Cinta Dipenghujung Nafasku

Cinta Dipenghujung Nafasku
Bab.21


__ADS_3

"Turut berduka atas kepergian Vino ya Naf,maaf aku terlambat datang,"


"Tidak apa apa Rey,terima kasih karena sudah datang,"


"Jangan sungkan,aku sahabat kamu Naf,"


"Yang sabar ya,aku yakin tuhan sedang merencanakan hal indah untuk kamu.Lalu,apa yang akan kamu lakukan kedepan nya?"


"Iya Rey,aku akan selalu berusaha tegar dan ikhlas melepasnya.Aku akan berangka ke Singapura untuk melanjutkan proses pengobatan Rer,"


"Kamu yakin?kapan kamu berangkat?"


"Minggu depan Rey,setelah semua prosedur pemindahan aku selesai maka aku akan langsung berangka kesana,"


"Baiklah,jika itu yang terbaik aku akan selalu mendukungmu.Semoga kamu bisa sembuh total ya Naf,"


"Iya Rey,Aamiin"


Keduanya berbincang cukup lama hingga sore tiba dan Rey pun ijin pamit pulang.Setelah tahu jika dirinya hamil,Nafisa pun memutuskan untuk menuruti saran dari sang ayah untuk berobat keSingapura.


Dengan begitu,Nafisa bisa mempertahankan bayinya.Mungkin dulu Nafisa bisa saja pasrah dengan kadaaan namun saat ini ada satu hal yang harus Nafisa perjuangnkan.


Satu nyawa yang saat ini tengah tumbuh didalam rahimnya.Satu satunya harta yang paling berharga dan kenang kenangan yang ditinggalkan oleh Vino.


Setelah kepergian Vino,Nafisa pun kembali kerutinitas biasanya.Hidup bergelut dengan pengobatan dan obat obatan.


Sesekali Nafisa akan mendatangi taman yang biasa dia datangi bersama dengan Vino,namun saat ini Nafisa selalu datang kesana sendirian.


Menatap indahnya hamparan bunga warna warni yang terdapat disana.dan menghabiskana setengah waktunya disana guna mengusir rasa rindunya pada sang kekasih yang sudah terlebih dahulu berpulang.

__ADS_1


"Ayo sayang kamu sudah siap?"tanya Bunda Ana.


Saat ini Nafisa akan mulai berangkat keSingapura untuk melanjutkan pengobatan nya disana.


Nafisa sudah bertekad,setidaknya dia akan berjuang dan bertahan sampai bayi nya itu lahir kedunia.


"Iya Bunda,aku sudah siap,"


Bunda Ana pun keluar ruangan dengan membawa akoper berisikan barag barang milik Nafisa.


Namun saat tiba diparkiran ternyata Mamah Ratih dan juga Papah Adi sudah menunggu dan akan ikut mengantarkanya ke Bandara.


"Mamah Ratih,Papah Adi?"seru Nafia yang langsung manghampiri kedua orang tua dari mendingan Vino.


Nafisa pun menyalami keduanya dengan takzim.Lalu memeluk Mamah Ratih penuh dengan rasa haru.


"Jaga diri dan jaga cucu Mamah baik baik ya sayang.Nanti jika ada waktu,Mamah dan Papah akan datang untuk menjengukmu disana,"


"Iya sayang,itu pasti,"


"Ya sudah,ayp kita berangkat?"


"Iya,ayo."


Semua nya pun beranjak masuk kedalam mobil masing masing.Nafisa bersama kedua orang Tuanya yang di antarkan khusus oleh supir dari rumah.


Sedangkan Mamah Ratih bersama dengan Papah Adi.Setelah menempuh jarak waktu kurang lebih satu jam.Mobil yang membawa Nafisa pun tiba diBandara.


Mamah Ratih dan Papah Adi mengantarkan hingga Nafisa dan kedua orang tuanya masuk ke pintu keberangkatan.Bahkan saat pesawat take off pun Mamah Ratih masih enggan beranjak dari sana.

__ADS_1


"Kenapa melamun?ayo pulang,"ajak Papah Adi sembari merangkul bahu Mamah Ratih untuk membawa wanita itu kembali pulang.


"Apa kita akan bertemu dengan mereka pah?aku khawatir dan juga takut,"


"Jangan berpikiran buruk,itu tidak baik.Lebih baik kita doakan mereka,semoga Allah memberi kesempatan agar kita bisa menjaga titipan yang Vino berikan,"


"Iya kamu benar Pah,"


"Ya sudah,ayo lebih baik kita pulang."


Mamah Ratih pun menurut dengan mengikuti langkah sang suami menuju kemobil mereka.Meski masih merasa takut namun Mamah Ratih mencoba ikhlas apapun nanti akhirnya akan bagaimana.


Semua dia pasrahkan kepada sang maha penciptanya.Namun tidak pernah mendoaka agar Nafisa biaa kembali pulang dengan sehat dan membawa bayinya,juga dengan ke adaan sehat dan sempurna.


*


*


Sementara Nafisa beserta keluarga langsung menempati sebuah apartemen yang dekat dengan rumah sakit yang akan digunakan Nafisa sebagai tempatnya berobat.


"Istirahatlah dulu,besok kita kerumah sakit untuk berkonsultasi ya?"


"Iya Bun,terima kasih ya Bun,"


"Iya sayang,mulai sekarang fokus pada pengobatanmu dan berbahagialah.Meski berat menjalani kehamilan tanpa suami atau ayah dari bayimu,tapi Bunda yakin jika kamu adalah wanita yang kuat dan juga tegar.Bunda yakin jika kamu mampu melewati semua ini dengan baik,ingat saat ini ada nyawa lain yang sedang kamu perjuangkan,"


"Iya Bun,aku akan berusaha agar kondisiku stabil dan akan melahirkan anak ini dengan sehat dan selamat,"


"Bagus,itu baru putri Bunda,"

__ADS_1


"Putri Ayah juga dong Bun,"seru Ayah baru saja bergabung dengan istri dan anaknya setelah tadi membereskan koper koper yang mereka bawa.


__ADS_2