CINTA BUK GURU

CINTA BUK GURU
BAB 2


__ADS_3

13 tahun kemudian puput sudah mengklaskan ibunya meninggal dan kini ia menjalani kehidupannya.


Langka kaki yang terdengar menghentikan puput bermain piano. (puput men oleh ke belakang pintu)


Ternyata itu Pak Awal penjaga sekolah.


Pak Awal: buk puput kok belum pulang?


Puput: oh Pak Awal buat saya keget saja. (menghentikan permainan pianonya)


Pak Awal: maaf ya buk buat buk kaget karena saya datang, tapi buk puput main piano sangat bagus, kenapa buk tidak buat konser saja,


(sambil tersenyum melihat buk puput).


Puput: ah Pak Awal bisa aja ini, yang ada penontonya kabur melihat konser saya. Ya sudah saya pulang dulu ya pak.


(puput mengemasi barang dan merapikan piano)


Puput pun kembali merapikan piano yang sudah dimainkannya, Puput mengambil tasnya dan menuju ke parkiran sekolah dan mengambil kunci motor.


Puput lebih suka naik motor ketimbang mobil yang akan buat puput terjabak macet di pagi hari dan disaat jam pulang kerja.


Puput menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan sekolah.


Saat lampu merah Puput melihat ada seorang pria tua dengan tongkat pembantu karena dia tidak bisa melihat.


Pria tua itu ingin menyebrang jalan.


Puput langsung mematikan mesin motornya dan membantu pria tua itu meyebrang jalan.


Tanpa puput sadari ada seorang pria dari jauh sudah melihatnya dan terpesona melihat puput mebantu pria tua itu.


Akhinya setelah puput membatu pria tua itu, puput kembali menghidupkan mesinnya dan menuju pulang kerumahnya.


Sesampainya di rumah puput sudah di tunggu ayahnya.


Ayahnya berkata: kenapa kamu pulangnya sore? Puput: tadi ada les tambahan ayah.


Puput berbohong kepada ayahnya karena kalau puput jujur sedang bermain piano ayahnya pasti akan marah.

__ADS_1


Sejak kejadian ibu meninggal ayah melarangku untuk mermain piano. Ayah khawatir nasibku akan sama seperti ibu.


Makan malam pun sudah teridang dimeja makan. Puput dan ayahmya ngobrol dengan santai di meja makan sembari menikmati hidangan yang sudah tersedia.


Ketika ayah berkata kepada puput apakah puput masih bermain piano?


Seketika puput tersedak mendengar perkataan ayahnya.


Puput: tidak lagi bermain piano ayah, terakhir waktu ibu meninggal, puput tidak lagi bermain piano,


(didalam hati puput maafkan puput ayah sudah berbohong).


Baguslah, ayah tersenyum mendengar perkataan anak sematawayangnya itu.


Suara alaram pun berbunyi membangunkan puput dari tidur untuk segera berangkat kerja, setelah bersiap-siap untuk mengajar, puput langsung turun menuju kemeja makan yang sudah di tunggu oleh ayahnya.


Selamat pagi ayah, puput langsung duduk kemudian menikmati sarapan pagi.


Kamu pulang sore lagi kata ayah, tidak ayah, puput pulang seperti biasa.


Sudah telat ini ayah, puput berangkat dulu ya,


Hati-hati puput kata ayah. Iya ayah yang paling tampan


(sambil melambaikan tangan ke ayah).


Puput menghidupkan mesin motornya dan melajukan motor yang selalu menemaninya.


Di jalan puput tak sengaja menabrak kucing yang tiba-tiba melintas, yang mengharuskan ia untuk mebelok secara tiba-tiba agar kucing tersebut tidak tertabrak olehnya.


(bruk. suara motor yang jatuh menabrak pembatas jalan),


seketika puput jatuh dengan kondisi helm yang terpasang dikepala puput lepas.


Suasana pun menjadi ramai dan membuat jalan pagi itu mecet kerena kecelakaan yang menipah puput.


Saat puput terbaring di jalan raya ia melihat samar-samar seorang pria yang menolongnya dengan seragam polisi yang tampak gagah, hingga akhirnya puput pun pingsan dan dibawah kerumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit ayah puput datang karena mendapat telepon bahwa puput mengalami kecelakaan,

__ADS_1


(wajah ayah sangat khwatir melihat puput yang masih tidak sadar sejak dibawah kerumah sakit.)


ayah: bagaiman keadaan anak saya dok..?


dokter: anak bapak baik-baik saja, ia hanya mengalami luka ringan dikepala akibat kecelakaan tersebut, ayah sedikit lega mendengar perkataan dokter tentang kondisi anak kesayangnya itu.


Tiba-tiba puput sadar dari pingsannya, ayah puput dimana?


(sambil memegang kepala yang sudah diperban)


ayah: kamu dirumah sakit sayang, tadi kamu kecelakaan dan ayah dapat telepon kalau kamu di rumah sakit ini.


(ayah masih berbicara, tiba puput berkata)


puput: dimana pria itu ayah?


(ayah yang heran dengan perkataan anaknya itu langsung terdiam)


pria siapa kata ayah.?


Puput: pria yang menyelamatkan puput yah, dia beseragam polisi ayah, apa dia bersama ayah?


(dengan kondisi lemas puput bangkit dari tempat tidur, tampak rasa kecewa ketika ia mengetahui bahwa pria yang menolongnya tidak ada)


Ayah: tidak ada siapa pun orang yang ada menemani kamu di sini sayang, Cuma ayah yang ada disini, mungkin pria tersebut sudah pergi setelah mengantar kamu kerumah sakit.


Puput hanya bisa diam mendengar perkataan ayah.


Atas izin dokter puput bisa pulang dari rumah sakit dan bisa berisitrhat di rumah untuk memulihkan kondisi badanya.


Dirumah puput beristrahat dan ayah tidak berkerja untuk menjaga anak kesayangan itu.


Ayah harus ke kantor, puput tidak apa-apa, masih ada embok ina yang bisa temani puput, lagi pula bagaimana kondisi kantor kalau ayah tidak kesana dan malah dirumah temani puput.


Puput tidak anak kecil lagi ayah.


(mendengar perkataan anak kesayangan itu ayah hanya bisa ternyum)


iya,,,besok ayah ke kantor, tapi kamu harus makan yang banyak supaya kamu cepat sembuh.

__ADS_1


(Puput ayah bisa ternyum dan memeluk ayah yang disayanginya itu).


__ADS_2