang membeli buah ia sangat senang melihat dimas.


Apakah ini yang namanya ngidam dan dimas pun mau membelikan apa yang aku minta.


Dimas pun mesuk ke dalam mobil dan memberikan buah manggis yang di inginkan puput.


Dimas: ini makan ya banyak ya bumil (tesenyum pada puput dan mengelus perut puput) papa janji akan segera berkumpul bersama kalian.


Puput hanya ternyum mendengar dimas berbicara di perutnya.


Puput: Mas uda dong bicara di perut aku, (mendorong badan dimas)


dimas: ya sudah ayo kita pergi, kamu makan pelan-pelan aja. Ini aku ada minum kalau kamu haus kamu minum ini.


Puput pun menganggukan kepala pertanda iya akan meminumnya.


Akhirnya puput sampai di rumah. Dimas pun membuka pintu mobil.


Puput: terima kasih mas. (Sambil memegang tangan dimas)

__ADS_1


__ADS_2