
"Mamah mohon,bangunlah Nak,"lirih Mamah Ratih saat melihat Nafisa dari balik jendela ruangan dimana Nafisa dirawat saat ini.
Karena kondisi Mamah Ratih yang tengah hamil dan kondisinya juga masih belum pulih sepenuhnya,maka Dokter melarang nya untuk masuk.
Sehingga Mamah Ratih hanya bisa melihat gadis yang sudah menghadirkan cucu untuknya itu dari balik jendela saja.
Namun itu sudah cukup membuatnya puas karena bisa melihat kondisi Nafisa yang masih tertidur lelap tanpa tahu kapan akan bangun kembali.
"Lalu bagaimana ke adaan cucu kita An?aku ingin melihatnya,"
"Masih dalam pengawasan Dokter,lahir prematur jadi untuk sementara dirawat diruang inkubator terlebih dahulu.Untuk memastikan jika pernafasan nya tidak bermasalah,"jelas Bunda Ana.
"Boleh aku melihatnya?"
"Tentu saja,tapi hanya bisa melihat tanpa bisa menggendong.Tidak apa apakan?"
"Tidak apa apa,"
"Bailkah,ayo ikut!"
Kedua Nenek baru itu berjalan berdampingan menuju keruangan dimana cucu mereka berada saat ini.
Mamah Ratih menatap nanar wajah cantik yang begitu mirip dengan mendiang putranya itu.Mamah Ratih masih belum percaya jika masih bisa melihat wajah putranya meski dalam bentuk lain.
__ADS_1
Lebih kecil dan juga persi anak perempuan.Meski begitu,rasa syukur tidak pernah putus dia ucapkan.
Karena Vino pergi meninggalkan kenang kenangan yang indah dan juga begitu lucu dan cantik.
"Hai sayang,Assalamu'alaikum Nak.Ini Nenek sayang,halo!"gumam Mamah Ratih saat sudah ada diruangan dimana cucu nya berada saat ini.
Bayi kecil itu nampak menggerak gerakkan kaki dan tangan saat sang Nenek menyapa nya.Entah merespon atau tidak yang pasti bayi itu menggerakan kedua kaki dan tangan nya.
"Cantik,dia sangat cantik An,"lirih Mamah Ratih kian pilu saat tersadar jika bayi mungil itu terlahir tanpa ayah dan kini sang ibu masih koma.
Mamah Ratih pun tak kuasa lagi menahan air matanya.Rasa terlalu menyesakkan dada saat teringat jika mungkin bayi mungil itu akan tumbuh tanpa kedua orang tuanya.
Tipis kemungkinan untuk Nafisa bisa terbangun lagi.Meski begitu Dokter tidak pernah berhenti melakukan yang terbaik.
Dan Bunda Ana pun tidak pernah berhenti mendoakan sang anak agar segera sadar dan keadaan nya segeral pulih.
"Ikhkaskan Rat,meski kemungkinan Nafisa bangun dan sembuh hampir tidak ada,kita jangan berhenti mendoakan nya.Dan jika pun tuhan lebih sayang dengan nya.Maka kita akan merawat cucu kita sama sama,"
"Kamu benar,kita akan menjaganya dan merawatnya."
Setelah merasa cukup kedua ibu itu pun kembali keruangan dimana Nafisa dirawat.Masih belum ada tanda tanda jika gadis itu akan bangun.
Namun nampaknya Bunda Ana tidak pernah berhenti berharap dan berdoa,semoga ke ajaiban itu akan datang entah itu esok atau lusa.
__ADS_1
"Lebih baik pulang ke hotel Rat,jangan sampai kesehatan kamu juga terganggu.Ingat,ada bayi yang tengah kamu perjuangakan."ucap Bunda Ana setelah hampir setengah hari Mamah Ratih berada dirumah sakit.
"Baiklah,maaf tidak bisa menemanimu An,"
"Tenanglah,aku sudah terbiasa dengan situasi ini.Pulanglah,nanti akan aku kabari jika ada perkembangan lebih lanjut."
Mamah Ratih pun kembali kehotel bersama dengan suaminya.Berat rasanya meninggalkan Bunda Ana disana sendiri.
Namun apalah daya saat kondisinya saat ini pun begitu membutuhkan perhatian extra dari Dokter dan suaminya.
Masih dilanda mabuk berat meski kehamilan nya sudah memasuki bulan ke 5,susah masuk makanan hingga kadang meski di infua demi memasukkan nutrisi kedalam tubuhnya.
Meski rewel,kahamilan itu nampak baik baik saja.Malahan si calon bayi tumbuh sehat meski jarang bisa makan karena mual dan tidak suka dengan baunya.
***
Waktu bergulir dengan begitu cepat,namun Nafisa masih setia menutup matanya.Bahkan saat sang anak keluar dari ruangan perawatan pun Nafisa masih enggan membuka mata.
Bayi mungil milik Nafisa memang sudah diperbolehkan dibawa pulang karena kondisinya sudah stabil di usia 2 bulan pasca dilahirkan.
Dibantu dengan Mamah Ratih yang merawatnya,bayi mungil iti tumbuh sehat dalam pengawasan sang Nenek walau dalam masa kehamilan yang kian membesar tapi masih bisa menjaga dan merawat cucu perempuan nya.
Bunda Ana sendiri masih setia menemani sang putri yang saat ini bagaikan mayat hidup.Hidup namun hanyq biaa terbaring diranjang dengan mata yang tertutup.
__ADS_1
"Bangun sayang,Viona sudah bisa dibawa pulang.Dan saat ini bersama dengan Mamah Ratih,maaf tidak menunggumu untuk memberikannya nama,dia butuh nama secepatnya,maka dari itu,kami para Nenek memberikan nya nama Viona.Vino-Nafisa,bagaimana?kamu suka nggak dengan nama putrimu?"gumam Bunda Ana yang tak pernah kenal lelah dalam menemani dan merawat sang anak.
Nafisa tidak merespon apapun,namun kali ini nampak air mata keluar dari ujung matanya,saat Bunda Ana memberi tahu nama anaknya yang berdasarkan gabungan namanya dan juga Vino.