Cinta Dipenghujung Nafasku

Cinta Dipenghujung Nafasku
Bab.27


__ADS_3

Setelah menjalani perjalanan yang cukup panjang dan agak lama,akhirnya Nafisa pun tiba ditempat peristirahatan terakhirnya.


Nafisa dikebumikan tepat disamping makam Vino.Itu adalah salah satu permintaan Nafisa kepada kedua orang tuanya.


Meski awalnya agak aneh karena Nafisa harus dimakam kan dimakam keluarga Wiraguna bukan dimakam keluarga milik Ayah Bagas atau pun makam keluarga Bunda Ana.


Namun papah Adi juga tidak merasa keberatan karena,meski Vino dan Nafisa tidak sempat menikah namun keduanya telah melahirkan teturunan baru bagi keluarga Wiraguna.


Meski saat ini hak asuh Viona masih ditangan keluarga Nafisa yang jauh memiliki hak penuh akan bayi mungil itu.


Karena Nafisa dan Vino tidak sempat meresmikan hubungan mereka ke jenjang pernikahan,maka nasab sang anak akan ikut dengan ibunya.


Dan sudah pasti saat ini keluarga Nafisa lah yang jauh lebih berhak atas baby Viona.Namun meski begitu dua nenek dan kakek itu sepakat akan menjaga dan merawat baby Viona bersama sama.


Belum lagi keadaan Mamah Ratih yang saat ini tengah hamil besar membuat Bunda Ana tidak tega menyerahkan baby Viona pada nenek dari pihak ayah nya.


Sementara Bunda Ana sendiri cukup santai,selain Nafisa anak satu satunya,Bunda Ana juga hanya ibu rumah tangga biasa yang menghabiskan waktunya hanya dirumah saja.


Tentu waktunya banyak,jika hanya untuk sekedar merawat cucu pertama nya itu dan mungkin saja menjadi cucu terakhirnya.

__ADS_1


Semua yang membantu proses pemakaman Nafisa pun sudah mulai meninggalkan tempat untuk kembali kerumah masing masing dan kini hanya meninggalkan empat orang dewasa itu saja.


"Maaf kami,jika kami lancang dengan memakam kan Nafisa disini,tapi ini adalah permintaan terakhirnya.Dia ingin makamnya berdekatan dengan Vino,"ucap Ayah Bagas pada Papah Adi saat semua orang sudah meninggalkan pemakaman dan hanya meninggalkan dua pasutri itu.


"Tidak masalah,aku yakin jika Vino juga menginginkan hal yang sama,"jawab Papah Adi sembari menepuk pelan bahu ayah Bagas.


"Ayo,lebih baik kita kembali.Kasihan Viona jika kita tinggal lebih lama lagi."ucap Mamah Ratih yang berusaha bangun dari duduknya dengan agak kesusahan karena kondisi perutnya yang sudah membuncit sempurna.


"Iya,baiklah.Lebih baik kita kembali sekarang."


Keempatnya pun kembali kerumah.Mamah Ratih dan Papah Adi untuk sementara ikut bersama dengan Bunda Ana dan juga Ayah Bagas untuk mengikuti acara tahlilan dirumah keluarga Bagas.


Papah Adi pun tidak keberatan selama yang punya rumah mengijinkan mereka untuk tinggal minimal hingga acara tahlilan ke 7 hari meninggalnya Nafisa.


"Tentu saja boleh,kami justru merasa senang jika kalian akan tinggal disini.Terima kasih Ratih,karena tidak membiarkan aku melewati ini sendirian."ucap Bunda Ana meyambut baik niatan Mamah Ratih untuk tinggal sementara dirumah itu untuk menemani Bunda Ana yang pasti saat ini tengah mengalami kehilangan yang teramat dalam.


"Aku pernah melaluinya,dan aku tahu ini begitu berat untuk kita.Tapi aku yakin jika kamu adalah wanita dan juga ibu yang hebat dan kuat."


"Semua bekat kalian juga.Jika kalian tidak ada,aku tidak tahu apa aku mampu melewati ini atau tidak."

__ADS_1


"Iya,mari kita sama sama melalui hari terberat untuk kita ini.Kita masih punya Viona yang masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang dari kita,"


"Iya,kamu benar."


Kedua wanita yang tidak lagi muda itu saling berpelukkan,memberi kekuatan bagi masing masing.Saling menguatkan meski pada kenyataan nya keduanya hanya manusia biasa yang kadang begitu rapuh juga.


Namun keduanya harus tetap kuat dan tegar demi si kecil yang baru saja hadir kedua ini.Dia adalah Viona,anak dari Nafisa dan juga Vino.


***


Hari berlalu begitu cepat dan hari hari terberat untuk Bunda Ana dan juga Mamah Ratih pun sudah terlewati dengan baik.


Saat ini si kecil Viona pun sudah mulai beranjak dewasa.Gadis yang hanya tumbuh bersama dengan Kakek dan Neneknya itu kini semakin cantik pintar dan juga sehat.


Meski memiliki riwayat kedua orang tau yang memiliki penyakit berat,namun Viona tumbuh dengan tubuh yang sehat.


Saat ini gadis itu sudah berusia 18 tahun dan hidup nya baik baik saja.Bahkan tanpa adanya kedua orang tua yang menemani tumbuh kembang nya


Anak kedua Mamah Ratih yang berjenis kelamin perempuan pun saat ini sudah tumbuh hampir seumuran dengan Viona.Dan keduanya saat ini tengah duduk dibangku sekolah yang sama dan memiliki hubungan yang cukup dekat satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2