
Saat Rico berbelanja di supermarket, dia tidak menyadari bahwa kehadiran Siska, wanita yang pernah dia tinggalkan, akan menjadi momen yang mengejutkan dan membingungkan baginya. Dia berjalan dengan santai di antara rak-rak, mengambil barang-barang yang dia butuhkan, sementara Siska, dengan cemas dan ragu, melihatnya dari kejauhan.
Siska merasa gugup dan bingung. Setelah Rico meninggalkannya tanpa alasan yang jelas di masa lalu, dia merasa tersakiti dan ditinggalkan. Namun, cinta yang pernah dia rasakan untuk Rico tidak pernah benar-benar padam, meskipun dia mencoba untuk melupakannya dan melanjutkan hidup.
Saat melihat Rico di supermarket, perasaan cinta yang terpendam kembali datang menghampirinya. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, apakah dia harus menghindari Rico atau mencoba untuk berbicara dengannya.
Sementara itu, Putra juga berbelanja di supermarket dan tanpa sengaja melihat Siska yang tampak bingung. Dia mengenal Siska sebagai wanita yang pernah berhubungan dengan Rico di masa lalu, meskipun dia tidak mengetahui detail hubungan mereka.
Putra mendekati Siska dengan hati-hati, "Hei, apa kabar? Kamu tampak sedang bingung."
Siska menoleh dan tersenyum pahit, "Hai, Putra. Aku baik-baik saja. Hanya saja, aku tidak menyangka akan bertemu dengan Rico di sini."
Putra memahami bahwa pertemuan Siska dengan Rico mungkin akan menimbulkan banyak emosi. Dia mencoba memberikan dukungan pada Siska, "Aku bisa membantu jika kamu mau. Apa yang terjadi?"
Siska memberikan senyuman terima kasih pada Putra, tapi dia tidak ingin mengungkapkan perasaannya pada orang yang tidak terlalu dekat dengannya. "Tidak apa-apa, Putra. Ini hanya momen yang mengejutkan, tapi aku akan baik-baik saja."
Saat itu, Rico tanpa sengaja berjalan mendekati rak di mana Siska dan Putra berada. Dia merasa heran melihat Putra berbicara dengan Siska. Meskipun dia merasa penasaran, dia memutuskan untuk tidak mencampuri urusan Siska.
Namun, saat Putra berbalik, dia melihat Rico di dekatnya. Matanya bertemu dengan mata Rico, dan saat itu dia merasa seolah dunianya berhenti sejenak. Rico juga merasa kaget melihat Putra dan Siska bersama. Dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dan dia merasa cemas bahwa hubungannya dengan Siska dari masa lalu akan terungkap.
"Siska, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rico dengan ragu.
Siska merasa gugup dan canggung. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan, jadi dia hanya menjawab dengan singkat, "Aku hanya berbelanja."
Rico menatap Siska dengan ekspresi campuran antara rasa cemas dan kebingungan. Dia ingin bertanya lebih lanjut, tapi dia tidak tahu apakah itu akan membawa lebih banyak masalah.
Putra mencoba untuk membantu mengatasi ketegangan dengan mengalihkan pembicaraan, "Baiklah, mungkin kita harus berpisah sekarang. Siska, semoga kamu baik-baik saja ya. Dan Rico, aku punya beberapa pertanyaan tentang fotografi nanti."
__ADS_1
Rico mengangguk, berusaha untuk meredam emosi yang berkecamuk di dalam dirinya. "Tentu, Putra. Kita bisa bicara nanti."
Setelah Putra pergi, Rico dan Siska tersisa berdua di dekat rak-rak supermarket. Suasana canggung terisi di antara mereka, dan keduanya tidak tahu apa yang harus dikatakan.
"Siska, aku maafkan jika aku meninggalkanmu tanpa penjelasan di masa lalu," ucap Rico akhirnya dengan suara rendah.
Siska menatap Rico dengan tatapan yang penuh emosi. "Aku tahu bahwa aku harus melupakan masa lalu, tapi aku tidak bisa menyangkal bahwa perasaanku untukmu masih ada."
Rico merasa terkejut mendengar pengakuan dari Siska. Dia tidak menyangka bahwa perasaan cinta yang pernah mereka rasakan masih terpendam di dalam hatinya.
"Siska, itu tidak bisa terjadi lagi. Aku sudah memutuskan untuk berubah dan mencari kehidupan yang lebih baik. Aku ingin menjadi pria yang pantas untuk Lia," kata Rico dengan tulus.
Siska mengangguk, mencoba untuk menerima kenyataan. "Aku mengerti, Rico. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku pernah mencintaimu dengan tulus. Tapi jika itu sudah berakhir, maka aku harus belajar untuk melupakan semuanya."
Rico merasa sedih melihat ekspresi Siska yang penuh kehampaan. Dia ingin memberikan dukungan pada Siska, tapi dia tahu bahwa dia harus berfokus pada hubungannya dengan Lia sekarang.
Keesokan harinya, Rico memutuskan untuk berbicara dengan Lia tentang pertemuannya dengan Siska di supermarket. Dia ingin menjadi jujur pada Lia tentang masa lalunya dan tentang perasaan yang pernah dia miliki untuk Siska.
Namun, dia juga ingin memastikan Lia bahwa dia telah berubah dan berkomitmen untuk menjadi pria yang lebih baik. Dia ingin menunjukkan pada Lia bahwa dia mencintainya dengan sepenuh hati dan tidak akan pernah kembali menjadi pribadi yang dia benci dari masa lalunya.
Ketika Rico berbicara dengan Lia, dia merasa lega karena Lia menerima masa lalunya dan berjanji untuk mendukungnya dalam perubahan dan perjalanan hidupnya. Mereka berdua merasa semakin dekat dan saling percaya satu sama lain.
Masa lalu Rico dengan Siska tetap menjadi bagian dari kenangan yang tak bisa diubah, tapi dia tahu bahwa itu adalah bagian dari perjalanan hidupnya yang membentuk dirinya menjadi pria yang lebih baik.Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak pernah kembali ke masa lalunya yang buruk dan tidak akan membuat kesalahan yang sama. Rico berkomitmen untuk menjadi pria yang setia dan bertanggung jawab, tidak hanya dalam hubungannya dengan Lia, tapi juga dalam kehidupannya secara keseluruhan.
Seiring berjalannya waktu, Rico terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Dia fokus pada pekerjaannya sebagai fotografer dan terus berkembang dalam bidangnya. Selain itu, dia juga berusaha untuk menjadi teman yang baik dan mendukung bagi Lia dan orang-orang di sekitarnya.
Hubungannya dengan Lia semakin erat dan bahagia. Mereka berdua mengalami banyak momen indah bersama-sama, saling mendukung dalam kebahagiaan dan kesulitan. Rico merasa bahwa dia telah menemukan arti yang lebih dalam dalam hidupnya bersama Lia, dan dia bersyukur atas kehadirannya dalam hidupnya.
__ADS_1
Namun, Rico juga menyadari bahwa masa lalunya dengan Siska tidak sepenuhnya terhapuskan dari ingatannya. Terkadang, kenangan itu masih datang menghampirinya, dan dia merasa sedih dan menyesal atas kesalahan yang pernah dia lakukan.
Suatu hari, Rico bertemu kembali dengan Siska secara tidak sengaja di sebuah acara sosial. Dia melihat Siska dikelilingi oleh teman-teman dan tampak bahagia. Meskipun dia merasa cemas, Rico memutuskan untuk mendekati Siska dan berbicara dengannya.
"Siska, apa kabar?" ucap Rico dengan senyum lembut.
Siska membalas senyumnya, "Aku baik, Rico. Bagaimana denganmu?"
Rico merasa gugup, tapi dia berusaha untuk tetap tenang, "Aku baik-baik saja. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku berterima kasih atas semua kenangan indah yang pernah kita miliki bersama. Walaupun masa lalu kita tidak berakhir dengan baik, tapi aku berharap kita bisa menjadi teman yang baik sekarang."
Siska merasa terharu mendengar perkataan Rico. Meskipun perpisahan mereka dulu menyakitkan, dia merasa bahwa Rico telah berubah menjadi pria yang lebih baik dan lebih baik dari masa lalunya.
"Aku juga berterima kasih atas kenangan indah kita, Rico. Aku senang melihatmu bahagia sekarang, dan aku harap kita bisa menjadi teman yang baik," ucap Siska dengan tulus.
Rico merasa lega mendengar jawaban Siska. Dia merasa bahwa dia telah melepaskan masa lalunya dengan damai dan kini bisa melangkah maju dengan lebih baik.
Perjalanan hidup Rico terus berlanjut, dan dia menyadari bahwa hidup adalah tentang pertumbuhan dan perubahan. Masa lalunya dengan Siska, bagaimanapun juga, telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan dewasa.
Hubungannya dengan Lia semakin kuat, dan dia merasa bahwa dia telah menemukan cinta sejati dalam kehidupannya. Lia adalah wanita yang selalu mendukung dan menginspirasinya, dan dia merasa beruntung memiliki seseorang seperti Lia dalam hidupnya.
Putra juga tetap menjadi sahabat terbaiknya, dan mereka tetap berbagi banyak momen indah bersama-sama. Putra mengerti dan menerima perubahan yang telah dialami Rico, dan mereka tetap saling mendukung dan menghargai dalam persahabatan mereka.
Dalam perjalanan hidupnya yang penuh dengan cobaan dan kebahagiaan, Rico terus belajar dan tumbuh sebagai pribadi yang lebih baik setiap harinya. Dia belajar untuk menghadapi masa lalunya dengan keberanian dan menerima kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan.
Kisah cintanya dengan Lia terus berkembang, dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu menjadi pria yang pantas dan setia untuknya. Bersama-sama, mereka mengarungi kehidupan dengan penuh cinta, dukungan, dan harapan untuk masa depan yang cerah.
Dan di bawah bintang-bintang yang bersinar di langit malam, Rico merasa syukur atas semua yang telah dia alami dan merasa bahwa hidupnya telah berubah menjadi lebih baik karena cinta sejatinya dengan Lia dan persahabatannya dengan Putra.
__ADS_1