
Ketika putra melihat hubungan harmonis antara Rico dan Lia, dia merasa bahagia untuk mereka berdua. Namun, ketika mengingat masa lalu ketika dia menyatakan perasaannya pada Lia, ada beberapa alasan mengapa putra mungkin merasa dia tidak diberi kesempatan.
Pertama, ketika putra menyatakan perasaannya pada Lia dulu, mungkin ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan Lia untuk menolaknya. Perasaan romantis tidak selalu saling berpadu dalam setiap hubungan, dan bisa jadi Lia merasa lebih cocok dengan Rico sebagai seorang sahabat.
Kedua, bisa jadi waktu dan situasi tidak berpihak pada putra saat dia menyatakan perasaannya. Mungkin saat itu, Lia sedang berfokus pada hal lain dalam hidupnya, atau dia belum siap untuk menjalin hubungan romantis dengan siapa pun.
Selain itu, mungkin putra merasa tidak dihargai karena penampilannya yang berkacamata. Namun, penampilan fisik bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan dalam hubungan. Hal terpenting adalah perasaan, kompatibilitas, dan kesamaan nilai-nilai yang dimiliki oleh dua orang yang terlibat.
Putra tidak boleh merasa rendah diri atau merasa kurang layak hanya karena penampilannya. Semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk mencari cinta dan kebahagiaan dalam hidup mereka, terlepas dari penampilan fisik.
Meskipun putra merasa terluka karena penolakan masa lalu, dia juga harus ingat bahwa setiap orang memiliki hak untuk membuat pilihan dalam hidupnya. Hubungan harmonis antara Rico dan Lia tidak berarti putra tidak layak mendapatkan kesempatan atau tidak memiliki kualitas yang baik.
Sebagai sahabat, putra harus belajar untuk menghargai hubungan persahabatan yang mereka miliki dan mendukung kebahagiaan Lia dan Rico. Dia juga harus terbuka untuk memahami dan menerima kemungkinan bahwa cinta mungkin datang di waktu yang tepat dan dengan seseorang yang lebih cocok untuknya.
Ketika putra melihat Rico dan Lia bahagia bersama, dia seharusnya merasa senang dan bangga menjadi sahabat mereka. Karena persahabatan yang tulus adalah hadiah yang berharga, dan mencintai dan mendukung teman-teman kita adalah bagian dari keindahan dari hubungan persahabatan yang sejati.
Putra mendengarkan kata-kata Rico dengan hati-hati. Dia menyadari bahwa Rico benar dan mungkin ada banyak alasan mengapa Lia tidak merespons perasaannya pada saat itu. Meskipun rasa kecewa masih terasa, Putra berusaha untuk tidak meratapi masa lalu dan fokus pada hubungan persahabatan yang mereka miliki sekarang.
Beberapa hari berlalu, dan Putra mencoba untuk lebih dekat dengan Rico dan Lia sebagai sahabat. Mereka sering berkumpul di kafe tempat Lia bekerja, menikmati obrolan hangat dan tawa bersama. Putra juga berusaha untuk lebih membuka diri tentang perasaannya dan kekhawatiran kepada sahabatnya.
Rico dengan bijaksana mengingatkan Putra untuk tidak terlalu membebani diri dengan masa lalu dan fokus pada momen sekarang. "Putra, kamu adalah orang yang luar biasa, dan kamu harus percaya bahwa cinta akan datang untukmu di waktu yang tepat. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mencari cinta, tapi biarkan cinta datang dengan alamiahnya."
Lia juga memberikan dukungan dan semangat pada Putra. "Putra, jangan merasa kurang percaya diri karena penampilan fisikmu. Apa yang terpenting adalah bagaimana kamu menjalani hidup dan apa yang kamu bawa dalam hubungan persahabatan ini. Jangan khawatir, kamu pasti akan menemukan seseorang yang mencintaimu apa adanya."
__ADS_1
Putra merasa diberdayakan oleh kata-kata sahabatnya. Dia merasa lebih percaya diri dan mulai mengubah pandangannya tentang dirinya sendiri. Dia mulai fokus pada karirnya sebagai fotografer industri, dan pekerjaan yang dia tekuni dengan antusiasme membawanya ke berbagai tempat menarik dan membuatnya bertemu banyak orang.
Selama beberapa minggu, hubungan antara Putra, Rico, dan Lia semakin erat. Mereka saling mendukung dalam perjalanan hidup masing-masing dan menghadapi tantangan dengan keberanian. Putra juga mulai berbagi cerita tentang pekerjaannya, dan Rico dan Lia mendengarkannya dengan antusiasme.
Suatu hari, ketika Rico dan Putra sedang bersantai di kafe, Rico bertanya dengan ramah, "Putra, apa pendapatmu tentang Rico melanjutkan kariernya sebagai komedian?"
Putra tersenyum dan berkata, "Aku pikir itu adalah pilihan yang luar biasa, Rico. Kamu memiliki bakat yang luar biasa dalam membuat orang tertawa dan bahagia. Jangan pernah ragu untuk mengikuti impianmu."
Rico tersenyum lebar mendengar dukungan dari Putra. Dia merasa senang bisa mendapat dukungan dari sahabatnya. "Terima kasih, Putra. Aku sangat menghargai dukunganmu."
Hubungan persahabatan mereka semakin menguat dan saling mendukung. Putra mulai menghargai peran sahabatnya dalam hidupnya dan merasa beruntung memiliki Rico dan Lia di sisinya.
Namun, di balik senyum dan kebahagiaan mereka, ada rasa cemas yang masih ada dalam hati Putra. Dia tidak bisa menghindari perasaan cemburu yang kadang muncul ketika melihat Rico dan Lia bersama. Meskipun dia berusaha untuk mengatasi perasaan itu, tetapi rasanya sulit untuk menghilangkannya sepenuhnya.
Tetapi Putra segera menyadari bahwa rasa cemburu itu tidak adil. Dia tidak boleh membandingkan hubungannya dengan Lia dengan hubungan Rico dan Lia. Setiap hubungan unik dan memiliki jalannya sendiri.
Putra berbicara dengan hati kecilnya dan berusaha untuk mengubah cara pandangnya. Dia memutuskan untuk menghargai hubungan persahabatan yang dia miliki dengan Lia dan Rico, tanpa memikirkan lebih jauh tentang hubungan romantis yang tidak terjadi.
Putra merasa semakin sulit untuk menyembunyikan rasa sakit di hatinya ketika melihat Lia semakin dekat dengan Rico. Setiap kali melihat mereka bersama, rasa cemburu dan kecewa kembali menyergap. Dia berusaha untuk tetap tersenyum dan mendukung persahabatan mereka, tetapi dalam hati, perasaannya semakin rumit dan rumit.
Dalam setiap pertemuan mereka, Putra berusaha menekan perasaannya. Dia ingin menghargai hubungan persahabatan yang mereka miliki dan tidak ingin menyulitkan situasi dengan perasaannya yang rumit. Namun, semakin dia mencoba menekan perasaannya, semakin besar rasa sakit yang dia rasakan.
Suatu hari, ketika mereka bertiga kembali berkumpul di kafe, Putra merasa sangat terbebani oleh perasaannya. Saat itu, Lia dan Rico berbicara tentang rencana mereka untuk berlibur bersama, dan Putra merasa seperti orang ketiga yang tidak diundang dalam rencana mereka.
__ADS_1
Rasa cemburu dan kesepian kembali menyergap Putra. Dia mencoba menyembunyikan perasaannya di balik senyuman palsu, tapi sahabat-sahabatnya merasakan ada yang tidak beres.
Lia akhirnya bertanya dengan perasaan khawatir, "Putra, apakah kamu baik-baik saja? Kau terlihat sedikit tertekan."
Putra mencoba menyembunyikan perasaannya, tetapi akhirnya dia memutuskan untuk jujur. "Aku baik-baik saja, Lia. Hanya saja, kadang-kadang rasanya sulit melihatmu begitu dekat dengan Rico."
Lia dan Rico saling pandang dengan rasa khawatir. Mereka merasa terharu karena Putra mengungkapkan perasaannya dengan tulus.
Rico dengan bijaksana berkata, "Putra, maafkan aku jika ada sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman. Aku benar-benar menghargai persahabatan kita, dan aku tidak ingin menyakiti perasaanmu."
Lia menambahkan dengan lembut, "Putra, kamu adalah sahabat yang sangat berarti bagiku. Aku tidak pernah bermaksud membuatmu merasa tidak dihargai."
Putra tersenyum lembut, "Tidak, ini bukan salah kalian berdua. Ini hanya perasaan yang rumit di dalam diriku sendiri. Aku ingin kalian bahagia, tapi kadang-kadang rasanya sulit untuk menahan perasaan yang ada di dalam hati."
Rico mengangguk mengerti, "Aku mengerti, Putra. Dan aku berterima kasih karena kamu berani berbicara terbuka tentang perasaanmu. Kita adalah sahabat, dan sebagai sahabat, kita harus saling mendukung dan menghargai perasaan masing-masing."
Lia menambahkan, "Ya, Putra. Aku berjanji untuk lebih peka dan memperhatikan perasaanmu. Aku tidak ingin hubungan persahabatan kita terganggu oleh masalah ini."
Putra merasa lega mendengar dukungan dari sahabat-sahabatnya. Dia merasa dihargai dan didengarkan. Meskipun perasaan cemburu dan kesepian masih ada, Putra tahu bahwa dia tidak sendirian. Dia memiliki sahabat-sahabat yang siap mendengarkan dan mendukungnya.
Dalam minggu-minggu berikutnya, Putra merasa lebih baik dan lebih terbuka tentang perasaannya. Dia tetap menghargai hubungan persahabatan mereka bertiga, dan meskipun perasaannya tidak bisa sepenuhnya dihapuskan, dia berusaha untuk tetap bahagia dan mendukung kebahagiaan Lia dan Rico.
Lia dan Rico juga berusaha lebih peka terhadap perasaan Putra. Mereka berdua berusaha untuk tidak menyinggung perasaannya dan tetap menghargai persahabatan yang mereka miliki.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, hubungan persahabatan mereka semakin kuat dan saling mendukung. Putra merasa senang bisa memiliki sahabat sebaik Lia dan Rico. Meskipun perasaan cemburu masih ada, Putra mulai menerima kenyataan bahwa cinta tidak selalu berjalan sesuai keinginannya. Dia berjanji untuk tetap bersikap dewasa dan menghargai hubungan persahabatan yang mereka miliki.