
Dendy duduk di ruang tamu sambil membaca buku yang menjadi favoritnya kala dia sedang berada di rumah.
Ani mengahampiri kakaknya dendy yang sedang membaca buku.
Ani: kakak kapan papa dan mama pulang dari luar negeri? Ani sangat rindu dengan mama dan papa. (sambil duduk mendekati kakaknya)
Dendy: waktu kakak telepon kata papa sih mungkin dua atau tiga hari mereka akan pulang.
Ani mendengarkan kata kakaknya pun sangat senang dan sambil menepuk kedua tangannya seperti anak kecil.
Ani: benarkah? Horeeee, bagaimana kalau nanti kita semua liburan ke vila kak? Ani sedah lama tidak ke sana.
Dendy: baiklah nanti kita ke sana. Kakak akan ambil cuti kalau papa dan mama pulang.
Dek..? kakak boleh tanya ke kamu?
Ani : apa itu kak?
(sambil menatap kakaknya)
Dendy: apakah buk puput sudah punya pacar?
(ani menaikan alis sebelah kirinya karena ia sangat terkejut kenapa kakaknya tiba-tiba menanyakan tentang buk puput)
Ani: mmmmmm sepertinya sih belum, karena ani tidak pernah melihat buk puput dekat dengan pria lain kecuali dengan pak dimas.
Dimas..? (kata dendy langsung menutup bukunya)
Ani: ia pak dimas itu sahabat buk puput.
Kakak kenapa bertanya tentang buk puput?
Apa kakak suka sama buk puput ya?
Ceeeeeee ada yang jatuh cinta nihhh
(sambil mengelitik perut kakaknya)
Dendy: tidak kok. Kakak Cuma tanya aja.
Kakak mau tidur. Kamu tidur sana besok sekolah kan.
(dendy pun pergi meninggalkan ani di ruang tamu dan pergi ke kamarnya)
__ADS_1
Dengan wajah yang memerah dendy langsung meninggalkan ani.
Mobil pun menuju ke rumah yang sangat besar dengan halaman yang luas, pohon dan bunga tumbuh dengan subur dan indah menambah suananya yang bagus untuk rumah tersebut.
Dimas menyuruh pak satpam membukakan pintu gerbang rumahnya.
Sesampainya di depan rumah Dimas membangunkan puput.
Dimas : put bangun kita sudah sampai di rumah ku?
Puput: kenapa kamu membawa ku pulang ke rumah mu? Aku ingin pulang mas.
Dimas : iya, kita akan pulang ke rumah mu tapi kamu harus memberbaiki dulu penapilan mu agar ayah mu tidak khwatir tentang apa yang terjadi pada mu malam ini.
sekarang kamu mandi dulu ya put. agar kamu lebih segar
Kamu bisa membakai pakaian adik ku.
Puput tahu bahwa dimas mempunyai adik perempuan yang saat ini sedang kuliah di luar negeri dan adiknya akan pulang jika libur kuliah tiba.
(puput pun mengangguk mendengar apa yang di katakan dimas)
dimas membuka pintu mobil. Puput pun keluar dan dimas pun di belakang puput sambil berjalan membuka pintu rumah.
Aku tunggu kamu di sini ya.
Dimas dengan sabar menunggu puput mandi ia pun masih tidak menyangka terjadinya pristiwa malam ini yang menimbah puput.
Puput pun menuruti perkataan dimas dan langsung masuk ke kamar. puput melihat kamar yang tersusun rapi dan bersih dan terdapat foto adiknya dimas
Sesampainya di kamar puput pun langsung mandi dan menghidupkan shower untuk membersihkan tubuhnya.
Puput pun menangis sambil mengusap tubuhnya karena jijik akibat dua pria yang menyentunya.
Suara tangisan puput terdengar oleh dimas.
Di dalam hati dimas berkata aku tidak akan membiarkan kamu menagis lagi put.
Aku berjanji akan menjaga mu dan melindungi mu.
Satu jam lamanya puput pun selasai dari mandinya.
Puput langsung berjalan menuju lemari untuk mengambil baju yang nantinya akan ia pakai.
__ADS_1
Suara pintu kamar terdengar dimas pun melihat puput sudah tampak lebih baik dengan menggunkan dress sebatas betis menambah ke cantik yang di pancarkan oleh puput.
Puput: mas, antarkan aku pulang sekarang.
Aku tidak ingin ayah ku khwatir karena aku tidak pulang.
Dimas: put kamu duduk dulu ada yang aku ingin bicarakan kepada mu.
(puput pun berjalan menghampiri dimas dan mulai duduk di ruang tamu bersama dimas)
put aku ingin menikah dengan mu?
Kita anggap kejadian malam ini tidak pernah terjadi.
Aku mencintai mu sudah sejak lama tapi aku tidak ada keberanian untuk berbicara pada mu.
Aku takut kamu bakal menjauhi ku kalau aku berbicara ini kepada mu. Mendengar perkataan dimas tadi puput pun hanya bisa menangis.
Dimas: Kamu kenapa put? Jangan menangis aku mohon. (sambil memegang tangan puput)
puput: mas aku tidak bisa, aku tidak pantas untuk mu.
Aku sudah tidak suci lagi kamu akan malu mempunyai istri seperti aku yang tidak menjaga kehormatannya.
Lebih baik kamu lupakan saja apa yang kamu katakan barusan ini mas.
Dimas: tidak put, aku sungguh mencintaimu.
Aku ingin kamu menjadi istri ku.
Aku berjanji akan membahagiakan mu dan melindungi tidak akan aku biarkan kamu menderita dan menangis lagi seperti malam.
Mendengar perkataan dimas yang bersungguh-sungguh ingin menikahinya puput ternyum dan menganggukan kepalanya pertanda ia menerima cinta dimas.
Dimas pun senang akhirnya puput yang selama ini ia cintai akhirnya menerimanya.
Dimas: lusa aku dan keluarga ku akan datang ke rumah mu untuk melamarmu.
(Puput hanya tersenyum dengan perkataan dimas)
puput tidak tahu apa ini jalan yang terbaik menerima lamaran dimas.
Dimas: ayo aku antar kamu pulang agar ayah mu tidak cemas mencari mu.
__ADS_1