
Pagi hari yang cerah,saat nya tidak membawa buku,hanya memakai baju olahraga khusus
Dan...menyambut ulang tahun sekolah!
Aira hari ini tidak bareng Azka,karena dia bangun kepagian,dan pergi naik Taksi sendiri tanpa menunggu Azka
"(Beberapa pertanyaanku semalam mungkin udah terjawab oleh Zidan,meskipun gak seberapa,dan masih ada jawaban yang belum sepenuhnya pasti. Jadi..aku harus pelan-pelan mencari tau,gak boleh langsung gegabah)" batin Aira
"(Di tambah lagi,aku dapet 2 pertanyaan lagi,ntah itu bisa terjawab atau tidak,tapi intinya aku akan tetap terus mencari tau)"
Aira menatap ke arah jendela dan melihat ke luar
Benak Aira di penuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang sangat membuatnya penasaran
...🚖🚖🚖🚖🚖...
Sesampainya di sekolah...
"Wah,udah rame aja.." gumam Aira
Padahal masih pagi-pagi gini tapi sekolah udah keliatan rame,mungkin karena mereka semua pada gak sabaran dengan acara nya
Aira masuk ke dalam gerbang dan melihat ke sekitarnya,benar-benar sudah di hiasi oleh Kakak-kakak kelas
Ada banyak sekali stand-stand yang telah di pasang di lapangan (waktu itu di pasang di hari Minggu,cuman Author gamau kasi tau,soalnya males yang mau ngetik)
Kemudian,Aira tidak sengaja bertemu dengan Dika
"Eh,Aira..Pagi" sapa Dika
"Kak Dika? Pagi.." balas Aira
"Eh? Kan gue udah bilang panggil nama aja,jangan manggil 'Kakak'.."
"A-aduh,iya..soalnya aku gak terbiasa manggil nama ke orang yang lebih tua,aku juga baru tau kalau kamu kakak kelas"
"Haha,yaudah deh terserah lo aja yang mau manggil gue apa,yang penting gak salah nama udah itu aja"
"Heheh.."
"Oh iya,nanti sekitar jam 8 kita langsung ngumpul di lapangan,oke?"
"Oh,oke..makasih,Kak"
"Sama-sama..kalau gitu gue mau ngecek situasi di sana,duluan ya"
"Iya"
Dika pun pergi meninggalkan Aira
"(Enak manggil 'Kakak' sih aku..)" batin Aira
Aira pun masuk ke kelas nya,di sana sudah ada Kenya dan Ozi yang sedang bertengkar
Sedangkan Fauzan yang sedang enak-enak tidur tapi malah keganggu karena suara mereka yang berisik,akhirnya Fauzan marah
*Eps : Rivalry (2)
"Lo berdua bisa gak sih,sehari aja! Sehari aja gak usah berantem! Bisa gak?"
"GAK BISA" ucap Kenya dan Ozi secara bersamaan
"Apa sih anj*ng,lu nyari ribut?" tanya Fauzan yang darah nya mulai panas dingin
"Waduh,takut gue,mau meledak tu manusia" gumam Ozi yang langsung bersembunyi di belakang Kenya
"Ngapain takut,anak sok belagu kek dia sama aja kek setan" ketus Kenya
"Lo jangan nyari ribut sama gua ya,anj*ng! Ayah gue Presdir!" ketus Fauzan yang emosi nya mulai meledak
"Cih,trus kenapa kalo Ayah lo seorang Presdir? Gue harus takut,gitu? Gue harus bilang 'ye empyuunn..Ayah nye si anak b*b* adeleh seoreng Presdirrr..' gitu? Halah bac*t! Gua gak takut sama bapak lo,mana sini panggil!" ketus Kenya
Ozi terkekeh-kekeh setelah mendengar perkataan Kenya barusan
"Hahaha,mantap,Ken" ucap Ozi
Fauzan yang kesal langsung memukul meja nya dengan keras,dan itu membuat seisi ruangan menjadi hening,perhatian orang-orang tertuju kepada mereka bertiga
"(Waduh,gimana nih? Kek nya aku harus misahin mereka sih..tapi..aku takut tiba-tiba pas mau lerai mereka malah kena sial lagi..)" batin Aira khawatir
Dia takut masalah menjadi semakin besar dan menjadi-jadi,Aira juga gak peduli Fauzan adalah seorang Presdir,atau pun Amel yang Ayah nya pemilik sekolah ini..
Yang dia pikirkan hanyalah keadaan dan situasi,dia takut kejadian ini malah menghancurkan nama baik mereka
Kemudian,tanpa sengaja,Aira melihat seorang gadis yang memegang HP nya untuk merekam video adegan itu
"(Dia mau ngapain..? Ja-jangan-jangan mau di sebar ke sosmed!? Aku harus cari cara supaya situasi gak makin memburuk!)"
"(Tapi kalau aku ngadu ke guru,takutnya aku juga kena masalah,apalagi sama Fauzan,tapi di satu sisi juga aku harus ngerebut HP itu biar gak di rekam..tapi takutnya malah aku juga kena masalah sama cewek itu..)"
Aira benar-benar dilema dengan keadaan
Aira gak tau ingin melakukan apa,tapi,karena Dika dan Zidan yang gak sengaja lewat karena ingin mengecek keadaan,langsung mendengar suara teriakan mereka dari luar kelas,akhirnya Dika dan Zidan langsung masuk ke dalam kelas
"Eh,ada apa nih?" tanya Dika
Aira yang mendengar suara itu langsung menoleh
"Kak Dika..? I-itu..Kenya sama Fauzan lagi berantem,,aku pengen lerai,tapi takut.." ucap Aira
Zidan dan Dika langsung memperhatikan mereka
"Dik,kamu pergi ambil HP tu cewek yang lagi ngerekam,biar aku yang lerai mereka" ujar Zidan
Dika pun setuju dan mereka langsung bergerak,Dika menghampiri seorang cewek yang tadi mengambil rekaman video perkelahian mereka,sedangkan Zidan pergi menghampiri Kenya,Ozi,dan Fauzan yang saat ini sedang berkelahi
"Maaf ya,mau mereka berkelahi kek gimana pun,gak boleh ambil video sembarangan" ucap Dika sambil tersenyum ke arah cewek itu
"I-iya..Kakak..ganteng..." cewek itu malah patuh dan terpesona dengan ketamvanan Dika
Sementara,,Zidan..
"MAKANYA KALAU MAU TIDUR YA DI RUMAH LAH BEGO!"
"ELO YANG BEGO,KE SEKOLAH KERJA NYA CUMA BUAT BERANTEM DOANG!
"LAH ELO!? TIDUR DOANG,BELAJAR KAGA!"
"NGEBO-NGEBO GINI GUA DAPET RANKING 5 BESAR WOI!"
"YA BAC*T! 5 BESAR DOANG BANGGA,3 BESAR DONG!"
"Eh,udah udah udah stop! Kenapa berantem sih?" ucap Zidan berusaha meleraikan mereka
"Gak usah ikut campur,kecoak!"
"Gak usah ikut campur,lo!"
"Aku gak ikut campur..cuman--"
"Minggir!" Kenya langsung mendorong Zidan hingga menjauh
Mereka berdebat lagi
"(Zidan...)"
Aira langsung menghampiri mereka,di banyak kerumunan Aira terhimpit,tiba-tiba dia kesandung kaki orang dan hendak jatuh,tapi beruntung nya tangan seseorang menarik Aira agar tak terjatuh
Saat Aira bisa berdiri dengan benar dan seimbang,dia melihat ke orang yang menarik nya tadi
"A-Azka?"
"Lo mau ngapain?" tanya Azka
"A-aku mau misahin mereka.."
"Gak usah,jangan buat diri lo kebawa masalah orang" ucap Azka menghalangi Aira
"Ta-tapi--itu mereka--"
Azka langsung menarik Aira keluar dari kerumunan dan menjauh dari kelas
Aira hanya bisa pasrah..
"(Azka kenapa sih? Selalu halangi kehendakku?)" tanya Aira dalam hati
Dia lumayan kesal,tapi..di sisi lain dia juga penasaran kenapa Azka selalu bersikap di luar dugaan,ekspresi dan sikap serta tingkah laku nya tuh gak pernah bisa di tebak,selalu aja di luar ekspektasi
Sedangkan Kenya dan Fauzan yang masih berkelahi..Amel juga malah ikut-ikutan campur urusan mereka
"Kenya! Mending lo diem aja deh! Kalo gak tau apa-apa gak usah cerewet! Ya suka-suka orang dong mau tidur di mana! Ni sekolah juga bukan punya lo kan! Ni sekolah punya Ayah gue,dan lo gak berhak ngatur-ngatur dia!" ucap Amel
"Trus kalo ni sekolah punya Bapak lo kenapa? Ni punya Bapak lo,kan? Bukan punya lo! Jadi lo gak usah ikut campur,lo gak ada hubungan nya sama kita" ketus Kenya
Sedangkan Zidan,terdiam dan dia mengepalkan tangan nya
Keliatannya Zidan ingin marah,tapi di satu sisi ada banyak orang yang sedang menonton aksi mereka,jadi Zidan gak mungkin bisa meluapkan amarah nya di depan publik,bisa-bisa nama baiknya hancur
Jadi Zidan memberikan isyarat kepada Dika
"Dika" panggil Zidan
Dika yang sudah melihat raut wajah Zidan,langsung mengerti,dan Dika langsung menyuruh anak-anak lain untuk keluar dan tidak berkumpul
"Tolong keluar,ini gak ada hubungan nya sama kalian.." ucap Dika dengan terpaksa
Akhirnya mereka keluar karena juga bantuan dari Radit si ketua kelas
Setelah mereka keluar,Dika dan Radit langsung menutup semua jendela dengan tirai
__ADS_1
"Lah? Ini kenapa tirai nya di tutup pula sih!?" tanya Fauzan dengan kesal
Zidan secara langsung memukul meja yang ada di sebelah nya dengan sangat keras
BRAKK!
Semua nya kaget,bahkan yang di luar pun juga kaget dan ikut penasaran
(Termasuk Kenya)
Kenya menatap ke arah Zidan yang sikap nya sangat aneh saat ini juga
"LO PADA BISA DIEM GAK SIH!? KITA DI SEKOLAH ITU BUAT BELAJAR! BUKAN BUAT BERANTEM,KALO LO PADA GAK BISA IKUTIN ATURAN,YA GAK USAH SEKOLAH! MENDING TIDUR DI RUMAH DAN CARI ORANG LAIN UNTUK DI MARAHI!" bentak Zidan
Semua terdiam setelah mendengar bentakan dari Zidan,Amel yang mendengar itu,langsung gemetaran,seakan dia takut dengan wajah Zidan yang benar-benar sangat sangat sangat marah saat itu
Zidan benar-benar kesal,napas nya terengah-engah karena berteriak
Dika menatap Zidan dalam-dalam,seolah dia ingin membuat situasi lebih membaik,tapi dengan keadaan Zidan yang sedang marah itu,gimana cara nya?
Kenya kesal karena Zidan,entah kenapa ini baru pertama kali nya dia melihat Zidan yang seperti itu
Zidan langsung menghela napas nya dengan sangat berat
"Haaahh...kalian tau gak sih? Alasan kenapa kita sebagai anak bangsa di suruh buat sekolah? Karna biar otak kalian tu bisa berguna buat masa depan,mungkin bisa nyari inspirasi yang mengarah ke cita-cita,maybe yang bisa jadi dokter,guru,atau semacamnya,bukan untuk jadi preman brandalan yang kerja nya cuma berantem,berantem,dan berantem!" Zidan pun mulai berceramah
"Buat apa kalian sekolah kalau cuma berantem kek gini? Ada faedah nya kah? Ada manfaat nya kah? Kalau ada,bilang. Apa sih guna nya berantem kek gini?"
Semua terdiam..
Kenya yang kesal langsung meninggalkan mereka dan berjalan keluar dari kelas,sedangkan Fauzan juga membalikkan badan nya untuk kembali ke tempat duduk nya
Sementara,Ozi dan Amel yang masih berdiri di sana..
"Zi-Zidan..aku minta maaf ya.." ucap Amel dengan nada pelan
Zidan tak menghiraukan nya,dia justru malah makin merasa kesal dan keluar dari kelas juga
"(Itu beneran Zidan?)" tanya Ozi dalam hati
Dika pun mengikuti Zidan
Suasana yang tadi nya canggung,kembali mencair setelah anak-anak lain yang di luar masuk ke kelas dan bertanya-tanya
"Eh,yang tadi ngamuk itu,Zidan ya?"
"Ya ampun,aku gak nyangka Zidan bakal kek begitu"
"Elo sih,Zi..! Gara-gara lo nih"
"Lah,kok gara-gara gua pa*t*k?"
"Ya iya lah,siapa lagi kalo bukan elo"
"Iya,nih...Ozi nih"
"Apa sih b*ngs*t?"
Ozi malah ikutan kesal sendiri
...🐧🐧🐧🐧🐧...
"Azka,kenapa narik-narik sih? Padahal kan aku mau misahin mereka.."
"Misahin lu kata?" tanya Azka
Aira mengangguk
"Ch,lu mau misahin kek gimana?" tanya Azka lagi
"Yyaaa..mungkin...berdiri di tengah-tengah antara mereka,trus bilang baik-baik 'jangan berantem'. Ntar kalo mereka gak denger ya terpaksa teriak" ucap Aira dengan polosnya
Azka yang mendengar itu langsung memalingkan wajah nya "Pfftt.."
Azka sebisa mungkin menahan tawa nya
"??"
Aira justru bingung apa yang salah dengan jawaban nya
Azka langsung menghela napas nya "Haah..denger ya,mau lo teriak kek gimana pun,tetep aja salah satu dari mereka pasti bakal dorong lu ampe jatuh" ucap Azka mengingatkan Aira
"Lu baru aja sembuh beberapa hari,ya kali lu mau sakit lagi,lu gak sayang sama diri lo?" tanya Azka dengan suara yang bernada rendah dan lembut
"(Kenapa dia nanyain aku..?)" tanya Aira dalam hati
"E-emang nya kenapa kalau aku jatuh? Toh yang jatuh aku kan,bukan kamu.." Aira to the point
Rasanya tuh jleb banget di batin Azka,Azka langsung terdiam
"(Iya juga,ngapain gua perduli sama dia?)" batin Azka
Aira yang dari tadi terdiam di tempat hanya bisa bergumam "Aku kan gak pernah bilang dia peduli sama aku apa engga.."
...Sementara itu......
Zidan yang habis keluar dari ruang kelas,dia langsung di liatin oleh banyak orang,terutama yang paling heran di situ adalah para cewek,mereka menatap Zidan dalam-dalam
Mungkin mereka semua berpikir dan bertanya-tanya,ada apa dengan Zidan? Kenapa dia bersikap seperti itu?
Zidan masih kesal,dan Dika yang ada di sebelah nya gak bisa berkata-kata,dia cuma bisa mengusap punggung Zidan dengan lembut,Dika ingin menenangkan Zidan,tapi dengan perasaan Zidan yang sangat jengkel itu,gak mungkin baginya untuk bicara
"Sumpah Dik,gue kesel banget. Lagian kenapa sih sama Kenya? Kenapa sekolah harus sampe nyuruh-nyuruh kita yang OSIS buat jagain Kenya di sekolah? Harus mantaui dia,gak boleh sampe ada kasus tentang dia? Gue kan jadi kesel sendiri!" Zidan menggerutu sendiri
Dika hanya bisa mendengarkan dan menghela napas nya
"Padahal sekolah udah tau kalau Kenya itu cewek yang kek gimana,tapi malah harus nyuruh kita yang gak tau apa-apa ini buat jagain dia. Kira nya kita orang tua dia?"
"Udah Zid,udah...gue tau perasaan lo kek gimana..tapi,mending lo sabar aja,jujur sih,sebenarnya tadi itu lo gegabah banget,tapi..yang nama nya udah terlanjur yaudah lah,at least lo lega bisa misahin mereka,kan?"
"Iya"
Padahal gue cuma pengen hidup tenang,gak harus menghadapi murid kek Kenya gitu. Apa sih yang ada sama dia? Kenapa harus di jagain? Sebenarnya Kenya itu siapa?
...🐻🐻🐻🐻🐻...
Pagi-pagi aja udah ada kejadian kek begitu,kira-kira..gimana ya dengan keadaan di siang hari ini?
"Baiklah,sebentar lagi adalah giliran kuis Olimpiade untuk kelas 12 yang di campur dengan kelas 11. Silahkan mempersiapkan diri masing-masing"
"(Duh,deg-deg an banget..)" batin Aira
"Hah? Kelas 11?" tanya Ozi
"Itu udah pasti si Azka lah,bego pa gimana?" ketus Kenya
"Iya sih..tapi,lo gak liet? Di papan daftar,itu ada nama Ira" ucap Ozi
Kenya yang tadinya hanya berekspresi datar,menjadi kaget setelah mendengar ucapan Ozi barusan
"Elo serius!?" tanya Kenya
Kenya pun langsung mengedarkan pandangannya ke papan pengumuman tersebut,ternyata benar,ada nama Airani Clathria di situ
"(Jadi ini alasan kenapa dia gamau ngasi tau kita?)" tanya Kenya dalam hati
Kenya pun hanya tersenyum kagum
"(Yah,mau di permasalahkan kek gimana pun,dia emang orang yang pintar,Buk Maya pasti gak bakalan salah milih orang)" batin Kenya sambil tersenyum bangga di realitas
Akhirnya,mereka pun memulai kuis tersebut,dengan di mulai dengan tanya jawab yang lumayan mudah,dan berujung ke pertanyaan yang rada susah
Tapi untungnya semua team bisa menjawab,meskipun tidak semua terjawab,tapi di team Aira,Azka,dan Dika lah yang paling cepat menjawab pertanyaan yang di berikan
Orang-orang semua kagum dengan kerja sama mereka
Terutama Buk Maya
Tapi,tidak dengan para cewek :v
Mereka iri dan dengki dengan Aira,karena bisa berada di tengah-tengah antara kedua cowok yang sangat populer di sekolah ini
Benar-benar mengirikan
Semua murid sudah melakukan kegiatan untuk merayakan ultah sekolah,mereka semua foto-foto bersama,bersama guru,bersama teman,bersama orang kantin,bersama Kepsek,bersama Wakasek,serta bersama adkel dan kakel
...``~``~``~``~``~``~``~``~``~``~``...
...KEPSEK : KEPala SEKolah...
...WAKASEK : WAkil KepAla SEKolah...
...ADKEL : ADik KELas...
...KAKEL : KAkak KELas...
...``~``~``~``~``~``~``~``~``~``~``...
Tidak ada juara atau ranking serta hadiah yang di dapatkan di sini,hanya peringkat saja yang mereka dapatkan sebagai tanda telah bekerja keras dan berusaha masing-masing menjadi pribadi
Setelah melakukan semua nya,akhirnya sore hari telah tiba
Setelah selesai berbincang-bincang dengan guru dan murid...bahkan masih membahas topik tentang Olimpiade dan juga ekskul-ekskul yang telah di jalani oleh murid-murid
"Seru banget ya,tadi. Aira hebat bisa jawab pertanyaan dengan mudah,padahal cuma sehari doang uji coba nya waktu itu,trus latihannya juga sehari" ucap Dika kagum dan salut
"Hehe,iya Kak,,makasih" ucap Aira
Sedangkan Azka hanya diam seperti biasa nya,ya begitulah,itu memang sudah menjadi kebiasan nya (karna itu sifat nya)
__ADS_1
"Jadi ini yang lu kata surprise?" tanya Kenya yang tiba-tiba datang
"Eh? Haha,iya,Ken..sebenernya aku ragu pengen kasi tau,gak tau aja sih kenapa" ucap Aira
"Haha" Kenya hanya tertawa kecil
"Yaudah,ini udah sore,kita mau pulang duluan,ya" ucap Viola
"Oke,hati-hati.."
"Sip"
Viola dan Lala melambaikan tangan sambil menjauh
Mereka pulang bersama duluan,sedangkan Azka,Aira,Kenya,Zidan dan Dika masih ada di sana
"Oh iya,Aira/Ira mau ku/gue anter gak?" tanya Zidan dan Dika secara bersamaan
"Eh?" mereka juga kaget bersama,lalu tertawa bersamaan "Hahaha"
"Jadi gimana?" tanya Zidan
"Ehmmm...aku..aku na--" "Sama gue" potong Azka
Mereka selalu di bikin kaget sama Azka
"Oke" ucap Zidan seadanya
"Curut,kamu mau aku yang nganter?" tawar Zidan
"Apaan sih? Najis banget gue ama lu,gue mau pulang sendiri aja!" ketus Kenya
"Haduhh,iya deh serah kamu aja" pasrah Zidan
"Yaudah,gue duluan ya" ucap Dika
"Hati-hati ya,Kak" ucap Aira
"Oke~"
Dika pergi duluan yang juga dihampiri oleh Zidan "Aku juga duluan ya,guys"
"Hati-hati,Zid"
"Iya,makasih,kamu juga hati-hati,Ra"
"Oke"
"Yaudah,gue juga langsung mau pulang" ucap Kenya
Aira hanya mengangguk,Kenya pun pergi meninggalkan mereka berdua
Kini hanya ada Azka dan Aira berdua
"Kalau mo ngelamun gue tinggal" ucap Azka dengan tatapan datar nya
Azka langsung pergi menuju ke arah parkiran
"Eh,tungguin...~" Aira pun berlari kecil untuk menyamakan langkah nya dengan Azka
Kemudian,saat mereka masih berjalan,tanpa sadar Fauzan berlari dari arah depan dan menabrak Aira
Brugh
"Aduh.."
"Ahh! Ngalangin jalan aja sih lo! Jalan tu pake mata!" bentak Fauzan
"Lah,ya justru kamu dong yang seharusnya gak lari-lari,udah tau kan di depan ada orang?"
"Bodo amat! Di kasi tau malah ngeyel!" ketus Fauzan
"Auk ah! Minggir!" Fauzan langsung berlari lagi
Azka hanya diam melihat mereka
Tak lama,Aira langsung kesal dan menghentakkan kaki nya ke tanah "Ish! Sebel banget,deh! Padahal dia yang lari malah aku yang di salahin" Aira berdumel sendiri
"Yaudah gak usah di pikirin,buruan ni udah sore" ujar Azka agar Aira tak lagi memikirkan Fauzan
Aira pun mengangguk dan mereka pergi ke tempat parkiran
Sesampainya di parkiran...
Azka mengambil sesuatu dari dalam tas nya
"(Sumpah deh,pengen banget gigitin dia,padahal gak salah apa-apa,justru dia yang malah ngeyel. Udah tau salah malah nyalahin orang lagi)" batin Aira kesal
Azka yang sudah selesai mengambil barang yang ia mau,Azka pun langsung memakaikan di pinggang Aira
Aira spontan kaget
"E-eh!? Ka-kamu mau ngapain?" tanya Aira
"Gue naik motor,lo mau pamerin paha lo? Gue sih gak masalah"
"I-ih! Apa sih! Yaudah deh biar aku aja..!" Aira langsung ngeblush
Tapi Azka tidak berhenti mengikatkan jaket nya di pinggang Aira tersebut
Setelah selesai,Azka pun mulai duduk di motor nya lalu menyalakan nya
"Pinggang lo kecil juga ternyata" ucap Azka
Aira langsung terbelalak
"I-itu nama nya pelecehan tauk..!"
"Pfftt..lugu banget sih lu,yaudah sini naik,atau gue tinggal?" sekilas Azka tersenyum
Dan Aira hanya loading di tempat
"Heh,lo mau gue tinggal?" tanya Azka
Aira tersadar dari lamunan
Aira yang tak bersuara langsung perlahan-lahan naik ke motor Azka,dan mereka pun berangkat~
"(Barusan..barusan Azka senyum..! Barusan Azka senyum loh!)"
"Oh iya,Azka" panggil Aira
"Hm"
"Kamu kok gak mau senyum,sih? Kalo kamu senyum,kamu ganteng banget loh,lebih ganteng dari biasanya,adem lagi..di tambah lagi,senyum itu kan ibadah" ucap Aira
"...."
Azka tidak menjawab ucapan Aira
"(Ih,apaan sih? Selalu aja kek gini. Di cuekin,di cuekin,di cuekin mulu)"
Kemudian,Aira langsung punya ide. Aira pun diam-diam ingin menggelitik perut Azka,tapi tidak tau kenapa ternyata Azka sadar
Azka langsung memegang tangan Aira erar-erat
"Gimana ya? Bukan nya gue gamau senyum. Tapi kasian ntar yang liat kegantengan gue" ucap Azka
"Iihhhh,kepedean!" ucap Aira sembari memukul bahu Azka dengan pelan dengan tangan sebelah nya
"Hahaha,gilak..gue kok baru sadar ya,lo itu orang nya polos,lugu,mudah di tebak,trus enak di kerjain lagi..haha" ucap Azka sambil tertawa kecil
"Engga! Apaan ya!? Aku tu gak polos,kamu nya aja yang nyebelin!" ketus Aira
"Yaudah deh~"
Akhirnya mereka terdiam,tapi entah kenapa Azka masih tidak melepaskan tangan Aira
"Emmm,Azka?"
"Hm"
"Ini tangan nya mau sampe kapan?" tanya Aira
Azka yang tersadar secara spontan langsung melepaskan tangan nya
Mereka pun tenggelam dalam kecanggungan
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Sesampainya di rumah...
Aira turun dari motor Azka dan melepaskan jaket yang tadi di pakaikan sama Azka
"Ini,makasih.." ucap Aira
"Hm"
"Kalau gitu gue masuk,lo nya hati-hati" ucap Azka yang langsung meninggalkan Aira di depan rumah nya
"(Hah? Padahal kan aku udah sampe rumah,kok malah hati-hati lagi? Haha lucu banget sih Azka kalau lagi perhatian)" batin Aira kagum
Aira pun dengan perasaan senang masuk ke dalam rumah nya
"Oh iya,aku lupa nanya Azka dapet nomor ku dari mana -_-"
...-To be continued-...
BTW
__ADS_1
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN 😇🙏