
setelah membuatkan minuman mikha langsung pergi ke depan untuk memberikannya kepada suami dan kakak iparnya itu.
...****************...
di teras
"va gimana dengan istrimu"tanya bang Firza.
"ya seperti yang Abang liat,dia sehat"jawab Alva dengan santai.
"Ck bukan gitu maksud Abang,maksudnya itu udah bisa Nerima kamu atau belum"kesal bang Firza.
"oohh,gtau"jawab Alva datar.
mendengar jawaban Alva yang datar bang Firza menghela napas.
"kamu ini ja.."ucap bang Firza kepotong karena ada Mikha dari dalam rumah.
"nih bang,mas silahkan di minum kopinya"ucap mikha.
"iya makasih ya mik"jawab bang firza dan alva hanya menampilkan wajah dinginya itu.
"iya bang"jawab Mikha dengan senyuman lalu berbalik untuk masuk kedalam tapi saat sampai pintu Mikha berbalik lagi menghadap suaminya.bang Firza dan alva menatap bingung ke Mikha.
"kenapa"tanya Alva sambil menaikan alisnya.
"mas kok gak bilang makasih ke aku"tanya Mikha cemberut.
"kan bang Firza udah bilang ke adek"jawab Gus Alva bingung.
"kan beda"jawab Mikha kesel.
"sama sama makasih kan"jawab alva datar.
"iihh mass mahh, tau ah Mikha kesel"ucap Mikha lalu masuk sambil menghentak hentakan kakinya.
__ADS_1
Gus Alva bingung melihat istrinya itu,sementara bang Firza terkekeh dan berkata.
"kamu yang peka dong va itu istrimu ngambek loh"kata bang Firza.
"peka gmna lagi bang,kan Abang udh bilang makasih tadi"ucap Alva bingung.
"ya kan beda lah va,kan kamu suaminya"ucap Firza.
"iya bang maaf"jawab Firza.
"minta maaf sama istrimu dong,emang Abang istrimu?"jawab Firza terkekeh.
Alva menanggapi dengan sinis.
DAPUR
Mikha datang sambil menggerutu"punya suami berasa punya kulkas 1000 pintu"gerutu Mikha.
Hana yang melihat pun bertanya"kamu ada apa dek kok jalan sambil menggerutu gitu"tanya Hana
Hana hanya tersenyum sambil berkata"ya seperti itulah Alvaro,makanya kamu harus sabar ya dek menghadapi sikapnya,sebenarnya dia tu baik dek penyayang lagi,makanya sebisa mungkin kamu ubah sikap adek kakak yang dingin itu ya"ucap Hana tulus sambil mengelus bahu Mikha.
"iya kak insyaallah Mikha bantu"jawab Mikha.
lalu mereka berpelukan.
"eh eh ada apa ini kok peluk pelukan"tanya Firza yang datang tiba tiba sambil di susul Alva yang menggendong nata.
"nggak nih lagi pengen pelukan aja"jawab hana."eh ayo makan nih udah siap,nata turun dulu ya om nya biar makan dulu"lanjutnya.
Mikha yang melihat Alva pun memalingkan wajahnya karena masih kesal.sedangkan
Alva hanya menampilkan wajah datar.
mereka berlima sudah duduk di meja makan.
__ADS_1
Mikha yang melihat kak Hana yang melayani bang Firza dengan baik pun menatap kagum.dia ingin seperti itu tp di sisi lain ia sedang kesel sama suaminya.
sedangkan Alva yang melihat istrinya menatap kakak nya pun membuka suara"dek tolong ambilin nasi dan lauk ya dong"titah Alva.
Mikha yang kaget langsung menengok keara suaminya yang sudah mengangkat piringnya untuk di berikan ke Mikha.
"oh iya"jawab Mikha
"mau pake apa aja"tanya Mikha lagi.
"apa aja pasti mas makan"jawab Alva.
"om mah makan apa aja doyan"saut nata meledek omnya itu.
"biarin daripada kamu badannya kecil"balasAlva.
"nata udah gede tauk om"ucap nata ga terima.
"gede apaan kecil begitu kok gede"lanjut Alva
"ohhh aunty itu loh omnya nakal"adu nata pada Mikha.
"udah biarin nanti biar aunty gantung di atas genteng ya"jawab Mikha enteng.
"coba aja kalo bis..."Alva yangmau menjawab pun di potong Mikha.
"udah diem nih makan"jawab Mikha sambil menyodorkan piring yang sudah terisi lauk dan nasi.
"wleee rasain di marahin aunty"ledek nata.
"awas kamu"ancam Alva pada Mikha.
"aunty,nata di ancem om Alva tu"rengek nata.
"Mass udah deh jangan di lanjutin"jawab Mikha melotot ke arah Alva.
__ADS_1
"hm"jawab Alva cuek.