
Ke esokan harinya...
"Bagaimana sayang?apa kamu sudah siap kerumah sakit?"tanya Bunda Ana pada Nafisa.
Rencana nya hari ini Nafisa bersama dengan kedua orang tua nya akan bertolak ke rumah sakit untuk mulai memeriksakan kondisi Nafisa saat ini.
"Iya Bun,siap,"
"Ya sudah,ayo kita berangkat sekarang,"
Bunda Ana pun segera membawa Nafisa keluar dari kamar untuk segera membawanya kerumaj sakit.
Selama dalam perjalanan menuju rumah sakit,Nafisa begitu nampak tegang.Rasa takut seketika menyelimutinya.
Bahkan tangan nya begitu terasa dingin dan begitu sangat terasa oleh Bunda Ana.Karena saat keluar dari apartemen hingga saat ini Bunda Ana sama sekali tidak melepaskan genggaman tangan nya ditangan Nafisa.
"Tenanglah sayang,semua pasti akan baik baik saja,"Bunda Ana pun mencoba menenangkan Nafisa yang tengah mengalami perasaan gugup yang teramat sangat besar.
Rasa takut pun kian besar dirasa oleh Nafisa,saat mobil yabg dia pakai untuk pergi kerumah sakit mulai memasuki kawasan itu.
Dengan digandeng sang Bunda dan sang Ayah,Nafisa berjalan menuju ke tempat dimana sejak saat ini,tempat itu akan menjadi tempat tinggalnya.
"Permisi,saya ingin bertemu dengan Dokter Mike,apa Dokter Mike nya ada?"ucap Ayah Bagas pada suster yang berjaga dibagian informasi.
"Apa anda sudah membuat janji Pak?"
"Sudah Sus,dan hari ini kami sepakar bertemu dijam 10,"
"Mohon tunggu sebentar ya Pak,akan saya konfirmasikan kepada beliau.Mohon maaf,atas nama siapa ya?"
__ADS_1
"Nafisa Harumi Sus,"
"Baik Pak,mohon tunggu sebentar ya,"
Terlihat Suster itu langsung menghubungi seseorang dan tidak lama dari itu,suster itu pun mempersilahkan Nafisa beserta kedua orangnya untuk masuk kedalam ruangan Dokter itu.
"Mohon maaf Pak sudah membuat anda menungu.Mari Pak silahkan,saya antar keruangan Dokter Mike"
"Baik Sus,terima masih,"
"Iya,sama sama Pak,"
Nafisa pun dibawa ke ruangan,dimana suster tadi memberitahukan ruangan dimana Dokter yang akan menangani Nafisa berada dengan diantarkan oleh suster tadi.
Setelah mengetuk pintu ruangan nya Nafisa beserta kedua orang tua nya masuk kedalam ruangan itu.
"Permisi Dok,saya mengantarkan pasien anda,"ujar suster tadi.
"Mari Pak,Bu silahkan masuk,"
"Baik Sus,terima kasih,"
"Sama sama Pak,saya ijin pamit kalau begitu,"
"Baik sus,silahkan,"
"Selamat pagi Dok,perkenalkan saya Bagas dan ini istri serta anak saya,Nafisa dan juga Ana,"
"Selamat pagi dan salam kenal ya.Jadi pasien saya kali ini adalah putri anda Pak?"
__ADS_1
"Iya Dok dan ini rekam medis dari rumah sakit sebelum nya,"
Ayah Bagas pun menyerahkan sebuah map berisikan salinan rekam medis Nafisa dari rumah sakit sebelum nya.
Dan alangkah terkejutnya Dokter Mike saat mengetahui jika gadis yang didiagnosa mengidap leukimia itu tengah hamil muda.
Dokter pun menghela nafas panjang sebelum memulai sesi konsutasinya.Dokter Mike pun mencoba membaca setiap laporan medis Nafisa yang tertulis disana.
"Ini kasus yang cukup langka,tapi kami akan mencoba berusaha agar pasien dan juga bayinya bisa bertemu 8 bulan kedepan.Tapi untuk pasien sendiri mohon untuk bekerja sama ya,hindari apapun itu yang membuat stres,buat diri sendiri sehappy mungkin,ikuti proses pengobatan secara rutin agak kalian bisa bertemu nanti dalam keadaan sehat dan selamat,"saran Dokter Mike pada Nafisa.
"Baik Dok,saya akan lakukan apapun itu,agar saya bisa bertemu dengan nya nanti,"
"Bagus,semangat yang luar biasa yang belum pernah saya temui dari pasien pasien saya sebelum nya.Untuk memulai pengobatan mari kita lakukan di esok hari.Saat ini kita akan lakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu.Dan untuk Bapak,mohon selesaikan administrasi untuk rawat inapnya selama dirawat disini,"
"Baik Dok,"
Tanpa menunggu lama lagi,Ayah Bagas pun segera keluar dari ruangan itu menuju ke bagian administrasi guna menyelesaikan pembayaran untuk rawat inap Nafisa selama berobat disana.
Usai menyelesaikan kewajiban nya,Ayah Bagas kembali keruangan Dokter Mike untuk memberitahukan jika kamar yang akan digunakan untuk Nafisa tempati,sudah tersedia dan siap untuk dibuni.
"Ruangan nya sudah siap Dok,"ujar salah sagu suster yang tadi membatu dibagian administrasi.
"Baik Sus,tolong bantu saya membawakan pasien keruangan yang sudah disediakan ya sus"
"Baik Dokter,"
Nafisa pun disarankan untuk menggunakan kursi roda saat akan menuju keruangan rawat inapnya akan dia gunakan mulai dari saat ini.
Nafisa menatap kesekeliling ruangan yang akan dia gunakan sekarang.Nafisa menatap nanar ruangan itu saat kembali teringat pada sosok pemuda yang datang dan pergi dengan begitu cepat dari hidupnya.
__ADS_1
"Ayo sayang,kita masuk.Kamu harus banyak istirahat jadi berbaringlah,istirahatkan tubuhmu lelahmu,"
Nafisa pun menurut,nampak mulai melangkah mendekati ranjang lalu naik ke atasnya untuk kembali beristirahat.