
"Sayang,kamu dengar Bunda Nak?"tanya Bunda Ana saat melihat jika Nafisa mengeluarkan air mata saat Bunda Ana memberitahu nama bayi nya.
Lagi lagi Nafisa tidak merespon apa apa,entah sampai kapan Nafisa akan seperti saat ini.Diam tanpa tahu bagaimana perkembangan putri kecilnya.
"Baiklah,jika kamu belum mau bangun sekarang,istirahatlah sebentar lagi.Tapi jangan terlalu lama ya?kasihan Viona,dia pasti merindukan Bunda nya,"lirih Bunda Ana.
Bunda Ana pun bangkit dari duduknya lalu beranjak untuk sekedar meregangkan otot ototnya yang terasa begitu kaku karena terus duduk.
Entah itu disofa atau di dikursi biasa,hanya duduk dan duduk yang dilakuka Bunda Ana selama menunggu Nafisa.
Namun saat Bunda Ana akan beranjak keluar dari ruangan itu,netranya tak sengaja menangkap pergerakan yang dilakukan oleh tangan Nafisa.
"Sa_sayang kamu bergerak Nak?"tanya Bunda Ana seketika dibuat panik dengan kondisi Nafisa yang tiba tiba menggerakan jari jari tangan nya.
Tidak menunggu lama lagi,Bunda Ana pun langsung menekaan bel untuk memanggil dokter yang tengah berjaga saat ini.
Satu ornag dokter dan dua orang suster langsung datang setelah Bunda Ana menekan bel panggilan untuk para dokter jaga.
Setelah dokter itu tiba,Nafisa pun mulai diperiksa dengan menyeluruh.Dan benar saja,tidak beberapa lama Nafisa mulai membuka matanya dengan perlahan.
"Masya Allah Nak,kamu bangun sayang?"tanya Bunda Ana lagi saat melihat mata Nafisa mulai terbuka dan tengah menyesuaikan pandangan nya dengan cahaya yang ada diruangan itu.
"Bunda,"lirih Nafisa dengan nada yang masih sangat lemah.
__ADS_1
"Iya sayang,ini Bunda disini Nak,"jawab Bunda Ana mendekat dan menggengam erat tangan mungil putri nya.
"Dimana anakku Bun?aku ingin bertemu dengannya?"
"Ada sayang,iya nanti ya.Sekarang kamu pulihkan dulu kondisimu Nak,nanti Bunda akan bawa Viona kemari untuk bertemu denganmu,"
"Tidak Bun,tolong bawa Viona kemari sekarang,aku sudah tidaj bisa menunggunya terlalu lama,"
"Tapi sayang___"
"Tolong bawakan apa yang pasien inginkan Bu,kami rasa mungkin pasien sudah tiba dipenghujung perjuangan nya.Berikan apa yang pasien ingin kan sebelum pasien benar benar pergi."
Deg...
Bunda Ana pun langsung menghubungi Mamah Ratih untuk membawa Viona kerumah sakit.Dengn dibantu oleh Papah Adi,Mamah Ratih pun emebawa Viona kerumah sakit untuk bertemu dengan Nafisa.
"Ini bayimu sayang,dia sangat cantik,"lirih Mamah Ratih seraya menyerahkan Viona kepelukan Nafisa yang masih terbaring lemah.
"Mamah benar,dia sangat cantik dan begitu mirip dengan Vino.Terima kasih Mah,Bun.Terima kasih karena sudah menjaga dan merawatnya dengan baik,"lirih Nafisa.
"Iya sayang,kami akan selalu menjaga dan merawatnya.Cepatlah pulih agar kira bisa merawat dan menjaganya bersama sama,"
"Sepertinya aku tidak bisa melakukan nya Mah,"
__ADS_1
"Apa maksudmu sayang?kamu pasti cepat pulih dan bisa menjaga Viona dengan baik,"
"Tidak Mah,maafkan Nafisa karena akan merepotkan Mamah dan juga Bunda untuk menjagakan dan merawat Viona.Aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi,"lirih Nafisa dengna suara yang semakin melemah.
"Jangan lakuka itu Nak,kamu pasti bisa,Mamahyakin kamu bisa berjuang sekali lagi demi Viona sayang,Mamah mohon bertahan lah,"lirih Mamah Ratih yang sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya.
Sementara Bunda Ana pun sudah mulai terisak sembari menggenggam tangan mungil Nafisa yang sudah mulai dingin.
"Aku titip Viona ya Mah,Bun.Dan tolong,satukan makamku dengan Vino.Aku ingin selalu ada disamping nya,"ucap Nafisa semakin lirih dan lemah.
Kedua ibu itu hanya bisa mengangguk dengan derai ir mata mengiringi jawaban keduanya nya.Dan tidak lama dari itu Nafisa pun mulai menutup matanya.
"Nafisa sayang,semoga kamu ditempatkan disis Allah Nak,Mamah sangat menyayangimu,"ucap Mama Ratih mengantar kepergian Nafisa untuk selama lamanya.
Sedangkan Bunda Ana sendiri hanya bisa menangis tersedu dipelukkan Mamah Ratih.Sementara Papah Adi membantu mengangkat tubuh Viona yang masih tertidur dipelukan Nafisa yang sudah pergi menyusul Vino.
Isak tangis dari Bunda Ana dan Mamah Ratih pun mengiringi kepergian Nafisa.Ayah Bagas yang saat itu baru tiba pun langsung dibuat kaget saat tiba dirumah sakit sang putri tercinta sudah pergi meninggalkan nya.
"Pergilah Nak,kami akan menjaga dan merawat Viona untukmu.Terima kasih kerena sudah berjuang hingga sejauh ini,kami sangat menyayangimu,"lirih Ayah Bagas saat mengantarkan kepergian putrinya.
Ayah Bagas pun mulai mengurus kepulangan Nafisa dari rumah sakit dan akan langsung diterbangkan ke tanah air untuk dimakam kan didekat Vino dimakam kan.
Semua prosedur pun tengah di urus oleh pihak rumah sakit dan Ayah Bagas.Meski berat namun Bunda Ana mecoba tetap tegar melepas kepergian putri tercintanya.
__ADS_1