Cinta Itu Aneh

Cinta Itu Aneh
Before the Olympics


__ADS_3

Hari Minggu


Di mana perjanjian akan bertemu di sekolah bersama peserta yang mengikuti Olimpiade antar kelas


Mereka saat ini sudah berada di ruangan khusus pelatihan (tempat ini khusus banget,buat pelatihan-pelatihan semacam itu,misalnya kek pelatihan menari,menyanyi atau padus,intinya begitu deh)


Saat ini semua yang mengikuti kegiatan ekskul berada di sekolah


(Bisa di katakan semua nya sekolah kembali seperti hari biasa,namun mereka tidak belajar,melainkan berlatih untuk hari Senin)


Iya sih waktu nya emang mepet banget,tapi mereka cari yang aman dan cepat aja


...πŸ–‡πŸ–‡πŸ–‡πŸ–‡πŸ–‡...


Aira datang ke sekolah menggunakan Taksi,saat tiba di sekolah tiba-tiba dia bertemu dengan Azka


"Loh..Azka? Azka kok bisa di sini?" tanya Aira


"Kepo" ketus Azka


"(Gapapa Aira..Gapapa..dia emang gitu..gapapa sumpah gapapa..)"


Lalu,mereka mengumpul di suatu tempat,dan mereka bertemu lagi


"(Jadi Azka juga ikutan Olimpiade toh..)" batin Aira


"Hai,Aira" sapa Dika


"Eh,hai Dika"


"Kamu ikutan Olimpiade juga..?"


"Iya,dong"


Dan di sana sudah ada 10 orang,di tambah dengan Azka dan Aira berarti 12 orang


Mereka semua berkumpul di hadapan Buk Maya


"Baiklah,semua nya ada 12 anggota,dan kita akan membuat 4 team,1 team terdiri dari 3 orang,jadi silahkan pilih anggota nya sendiri masing-masing" ucap Buk Maya


Aira yang berada di sebelah Dika langsung melihat ke arah Azka,karna entah kenapa dia berpikir hanya ingin 1 team dengan Azka,dia bahkan tidak memperdulikan Dika yang ada di sebelah nya


"(Apa Azka mau se-team dengan ku?)" tanya Aira dalam hati


Kemudian,rata-rata anggota cewek ingin se-team dengan Azka,dan yang cowok ingin se-team dengan Dika


"Azka..! Aku se-team ama kamu,ya"


"Dik,kita se-team yak,lo kan pinter,wkwk"


Ya begitu lah,para cewek hanya mendekati Azka karena Azka memang populer di kalangan cewek,sedangkan para cowok ingin bersama Dika karena Dika orang yang pintar


Tapi sayang nya Azka dan Dika sama-sama menolak mereka


Kemudian,Dika yang menatap Aira yang sedang menatap Azka,langsung tersenyum,dia pun mengatakan kepada yang lain,kalau "Maaf,gue sama Aira" ucap Dika


Dika pun langsung menarik tangan Aira untuk menghampiri Azka


"Kita bertiga se-team" ujar Dika sambil tersenyum melihat Aira


Aira pun ikut tersenyum,dan dia menoleh ke arah Azka yang hanya diam saja


"(Akhirnya bisa se-team sama Azka,Azka juga bahkan cuma diem aja)" batin Aira


Tiba-tiba Dika mengusap-usap kepala Aira dengan gemas


Aira yang di usap-usap pun langsung terkejut dan menoleh ke arah Dika


Dika pun berbisik "Apa pun demi elo"


Kemudian Dika melepaskan tangan nya


"(A-apa maksud nya?)" tanya Aira dalam hati


Akhirnya mereka bersama-sama berlatih hingga berhasil,dan..hari mulai sore


"Makasih Buk,ajaran nya"


"Iya sama-sama"


"Bro bareng kuy"


"Ntar dah,gua mau ke rumah si..."


"Eh bre,nebeng dong"


"Oke"


"Kita pulang ya,Buk"


"Iya,hati-hati"


"Woi tungguin"


"Lelet amat si lu"


"Tch"


"Buruan"


"Iye sabar ngape"


"Saya pulang dulu,Buk. Ibuk hati-hati yaa"


"Iya,kamu juga"


"Bye Buk,see you"


"Too"


"Avv,Ibuk nya pinter bahasa enggres"


"Ya tau lah..haha"


"Wkwk"


"Duluan,Buk.."


"Yaa"


Semua orang sudah pulang,sedangkan Aira bingung ingin pulang naik apa,karena tadi pagi dia naik taksi pergi ke sekolah,nyari taksi sore-sore gini susah banget


Naik angkot pasti bakal kelamaan


Trus kalo mau nebeng sama Azka (?) dia kan udah di kacangin terus sama si Azka


"Aira,lo pulang naik apa?" tanya Dika


"Ehm..aku juga gatau sih..pengen nya naik Taksi--"


"Kalau Taksi sore-sore gini susah dapetin nya.." potong Dika


"Nah itu dia..trus kalo mau naik angkot..ntar takutnya malah nunggu lama"


"Yaudah,biar gue anterin aja gimana?" tawar Dika


Kemudian,Aira menoleh ke arah Azka yang sedang memperbaiki sepatunya


Aira merasa kalau dia butuh persetujuan dari Azka


Azka yang merasa di tatap pun menatap Aira balik sambil bertanya "Apa liat-liat?"


Jlebb


Nusuk banget gak siiih??


"Yaudah..! Kalo gitu aku minta bantuan nya ya,Kak--eh,Dik.."


"Oke"


"Kita ke parkiran,ambil motor gue" ucap Dika


Aira mengangguk sebagai tanda jawaban


Tiba-tiba Azka langsung menarik tangan Aira "Sama gue aja" ucap Azka


"Eh..?"


Dika menatap mereka berdua dalam-dalam,sepertinya Dika sedang memikirkan sesuatu yang tak kita ketahui,begitu pula dengan Aira dan Azka


"Yaudah,keputusan ada di tangan lo,Ra. Lo mau ikut gue apa Azka?" tanya Dika


"Ehm..itu..."


"(Gimana ya? Apa aku pilih sama Dika aja? Soalnya aku juga pengen kenal Dika lebih dekat..kalo sama Azka..dia kan gak suka sama aku,ngapain juga dia narik-narik aku,kan?)" pikir Aira


Awalnya Aira pengen bilang ikut sama Dika,eh malah "Aku ikut Azka" ucap Aira yang malah menoleh ke arah Dika


"(UPS! Aku ngomong apa barusan?)"


Aira gak tau tiba-tiba mulut nya malah bilang pengen ikut sama Azka


Sedangkan Dika hanya tersenyum ramah dan mengizinkan Aira pulang bersama Azka


"Yaudah,kalo gitu hati-hati ya,gue pulang duluan" ucap Dika yang sembari meninggalkan mereka berdua


"Jujur banget" gumam Azka yang suara nya terdengar oleh Aira


"M..maksudnya?" tanya Aira


"Gak"


Azka dan Aira ingin pergi ke tempat parkiran,tapi tiba-tiba Kenya,Lala,dan Viola yang tidak sengaja melihat Aira langsung memanggil secara spontan


"Aira?"


Aira pun membalikkan badannya


"Eh..? Kenya,Lala,Viola?"

__ADS_1


Azka juga menoleh ke belakang,lalu tak lama dia langsung berbisik ke Aira "Gue nunggu di parkiran"


"Oke"


Azka pun pergi duluan ke tempat parkiran,sedangkan Kenya,Lala,dan Viola menghampiri Aira


"Lo ngapain di sini?" tanya Viola


"Aku.."


"Bukannya waktu itu kamu bilang gak mau ikutan ekskul ya?" tanya Lala


"Itu...gimana ya..? Emm,aku pengen jujur,tapi..aku pengen kasi surprise sama kalian" ucap Aira dengan jujur


"Surprise?" tanya Kenya


"Surprise? Serius?" tanya Viola


"Iya,surprise. Aku sengaja gak ngasi tau kalian,jadi besok kalian pasti bakal tau sendiri aku ikut kegiatan apa" jawab Aira


"Oh gitu..jadi cerita nya kita gak di bolehin tau nih,trus kamu pengen nunjukkin besok kamu ikutan ekskul apaan,gitu?" ucap Lala berpendapat


"Nah,itu dia.."


"Oh..yaudah,trus sekarang lo mau pulang?" tanya Kenya


"Iya,nih"


"Sama Azka lagi?" tanya Viola


"Iya" jawab Aira sambil mengangguk pelan


Viola dan Kenya saling bertatapan,lalu tatapan mereka kembali tertuju ke arah Aira yang sedang kebingungan


"Yaudah,mending lo hati-hati,jangan ceroboh lagi" ujar Kenya


"Oke,makasih,Ken"


"Sama"


"Hati-hati ya,Ra"


"Hati-hati,semoga sampai hingga tujuan dengan selamat.."


"Makasih,La,Vi"


"Yaudah sana buruan,gih. Ntar si es batu nungguin dengan tidak ramah lagi" ucap Viola bercanda


"Haha,kalo gitu duluan ya~"


Aira pun meninggalkan mereka bertiga ke tempat parkiran menghasilkan Azka yang sudah menunggu sedari tadi


"Nih" ucap Azka sembari memberikan helm kepada Aira


"(Oh? Dia nawarin?)"


Aira pun menerima helm dari Azka lalu memakainya,setelah itu dia naik ke motor Azka


"Udah?" tanya Azka memastikan


"Udah" jawab Aira


Azka pun mulai menjalankan motor nya


Situasi canggung seketika di perjalanan,dengan mendengar suara mesin kendaraan-kendaraan yang berlalu-lalang


...🏍🏍🏍🏍🏍...


Sesampainya di depan rumah Aira...


Aira turun dari motor dan melepas helm nya,tapi dia malah kesusahan,jadi Azka yang tidak sabaran dengan sikap Aira,akhirnya Azka langsung menarik tangan Aira lalu melepaskan ikatan helm nya


Aira hanya diam terpaku setelah apa yang Azka lakukan barusan


Pertolongan secara paksa(?)


Mungkin bisa dikatakan seperti itu..tapi,Aira menatap Azka sangat dalam


Seolah,dia berpikir,sebenarnya siapa Azka ini? Dari mana asal nya? Apa Azka memang orang yang cukup perhatian? Siapa jodoh nya nanti di masa depan? Siapa orang beruntung itu yang akan bersama dengan Azka dan menerima perhatian penuh dari Azka?


"(Ah..engga,aku gak boleh berpikir terlalu jauh,mungkin Azka emang gak suka sama yang terlalu lelet gerakan nya)"


Dan akhirnya Aira kembali ke kenyataan setelah Azka menaruh helm nya di kaca spion motor nya


"Makasih ya,Azka" ucap Aira sambil tersenyum


"Hm"


"Oh iya,aku penasaran,kenapa deh sama kamu? Padahal dari semalem kamu nyuekin aku terus,dan lagi kamu kek marah gitu pas denger aku datang ke rumah kamu,dan sekarang malah tiba-tiba banget inisiatif narik tangan aku buat nganter aku pulang..?" tanya Aira


Azka langsung tertohok mendengar pertanyaan Aira,seakan dia sedang memikirkan alasan bagaimana untuk menjawab pertanyaan ini? Menggunakan alasan apa?


Tapi,pada dasar nya Azka emang orang yang gak pernah keliatan gugup atau gimana,jadi dia langsung menjawab secara normal


"Karna rumah kita berdepanan,jadi lo gak perlu nyusahin orang lain,kalo sama gue kan tinggal nganter trus berenti depan nya,ketimbang sama Dika yang ngantar lo pulang trus dia balik lagi?" ucap Azka tanpa menunjukkan ekspresi apa pun


"Iya juga ya..yaudah deh makasih banyak,kalo gitu aku masuk dulu" ucap Aira


"Hm"


"(Dasar,es batu)" batin Aira kesal


Aira pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa memikirkan apa pun lagi


"Assalamu'alaikum..Aira pulang~"


"Wa'alaikumsalam~"


"Eehh anak Tante udah pulang"


"Tante..?"


"Haha,bercanda,pastinya ponakan kesayangan Tante~ Yaudah yuk masuk,udah sore"


"Iya"


...-----...


"Jadi gimana tadi latihan nya? Lancar?" tanya Siska


"Alhamdulillah lancar sih,Tante" jawab Aira


"Syukur deh kalo gitu..yaudah,mandi gih"


"Iyaa Tantee"


Aira pun langsung menuju ke kamar nya,tapi tiba-tiba dia berhenti sejenak,lalu menoleh ke Tante nya


"Tante"


"Ya?"


"....."


"Gak jadi" Aira mengurungkan niat nya dan langsung masuk ke kamar untuk bergegas mandi


"(Kenapa ni anak?)" tanya Siska dalam hati


...🐻🐻🐻🐻🐻...


Di kamar Aira...


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap,dia pun langsung merebahkan tubuh nya di ranjang


"Haduh...capek banget,tapi..segerr" gumam Aira


Kemudian,tanpa sengaja Aira melihat ke arah HP nya yang tergeletak di meja belajar


"..."


"Azka akhir-akhir ini kenapa ya? Semalem dia gak mau kasi tau alasan kenapa dia gak sekolah...di tambah lagi,di rumah nya gak ada orang kecuali pembantu nya waktu itu...terus..dia gak sekolah semenjak nganterin aku ke rumah sakit..."


"Setelah itu..dia dateng sekolah hari Sabtu dan gak tau aja rupanya dia juga ikutan Olimpiade..Apa yang sebenarnya dia sembunyiin? Aku yakin banget dia pasti lagi ada sesuatu yang di sembunyiin,tapi aku gak tau apa itu"


Tiba-tiba dia kepikiran pengen menguak informasi tentang Azka,akhirnya dia mengambil sebuah buku catatan yang kosong (kebetulan emang belum di pake)


Lalu mengambil bolpoin dan mulai menulis sesuatu


Yang Aira tulis :


-Dari hari Rabu Azka gak masuk setelah nganterin aku ke RS. (Kenapa dia gak masuk?)


-Setelah aku sembuh total dan pulang dari RS dia langsung ngechat ke HP aku,tapi aku gak tau dia dapet kontak aku dari mana. (Dari mana dia dapat kontak 'ku?)


-Pas aku dateng ke rumah nya,di rumah nya cuma ada pembantu nya,dan kata nya Azka gak pulang-pulang dari kemaren. (Sebenernya dia kemana?)


-Hari Jum'at setelah aku masuk dia masih gak absen juga,besok nya baru dia absen. (Kenapa harus nanggung banget hari nya?)


-Waktu aku bilang aku ke rumah nya dia langsung bilang 'Jangan ke rumah gue lagi' pake tatapan dingin,trus keliatan kek marah gitu. (Kenapa gak boleh ke rumah nya?)


-Dia gak ada bilang kalau dia ikut lomba Olimpiade. (Kenapa dia ikut lomba Olimpiade ini? Bukan nya masih ada kegiatan ekskul lain selain ini? Soalnya dia bilang waktu itu dia gak ikut ekskul apa pun)


-Pulang dari latihan di hari Minggu,dia berinisiatif buat nganterin aku pulang,tapi dia pake alasan segala 'Karna rumah kita berdepanan'. (Trus kalo rumah kita gak berdepanan apa dia gak bakalan berinisiatif kek gini?)


...-----...


"(Point nya,aku penasaran banget sama id Azka ini. Dia sebenarnya siapa? Apa yang dia sembunyiin? Kenapa setiap kali di tanya dia cuma bilang 'Gak' pake tatapan dingin terus)" pikir Aira


Aira mengetuk-ngetuk bolpoin nya ke meja belajar nya,dia mulai memikirkan sesuatu


"(Aku pengen nanya ke Tante,cuman takut nya si Tante malah mikir ke yang lain,kan pasti jadi gak bakalan jadi nanya nya,trus Tante gak bakalan jawab,bahkan sampe tahun depan pun)" batin Aira


"Aku tanya siapa ya..?" tanya Aira sendiri


Dia menatap ke atas langit-langit atap kamar nya,tiba-tiba dia kepikiran soal Azka di sekolah,gimana sama pertemanan nya? Dia akrab sama siapa?


"(Siapa yang bisa tau tentang ini ya?)" tanya Aira dalam hati


Tiba-tiba dia langsung teringat sama Zidan yang sebagai ketua OSIS,mungkin Zidan tau sesuatu

__ADS_1


Karena kebetulan waktu itu Dika minta kontak Aira,Zidan pun juga minta,akhirnya mereka punya kontak satu sama lain


"(Aku coba tanya sama Zidan deh,siapa tau Zidan tau sesuatu..)" batin Aira


Aira pun mulai menelpon Zidan


Tut tuuutt


Tut tuut


"Halo?"


"Oh,halo,Zidan.."


"Ya? Ini Ira,ya?"


"Iya"


"Ouh,oke. Btw ada apa?"


"Ehm..tapi sebelum nya..kamu sibuk gak sekarang ini?"


"Ummm..engga sih,why?"


"Ada yang mau aku tanyain sama kamu,ini mengenai Azka"


"Azka? Ouh..Emang kenapa sama dia?"


"Engga sih,bukan apa-apa,cuman..aku penasaran aja,secara kamu ketua OSIS di sekolah,mungkin kamu tau sesuatu..mungkin.."


"Hmm..gimana kalo ketemuan aja? Pasti gak nyaman kalo ngobrol lewat telpon gini"


"Eumm..gimana ya,soalnya ntar lagi mau maghrib"


"Ah,gimana kalo siap sholat Maghrib aja? Sekitar jam 7?"


"Mmm..aku coba tanya sama Tante aku deh,di bolehin atau engga"


"Oke,nanti aku shareloc"


"Sip,makasih"


"Sama-sama"


"Kalau gitu aku tutup ya telpon nya"


"Oke"


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Panggilan berakhir...


Ya,setidaknya untuk saat ini Aira mulai lega,karena ada seorang informan yang mungkin bisa membantu nya mencari tau tentang Azka


...🌚🌚🌚🌚🌚...


Pukul 7 malam lewat..


Aira memberikan pesan kepada Zidan kalau dia di izinkan untuk keluar,tapi cuma sebentar,dan lagi Tante Siska nyuruh Zidan buat jemput Aira sendiri


Akhirnya Zidan setuju,dan Zidan datang ke rumah Aira lalu membawa nya ke suatu tempat,yang mungkin suasana nya akan cocok untuk jadi latar tempat mengobrol di malam hari


...-----...


Akhirnya mereka tiba di warung bakso,kebetulan tempat itu lagi sepi,jadi mereka bisa numpang ngobrol sambil makan-makan bakso


"Jadi...apa yang ingin kamu tau tentang Azka?" tanya Zidan


"Itu...aku pengen tau,sebenarnya Azka di sekolah berteman sama siapa aja ya?"


"Mungkin kedengeran nya aku lebih kek stalker,tapi yang aku tau dia itu cowok dingin yang pendiam,yang kerumuni dia cuma cewek-cewek yang terpesona sama fisiknya,jadi...mungkin kamu tau seseorang atau 2 orang yang pernah berkomunikasi sama dia..?"


"Kalau di tanya tentang teman yang akrab sama Azka,sih..cuma aku sama Dika doang" ucap Zidan


"Hah..?"


"Iya,jadi..mungkin kamu belum tau,ya? Kalo sebenarnya Azka juga termasuk anggota OSIS,cuman dia gak mau aja ada yang tau soal ini. Jadi dia selalu merahasiakan nya,lagian gak ada orang yang ngajak dia ngobrol duluan,kan.."


"Terus..karna dia sering di ruangan OSIS,makanya cuma aku dan Dika yang sering ngajak dia ngobrol,anggota lain mah gak pernah,mereka segan sama Azka,ya paling cuma nawarin minum atau makan aja,itu doang" jelas Zidan


"(Jadi...yang deket sama Azka itu Zidan sama Dika ya?)"


"Oh iya,apa kamu tau soal keluarga nya Azka?" tanya Aira lagi


"Em! Maaf kalau aku lancang! Cuma..gimana ya jelasin nya? Ini privasi sih,tapi kalau boleh di katakan,aku agak terganggu sama Azka.."


"Kenapa terganggu?" tanya Zidan


"Soalnya..aku gak pernah tau selama ini dia kemana aja,waktu itu aku sempet ke rumah nya,tapi dia gak ada di rumah,kata pembantu nya dia gak pulang-pulang sejak nganterin aku ke rumah sakit hari itu.."


"Di tambah lagi,sama sikap nya yang selalu dingin dan ketus banget sama aku,aku lumayan kesal..tapi,ada sesuatu hal yang terus mengganjal di pikiranku,mungkin gak bisa di jelasin dengan kata-kata..jadi yang pengen aku lakuin saat ini adalah mencari tau tentang Azka aja" ucap Aira


"Hm..gimana ya,Ra? Bukan nya apa..cuman..kalau kamu nyari tau id orang,trus orang itu tau gerak-gerik juga lika-liku kamu,gimana? Bisa aja kan Azka menyalah tanggapi sikap kamu?" tanya Zidan


"Iya juga sih..tapi.."


"Tapi gapapa,Ra! Aku sedia bantuin kamu,asal pembicaraan kita ini gak sampe ke telinga siapa pun termasuk Azka" ucap Zidan sambil tersenyum


"Oh,Oke..makasih,Zid"


"Sama-sama"


"Oh iya,tadi kamu nanya tentang keluarga Azka,kan?"


Aira mengangguk


"Jujur,aku gak pernah tau soal dia,karna dia orang yang tertutup banget,gak suka cerita-cerita tentang diri nya apa lagi keluarga nya,iya sih emang itu sebuah privasi masing-masing orang,cuman..sikap nya yang diam itu sangat terlalu.."


"Jadi..aku gak tau banyak. Tapi,yang aku tau cuman..hubungan keluarga nya yang gak baik"


"A-apa..? Hubungan keluarga nya gak baik? Kenapa?" tanya Aira penasaran


"Gimana ya bilang nya? Sshhh...ah,jadi,,kedua orang tua nya Azka kek lagi ada masalah,yaa biasa kan yang nama nya rumah tangga.."


Aira mengangguk lagi


"Jadi,itu membuat Ibu dan Ayah nya berpisah,dan waktu itu aku juga pernah sempet nanya tentang orang tua nya,dia bilang dia gak tinggal sama orang tua nya,setelah itu dia langsung pergi,seakan kek gamau melanjutkan topik itu" ucap Zidan


"Jadi...cerita nya orang tua nya pisah dan lagi gak tinggal sama Azka atau pun ngambil hak asuh Azka,gitu?"


"Nah,bisa di katakan begitu"


"Yah..trus Azka gak dapet kasih sayang dong dari orang tua nya..." gumam Aira dengan tatapan yang berempati


Sedangkan Zidan hanya tersenyum lembut ke arah Aira


"Aku tau itu pasti sulit bagi dia,tapi aku juga yakin dia orang yang kuat" ujar Zidan


"Iya..dia pasti kuat.." gumam Aira


"Nah,makanya..Tapi,kenapa nanya soal keluarga nya?" tanya Zidan yang penasaran dengan pertanyaan Aira


"So-soalnya..dia juga pernah bilang kalo dia cuma tinggal sendirian,trus waktu ke rumah nya cuma ada pembantu nya..dan aku sempat cerita ke Azka kalo aku datengin rumah nya,tapi dia malah kek marah gitu,trus bilang aku gak boleh dateng ke rumah nya lagi tanpa izin"


"..."


"Tapi,entah kenapa seperti ada sesuatu yang dia sembunyiin,aku gak tau apa itu..jadi aku pengen nanya satu per satu tentang dia dari orang yang dekat dengan nya,makanya aku nyari kamu" jelas Aira


"Oh gitu..jadi,setelah kamu tau kalo orang tua nya ini pisah..kamu mau apa lagi?" tanya Zidan


"Umm...Oh iya,karna besok acara ultah sekolah..kamu tau gak kenapa Azka mau ikut lomba Olimpiade ini?" tanya Aira


"Oh..kalo masalah itu sih biasa,dia emang sering ikutan lomba kuis-kuis gini atau pun Olimpiade...dan dia paling gak suka ikutan ekskul kek praktekan gitu,dia lebih suka ke teori" jawab Zidan


"Ouhh..." gumam Aira sambil mengangguk-angguk


"..."


"Terus...kamu tau gak kenapa dia gak absen 3 hari waktu itu?" tanya Aira


"Hmm..gak tau juga ya,soalnya aku pernah hubungi HP dia,tapi gak di angkat,jadi aku gak tau dia ngapain dan kemana aja selama 3 hari gak absen.."


"Di tambah lagi,pas dia masuk hari Sabtu semalam,dia kan masuk ke ruang OSIS,di situ aku nanya ke dia,kenapa dia gak absen 3 hari? Dia diem aja dan gak bilang apa-apa trus langsung keluar. Yaudah deh,aku gak mau maksa kehendak dia" ucap Zidan


"(Azka emang beneran nyusahin juga,ngerepotin,ngeselin,nyebelin..ugh..diam-diam gitu bisa di kira orang dia bisu gimana gitu kan)" batin Aira kesal


"Oh gitu..oke,makasih info nya,Zid,aku cuma pengen nanya itu aja sih..gak banyak kan pertanyaan ku..?"


"Oh gak banyak kok,haha"


"Oke..sekarang bakso aku udah abis,dan bentar lagi mau adzan Isya',aku mau pulang.."


"Yaudah,aku abisin bakso dulu,cerita mulu dari tadi soalnya..haha"


"Hehe..maapin"


"Gapapa.."


Setelah itu,Zidan pun segera menghabiskan bakso nya,lalu mengantarkan Aira pulang ke rumah dengan selamat,akhirnya Aira sedikit lega bisa mendapatkan jawaban meskipun gak seberapa,tapi seenggaknya itu udah berguna banget bagi nya


"Sekarang aku udah tau,alasan kenapa dia bilang tinggal sendirian di rumah.."


"Terus..teman yang akrab sama dia cuma Zidan dan Dika,karena dia anggota OSIS,tapi..kenapa dia harus ngerahasiain ini..?"


"(Iya juga,Zidan bilang dia gak punya temen yang bisa di ajak ngobrol kan?)"


"Orang tua nya pisah..tapi gak ada 1 pun dari mereka yang ngambil hak asuh buat Azka,Azka kan anak kandung nya. Meskipun udah gede,tapi seenggaknya dia juga butuh pendamping kan,walau gak lengkap.."


"(Kata Zidan..Azka emang sering ikut lomba kuis-kuis atau Olimpiade kek gini..berarti sering banget dong,ya?)"


"Oke lah,sekarang aku udah tau sedikit demi sedikit..dan masalah orang tua nya Azka,masuk ke daftar penasaranku"


-Orang tua nya Azka berpisah (Kenapa? Apa alasan perpisahan itu? Dan kenapa gak ada 1 dari mereka yang mau jagain Azka?)


-Kata Zidan,Azka anggota OSIS (Sejak kapan? Dan apa alasan nya?)


...-To be continued-...

__ADS_1


BTW


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANπŸ˜‡πŸ™


__ADS_2