
Bunda Ana nampak masih menunggu didepan pintu ruangan operasi.Lampu indokator masih berwarna merah yang itu artinya operasi masih berjalan.
Waktu berjalan terasa begitu lama,dan saat ini Bunda Ana harus melewatinya seorang diri karena sang suami dan juga kedua orang tua mendiang Vino masih dalam perjalanan.
Ting
Suara lampu indikator yang mati sedikit membuat hati Bunda Ana merasa lega.Karena dengan begitu itu artinya operasi yang dilakukan oleh dokter pada Nafisa telah selesai dilakukan.
Bunda Ana pun langsung bangun dari duduknya begitu pintu ruangan operasi terbuka dan memunculkan seorang dokter yang baru saja mengambil tindakan opersi untuk Nafi,putrinya.
"Keluarga dari saudara Nafisa Harumi!"seru dokter yang kini sudah keluar dari ruangan operasi.
"Saya Dok,saya Ibu nya.Bagaimana anak dan cucu saya?"
"Operasi berjalan dengan lancar,bayinya juga terlahir sehat dan sempurna!"
"Lalu bagaimana dengan ibunya Dok?"
"Untuk ibunya sendiri,saat ini sang ibu tengah mengalami koma karena tadi sempat terjadi pendarahan.Kehamilan dalam kondisi yang pasien alami memang cukup beresiko tinggi,namun saya salut putri ada bisa melaluinya dengan baik meski harus melahirkan secara prematur.Kita berdoa saja,semoga putri ibu bisa melalui masa masa sulit ini dan kembali terbangun,kami akan lakukan yang terbaik untuk putri ibu dan semoga tuhan masih memberi kesempatan untuknya untuk melihat putrinya!"
"Putri?"
__ADS_1
"Iya Bu,putri anda melahirkan bayi perempuan yang begitu cantik.Namun kerena lahir prematur untuk sementara akan kami rawat diruang NICU terlebih dahulu,sampai pernafasan nya benar benar siap menghidup udara luar!"
"Baiklah Dok,lakukan yang terbaik untuk mereka."
Bunda Ana terduduk lemas dikursi tunggu itu saat setelah mendengar kabar tentaang cucu dan juga putrinya.
Meski Bunda Ana sudah tahu jika hal ini pasti terjadi pada putrinya,namun tetap saja.Rasanya masih belum siap jika harus kehilangan Nafisa.
Nafisa pun langsung dibawa keruangan ICU setelah masa transisinya selesai.Hanya satu orang saja yang bisa masuk untuk menjenguknya didalam sana.
Bunda Ana menatap nanar wajah cantik gadis kecilnya yang saat ini sudah menjadi seorang ibu itu.Rasa tak percaya sempat menghinggapin dirinya.
Bunda Ana sempat tidak percaya jika dengan konsisinya saat ini Nafisa mampu memberikan nya satu orang cucu.
Meski begitu Bunda Ana tidak henti hentinya berdoa untuk kepulihan kondisi Nafisa dan juga bayinya.
"Bangun sayang,putrimu sudah lahir.Dia sangat cantik seperti dirimu dan juga Vino.Wajah kalian menyatu diwajah gadis mungilmu Nak,bangun sayang,dia menunggumu untuk menjenguknya!"lirih Bunda Ana saat menemani sang putri diruangan ICU.
Tak berselang lama Ayah Bagas dan juga kedua orang tua Vino tiba dirumah sakit.Bunda Ana langsung keluar ruangan saat mendapati kabar jika suaminya sudah tiba dirumah sakit dan menanyakan prihal keberadaan Bunda Ana saat ini.
"Bagaimana keadaan Nafisa Bun?kenapa masuk ICU?"tanya Ayah Bagas saat setelah tiba disana.
__ADS_1
"Nafisa koma pasca melahirkan Yah,saat operasi terjadi pendarahan yang membuat kondisi Nafisa saat ini drop dan koma.Doakan saja,semoga Nafisa bisa segera bangun kembali!"jelas Bunda Ana yang membuat semua yang baru datang itu nampak terdiam menatap pilu ke jendela ruangan,dimana Nafisa saat ini berada.
*
*
"Makan dulu An,kamu juga butuh tenaga untuk menjaga Nafisa!"Mamah Ratih menyodorkan satu kotak makan siang yang sengaja dia beli untuk Bunda Ana.
"Terima kasih Rat!"Bunda Ana pun mengambilnya dan mulai makan.
Meski rasanya perutnya tidak terasa lapar dan selera makan nya hilang,namun Bunda Ana harus memaksakan diri demi menjaga kesehatan nya untuk tetap kuat menemani sang putri.
"Maafkan aku An,aku tidak bisa selalu ada disamping Nafisa dan membantumu merawatnya!"
"Jangan begitu Rat,semua punya tanggung jawab masing masing.Apalagi kondisi kamu juga saat ini tengah hamil dan itu jauh lebih penting.Nafisa masih punya aku dan Ayahnya,jadi kamu tidak perlu khawatir!"
"Aku hanya merasa bersalah,jika sampai terjadi sesuatu pada mereka!"
"Jangan bicara begitu,kita berdoa saja,semoga keajaiban datang untuk Nafisa!"
Kedua ibu itu pun hanya bisa saling memeluk untuk saling menguatkan.Mamah Ratih saat ini memang tengah hamil anak keduanya.
__ADS_1
Jadi dalam beberapa bulan ini Mamah Ratih tidak bisa sering datang menjenguk Nafisa karena mengalami mabuk ngidam yang cukup parah hingga beberapa kali harus opname dirumah sakit.
Dan saat ini pun kondisinya masih belum pulih seutuhnya,hanya saja Mamah Ratih memaksakan untuk datang demi melihat kondisi Nafisa dan cucu nya.