Cinta Dipenghujung Nafasku

Cinta Dipenghujung Nafasku
Bab.23


__ADS_3

Nafisa pun mulai melakukan proses pengobatan nya,namun saat ini nafisa tidak diharuskan untuk menginap dirumah sakit.


Karena kondisi nya cukup lumayan stabil meski tengah hamil didalam masa perjuangan nya melawan penyakit.


Nafisa diperbolehkan rawat jalan,namun tetap harus mematuhi aturan Dokter dan rutin melakukan chek up ke rumah sakit.


Ayah Bagas pun sengaja membeli salah satu apartemen yang dekat dengan rumah sakit agar mempermudah Nafisa selama masa pengobatan nya.


Meski begitu,sesekali Nafisa juga diharuskan opname karena kondisi yang hamil muda tentu berpengaruh pada naik turun nya kondisi tubuh Nafisa saat ini.


Namun Nafisa terus berusaha menjaga kestabilan tubuh nya demi buah hati yang saat ini tumbuh sehat didalam rahim nya.


*


*


Hari berlalu terasa begitu cepat,hingga saat ini Nafisa mampu melewati beratnya masa kehamilan dan juga proses pengobatan nya meski tanpa Vino disisi nya.


Meski begitu,Ayah Bagas,Bunda Ana,Mamah Ratih bahkan Papah Adi selalu ada buat Nafisa.Meski tidak setiap saat selalu ada,namun Mamah Ratih dan juga Papah Adi selalu menyempatkan waktu untuk datang ke Singapura untuk menjenguknya dan calon cucu mereka nanti.


"Langitnya cerah ya?buat orang betah berlama lama memandang nya!"


Suara bariton seseorang membangunkan lamunan Nafisa yang tengah anteng menikmati sinar matahari pagi ditaman rumah sakit.


Nafisa tersenyum lembut saat melihat dokter tampan yang selama ini merawatnya tengah berjalan mendekati dan duduk tepat disamping Nafisa dengan gelas kopi ditangan nya.


"Tugas malam lagi Dok?"

__ADS_1


"Hhmmm,ya beginilah nasib jadi Dokter tampan idaman para pasien.Mereka bahkan tidak memberikan ku waktu untuk berpacaran!"keluh nya sembari menghela nafas panjang nya.


"Memang Dokter Mike punya kekasih?"


"Sayang nya tidak,hahaha.Kamu tahu sendiri,kehidupanku hampir 90% dihabiskan disini.Mana ada waktu cari pacar?"


"Ambil cuti buat berlibur,siapa tahu ditempat liburan nanti bakal bertemu dengan jodohnya,"


"Aku terlalu lelah untuk mencari Nafisa.Jika pun ada waktu untuk libur lebih baik aku gunakan untuk tidur.Lalu bagaimana dengan kehamilan mu?apa dia masih rewel?"


"Tidak,sudah jauh lebih baik!"


"Syukurlah.Ayo masuk,sudah cukup terik nanti kamu pusing,"


"Baiklah,"Nafisa pun ikut bangkit mengikuti langkah Dokter Mike yang berjalan lebih dulu didepan nya.


"Awww,ssstttt,"rintih Nafisa memegangi perutnya.


Dokter Mike yang belum terlalu jauh pun akhirnya menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang saat mendengar Nafisa merintih kesakitan.


"Nafisa,kamu kenapa?"tanya nya langsung kembali berbalik dan berlari ke arah Nafisa.


"Tidak tahu dokter,perutku sakit,"


"Ya ampun ketubanmu pecah Naf,"seru Dokter Mike panik saat melihat cairan keluar dari inti tubuh Nafisa mengalir cukup banyak.


Dokter Mike pun langsung mengangkat tubuh Nafisa untuk dibawa keruang bersalin.Karena Dokter Mike yakin jika Nafisa akan melahirkan.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan tidak henti hentinya Nafisa meringis kesakitan bahkan kini sudah menangis manahan rasa sakit diperutnya.


"Ya Ampun Nafisa kenapa Dok?"tanya Bunda Ana yang tidak sengaja berpapasan dengan Dokter Mike yang membawa Nafisa dalam gendongannya.


"Sepertinya Nafisa akan melahirkan,ayo lebih baik kita bawa keruang bersalin!"


"Iya Dok,ayo."


Bunda Ana pun mengikuti Dokter Mike tepat dibelakang nya.Setiba nya diruangan bersalin Nafisa segera diperiksa oleh Dokter jaga saat itu.


"Kita harus segera mengambil tindakan operasi.Kondisi Pasien tidak memungkinkan untuk melahirkan normal!"ucap Doktet obgyn yang saat ini menangani Nafisa.


"Lakukan apapun untuk menyelamatkan keduanya Dokter,jika operasi jalan terbaik,maka lakukan saja yang penting anak dan cucu saya selamat!"jawab Bunda Ana yang begitu panik melihat kondisi anaknya saat ini.


Setelah mendapat persetujuan dari orang tua yang bertanggung jawab,Dokter pun langsung menyiapkan ruang operasi darurat untuk menyelamatkan Nafisa dan juga bayinya.


Bunda Ana pun langsung menghubungi sang suami yang kebetulan tengah pulang ke tanah air untuk mengabarkan apa yang terjadi pada putrinya.


Tidak lupa juga untuk memberi kabar pada Mamah Ratih dan juga suaminya,jika calon cucu mereka akan segera hadir kedunia.


Meski awalnya shock,pasalnya saat ini kehamilan Nafisa baru saja berumur 8 bulan.Namun kabar itu juga membawa kebahagiaan tersendiri untuk orang tua Vino.


Karena setelah sekian lama menunggu,kedua nya bisa bertemu dengan keturunan dari putranya yang telah pergi untuk selama lamanya.


Tidak menunggu waktu lagi.Mamah Ratih dan Papah Adi pun langsung terbang ke Singapura untuk menemani dan memberi dukungan untuk Nafisa yang tengah berjuang melahirkan bayinya.


Begitu pun dengan ayah Bagas yang langsung menghentikan semua pekerjaan nya dan kembali ke Singapura dihari yang sama dengan Mamah Ratih dan juga Papah Adi.

__ADS_1


__ADS_2