
Pagi yang cerah,ini mungkin akan menjadi hari yang terbaik untuk Aira (?)
Aira bangun dari tidur nya yang nyenyak,semalaman dia sudah mempersiapkan segala nya untuk hari ini
Setelah selesai bersiap-siap,Aira pun turun keluar dari kamar nya dan turun ke bawah untuk menghampiri Tante nya
"Pagi,Tan" sapa Aira dengan semangat
"Pagi,sayang" sahut Tante Aira
Tante nya Aira,bernama Siska,berumur 30 tahun,sudah menikah tapi belum memiliki anak,mungkin ini adalah alasan kenapa Siska ingin merawat Aira dan menganggap nya sebagai anak sendiri
"Wah,keliatan nya ada yang lagi ceria dan semangat,nih" ucap Siska
"Haha,Tante tau aja" ucap Aira sambil terkekeh
"Yaudah,sini sarapan dulu,kamu bangun nya kepagian" ujar Siska
Aira pun menuruti perkataan Tante nya,dia duduk di kursi meja makan dan memakan sarapan nya
"Oh iya,Tante. Baju Aira belum di ambil,apa gapapa Aira pake baju ini dulu?" tanya Aira
"Loh,semalem pas daftar belum ngambil ya?" tanya Siska balik
"Iya,Tan..lupa soalnya,hehehe" ucap Aira terkekeh sendiri
"Hmm,yaudah,coba kamu tanya sama Kepsek nya aja nanti,ntar kalau ada langsung ambil" ujar Siska
"Oke,Tan" ucap Aira yang langsung memakan roti lapis nya
Setelah selesai sarapan...
"Aira mau Tante antar atau gimana?" tanya Siska
"Eum...Aira naik bus aja deh,Tan" jawab Aira
"Yaudah,buruan gih,keburu di tinggal,soalnya setau Tante,bus sekolah jam segini udah nunggu di halte" ucap Siska
Aira yang mendengar itu langsung buru-buru mengambil tas dan sepatu nya,lalu memakai nya
"Oke,Tante..Aira pergi dulu ya"
"Iyaa hati-hati,jangan sampe jatuh" ujar Siska
"Haha,iya Tan iya"
"Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumsalam.."
Aira pun pergi berjalan kaki untuk pergi ke halte bus sekolah
...🦄🦄🦄🦄🦄...
Aira kini sudah tiba di sekolah
"(Wah..parah,luas banget yang paling elite)" batin Aira yang kagum dengan sekolah nya yang luas nan besar ini
"(Umm...tapi aku belum punya baju sekolah ini,apa gapapa nih?)" tanya Aira dalam hati
Dia khawatir orang-orang malah akan mengira dia maling yang masuk tiba-tiba ke sekolah elite itu
Tapi,dia tetap harus percaya diri
"Gak boleh malu,Ra,mau di katain atau engga,seenggaknya pahala kita udah di ambil sama mereka" gumam Aira yang kini memberanikan diri untuk masuk ke sekolah tersebut
Aira langsung berjalan ke pintu gerbang untuk masuk ke dalam sekolah tersebut
Tapi tiba-tiba gak sengaja Aira melihat pintu gerbang nya di tutup sebagian hingga yang terbuka hanya sebagian
"(Waduh...gawat,kek nya udah mau di tutup,tuh)" batin Aira
Aira pun bergegas berlari ke gerbang itu,tapi nihil nya dia malah tertabrak seseorang saking terburu-buru nya dan tidak melihat ke depan
Bugh
"Aww..!"
"..."
Setelah menabrak,Aira malah melihat wajah orang yang ada di depan nya itu
Ternyata dia adalah seorang murid laki-laki yang juga berasal dari sekolah elite itu
Aira pun langsung menjauh dari cowok itu dan segera meminta maaf "Ma-maaf..! Aku,aku gak senga...ja...?" belum sempat melanjutkan kata-kata nya cowok itu malah langsung pergi meninggalkan Aira
"(Loh? Aku kan belum selesai ngomong)" batin Aira heran
Tapi,beberapa detik kemudian dia langsung tersadar dari lamunan nya
"Ah iya,pintu gerbang nya!"
Aira pun langsung masuk ke dalam pintu gerbang itu
"(Fiuh...untunglah)" batin nya
"Waaahhh,besar bangett..." gumam nya sendiri
Tiba-tiba terdengar suara perempuan dari belakang Aira
"Besar,kan?"
"Eh?"
Aira langsung melihat ke belakang nya
"Hai,murid baru ya?" tanya gadis itu
"O-oh,i-iya" jawab Aira dengan gugup
"Oh,kalau gitu kenalin,gue Kenya"
"Salam kenal...aku Airani,boleh di panggil Aira boleh di panggil Ira"
"Wah,ada dua ya nama panggilan nya? Baru kali ini denger"
"E-ehehe"
"Oh iya,jadi...lo udah tau kelas lo di mana?" tanya Kenya
"Ehm,belum,kata nya aku di suruh tanya sama Kepsek nya dulu" jawab Aira
"Mau gue anterin?" saran Kenya
"Boleh"
Kenya pun mengantarkan Aira ke tempat ruangan Kepsek
"Di sini ruangan nya" ujar Kenya
Kenya dan Aira masuk ke dalam ruangan Kepsek tersebut
"Permisi..." ucap Kenya
"Ya?"
"Pagi,Buk Maya" ucap Kenya
"Pagi,Kenya"
"Buk,ini ada yang mau ketemu sama Buk Maya" ujar Kenya
Aira tersenyum ketika di lihat oleh Buk Maya,seorang Kepala sekolah di sekolah ini
"Oh..? Ira ya?" tanya Buk Maya
"Iya,Buk..."
"Yaudah,makasih ya Kenya,kamu boleh masuk ke kelas,bel nya udah bunyi" ujar Buk Maya
"Oke,Buk...kalau gitu Kenya ke kelas dulu ya" ucap Kenya
Kenya menghampiri Aira
"Gue ke kelas dulu ya" ucap nya
Aira hanya mengangguk sambil tersenyum lalu memerhatikan punggung Kenya yang keluar dari ruangan Kepsek itu
Buk Maya pun mempersilahkan Aira untuk duduk di kursi yang ada dan Aira menuruti perkataan Buk Maya
"Maaf,Buk,Aira kemarin lupa mau ngambil seragam,jadi sekarang Aira mau ngambil" ucap Aira
"Loh...jadi waktu daftar belum ngambil ya?" tanya Buk Maya
"Belum,Buk" jawab Aira dengan jujur
"Waduh...gimana ya? Seragam nya belum tersedia,udah habis semua" ujar Buk Maya
"Aduh...gimana ya?" tanya Aira sendiri
"Yaudah,gini aja deh,kamu pakai baju dari sekolah kamu dulu buat sementara,terus Ibuk akan coba cari tau kapan baju nya bisa di ambil,nah nanti Ibuk kasi tau kamu..gimana?"
"Umm..."
"(Tapi...kalau aku pakai baju beda sendiri...Duh,jadi malu)" batin Aira
"Aira?" panggil Buk Maya yang melihat Aira sedang melamun
"O-oh,i-iya Buk,yaudah Aira akan menunggu" ucap Aira
"Oke,nanti Ibuk akan memberitau ke guru-guru yang lain,jadi nanti kamu gak kena sanksi" ujar Buk Maya
"Oh iya,kalau boleh tau,berapa lama baju nya akan tersedia lagi,Buk?" tanya Aira
"Ibuk juga belum tau,tapi kamu tunggu aja deh,ya,semoga lumayan cepat seragam nya akan tersedia"
"Oke,Buk"
Buk Maya pun mengantarkan Aira ke kelas nya
...ིྀ ིྀ ིྀ ིྀ ིྀ...
Sesampainya di kelas...
"Permisi,boleh saya ganggu waktu nya sebentar?" tanya Buk Maya
"Oh,Buk Maya? Silahkan masuk,Buk" ucap seorang guru
"Minta waktu nya sebentar ya Pak ya?"
"Iya Buk,silahkan"
"Oke,baiklah anak-anak,hari ini ada seorang murid baru pindahan dari sekolah lain,dan...dia akan masuk di kelas ini,Aira silahkan masuk" ujar Buk Maya
Aira pun masuk ke kelas sambil menundukkan kepala nya karena merasa grogi dan gugup
"Oh,ini ya murid baru nya?" tanya Pak guru
"Iya,Pak" ujar Buk Maya
"Baiklah,ini adalah murid baru nya. Aira,silahkan perkenalkan diri kamu" ucap Buk Maya
"(Oke,aku harus bisa...!)" batin Aira
Aira pun mulai mengangkat kepala nya dan melihat ke seisi kelas,semua anak murid laki-laki yang baru saja melihat wajah nya Aira langsung terpesona,karena ini benar-benar adalah wajah langka di sekolah elite itu
"Wah,gilak cantik banget"
"Harus di pepetin sih ini"
"Anj!r,gue terpanah"
"Pe-perkenalkan,nama saya Airani Clathria,boleh di panggil Aira dan boleh di panggil Ira,aku murid pindahan dari sekolah lain,senang bisa bertemu dengan kalian...aku harap,kita bisa berteman dengan baik" ucap Aira
Semua anak-anak tidak berkutik sama sekali,namun,Aira yang mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan,tiba-tiba tidak sengaja pandangan nya tertuju di wajah seseorang
Dia adalah cowok yang tadi pagi dia tabrak dan meninggalkan nya saat belum menyelesaikan perkataan nya (dan itu tertanda di wajah orang itu)
"(Di-dia kan cowok yang tadi pagi...)" batin Aira
"Buk,dia kan udah jadi bagian dari sekolah ini,kenapa gak pake baju seragam sekolah sini?" tanya salah satu murid yang ada di kelas
Nama nya Amel
"Amel,meskipun memang di sekolah ini harus disiplin dan memakai baju seragam yang sesuai dengan peraturan,tapi saat ini baju seragam kita udah habis,belum tersedia,jadi Ibuk harap kalian bisa memaklumi nya,untuk sementara Aira akan memakai baju dari sekolah nya dulu" ujar Buk Maya
"Ya tapi tetep aja kan,Buk..! Harus mengikuti peraturan yang ada,kita di sini aja gak pake baju seragam otomatis kena sanksi,sedangkan dia yang pake baju dari sekolah lain aja di bolehin,Buk" ucap Amel
Amel kesal karena merasa Buk Maya tidak adil terhadap mereka
"Amel! Kamu bisa diam kan?" tegur Pak guru
"Tch" Amel hanya berdecik sendiri dan kesal sendiri,akhirnya dia diam
"Baiklah,Aira,di sini ada 2 kursi yang kosong,di sebelah Azka,dan di sebelah Kenya,silahkan kamu pilih mau duduk di mana" ujar Pak guru
"(2 kursi kosong? Oh,berarti tu cowok nama nya Azka?)" tanya Aira dalam hati
"(Bentar...Kenya? Loh,itu Kenya?)" Aira melihat Kenya yang sedang tersenyum ke arah mu
"Um...kalau gitu Aira duduk di sebelah Kenya aja,Pak" ucap Aira
"Oke,Kenya,boleh kan Aira duduk di sebelah kamu?" tanya Pak guru
"Iya,Pak,boleh kok" jawab Kenya
"Oh,iya,omong-omong,Aira,kenalkan ya,nama Bapak,Pak Hadi,saya adalah wali kelas kamu" ucap Pak Hadi
"Iya,Pak" ujar Aira
"Yaudah,Aira,kamu boleh duduk" ujar Buk Maya
"Iya,Buk"
Aira pun menghampiri Kenya dan duduk di kursi yang kosong yang ada di sebelah Kenya
"Baiklah,silahkan berteman dengan baik sama Aira. Kalau begitu,saya permisi dulu,terimakasih waktu nya,Pak" ujar Buk Maya
"Iya,Buk,silahkan" ucap Pak Hadi
Buk Maya pun pergi meninggalkan kelas
Sedangkan Aira mendengar ucapan anak-anak yang lain mengenai Aira yang ingin duduk di sebelah Kenya
"Eh,gue mimpi gak sih? Kok bisa ya dia mau duduk sama si beruang goa?"
"Iya,kek nya dia gatau kali sifat nya dia kek gimana"
"Bisa apes ga sih dia"
"Diem lo pada,suka-suka dia dong mau duduk di mana,bukan hak lo buat ngatain opini orang!" seru Kenya yang juga mendengar perkataan mereka
Mereka yang habis di tegur oleh Kenya langsung terdiam mati kutu
"Oke,anak-anak,jangan berisik,kita lanjutkan pelajaran" ujar Pak Hadi
Mereka pun memulai pelajaran,meskipun Aira merasa sedikit kesulitan,tapi Kenya yang baik hati membantu Aira untuk menyelesaikan tugas
Sementara,anak-anak lain yang melihat perlakuan baik nya Kenya terhadap Aira,mereka merasa melihat gerhana matahari,tidak di sangka Kenya yang sifat nya suka marah-marah emosian dan suka berkelahi,malah bisa bersikap lembut terhadap Aira
Mereka mulai berpikir,apakah Aira membawa keberuntungan? Sampai bisa meluluhkan hati Kenya yang keras seperti batu...
Karena sudah banyak orang yang mencoba mendekati Kenya,tapi tetap tidak ada yang bisa membuat Kenya bersikap lembut
Itulah sebab nya tidak ada yang mau duduk di sebelah Kenya,takut dia akan mengamuk
Tapi,lebih parah nya lagi,anak yang laki-laki lebih suka gangguin Kenya,mereka sengaja membuat Kenya marah,karena terlalu sering melihat amarah Kenya,mereka malah semakin terbiasa
Dan itu malah membuat mereka tertawa,terasa lucu jika Kenya sedang marah
Dan...Kenya mendapat julukan sebagai 'beruang goa'
Kenapa? Karena sifat nya yang suka mengamuk mirip dengan seekor beruang yang juga suka mengamuk,di tambah lagi ketika dia sedang marah-marah,benar-benar terlihat seperti beruang yang ganas
...📕📕📕📕📕...
Saat nya jam istirahat...
Semua nya pada pergi keluar main
"Makasih ya,Ken,pelajaran nya,membantu banget" ujar Aira sambil tersenyum
"Iya sama-sama,santai aja"
"Oh iya,lo mau ke kantin gak?" tanya Kenya
"Hmmm..boleh"
"Yaudah,ke kantin kuy" ajak Kenya
Aira mengangguk dan mengikuti Kenya pergi ke kantin
Tapi,tiba-tiba ada seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka,dia bernama Ozi
"Eh,Ira...tunggu bentar,gue mau ngomong" ucap nya
Aira dan Kenya pun berhenti
"Heh! Jangan ganggu dia! Kita mau ke kantin" seru Kenya
"Yaudah sih,kalau mau ke kantin ya ke kantin aja duluan" ucap Ozi
"Lu mau gua gaplok?"
"Eh,engga,ampun..."
"Ira,kenalin ya,gue babang Ozi" ucap Ozi dengan ekspresi yang sok tangguh
"I-iya,salken ya.." ujar Aira
"Oh iya,Ira,gue mau nanya nih,kenapa lo mau duduk di sebelah dia?" tanya Ozi
"Hm? Yya...karena...karna aku cuma kenal nya sama dia" jawab Aira dengan jujur
"Oh? Kenal? Kok bisa?" tanya Ozi lagi
"Tadi kita ketemu di pintu gerbang,jadi...yaudah,kenal deh" jawab Aira
Kenya langsung menarik tangan Aira
"Udah kan wawancara nya?" tanya Kenya dengan tatapan kesal
"Belom" jawab Ozi
Kenya langsung mengejar Ozi dan Ozi pun berlari untuk menghindari pukulan yang akan mendarat di kepala nya
"Toloooong,ampun Buk" teriak Ozi
"Ish! Lo pada bisa diem gak sih? Gue mau tidur aja gak bisa!" ketus salah satu cowok
Aira melihat ke arah suara tersebut
Kenya dan Ozi yang tadi nya berlarian langsung berhenti setelah mendengar suara tersebut
"Ya elah bambang,kalau mau tidur jangan di sini,tidur di rumah sono,pulang!" ketus Kenya
"Ya suka-suka gue dong mau tidur di mana,kok lo yang sewot"
"Lah? Berarti ya suka-suka gue juga dong mau ngapain,mau gue berisik kek,mau diem kek"
"Dih"
Amel yang ikutan jengkel karena pacar nya di marahi sama Kenya langsung campur mulut
"Heh,Fauzan kan mau tidur,jadi lo harus diem dong,coba kalo elo? Tidur trus keganggu? Pasti gak suka kan lo"
"Heh! Gak usah sok bela-belain pacar lo! Gak elo,gak dia,sama aja" ketus Kenya
Kenya langsung pergi menghampiri Ozi dan memukul lengan nya
"Aw!"
Kemudian Kenya menarik tangan Aira dan keluar dari kelas menuju ke kantin
__ADS_1
"(Jadi ini,kenapa mereka bilang Kenya suka marah-marah? Ternyata bener sih,dia lumayan galak,tapi...aneh juga sih ya,dia bisa baik sama aku...?)" pikir Aira
"Oh iya,Ra,lu mau makan apa?" tanya Kenya
"Umm..samain aja deh sama kamu" jawab Aira
"Oke"
Kenya pun pergi memesan makanan sedangkan Aira mencari tempat duduk yang kosong,keadaan di kantin sangat padat,kek nya gak bakalan kebagian tempat duduk sih
"(Gimana nih,gak ada tempat duduk yang kosong...)" batin Aira
Akhirnya dia kembali menghampiri Kenya
"Ken,tempat duduk nya udah habis..." ucap Aira
Kenya pun mengedarkan pandangan nya ke seluruh arah
"Oh,itu di sana ada" ucap Kenya sambil menunjuk ke salah satu meja yang kosong
Aira pun melihat nya
Ternyata di situ hanya ada 1 orang yang sedang duduk sambil memakan makanan nya,dia adalah Azka
"(Hah...ha-harus di situ?)" tanya Aira dalam hati
"Sana gih,ambil,buruan belum di tempati" ujar Kenya
"Ta-tapi,Ken...--"
"Kenapa?" tanya Kenya
"I-itu...di situ ada Azka..." gumam Aira
"Ya,memang,trus kenapa?"
"Um...apa gak bisa duduk di tempat lain aja?" tanya Aira
"Gak bisa,Ra,gak ada tempat duduk lain" ujar Kenya
"Um..yaudah deh"
Aira pun mau tidak mau,terpaksa harus duduk di tempat Azka
Aira langsung menghampiri meja Azka
"M-maaf,aku boleh duduk sini gak?" tanya Aira
Tapi Azka tidak menjawab nya
"(Duh,pake acara diem-dieman segala lagi,yaudah lah,duduk aja)" batin Aira
Setelah Aira duduk,Azka pun langsung menyelesaikan makan nya dan langsung berdiri dari tempat duduk nya lalu pergi
"(L-lah,tadi kan masih ada makanan nya...?)" pikir Aira
Aira merasa Azka tidak menyukai nya
"Yaudah lah...justru lebih bagus kan kalau dia gak ada,soalnya bakal ngeganggu banget" gumam Aira
Tak lama kemudian,Kenya datang sambil membawa pesanan mereka
"Nih,punya lo" ucap Kenya
"Makasih..."
Kenya pun duduk di depan Aira
"(Kenya kok diam aja ya? Kenapa gak nanya 'Eh,tadi si Azka kemana?' gitu...?)" tanya Aira dalam hati
Dia pikir Kenya akan menanyakan hal itu,karena saat dia tiba,Azka malah gak ada,yang padahal tadi nya ada
Kemudian,Aira lah yang mulai bertanya
"Kenya" panggil Aira
"Hm"
"Kamu gak penasaran kenapa Azka gak ada di sini?" tanya Aira
"Hah? Kenapa harus penasaran?" tanya Kenya balik
"Yya...soalnya kan tadi dia di sini,trus setelah itu dia gak ada,biasanya sih wajar kalau kita nanya keberadaan orang itu" ucap Aira
"Ya,tapi gimana ya? Gue gak peduli sama dia,mau dia pergi ke mana pun,bahkan mati sekali pun,bodo amat" ucap Kenya
"(Astaghfirullah,gitu baaanget)" batin Aira
Aira kaget karena Kenya benar-benar tidak peduli dengan Azka
"Oh,gitu..." gumam Aira
Kini suasana menjadi canggung,tidak ada bahan lagi yang bisa di bicarakan
Namun,tak lama kemudian,ada seorang laki-laki yang datang menghampiri mereka
"Permisi,aku numpang duduk ya" ucap nya sambil membawa makanan yang dia pesan
"O-oh,iya,boleh kok" ucap Aira
Tapi kemudian Kenya menyangkal
"Gak boleh! Lo duduk di tempat lain aja" ucap nya
"Lah? Ternyata ada lo di sini? Gue kira gak ada" ucap laki-laki itu yang kaget karena tau ada Kenya di sini
"Bomat" ketus Kenya
"Eh,tapi temen lu bolehin gue loh"
Kenya pun langsung melihat ke arah Aira,Aira yang di tatap malah merasa gak enakan karena merasa diri nya bersalah
"Me-memang nya gak boleh ya?" tanya Aira dengan gugup
"Iya nih,emang nya gak boleh?"
"Terserah" Kenya menjadi jutek
Cowok itu pun duduk di sebelah Aira
"Eh iya,kamu anak baru ya? Belum pernah liat soalnya" tanya nya
"Oh,iya,aku anak baru" ucap Aira
"Kalau gitu kenalin,aku Zidan" ucap nya
"Aku Aira"
Kenya jadi cemberut melihat Zidan dan Aira terlihat akrab,dia mengerutkan dahi nya
"Oh iya,kamu gak pake baju seragam sini?" tanya Zidan
"Eum...itu,baju nya udah abis kata nya,belum tersedia" jawab Aira
"Ooh"
"Hmm..kok kamu mau sih temenan sama tikus curut ini?" tanya Zidan sambil melirik ke arah Kenya
Aira yang paham dengan mata Zidan yang tertuju ke arah Kenya langsung menjawab
"Ee..emang nya gak boleh?" tanya Aira balik sambil tersenyum
"Yyaa,bukan nya gak boleh,Ra. Tapi heran aja,gitu,ada orang yang mau temenan sama tikus curut satu ini" ucap Zidan
Kenya kesal karena dia di jadi kan bahan pembicaraan,di tambah lagi pembicaraan nya tidak mengenakkan
Otomatis,Kenya langsung mengambil saus yang ada di atas meja dan menaruh nya ke mangkuk makanan milik Zidan,dia menaruh nya sebanyak mungkin
"Heh! Kenya,gue bercanda doang,jangan di tambahin! Gue udah ngambil tadi..." ucap Zidan panik
"Biar lu tau mampuz,siapa suruh nanya nya kek begitu,apalagi nanya nya ke dia,ya suka-suka dia dong mau temenan sama siapa aja,mau temenan sama tuyul kek,sama kunti kek,sama genderuwo kek,sama kuyang kek,lo pikir dia gak punya hak buat nyari temen? Justru elo yang ege! Nyampuri urusan orang,lu kata dia suka di tanyain kek begitu" ucap Kenya dengan kecepatan kilas
"Ya udah sih! Gak sampe harus nuangin saus ke mangkuk gue juga dong! Lu kira gue sanggup makan makanan pedes kek gini? Ntar kalo gue masuk RS lu yang tanggung jawab ya?" ketus Zidan
"Nyeh,lu mau masuk rumah sakit kek,rumah sakit jiwa kek,mau masuk apa kek,gue mah bodo amat,sampe mati pun lo,gue gak mau tanggung jawab,mending gue masuk penjara dari pada harus tanggung jawab untuk lo!"
"Au ah! Lu mah bikin gue gak selera makan!"
"Lah,justru elo yang dateng-dateng ngajak ribut! Gue tambah enek rasa nya,berasa makan bubur"
"Ya kalo lo gak suka ya udah pergi aja,gak usah makan di sini lagi"
"Lah,seharusnya elo yang pergi! Gue dapet meja ini dari tadi sama Aira! Lo yang dateng-dateng ganggu!"
"Ya gue duduk di sini karna gak kebagian tempat duduk lagi!"
"Ya bodo amat! Emang gua peduli?"
Adu mulut semakin besar,Aira bingung ingin memisahkan mereka dengan cara apa
Dia khawatir karna orang-orang pada ngeliatin mereka yang lagi bertengkar,membuat mereka jadi gak selera makan
"(Aduh...gimana ya,cara misahin nya?)" tanya Aira dalam hati
"Ke-Kenya,Zidan,udah dong jangan berantem...ini kita lagi di liatin orang loh" ucap Aira
Kenya langsung diam setelah mendengar suara Aira
"Udah ya,jangan berantem"
Zidan juga ikut diam
Zidan dan Kenya pun duduk ke kursi mereka masing-masing
"Eum...Zidan,gimana kalau kamu pesen lagi aja,biar aku yang bayar? Kamu bilang kan kamu gak bisa makan yang pedes..." ujar Aira
"Eh? Gak usah Ra,aku gapapa kok,aku coba nahan deh" ucap Zidan
"Tapi,kalau kamu beneran gak tahan gimana?" tanya Aira khawatir
"Aira,jangan hirauin dia! Biarin aja dia makan yang pedes-pedes,biar dia tau gimana rasa nya,seenggaknya biar gak lemah" sangkal Kenya
"...."
"Hmm...gapapa Ra,aku kuat kok" ujar Zidan sambil tersenyum
"Beneran gapapa?" tanya Aira
"Iya"
"Umm...gimana kalau kita tukeran aja? Punya ku gak pedas kok" ucap Aira
"Loh? Emang kamu bisa makan yang ini? Ini kebanyakan loh saus nya,bisa-bisa ntar mulut kamu bengkak lagi"
"Aku terbiasa makan makanan pedas,udah gapapa,kita tukaran aja"
"Hmm....yaudah deh,kalau kamu maksa"
Akhirnya Aira dan Zidan tukaran makanan,punya Aira adalah punya Zidan,dan punya Zidan adalah punya Aira
Jadi punya Aira adalah makanan yang tadi di isi saus banyak sama Kenya
"Ra,lo gapapa makan makanan pedas?" tanya Kenya khawatir
"Hm? Ah...gapapa kok,Ken" jawab Aira
"Kalau gak kuat kita tukaran aja,biar gue yang makan punya dia" ujar Kenya
"Gak usah,gapapa kok,aku dulu suka makan makanan yang pedas-pedas,jadi aku udah terbiasa,gapapa kok,justru ini lebih bahaya kalo Zidan yang makan" ucap Aira
"Yaudah,kalau kepedasan dikit aja langsung bilang ya,biar gue pesan yang lain"
"I-iya,hehe"
Mereka pun kembali makan dengan tenang
...☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎...
Setelah selesai makan...
Bel masuk pun berbunyi
Semua nya pada masuk ke kelas masing-masing,tapi,tidak sengaja saat Aira ingin masuk ke pintu kelas,malah bertabrakan dengan tubuh Azka yang juga ingin masuk ke kelas
Akhirnya mereka berdua terjepit di depan pintu
Aira kaget,dan dia berusaha memberontak untuk keluar dari situasi membahayakan ini
Ternyata,kebaikan Kenya yang benar-benar tulus,Kenya pun membantu menarik Aira
Aira dan Azka bisa terlepas
"Fiuh.." gumam Aira
"Lo gimana sih? Bisa-bisa nya kejepit di pintu,mana pintu nya kecil lagi" ketus Kenya
Entah kenapa ekspresi Kenya terlihat sedang menahan amarah
"Ma-maaf,aku gatau kalau Azka juga mau masuk..." ucap Aira
"Yaudah,duduk aja" ujar Kenya yang langsung membalikkan badan nya
"(Ceroboh banget sih aku! Bisa kejepit di pintu,mana kejepit nya bareng Azka lagi..!)" batin Aira
Tapi,kekhawatiran nya langsung padam setelah melihat Azka yang hanya diam saja tanpa berkata apa pun terhadap nya
"(Ya,seenggaknya dia gak komen...)" batin Aira
Akhirnya,pelajaran selanjutnya pun di mulai
...📍📍📍📍📍...
Waktu nya pulang sekolah...
"Aira,Kenya,bisa tolong bawa kan buku saya ke kantor?"
"Oh,iya Buk,boleh"
Aira dan Kenya pun membawakan buku milik guru piket,dan mengantarkan nya ke kantor
Sesampainya di kantor guru...
"Makasih ya,Kenya,Aira"
"Iya,Buk,sama-sama"
Aira dan Kenya keluar dari ruangan itu
"Ra,sorry ya gue lupa ngajak lu tour school,soalnya kita terlalu ngabisin waktu di kantin" ucap Kenya
"Haha,gapapa kok..." ujar Aira
"Gimana kalau besok gue ajak *TKS nya?" tanya Kenya
*TKS : Tour Keliling Sekolah
"Umm...boleh" ucap Aira
"Oke"
Kenya dan Aira bersama-sama menuju ke halte bus
Kesan nya sih hari pertama masuk sekolah bakal jadi hari yang paling cerah bagi Aira,tapi,malah cuaca tidak memungkinkan
"Mendung banget,kek nya bakal hujan deh" gumam Kenya
"Yah,aku gak bawa payung" gumam Aira
"Gue juga" ucap Kenya
"Oh iya,lo pulang nya pake apa?" tanya Kenya
"Aku naik bus aja" jawab Aira
"Oh"
"Kalau kamu?" tanya Aira balik
"Gak tentu sih,kadang naik bus kadang di jemput" jawab Kenya seadanya
"Oh..." gumam Aira
Kemudian,dari arah kejauhan ada Ozi yang sedang berlarian menghampiri mereka
"Oy!"
"Tck,ngapain lagi sih tu bocah" gerutu Kenya
"Hai Ra"
"Hai.."
"Lo pulang nya naik apa?" tanya Ozi
"Naik bus" jawab Aira
"Tapi,kek nya bakal rame deh bus nya,soalnya cuaca nya mendung gini,pasti pada cepet-cepet pengen pulang" ucap Ozi
"Tau dari mana lo?" tanya Kenya yang tidak percaya dengan ucapan Ozi
"Ya tau lah,biasa nya juga gitu kan"
"Eh iya,lo gak bawa payung ya? Ntar kalo turun di halte trus kehujanan gimana?" tanya Ozi yang mengkhawatirkan Aira
"Aku--"
"Gak usah sok peduli! Percuma lo nanya kalo lo sendiri juga ga bawa payung,seenggaknya pinjemin ke dia kek,apa kek,malah nanya" ketus Kenya
"Loh,justru kalo gue nanya ke dia berarti kan gue khawatir,gitu" ucap Ozi
"Ya gak usah sok khawatir! Emang nya lo siapa nya dia? Pacar? Dih,bukan!" sangkal Kenya
"U-udah udah...jangan berantem gini...gak enak ntar di liatin orang" ucap Aira memisahkan mereka
"Aku gapapa kok,Zi,tenang aja" ujar Aira
"Yakin gapapa?"
"Iya,yakin"
"Bac*t lo banyak nanya!" ucap Kenya
"Suka-suka gua lah! Dasar beruang goa"
"Dari pada elo,tai ayam!"
"Udah udah,jangan berantem lagi..."
Aira benar-benar sesak melihat tingkah laku 2 orang yanga da di sebelah nya itu
Lalu,tak lama kemudian,hari mulai gerimis,sudah mulai turun rintik-rintik air hujan yang jatuh dari atas langit
"Hm,gerimis nih,mana sih Abang gua?" gerutu Ozi
"Oh iya,Ozi pulang nya di jemput sama Abang kamu ya?" tanya Aira
"Eh,iya..gue sering di jemput sama dia" jawab Ozi
"Emang...Abang kamu kelas berapa? Sekolah? Kuliah? Atau kerja?" tanya Aira penasaran
"Oh,dia kuliah kok" jawab Ozi
"Pake shift apa?" tanya Aira lagi
"Pagi sampe sore" jawab Ozi
"Oh.." gumam Aira
Akhirnya suasana menjadi canggung,kemudian dari kejauhan pula ada sebuah kendaraan yang menuju ke halte tempat mereka berdiri
Ternyata dia adalah Zidan
"Eh? Ira? Untung ketemu" ucap Zidan
__ADS_1
"Hah? Ada apa?" tanya Aira penasaran
"Ini lagi gerimis loh,kamu juga gak bawa payung,gimana kalo aku anter aja langsung?" saran Zidan
"Eh,gak usah...Aku naik bus aja,kek nya ntar lagi sampe kok" ucap Aira yang menolak tawaran Zidan
"Yakin?" tanya Zidan
"Iya,yakin"
"Ellah,dari pada lu tebengin dia kenapa gak tebengin gua aja?" tanya Kenya
"Dih,males yang mau tebengin,bisa-bisa gue jatuh gegara nebengin lo" ucap Zidan
"Yaudah! Mending gitu lo pulang aja duluan! Gak usah sok baik di depan cewek,padahal kelakuan nya busuk banget" ketus Kenya
"Enak aja lo ngatain gue!"
"Ya enak dong,kenapa gak enak?"
"Tck"
"Oh iya,Ira,ini" ucap Zidan sambil mengeluarkan sesuatu dari kantung celana nya
"Eh? Ini kan gantungan kunci tas punya ku" ucap Aira
"Nah,tadi aku gak sengaja liat kalian berdua keluar dari kantor guru,trus ngeliat itu jatuh dari tas kamu,lain kali hati-hati ya" ujar Zidan
"Hehehe,iya makasih ya"
"Sama-sama"
"Yaudah,kalo gitu aku pulang duluan ya" ucap Zidan
"Iya,hati-hati" ujar Aira
"Oke" ucap Zidan sambil tersenyum
Dia pun langsung pergi meninggalkan mereka
Akhirnya bus yang di tunggu-tunggu telah tiba
"Eh,Kenya,Ozi,aku duluan ya" ucap Aira
"Oke,Ra,hati-hati ya Ra" ucap Ozi
"Iya"
"Hati-hati,Ra" ucap Kenya
"Iya,Ken"
Aira pun menaiki bus tersebut sambil melambaikan tangan ke arah Kenya dan Ozi
Begitu pula dengan Kenya dan Ozi yang membalas lambaian tangan Aira
Saat Aira tiba di dalam bus,keadaan benar-benar penuh sesak,ternyata omongan Ozi benar,tempat nya sangat ramai
Tapi,kemudian saat hendak mencari tempat duduk,tidak sengaja kaki nya tersandung dengan kaki orang lain,lalu,tanpa sengaja dia hampir jatuh dan secara refleks memegang tangan seseorang
Saat melihat wajah orang itu,ternyata dia adalah Azka
Aira refleks melepaskan tangan nya dari tangan Azka
"Ma-maaf" ucap Aira dengan cepat
"(Padahal tadi gak liat dia masuk,kok tiba-tiba udah langsung nongol aja)" batin Aira
Kemudian,dia melihat Azka yang sedang duduk di tempat yang sudah kosong,di situ ada 1 lagi kursi yang kosong,sebenarnya Aira ingin duduk di situ
Tapi dia takut malah mengganggu Azka
Jadi dia terpaksa hanya berdiri
Kemudian,karena keadaan yang benar-benar penuh sesak,Aira terdorong hingga terjatuh ke pangkuan Azka
!!!!!!!
Benar-benar hari yang tidak menyenangkan
Aira langsung bangkit dari kaki Azka dan lagi-lagi meminta maaf "Ma-maaf! Aku gak sengaja"
Tapi,Azka malah memegang tangan Aira
"Eh?"
Azka langsung menarik tangan Aira hingga dia terduduk di sebelah nya
Kemudian Azka melepaskan tangan nya
"(Apa dia nyuruh aku buat duduk?)" tanya Aira dalam hati
"Ma-makasih ya..." ucap Aira
Azka tidak mengatakan apa pun,dan keadaan hanya di penuhi dengan suara-suara penumpang lain nya,sedangkan Azka dan Aira tidak mengatakan sepatah atau dua patah kata pun satu sama lain
Sampai pada akhirnya,mereka tiba di halte bus pemberhentian
Azka dan Aira sama-sama turun dari bus
Aira melihat punggung Azka yang sedang pergi berjalan ke arah tempat yang ingin Aira lalui
"(Dia kok lewat situ?)" tanya Aira dalam hati dengan rasa penasaran
Kemudian,Aira pun mulai berjalan untuk pulang ke rumah nya
Lalu,saat tiba di gang kompleks,Azka belok ke kanan,yang padahal Aira juga ikut belok ke tikungan itu
"(Lah?)" Aira bingung karena merasa seperti nya rumah mereka searah
"(Tapi kalau jalan di belakang nya kek gini,pasti bakal di bilang kek penguntit,tapi...di sini rumah Tante...kalau lewat jalan lain...aku aja udah lupa)" batin Aira
Dia semakin bingung bagaimana cara mengatasi situasi tersebut,namun,Azka langsung berhenti tepat masih di depan Aira
Dan itu juga membuat Aira ikut berhenti
"(Ke-kenapa berhenti?)"
Azka langsung menoleh ke belakang dan menatap Aira
Aira bertanya-tanya,kenapa Azka melihat nya,tapi Azka malah memalingkan wajah nya kembali ke depan dan melanjutkan langkah nya
"(Apa dia ngira aku stalker?)" pikir Aira
Mereka lanjut berjalan,tapi kemudian,kecerobohan yang lagi-lagi terjadi pada Aira...
Aira tersandung kaki nya sendiri dan akhirnya terjatuh
"Ugh.." rintih Aira
Lutut nya terluka dan berdarah
"(Aduh! Sial banget sih aku hari ini...!)" batin Aira
Aira benar-benar kecewa karena harapan nya tidak sesuai ekspektasi
Dia pikir di hari pertama nya sekolah akan menjadi hari yang cerah,tapi saat itu malah sedang gerimis,di tambah lagi,malah berkali-kali jatuh pas di dekat Azka
Kini Aira mulai berpikir,apakah Azka adalah pembawa kesialan?
Eh,engga deh,Aira gak jadi memikirkan hal itu,karena pikiran nya berubah setelah Azka mengulurkan tangan nya ke arah nya
"Eh?"
Aira dengan ragu menyambut tangan Azka,dia pun di bantu berdiri
"Jadi cewek ceroboh banget" gumam Azka yang terdengar di telinga Aira
Ini adalah pertama kali nya dia mendengar suara Azka yang sedang bicara pada nya
"Iya deh ya,maaf kalau aku ceroboh dan ngerepotin,aku juga gak minta kamu peduli" ucap Aira dengan sengaja
Tapi,sayang nya harga jual mahal nya Aira malah gagal setelah dia tidak bisa berdiri dengan benar
Lutut nya yang sakit membuat dia tak kuasa untuk berdiri
"Sshh...sakit banget..." gumam Aira merintih kesakitan
Kemudian,Azka langsung berdiri di depan Aira lalu berjongkok membelakangi nya
"H-hah?" Aira kaget dan bingung kenapa Azka melakukan itu
"Rumah lo dimana?" tanya Azka
"U-untuk apa?" tanya Aira balik
"Biar gue anter" ucap Azka
"Eeeh,gak usah..! Aku bisa jalan sendiri kok" sangkal Aira
"Gak,lo gak bisa" sangkal Azka balik
...-Setiap penangkal,pasti ada anti penangkal nya-...
"Tapi--"
"Gak ada tapi,atau gue biarin lo jalan sendirian kehujanan" ucap Azka
Itu terdengar seperti sedang mengancam
Aira mau tak mau,pasrah dan langsung mendekatkan diri dengan Azka,lalu Azka menggendong Aira di punggung nya
"Ma-maaf kalau aku berat" ucap Aira dengan gugup
Mereka pun berjalan menuju ke rumah Aira
Aira menunjuk kan arah rumah nya
Sesampainya di depan rumah...
"Udah,stop,di sini" ucap Aira
Azka pun berhenti
"Ini rumah nya" ujar Aira
Azka pun menurun kan Aira
Azka langsung bingung melihat ke arah rumah yang di tunjuk oleh Aira
"Tante Siska?" gumam Azka
"?? Kamu kenal sama Tante aku?" tanya Aira
Tapi Azka hanya diam saja
"Sana masuk,di obatin luka nya" ujar Azka tanpa menunjukkan ekspresi apa pun di wajah nya
"O-oh,iya,btw makasih banyak..." ucap Aira
Aira pun masuk ke rumah Tante Siska,kemudian,saat Aira hendak masuk ke rumah nya,dia mengurungkan niat nya untuk berbalik badan dan melihat Azka
Ternyata yang dia lihat,Azka malah masuk ke rumah yang ada di depan rumah nya
"(L-loh? I-itu rumah dia?)" tanya Aira dalam hati
Dia benar-benar kaget karena tau ternyata dia bertetanggaan dengan cowok dingin sedingin alaska
Sebenarnya Aira belum tau kalau kepanjangan Azka adalah Alaska,mungkin jika dia tau,dia akan tambah kaget,karena nama nya sangat menggambarkan sifat nya
Aira pun tidak ingin berlama-lama berdiri di depan pintu,dia langsung masuk ke rumah
"Ira pulang..." ucap nya
"Eh,ponakan Tante udah pulang? Gimana sekolah nya? Lancar?" tanya Siska
"Yaa..gitu deh,Tan" ucap Aira
"Hah? Gitu gimana maksudnya?" tanya Siska bingung dengan ucapan Aira barusan
"Lumayan lancar sih.." ujar Aira
"Lumayan? Aira,kamu ada masalah dengan sekolah baru itu?" tanya Siska khawatir
"E-engga kok,Tante. Sebenarnya sih semua nya baik-baik aja,tapi Aira sering banget ceroboh,dari tadi pagi suka kesandung-kesandung mulu sampe nabrak orang" ucap Aira
"Ya ampun..kok bisa sih?"
"Ya...ntahlah,Tan"
"Yaudah,kalo gitu kamu pergi mandi gih,kedinginan diri dulu,kamu kebasahan tuh karna gerimis,untung nya gerimis,gak hujan" ujar Siska
"Iya,Tan"
Aira pun pergi ke kamar nya dan langsung pergi untuk mandi
...☂︎☂︎☂︎☂︎☂︎...
Setelah selesai mandi...
"Apa aku tanya aja sama Tante ya?" tanya Aira sendiri
"(Umm...kek nya tanya aja deh)"
Aira pun turun ke bawah dan menemui Tante nya
"Tante" panggil Aira
"Ya?"
"Tante,Aira mau nanya deh,Tante tau anak yang tinggal di depan rumah?" tanya Aira
"Depan rumah? Oh,Azka?"
"I-iya"
"Oh,dia tetangga depan kita..emang kenapa? Kamu kenal sama dia? Ketemu di sekolah?" tanya Siska
"Iya,Tan,kita sekelas" jawab Aira
"Wah,kebetulan banget ya..." gumam Siska
"Tante saranin,kamu berteman baik aja sama dia,dia itu anak yang baik loh" saran Siska
"Eum...tapi dia itu pendiam banget loh,Tan,berasa kek lagi ngomong ama patung kalau lagi sama dia" ucap Aira
"Haha,dia emang orang yang pendiam,mungkin kamu bisa bikin dia berubah (?)"
"Ih,apaan sih,Tante..."
"Haha,bercanda"
Kemudian,Siska tidak sengaja melihat kaki Aira yang terluka
"Loh? Ra? Kaki kamu kenapa? Kok bengkak gitu?" tanya Siska
"Eh? I-ini ya...tadi kesandung di jalan..ehehe"
"Ya ampun,kok bisa sih?" Siska mulai khawatir
"Tapi,gapapa kok,Tan"
"Gapapa apa nya Ira? Kamu tau gak sih,orang tua kamu pasti khawatir kalau tau soal ini"
"Ta-tapi jangan kasi tau Mama sama Papa dong,Tan..Aira takut mereka...marah.."
"Iya sih,Tante gak akan kasi tau,tapi gimana kalo mereka tau secara tiba-tiba?"
"Ya,semoga aja sih engga"
"Yaudah,tapi udah di obatin kan?"
"Iya,udah kok"
"Tapi kenapa gak di balut?"
"Setau Ira,kalau punya luka luar yang bengkak,trus sampe lecet kek gini trus kena air gak boleh langsung di balut,Tan,soal nya ntar jadi lembab dan akhirnya busuk sampe ke dalam" ujar Aira
"Hm...yaudah deh,apa kata kamu aja,ponakan Tante emang pintar,semoga bisa tercapai cita-cita nya ya,Nak"
"Iya,makasih Tante"
...EKSTRA PENGENALAN TOKOH...
Nama : Buk Maya selaku Kepala Sekolah
Karakteristik : cantik,ramah,baik hati,bersikap lembut,dan di sukai banyak murid
Kepribadian : bijaksana hingga jabatan nya selama 10 tahun,suka bicara dengan nada yang lembut,selalu bersikap fair dengan orang-orang,suka menjadi tritagonis (penengah)
Kelebihan : bijaksana
Kekurangan : karena sudah tua jadi pernah agak lalai
Like : anak-anak yang ramah,rajin,baik dan pintar
Dislike : anak-anak yang tidak mau mematuhi peraturan dan anak-anak yang membantah
Prinsip : ingin menjadikan nama sekolah ini menjadi harum dan populer di kalangan siswa siswi
...........
Nama : Fauzi Maulana (Ozi)
Karakteristik : ganteng (tapi gak ke amat-an),
Kepribadian : suka sombong (membuat diri nya bisa di puji di depan Aira) dan suka jahil (untuk melihat muka Kenya yang suka marah-marah)....(hm,kira-kira yang di sukai Ozi itu siapa ya?)
Kelebihan : mudah bergaul
Kekurangan : gak terlalu pintar
Like : jahilin Kenya
Dislike : ada yang deketin Aira
Prinsip : (ntahlah,dia gak punya prinsip deh kek nya)
...........
Nama : Amelia Anggraini (Amel)
Karakteristik : cantik,sombong,bullyer,merasa diri nya lebih tinggi (maksudnya harga diri dan kedudukan nya)
Kepribadian : pelit,sombong,punya pacar yang nama nya Fauzan
Kelebihan : pintar (tapi gak sepintar Aira)
Kekurangan : orang yang teledor (meskipun begitu,entah kenapa pihak sekolah gak pernah ngurus anak ini,padahal perilaku nya benar-benar gak toleran)
Like : Fauzan
Dislike : Aira
Prinsip : ingin membuat Aira menghilang dari muka bumi
...........
Nama : Fauzan Farhandika (Fauzan)
Karakteristik : ganteng,sombong
Kepribadian : ganteng ganteng tapi judes,suka tidur di kelas
Kelebihan : (gak ada kelebihan nya ni anak)
Kekurangan : (gatau)
Like : Amel
Dislike : Aira
Prinsip : ingin membuat Aira berlutut di hadapan nya (btw dia anak Presdir)
__ADS_1
...-To be continued-...