Cinta Itu Aneh

Cinta Itu Aneh
Jawaban


__ADS_3

Keesokan harinya...


Mereka berkumpul kembali untuk menyelidiki kasus di mana semalam terjadi insiden yang sangat menegangkan,sampai beberapa orang terkait di dalamnya


Termasuk Aira,Amel,Fauzan,Angga,Dika,Zidan,Ozi,Viola,Lala,Kenya,Putri,dan Citra


So,saat ini mereka sedang membahasnya di saat jam istirahat,mereka berkumpul di sebuah ruangan kosong yang memang khusus untuk tempat berkumpul (digunakan di saat-saat tertentu,seperti berdiskusi antar anggota OSIS)


"Gue benci bilang kek gini,tapi jujur,gue naruh kepercayaan ke lo,gue harap lo bisa memberi bukti ke ni orang yang gak tau diri,kalau Aira gak bersalah!" ucap Kenya


"Iya iya..sekarang ini,yang perlu kita lakuin adalah,cari tau di mana HP nya Ira sekarang ini.." ujar Zidan


"..."


"Oh iya,Aira. Terakhir kali,yang lo inget,lo taruh HP lo di mana?" tanya Dika


"Kalau gak salah inget...waktu itu aku bawa ke kantin,semalem aku bareng Viola,Lala,sama Kenya" jawab Aira dengan jujur


"Trus,setelah itu lu ada ninggalin HP lo di meja gak? Atau di mana gitu?" tanya Dika lagi


"Mmm...apa ya?"


Aira mencoba untuk mengingat kembali memori nya yang semalam


Yang dia ingat adalah..


"(Semalam kan aku makan di meja bareng Viola,Lala,sama Kenya. Teruss.........................)" Aira ngestuck


"Aku lup- Ah iya! Aku baru inget,setelah itu aku ke wc bentar,kalau gak salah,HP nya masih di kantong rok ku" ucap Aira


"Trus?"


"Terus..."


"Oh iya,waktu itu kan pas di kantin juga si Citra pergi ke wc,iya kan?" tanya Putri


"Hah? I-iya..tapi,gue gak liat Aira kok" ucap Citra dengan cepat


"(??)" seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Kenya setelah mendengar ucapan Putri dan Citra barusan


"Lo serius gak liat dia?" tanya Kenya mencoba untuk memastikan


"Yyaa iya lah!" jawab Citra dengan suara agak meninggi


"Ya udah sih gak usah ngegas! Kan gua nanya doang!" ketus Kenya


"..."


"Kalau Ira sendiri? Nemu Citra gak semalam?" tanya Zidan


"Umm...engga sih" jawab Aira


"Oh,trus abis itu lo ngapain?" tanya Angga


"Abis itu..aku keluar dari wc dan akhirnya sampe insiden terjadi aku gak nyadar di mana HP ku" jawabnya


"Berarti,yang terakhir kali kamu inget tepat di wc?" tanya Zidan


"Iya" jawab Aira sambil mengangguk


"Kebetulan di wc ada CCTV,tapi sayang nya CCTV nya deket pintu,jadi mungkin gak bakal keliatan,tapi,kita bisa nyoba cek" usul Dika


"Boleh,tuh" ucap Zidan


Mereka pun bergegas ke ruangan CCTV


...-----...


Di ruangan CCTV...


Mereka melihat rekaman CCTV yang semalam,di lokasi wc


(Aduh,sumpe,kenapa harus nyebut-nyebut wc sieh-?πŸ˜©πŸ’”)


Yang masuk sebelum dan sesudah Aira,ada sekitar 4 orang,lalu,sebelum dan sesudah Aira keluar,ada sekitar 5 orang


"Sebelum Ira masuk,di situ ada Laras sama Fina. Setelah itu,mereka keluar dan berpapasan sama Ira" ucap Zidan


"Iya,di situ aku ketemu sama mereka" ucap Aira


"Nah,pas Aira udah masuk,ada 2 orang lagi yang masuk,yang pertama si Sheila adkel,yang kedua si Citra" ucap Zidan


"Abis itu,tak lama ada Sheila yang keluar duluan,setelah itu Citra,setelah itu Ira keluar,dan yang terakhir keluar ada Kak Zian"


"Bentar..Zian itu..kelas berapa?" tanya Aira


"Kelas 12" jawab Dika


"Dia Kakak aku" ucap Zidan


"Oh? Dia Kakak kamu?" tanya Aira yang baru tau kalau Zian itu adalah Kakak nya Zidan


"Iya,haha. Mirip,kan?" tanya Zidan


Aira pun memperhatikan wajah Zian dengan seksama


"Wah iya,mirip" gumam Aira


"Beda setahun doang" ujar Zidan


"Nah,sekarang,kita harus kumpulin Sheila sama Zian" ucap Zidan


"Tapi sebelum itu,gue masih curiga sama lo,Citra" ucap Kenya yang langsung mencurigai Citra


"Hah? Kenapa lo curiga sama gue!? Gue kan udah bilang kalo gue gak ketemu sama Aira sama sekali!" bantah Citra


"Trus kenapa lo marah-marah gitu? Bukannya kalo emang lo gak salah,lo gak bakalan marah ya kan?" tanya Angga yang mulai ikut mencurigai Citra


"A-apa? Si-siapa yang marah? Gue kan gak marah! Gue marah karna Kenya nuduh gue terus!" sangkal Citra


"Gue gak nuduh lo,mon maap. Tapi gue cuma curiga! Ngerti kata curiga gak sih?"


"Ya tapi lo terus-terusan nanyain gue,ya gue kesel dong! Berarti kan lo beneran mau nyudutin gue" ketus Citra


"Citra bener,dan gue gak yakin kalo Citra pelaku nya. Secara selama ini dia sama gue terus,gak mungkin kan dia berani ngelakuin hal kek gitu" bela Amel


"Woi,Mak Lampir. Seharusnya lo mikir dong. Dia udah temenan sama lo udah lama. Trus bisa aja dia tau lo pacaran sama Fauzan,dan akhirnya dia juga ikutan nge-crush-in dia,tapi secara diam-diam tanpa lo tau!" sangkal Ozi


"Bener. Gue setuju sama Ozi. Soalnya,kita juga gak tau motif di balik insiden ini kan" sambung Angga


"Tch,gue tekanin sekali lagi! Kalo gue gak salah! Bukan gue pelaku nya! Emang nya lo pada punya bukti kalo itu gue?"


"Bukti emang belum ada,Cit. Tapi lo tenang aja,gue bakal cari bukti yang kuat kok. Hmh,lo tenang aja ya" ucap Kenya sambil tersenyum smirk


"..."


Citra kesal dan bercampur takut


Entah apa yang ia lakukan selama ini,kita tak ada yang tau,bahkan Author pun tak tau


"Udah udah,untuk sekarang jangan saling tuduh-menuduh dulu,Citra bener,kita emang gak ada bukti" ucap Dika yang di sambut dengan senyuman bangga dari Citra "Dan sekarang ini kita akan cari bukti,siapa pelaku sebenarnya" lanjut Dika


"Yaudah" gumam Kenya


"Tapi siapa pun yang berani lakuin hal itu! Gue jamin hidup nya gak bakalan aman dan tenang!" seru Kenya


"Ke-Kenya..Udah ih..kamu serem banget.." ucap Aira gemetaran


"Lo jamin gimana,tuh? Haha" tanya Angga


"Gue santet!" jawab Kenya dengan cepat


"Beh!"


"Udah udah..yaudah,sekarang kita harus cari Sheila sama Kak Zian aja dulu,kita interogasi mereka berdua" ujar Zidan


Mereka semua setuju dan akhirnya mereka pergi mencari Sheila dan Zian


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


"Wah,ada apa nih?" tanya Zian


"Ini,Kak..ada masalah yang terjadi. Dan ini mungkin bakal ngelibatin kalian,jadi mohon kerjasama nya" ujar Zidan


"Ouh,oke~" ucap Zian


"Pertama-tama,Sheila. Kita mau nanya" ucap Dika


"I-iya,Kak?"


"Kamu kenal gak sama anak ini gak?" tanya Dika sambil menunjukkan foto Fauzan dari HP nya Amel


"Um..engga,Kak" jawab Sheila


"Serius?" tanya Amel


"I-iya,Kak"


"Trus,waktu lo ke wc semalem,sempet ketemu sama cewek ini gak?" tanya Ozi sambil menunjuk ke arah Aira


"Umm...kek nya engga" jawab Sheila


"Oh,gitu..Oke,makasih banyak atas waktu nya,maaf ganggu ya" ujar Zidan


"I-iya,Kak. Masama,gapapa kok"


Sheila pun pergi,kini giliran Zian yang di pertanyakan


"Kak,Kakak kenal Fauzan,kan?" tanya Zidan


"Kenal" jawab Zian dengan santai


"Trus,semalem pas ke wc,ketemu sama Ira?" tanya Zidan sambil menoleh ke arah Aira


"Ketemu"


"Trus? Kakak liat HP nya Ira?" tanya Zidan lagi


"HP? Gak sih"


"Tapi,semalem gue sempet liat gerak-gerik nya cewek itu,mencurigakan banget" ucap Zian sembari menunjuk ke Citra


"A-apa?" Citra spontan kaget setelah mendengar ucapan Zian


Di situ,Kenya langsung makin yakin,kalau Citra adalah pelaku nya


"Citra?" tanya Amel


Amel kini ragu,ragu apakah benar Citra yang melakukan nya atau tidak


"Bu-bukan! Bukan gue kok! Jangan percaya,Mel. Lo tau kan,justru selama ini yang bantuin hubungan lo sama Fauzan jadi lancar itu gue! Gak mungkin gue suka sama pacar lo" sangkal Citra


"Iya sih..lo bener,tapi..--"


"Mel! Jadi lo gak percaya sama gue?" tanya Citra yang langsung memasang wajah memelas


"I-iya gue percaya kok" ucap Amel


"Kak,tolong jelasin,maksud Kakak bilang si Citra ini mencurigakan,apa ya?" tanya Amel


"Gue bukan nya langsung nuduh dia atau apa ya. But honestly,kalau dia mencurigakan gerak-gerik nya. Gatau ada apa,ya pastinya aneh aja gitu. Gue bodo amat,mau lo apain dia nya. Tapi gue mengatakan apa ada nya" jelas Zian


"(Jawab nya santai banget..)" batin Aira kagum pada Zian


Semua nya pada terdiam


"But,sebenarnya ini ada masalah apa,sih? Sampe gue harus di libatin kek gini?" tanya Zian yang jadi penasaran


Akhirnya,Zidan pun menceritakan kejadian yang sebenarnya


"Oh gitu...Jadi,sekarang ini kalian mau cari tau siapa pelakunya?" tanya Zian


Semua orang mengangguk sebagai jawaban


"Kalo gitu,kenapa kalian gak cek semua rekaman CCTV? Siapa tau,di mana Aira berada pas lagi megang HP nya,di situ ada sesuatu yang mengganjal? Iya kan?" usul Zian


"Boleh juga" ucap Ozi setuju


Tapi tiba-tiba,datang Radit yang ntah muncul dari mana :v


"Aira,ini HP lo,kan?" tanya Radit yang sembari menunjukkan HP yang ada di tangan nya


"Eh? I-iya,ini beneran HP aku"


"Dapet dari mana lo?" tanya Kenya


"Dari Buk Kepsek" jawab Radit


"Buk Maya? Kok bisa ada sama Buk Maya?" tanya Angga


"Gak tau,gue gak nanya"


"Trus,kenapa lo bisa dapet HP ini dari Buk Maya?" tanya Dika


"Tadi gue bantuin Pak Hadi,ngasi dokumen ke Buk Maya,trus Buk Maya langsung manggil gue,bilang suruh kasi HP ini ke Aira" jawab Radit


"Yaudah,thanks info nya" ucap Dika


"Makasih,ya Dit" ucap Aira


"Iya,sama-sama"


Radit pun pergi


"Nah,sekarang Buk Maya terlibat nih. Gih,coba lu pada nanya ma Buk Maya,kali dapet info" ujar Zian


"Iya,Kak" ucap Zidan


"Oh iya,lo Aira kan?" tanya Zian


"I-iya,Kak"


"Salken ya,gue Zian,Kakak nya Zidan. Kalau lo butuh apa-apa,panggil gue aja ya. Gue siap membantu kapan pun dan di mana pun kok" ucap Zian


"Iya,Kak..makasih banyak" ucap Aira sambil tersenyum


"Sama-sama" balas Zian dengan tersenyum


"Hati-hati kalau mau ngambil langkah,jangan sampe salah satu pun,bisa berakibatkan fatal" ujar Zian


"Iya iya Kak..udah yuk,kita ke ruang Buk Maya" ucap Zidan


"Oke"


"Yaudah,gue balik ke kelas luan" ucap Zian


"Iya,Kak~ Makasih atas kerjasama nya" ucap Lala


"Sama-sama~"


"Bye~"


Zian pun pergi meninggalkan mereka,sedangkan yang lain menuju ke ruang Kepsek,tempat kediaman Buk Maya saat ini


...-----...


"Permisi,Buk Maya" ucap Dika


"Iya,silahkan masuk"


Zidan,Dika,Aira dan Kenya masuk ke dalam


"Gue juga mau ikut.." rengen Ozi


"Ah! Gak usah nyibuk!" ketus Kenya


Mereka pun masuk ke ruangan Buk Maya


"Ada apa?" tanya Buk Maya "Silahkan duduk"


"Gini,Buk..maaf kami mengganggu. Tapi ada suatu hal yang ingin kami tanyakan" ucap Zidan dengan sopan


"Apa itu?"


Dika mempersilahkan kepada Aira untuk menanyakan hal ini


"Eum...maaf Buk,sebelumnya. Tapi,Aira pengen tau,HP yang Ibuk kasi ke Radit tadi kan HP saya,Ibuk dapet dari mana HP itu?" tanya Aira


"Dan..kok Ibuk tau kalau itu HP Aira?" tanya Aira lagi


"Hmmm..tadi Ibuk dapet dari seorang murid,tapi sayang nya murid ini minta id nya di sembunyikan. Jadi maaf,Ibuk gak bisa kasi tau" ucap Buk Maya


"Hah? Tapi kenapa harus di sembunyikan,Buk? Emang Ibuk beneran gak bisa kasi tau kita? Yang padahal Ibuk seorang kepala sekolah loh di sini,Buk" tanya Kenya


"Iya,memang harus di sembunyikan. Karna Ibuk sudah amanah. Dan ini tidak memandang kedudukan Ibuk sekarang ini,mau Ibuk sebagai Kepsek atau enggak,intinya Ibuk sedang menjalankan amanah. Yang nama nya amanah kan gak bisa di langgar" jelas Buk Maya


"Itu sama aja Ibuk munafik" lanjut nya


"T-tapi Buk.."


"Maaf ya,Aira. Ibuk gak bisa membantu" ucap Buk Maya dengan perasaan bersalah


"(Kenapa harus di sembunyiin,sih? Emang nya siapa sih orang itu?)" tanya Aira dalam hati


"Oh iya,Buk. Kalau emang Ibuk gak bisa kasi tau,boleh gak Ibuk kasi tau ciri-ciri nya aja? Seenggaknya biar kami cari tau sendiri" pinta Aira


"Mmm..yaudah deh. Dia laki-laki,dan kalian kenal anak itu. Udah,di situ aja" ucap Buk Maya


"Cowok?" tanya Kenya


"Laki-laki? Kalau yang ngechat itu laki-laki,gak mungkin kan? Ada dendam apa dia sama Aira?" tanya Dika


Zidan tampak sedang berpikir keras


"(Yang kami kenal? Berarti dia kenal sama Ira. Kalau dia kenal sama Ira,berarti Ira juga kenal sama dia kan? Tapi..siapa?)" tanya Zidan dalam hati


"Yaudah,Buk. Makasih info nya,maaf ganggu waktu Ibuk" ucap Zidan


"Iya,gak apa-apa"


"Kalau gitu kami permisi ya,Buk"


"Iya~"


Mereka pun keluar dari ruangan


"Gimana? Apa kata nya?" tanya Angga penasaran


"Kata nya si orang ini gak mau id nya di kasi tau" ucap Dika


"Tapi inti nya,dia cowok,dan pasti nya kita kenal sama orang ini" lanjut Zidan


"Cowok? Jangan bilang pelaku nya cowok? Tapi gak mungkin,kan?" tanya Ozi


"Kita sepemikiran,gue tadi juga mikir nya ke situ. Tapi,mungkin aja ni cowok cuma nemu HP nya Aira doang,dia mungkin gak ada hubungan nya sama si pengirim pesan" ucap Kenya


"Trus,siapa dong orang itu?" tanya Viola


"Masih belum ada kepastian. Sekarang ini,kita harus cari tau dulu,siapa si cowok yang Buk Maya maksud? Kenapa id nya harus di sembunyikan?" ucap Kenya


"Yaudah,kalo gitu kita masuk kelas dulu,bel udah mau bunyi" ujar Dika


"Yaudah"


Mereka pun masuk ke kelas masing-masing


"(Aku baru tau kalau Zidan punya Kakak,muka mereka hampir kembar...ah! Kenapa malah mikirin ini? Gak Aira! Kamu harus fokus dulu ke masalah nya! Kita harus cari tau siapa pelaku di balik semua ini? Kenapa harus menghubungkan ini semua ke aku? Semua bukti hampir mengarah ke aku)" batin Aira


"(Tapi aku benar-benar bukan pelaku nya. Sebenarnya siapa orang ini? Kenapa harus pake HP aku? Apa dia punya dendam ke aku? Apa aku kenal sama di--eh iya..tadi Buk Maya bilang,yang nemuin HP aku ini..cowok,dan pasti nya kami kenal sama dia)"


"Cowok yang aku kenal? Bentar,yang itu kesampingkan dulu. Sekarang point nya,cowok itu pasti kenal sama aku. Tapi dia tau dari mana kalo HP itu punyaku?" gumam Aira


"(Kalau dia kenal sama aku,berarti...aku kenal dong sama dia?)" tanya Aira dalam hati


Sepertinya pemikiran Aira terhubung ke pemikiran Zidan


"Tapi siapa?"


"..."


"Nanti aja deh.."


...βœ‰βœ‰βœ‰βœ‰βœ‰...


Sepulang sekolah...


Mereka berkumpul kembali


"Lo pulang nya mau gimana?" tanya Azka


"Aku..naik bus aja" jawab Aira


"Gak gue anter aja?" tawar Azka


"Um..g-gak usah deh,aku masih mau bahas masalah aku sama mereka" ucap Aira


Azka pun melirik ke arah mereka semua


"...Yaudah,jangan kemalaman. Ntar Tante lu nyariin" ucap Azka


"Iya iya..yaudah,kamu duluan aja"


"Hm"


"Eh,bentar Az" sela Zidan


"??"


"Boleh nunggu bentar? Ada yang mau aku tanyain ke kamu" ucap Zidan


Azka dan Aira saling pandang-memandang


"Hm"


Akhirnya,Azka pun di sekat


"Nanya paan?"


"Gini..semalam kan yang ngechat aku sama Dika,kamu. Kamu nyuruh kita ke kelas kamu,cuma gitu doang. Trus pas kita ke sana,eh udah langsung pada berantem aja. Jadi,kamu tau masalah mereka?" tanya Zidan


"Gue cuma denger,ni bocah di tuduh sama dia ngirim pesan yang GJ ke dia tentang si Fauzan. Trus ni bocah ngaku nya bukan dia yang ngirim,tapi emang itu kontak dia. Yaudah,gue males denger keributan,akhirnya gue nyuruh lo biar nyelesain masalah mereka" jelas Azka


Zidan dan Dika saling menoleh


"Kalau gitu...maaf sebelumnya,bukan nya gue nuduh,cuman..gimana ya? Fakta yang ada mengarah ke lo" ucap Dika


"Gini nih,bukan nya gue nuduh sembarangan. Tapi,tadi sewaktu kita lagi ngobrol,trus si Radit dateng,dia ngasi HP ke Aira,katanya dia dapet dari Buk Maya"


"Trus pas kita ke ruangan Buk Maya,Buk Maya gak mau ngasi tau identitas si orang yang ngasi HP itu ke Buk Maya. Jadi Buk Maya cuma bilang kalau dia cowok,dan yang pasti nya kita semua kenal"


"So?"


"Jadi..karna kamu suka menyembunyikan sesuatu hal,apa pun itu yang intinya kamu gak suka terbocor sampe ke mana-mana,dan juga,cuma kamu selain kami yang Ira kenal,dan di tambah lagi,cuma kamu yang paling deket sama Ira. Jadi kita mikir nya kalo itu kamu" ucap Zidan


"Emang iya" ucap Azka dengan santai nya


"Hah? Se-serius?" tanya Lala kaget


"Jadi,kamu yang ngasi HP aku ke Buk Maya?" tanya Aira


"Hm" jawab Azka dengan singkat


"Bentar,lo tau itu HP nya Aira dari mana?" tanya Ozi


"Gue punya kontak nya,tinggal gue telpon,dan berdering,done" jawab Azka


"(Oh iya! Aku hampir lupa,aku kan dari kemarin-kemarin pengen nanya,Azka dapet nomor aku tu dari mana?)" batin Aira


"Stop! Bentar dulu..aku tu penasaran banget dari kemarin-kemarin,sebenarnya kamu dapet nomor aku tu dari mana?" tanya Aira


"..."


"(Kok diem aja? Jawab dong!)" batin Aira


"Dapet dari Tante lo" jawab Azka


"Kalian sedeket itu,ya?" tanya Zidan


"E-enggak deket banget,kok" sangkal Aira


"Oh ya?"


"Iya"


"Trus,lo dapet dari mana tu HP?" tanya Angga


"Dapet dari mbok kantin" jawab Azka

__ADS_1


"Mbok kantin?"


"Jadi kita harus muter-muter nih,nanya satu-satu ke sana ke mari? Aduh sumpah,gue tu udah pusing banget lakuin hal kek gini. Mending sekarang lo pada aja deh yang cari tau,gue capek! Mau pulang! Bye!" ketus Amel yang langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja


"Eh,Amel! Tungguin"


"G-guys,tungguin gue"


"Stop!" sela Kenya


"H-hah?"


"Lo berdua boleh pulang,tapi gak buat lo" ucap Kenya


"Ke-kenapa?" tanya Citra


"Karna di sini lo adalah tersangka,gak bisa lari gitu aja" jelas Viola


"Bener" ucap Lala menyetujui Viola


"Gak bisa gitu dong! Citra udah janji mau nginep di rumah gue! Masak gak di bolehin bebas sama elo?" sangkal Amel


"Ya jelas gak bisa,lah! Dia itu tersangka" ucap Kenya


"Dan yang nama nya tersangka,harus di sekat dulu. Emang ada sejarah nya seorang tersangka di bolehin bebas dari penyelidikan? Ngadi-ngadi ya lu?" ucap Angga


"Tch"


"Tapi--"


"Yaudah! Citra,gue capek,kenapa coba lo harus terlibat? Udah ya,gue gak mau nunggu lama-lama,gue mau duluan" ucap Amel


"A-Amel,tungguin" Putri ragu,ingin meninggalkan Citra atau mengikuti Amel


"Gue gak peduli sama lo,Put. Lo mau ikut gue,fine. Lo mau nungguin Citra,fine. Gue capek" ucap Amel dari kejauhan


"Tapi.."


"Put..?"


"Ma-maaf,ya Cit. Gue mau pulang,Ayah gue nyariin ntar" ucap Putri


Putri pun meninggalkan Citra sendirian di tempat penginterogasian,dan Citra pun kini pasrah


"Di sini lo gak sendirian kok,dan gak semua nya ada di pihak Aira. Karna kita belum ada bukti kan siapa pelaku nya" ujar Viola


"Viola bener..aku juga sebenernya gak mihak siapa-siapa,yang penting kan sekarang mau nyari kebenarannya dulu" sambung Lala


"Terserah" ucap Citra


"(Aku gak tau apa Citra beneran pelaku nya atau bukan..tapi dari tadi entah kenapa aku ilfeel sama dia)" batin Aira


"Yaudah,sekarang kembali ke topik. Lo kata lo dapet ini dari Mbok kantin,iya kan?" tanya Dika


"Ya"


"Waktu itu Mbok kantin ada ngomong apa-apa gak?" tanya Dika


"Gak,dia cuma bilang dia nemu ini di gudang stock makanan,kalau gue tau siapa yang punya mending gue kasi" ucap Azka


"Trus kenapa gak lo kasi langsung ke Aira kalo lo udah tau itu HP dia?" tanya Kenya


Azka kemudian melirik ke arah Aira


Aira pun bingung kenapa Azka malah menatap nya bukan langsung menjawab pertanyaan Kenya


"(Kenapa dia malah natap ke aku? Emang nya aku ada berbuat apa?)" tanya Aira khawatir dalam hati


Azka menghela napas nya "Karna gue cuma gak mau ada kesalahpahaman" ucap Azka


"Hah? Kesalahpahaman apa?" tanya Angga


"Ntahlah,mungkin kalau gue langsung kontak mata sama dia,orang-orang yang suka sama dia termasuk elo,bakal marah atau mungkin gimana gitu" jelas Azka sambil menatap Ozi


"M-maksud elo,gue?" tanya Ozi yang menunjuk diri nya sendiri


"Siapa lagi?" tanya Azka


"Y-ya,tapi kan di sini bukan cuma gue aja! Ada Angga juga!" bantah Ozi


Kemudian Azka menatap Angga


"Apaan? Gue gak ada ya. Elo jangan ngadi-ngadi lo,Zi. Sembarangan lo kalo ngomong!" sangkal Azka


"Oh,jadi maksud kamu,biar gak ada orang yang salah paham,jadi kamu sengaja jadikan Buk Maya sebagai perantara? Trus Buk Maya jadiin si Radit sebagai perantara karena Radit ketua kelas nya Ira. Gitu,ya?" tanya Zidan


"Iya"


"Sekarang aku ngerti,tapi hari ini sebaiknya kita hentikan dulu. Udah sore,dan aku juga masih ada urusan sama guru BK. Besok kita ngumpul lagi" ucap Zidan


"Dan Citra"


"Masih ada yang mau aku tanyain ke kamu" ucap Zidan


"Oh,lo mau nginterogasi gue juga?" tanya Citra


"Bukan bermaksud apa..tapi..tadi siang pas selesai jam istirahat kedua berakhir,aku sama Dika ketemu lagi sama Kak Zian. Dan...ada sebuah..ee..apa ya? Mungkin bisa di katakan sebagai bukti? Kalau kamu mungkin juga memang sah sebagai tersangka" jelas Zidan


"A-apa?"


Citra makin bergemetaran


"Maksud lo apa,cok? Lo punya bukti kalau dia bersalah?" tanya Kenya


"Sebenarnya belum di pastikan secara logis. Tapi,untuk sekarang kalian pulang aja dulu. Biar aku sama Dika yang ngurus ini" ujar Zidan


"Gak bisa gitu,Zid. Kalau lo bilang ada bukti tentang Citra,gue juga mau ikut. Gue pengen tau" sangkal Ozi


"Tapi,Ozi..ini udah mau malem. Nanti orang tua kamu nyariin,apalagi Abang kamu" ucap Zidan


"Tetep aja!"


"Gak bisa. Angga,aku percaya sama kamu. Tolong urus mereka berdua,makasih perhatian nya. Nanti kalau ada kabar terbaru,aku kasi tau besok" ucap Zidan


"Oke"


"Duluan ya,Ra" ucap Dika


"Iya,Kak~"


Zidan,Dika dan Citra pun pergi ke ruangan OSIS meninggalkan mereka semua yang ada di sini


"Apa Citra bener-bener bersalah? Sebenarnya gimana ya? Motif dia ngirim pesan kek gitu tuh apa,coba?" tanya Viola


"Gak tau"


"Oh iya,Ra. Coba liet HP lo" ucap Kenya


"Oh iya,ini" ucap Aira sembari memberikan HP nya


"Sorry ya,gue liet pesan nya"


"Iya,gapapa"


"Di sini jelas banget di kirim dari HP lo. Tapi...kek nya kita bisa bedain mana typing nya Aira sama typing orang ini" ucap Kenya


"Hah? Gimana?" tanya Lala


"Coba gue liet dulu typing nya Aira.."


"Nah,Aira ini orang nya polos. Kalau ngetik sopan banget,gak pernah bilang lo atau gue. Fiks ini jelas banget bukan Aira" ucap Kenya


"Iya kaannn!" ucap Ozi


"Gue juga gak percaya kalo itu Aira. Soalnya gue jelas banget ngeliat pake mata kepala gue sendiri,waktu itu Aira pernah tabrakan sama Fauzan. Dan si Fauzan malah kek marah-marah gitu,dan si Aira pun akhirnya kesel. Gue tau kalau gue di posisi itu" ucap Angga


"Iya,sekarang ini,kita harus bisa buktiin ke cewek sinting (Amel) itu,kalau Aira bukan pelaku nya" ucap Kenya


"Setuju!" seru Ozi


"Gue juga setuju" ucap Angga


"Gue sih fine fine aja,selagi emang itu gak berpengaruh sama keadaan.." ucap Viola


"Pastinya" ujar Kenya


"Mmm..Azka,kamu udah mau pulang?" tanya Aira yang sudah menjauh dari Kenya dan yang lain bersama Azka


"Iya,lo sendiri gimana? Mau nebeng?" tanya Azka


"Umm...kamu..gak keberatan,kan?" tanya Aira


"Gak" jawab Azka dengan singkat


"Oke,sih..tapi..aku pengen tau.."


"Apa?"


"Kamu sedeket apa sama Tante aku?" tanya Aira yang membuat Azka terdiam


...........


"Azka...kamu tau kan,aku ini orang baru di sini. Murid baru di sekolah,warga baru di kompleks perumahan,jadi aku belum mengenal siapa pun kecuali Tante ku sendiri. Tapi Tante aku juga gak pernah cerita soal kamu ke aku"


"Jadi please..aku pengen seenggaknya yang satu ini aja,kamu jawab pertanyaan aku.." ucap Aira dengan tatapan memohon


Itu membuat Azka menjadi tak berdaya


"Hah..oke iya. Sebenernya Tante lo deket sama ortu gue. Jadi,dia tau banyak tentang keluarga gue. Lo mau dia ceritain apa pun terserah lo. Gue gak maksa" jelas Azka


"Kamu terpaksa banget,ya? Apa aku terlalu maksain kamu?" tanya Aira jadi khawatir


"Gak. Gapapa"


"Serius? Beneran? Azka..." Aira tiba-tiba memasang muka seperti sedang kasihan,kedua mata yang berkaca-kaca,dan wajah nya yang imut..seakan Azka ingin pingsan


"I-iya,beneran gue gapapa!" ucap Azka sambil memalingkan wajah nya,tak ingin melihat ekspresi Aira yang sekarang ini


"Kamu bentak aku? Berarti aku salah dong?" tanya Aira yang langsung menundukkan kepala nya


"G-gak! Bu-bukan gitu..gue,gue cuma.." Azka takut Aira nangis,kalau nangis,Kenya si bodyguard nya Aira pasti akan mengamuk


"Lo gak salah kok,gue cuma..gue cuma gak suka aja.."


"Gak suka apa?"


"Y-ya..gak suka kalo lo nangis lah,emang nya lo tau akibat dari lo nangis? Gue bisa di amukin sama nenek gayung yang di sana itu" ucap Azka


"Iihh..? Kamu kok ngomongin Kenya jadi nenek gayung..?" tanya Aira


"A-apa? Aduh,salah mulu sih gue--"


"Pfftt..."


"...?"


"Pfftt..haha hihihihi,khekhekhe aduh..haha,Azka,sumpah kamu lucu banget kalau lagi gugup..hahaha" Aira malah tertawa lepas


Azka pun meng-blushing


"(Sumpah,gue di kerjain)" batin Azka


"Haha,maap maap..aku bikin kamu kesal,ya? Haha,sorry. Aku cuma pengen tau aja,apa kamu tahan sama sikap aku yang kek gini" ucap Aira sambil terkekeh


"Ya pasti nya gak tahan lah" ucap Azka dengan cepat


"Oh ya? Yaudah" ucap Aira dengan singkat


Tiba-tiba suasana menjadi hening


"Oke,cairkan suasana" ucap Azka


"HAHAHAHA sumpah kamu lucu bangetttt" Aira lagi-lagi tertawa


"J-jangan ketawa keras-keras woi!" Azka jadi panik sendiri


Mereka yang di sana,yang tidak sengaja mendengar suara tawanya Aira,langsung menoleh ke arah Aira dan Azka


Azka langsung membatu sendiri,sedangkan Aira masih saja tertawa


"(Sejak kapan mereka akrab?)" tanya Kenya dalam hati penasaran


"Hahaa..sorry sorry..aku gak bisa nahan.."


"Ekhemm yang lagi berduaan! Udah pj belum?" tanya Viola


"Aduuhh! Apaan sih? Kok mukul-mukul?" tanya Viola sambil memegang kepala nya yang sakit habis di pukul sama Ozi


"Kalau ngomong jangan sembarangan,dia Ayang gue" ketus Ozi


"Siapa?" tanya Kenya


"Aira" jawab Ozi


"Yang nanya?" tanya Kenya lagi


"Hah?" Ozi seketika loading


"HAHAHA! Makanya punya otak jangan lemot-lemot amat! Wkwkw" Viola mengejek Ozi dan tertawa puas


"Udah ah,udah sore,mending kita pulang" ucap Angga


"Oh iya,ini HP nya,Ra" ucap Lala sembari memberikan HP Aira


"Oke"


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing


...πŸ”πŸ”ŽπŸ”πŸ”ŽπŸ”...


Di depan rumah...


"Makasih tumpangan nya" ucap Aira sambil tersenyum


"..."


"Aku masuk dulu ya"


"Lu gapapa?" tanya Azka dengan suara pelan


"Hah?" tanya Aira balik,Aira gak denger apa yang Azka bilang


"Gak ada" ucap Azka dengan cepat


"..." Aira seketika lemot


"Pfftt..udah sana masuk,gak usah bengong" ucap Azka


"Ya abis,kamu nya ngomong gak jelas! Huft!" ucap Aira kesal


Azka tersenyum tipis


"Yaudah sono masuk,udah mau maghrib" ujar Azka


"Okey" ucap Aira


Aira pun masuk ke dalam rumah,tepat di depan pintu,dia membalikkan badan nya dan menatap Azka yang sedang hendak memasukkan motor nya ke dalam halaman rumah nya


Aira pun masuk ke dalam


Setelah menutup pintu,dia bersandar di pintu tersebut dan tersenyum sendiri


"(Astaga! Kenapa Azka akhir-akhir ini suka senyuummmmmmm? Berdemeg banget hwaaaaa!)"


Aira langsung berlari masuk ke kamar nya


Tante nya yang tidak sengaja berpapasan dengan Aira malah di abaikan sama Aira,Aira langsung masuk ke kamar


"Loh? Tu anak kenapa?" tanya Siska sendiri


"Dasar aneh" gumam nya


...-----...


Di kamar Aira...


Dia membuka kembali catatan yang ia catat di sebuah buku waktu itu


*Eps 6 (Before the Olimpycs)


-Setelah aku sembuh total dan pulang dari RS dia langsung ngechat ke HP aku,tapi aku gak tau dia dapet kontak aku dari mana. (Dari mana dia dapat kontak 'ku?)


"Sekarang aku udah tau,dia dapat kontakku dari Tante,tapi...katanya Tante Siska deket sama orang tua nya,apa Papa sama Mama kenal sama mereka juga?" tanya Aira sendiri


"Oh iya,satu pertanyaan udah clear,masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab,tapi aku gak sempet cari tau gegara insiden ini..sebenernya siapa sih yang ngelakuin hal kek gini?"


"Kalau emang aku kenal sama orang itu,emang nya aku ada salah apa sampe dia sengaja bikin orang-orang pada targetin aku?"


Aira jadi teringat dengan kata-kata Papa nya


"Papa bener...aku gak bakalan bisa berteman baik di sini...tapi...di satu sisi Mama juga bener...aku harus bisa perjuangkan prestasiku,mau dengan rintangan apa pun itu!"


Malam pun tiba


Aira sedang makan malam dengan Tante nya


Makan malam yang tenang~


"Tante" panggil Aira


"Hm"


"Aira mau nanya"


"..Nanya apa?"


"Tante..sama orang tua nya Azka deket banget,ya?" tanya Aira


"Iya" jawab Siska


"Mama sama Papa deket juga?" tanya Aira lagi


"Ummm..begitulah"


" 'Begitulah' apa nya?"


"Iya deket,dong,kan Mama sama Papa kamu dulu pernah tinggal di sini" jelas Siska


"...Trus..waktu itu Tante ngasi nomor Ira ke Azka?"


"Iya,hehe sorry Tante gak ngomong-ngomong dulu"


"Oh..ya kalau bisa lebih bagus Tante bilang dulu,jadi kan Aira gak nethink sama Azka" ucap Aira


"Loh,emang kamu mikir gimana?" tanya Siska


"Aira pikir..dia kek stalker gitu..bisa sampe tau nomor Aira,bahkan waktu Aira ngechat dia,dia gak bales,cuma nanya keadaan Ira doang,waktu itu" ucap Aira


"Haha ya deh iya,maap"


"Iya.."


Tiba-tiba wajah Aira murung


"(Kenapa lagi ni anak? Dari pulang sekolah udah aneh aja)" batin Siska


"Ira" panggil Siska


"Hm-eh iya?"


"Muka kamu kok murung gitu? Kamu ada masalah? Cerita dong sama Tante,masa' diem aja. Tante perhatiin loh dari semalem,kamu kek lagi gak mood gitu,ada masalah apa di sekolah?" tanya Siska


"(Apa aku kasi tau Tante?)" tanya Aira dalam hat


Dia ragu untuk menjawab


"(Kalau aku kasi tau Tante..nanti Tante malah nuntut ke sekolah,gak ah,aku harus bisa selesaiin masalah aku sendiri,lagian..kan ada Kenya,Zidan,Kak Dika,bahkan yang lain bisa bantu aku..aku gak sendirian,kok)" batin Aira


"Aira"


"Eh,em..itu..gak ada apa-apa kok,Tante,haha.."


"Beneran?" Siska mulai mencurigai Aira


"I-iya.."


"(Aira bukan anak yang suka bohong..tapi dari raut muka nya,dan cara bicara nya yang gugup,dia beneran kek lagi bohong)" batin Siska


"Ira..seenggaknya Tante bisa coba bantu kamu kalau kamu mau cerita ke Tante" ujar Siska


"Enggak kok,Tante..Tante tenang aja,ya. Aira cuma kepikiran soal Mama sama Papa aja" ucap Aira sengaja mencari alasan lain


"Mama sama Papa? Emang nya kenapa sama mereka?" tanya Siska


"Mereka kira-kira kapan pulang nya,ya?" tanya Aira sambil tersenyum tipis dan memandang piring nya yang sudah tidak tersisa lagi makanan


"..."


"(Apa dia kangen sama Kakak?)" tanya Siska dalam hati


Siska jadi tertegun setelah mendengar ucapan Aira


"Ah,lupain aja,Tan. Aira udah siap makan,Aira cuci piring nya dulu,ya" ucap Aira sambil bangkit dari tempat duduk nya


"Eh bentar"


"Hm?"


"Biar Tante aja yang cuci. Tante mau kamu beliin gula,nih. Boleh kan ke warung bentar? Yang deket-deket aja" ucap Tante


"Gula Tante udah abis? Perasaan tadi masih ada deh" tanya Aira


"E-i-itu..ta-tadi jatuh..haha iya,tadi itu Tante mau buat teh,eh tapi malah kesenggol gula nya,jatuh deh. Abis,makanya Tante mau kamu beliin gula,Tante mau minum teh,bosen nih kalo gak ada teh anget malem-malem"


"Ooh gitu..oke"


"Kalau gitu Aira siap-siap dulu,ya" ucap Aira


Siska mengangguk sambil tersenyum


Aira pun masuk ke kamar nya untuk bersiap-siap


Sedangkan Siska,diam-diam menelpon seseorang


...-----...


"Assalamu'alaikum,Tan"


"Wa'alaikumsalam,hati-hati ya,udah malem"


"Iya,Tan"


Aira pun pergi ke warung untuk membeli gula sesuai yang di suruh oleh Tante nya


"Di suruh hati-hati karna udah malem,tapi masih nyuruh buat pergi malem-malem. Dasar Tante aneh" gumam Aira sambil tersenyum tipis


Saat keluar dari pagar,dia tidak sengaja melihat Azka yang sedang menghidupkan motor nya


"(Azka mau ke mana malem-malem?)" tanya Aira dalam hati


"(Aku sapa gak,ya?)"


Aira merasa ragu,tapi dia ingin sekali menyapa Azka


"(Biarin aja,deh,dia kan orang nya jutek)" batin Aira


Aira pun langsung berjalan


Tiba-tiba Azka langsung menyusul Aira dengan motor nya


"Naik" suruh Azka


"Hah? Gak ah,aku jalan sendiri aja" ucap Aira menolak


"Buruan naik,gua maksa"


"Kalau aku juga maksa nolak,gimana?" tanya Aira


"Gua tabrak lo" ancam Azka


"Ih,jahat banget. Yaudah ni iya aku naik" Aira pun pasrah dan terpaksa naik ke motor Azka


"Mau ke mana?" tanya Azka


"Ke warung depan itu aja,mau beli gula" jawab Aira


"Gak nanya" ucap Azka

__ADS_1


Aira terdiam


"(Kok kesel,ya?)"


Selama perjalanan,tidak ada kata-kata lagi,dan,sesampainya di warung


Aira pun turun dan langsung membeli gula nya


Tapi,Azka malah menunggu nya


"(Loh,dia kok gak pergi,sih? Bukan nya dia mau pergi?)" tanya Aira dalam hati


"Buk,beli gula nya setengah kilo ya"


"Ya,Neng. Bentar,ya"


"(Tuh kan,masih gak pergi)"


Aira pun menghampiri Azka


"Kamu ngapain masih di sini?" tanya Aira


"Lo ngusir?"


"G-gak gitu,tapi kamu kok masih nungguin aku? Bukan nya kamu mau pergi?" tanya Aira


"Gue mau nya di sini,kenapa?"


Aira menarik napas nya dalam-dalam


"(Pengen labrak,tapi mau jaga image)" batin Aira kesal


Dia pun berbalik dan mengambil gula lalu membayarnya


"Ini,Buk. Makasih"


"Iya,sama-sama Neng~"


Aira bergegas berjalan kaki untuk pulang ke rumah


Azka pun juga bergegas menyusul Aira


"Mau ke mana?" tanya Azka


"Pulang" jawab Aira


"Sini naik"


"Loh,sebenarnya kamu itu mau ke mana,sih? Bawa motor,tapi cuma buat ngante--bentar..Tante nyuruh kamu buat nganterin aku ke warung,ya?" tanya Aira


"Gak" jawab Azka


"Trus?"


"Gue mau ngajak lo jalan-jalan,kebetulan lo keluar dari rumah,yaudah gue gak perlu ke rumah lo lagi kan" jelas Azka


"Emang..mau jalan ke mana?" tanya Aira


"Udah,naik aja" suruh Azka


"Aku gak di apa-apain kan,nih?" tanya Aira


"Umm..gak tau deh,ya. Tergantung situasi" ucap Azka sengaja menggoda Aira


"I-ih,kamu mesum! Gak ah,aku mau pulang aja"


"Haha gue bercanda lah,kali gue mau apa-apain lo,gak tertarik gue" ucap Azka sambil tertawa kecil


"Gaak terrtaariikk? Kamu ngejek body aku,ya?"


"Hahaha enggak,udah buruan naik hhh"


"(Azka ketawa...)" Aira malah bengong


Azka pun yang tadi nya tersenyum kini menstabilkan ekspresi nya,dan kembali menjadi datar "Buruan naik,atau gue tinggal?"


"Tapi..aku belum siap-siap--" "Ngapain siap-siap,mang nya mau ke mall? Udah buruan"


"O-oke"


Aira pun naik,sambil membawa gula nya,Azka yang menyadari itu,langsung mengambil gula itu dari tangan Aira


"Udah?"


"Udah"


"Pegangan"


"A-aku megang besi belakang ini aja" ucap Aira


"Ck,pegang bahu gua"


"Udah,gapapa aku pegang ini aja"


"Ngeyel banget sih lo!" ketus Azka


"Yyaa gapapa"


"Gapapa gapapa,yaudah,kalau terjadi sesuatu gua gak tanggung jawab,ya"


Azka langsung menggas motor nya lalu di rem,Aira seketika kaget dan langsung memeluk Azka "Ah!" Aira menutup mata


"Hahaha,takut kan lo" ejek Azka


Aira pun membuka mata nya dan langsung sadar


"(Ish,Azka nyebelin!)"


Aira langsung melepas pelukan nya dan memukul pundak Azka


"Kamu apa-apaan sih! Gak lucu,tau! Kalo aku jatuh beneran gimana? Kamu mau tanggung jawab!?"


"Gak"


"Iihh Azka!! Azka nyebelin!"


"Hahaha,nyebelin gimana pun gua ngangenin,ya kan" ucap Azka


"E-enggak tuh! Biasa aja!" Aira mengelak dari anak panah yang di berikan Azka


"Haha,udah makanya pegangan"


"Tch,yaudah iya,nih" Aira pun dengan kesal memegang bahu Azka,tapi sedikit di cengkram :>


"Aduh! Lu kalo marah ya marah aja,jangan gitu juga dong megang nya"


"Biarin! Abis kamu nya nyebelin,pengen ku gaplok pake sapu,kalo ada sapu nya"


"Hahahaha" Azka lagi-lagi tertawa "Lucu banget" gumam Azka


Aira yang mendengar itu sengaja berdiam diri


"Yaudah,kita jalan nih sekarang,hati-hati nanti jatuh"


"Omongan itu,do'a loh,Az" ucap Aira


"Gapapa,biar lu masuk RS lagi"


"Iiiihh Azka!"


"Heheh"


"Udah buruan di jalanin motor nya,ini kita mau ngestuck di sini aja?"


"Iya deh iyaa"


"(Apaan,sih)" batin Aira


Jantung Aira kini deg-deg an,ntah perasaan apa yang ia alami saat ini


Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?


Bahkan Aira dan Azka sama ngeblush nya >w< happy kiyowo~


...πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“...


Sesampainya di suatu tempat...


"Ngapain kemari?" tanya Aira


"Refreshing malem-malem sekalian nyari angin" ucap Azka


"Ouh.."


"(Aneh,pertama kali nya dia ngajak aku ke pantai,malem-malem gini lagi)"


Mereka duduk si sebuah kursi panjang yang memang hanya bisa di duduki oleh 2 orang


"(Jujur,pemandangan nya bagus banget,di tambah sama angin sepoi-sepoi,rasa nya pengen terbang)" batin Aira kagum


Dia mulai menikmati suasana


Azka yang menatap ke arah Aira dengan tatapan agak ragu..


"(Kasian)" batin nya


"Lu.." Azka sepertinya ingin mengatakan sesuatu


"Hm? Apa?" tanya Aira


"..Gapapa?"


"(Hah? Ma-maksudnya..dia mau nanya,aku gapapa?)" tanya Aira dalam hati


Pipi Aira tiba-tiba memerah,begitu pula dengan Azka


"A-aku,gapapa kok. E-emang,emang nya? Ke-kenapa?"


"Bukan gitu..maksud gue..insiden lu di sekolah,lu pasti cape banget lakuin hal itu,lakuin hal ini. Jujur menurut gue pribadi,lu pasti ngerasa tertekan" jelas Azka


Aira tertegun setelah mendengar ucapan Azka


"(Dia..khawatir?)"


"Eum..di-dibanding itu! Waktu pertama insiden terjadi,aku sama Amel kan ribut di kelas,trus aku gak sengaja spontan liet kamu tidur,itu secara sekilas ya"


"Terus,tadi sore Zidan..atau Kak Dika,ya? Yang ngomong kalo kamu yang ngechat mereka buat suruh dateng ke kelas. Pertanyaan aku ada 2 di situ"


"Yang pertama,kenapa kalo kamu udah tau ada keributan,kamu gak bantu nyelesain masalah? Kek gini,pas tau aku sama Amel ribut,bahkan aku di provokasi terus sama Amel,tapi kamu malah asyikan tidur. Dan yang kedua,kenapa harus kamu panggil si Zidan? Kenapa gak kamu sendiri aja yang tangani?"


"Panjang juga" ucap Azka


"Eumm..yya karna aku penasaran banget"


"Ok,yang pertama,itu karna gue ngantuk,gue cuma pengen tidur,yang kedua,karna mereka OSIS,kan? Bukan gue aja. Lagian yang bisa nyelesain masalah cuma mereka,gue gak berniat" jawab Azka


"O-oh gitu..."


"Hm"


Suasana kembali sunyi


"...."


"...."


"(Duh,canggung)" batin Aira


Kemudian,tidak sengaja Aira melihat ada orang yang jualan jus


Dia pun berdiri sambil berkata "Em,aku mau beli jus,kamu mau gak?" tanya Aira


"Boleh"


"Jus apa?"


"Apa aja,asal jangan Alpukat"


"Kamu..gak suka Alpukat?"


"Bukan gak suka,gue alergi"


"O-oh,oke"


Aira pun pergi membelikan jus untuk mereka berdua


"(Aku baru tau Azka alergi sama Alpukat)" batin Aira


Selama menunggu,Aira terus saja memerhatikan Azka1 yang sedang memainkan HP nya


"(Aku beneran baru kenal sama Azka,dan rahasia apa lagi yang ada sama dia? Apa Azka bener-bener orang yang punya banyak rahasia bahkan bukan cuma aku aja,tapi orang lain juga gak tau?)" tanya Aira dalam hati


"Ini jus nya,Dek"


"E-eh,iya Bang"


Aira menghampiri Azka


"Nih,kamu suka jus coklat,kan?" tanya Aira


"Hm,makasih"


"Sama-sama"


"(Aku pengen nanya soal orang tua nya,tapi apa sopan bahas hal kek gitu di suasana yang adem kek gini?)"


Aira duduk kembali di sebelah Azka sambil meminum jus nya


Aira melamun sendiri,dia terus saja ragu ingin mengatakan sesuatu


"(Ada banyak pertanyaan,sayang nya aku gak mau merusak momen ini)" pikir Aira


"Uy" panggil Azka


"I-iya?"


"Lu kenapa bengong? Mikirin apa?" tanya Azka


"E-engga,nggak ada kok,haha"


"Yakin?"


"I-iya,yakin"


"Kalau ada yang mau di tanyain,tanya aja" ujar Azka


"(K-kok dia tau aku mau nanya? Peka banget)" batin Aira


"Sebenernya banyak yang mau aku tanyain,tapi...takut merusak suasana aja" ucap Aira sambil terkekeh


"Kenapa lo merasa demikian?" tanya Azka


"Ka-karna..pertanyaan nya pasti bakal ngaco banget,dan..itu..lebih mengarah ke pribadi kamu" jawab Aira dengan ragu


"Kalo gitu tanyain aja"


"Apa?"


"Tanya aja sepuas lo,gue bakal jawab semampu gue. Daripada lu bengong gak jelas kek gitu"


"Be-beneran gapapa?"


"Hm,selagi di batas kemampuan gue"


"Ka-kalo gitu...aku.."


"(Ini beneran aku harus nanya tentang orang tua nya? Pasti dia bakal nanyain aku tau dari mana soal ini..Tapi,aku bener-bener penasaran!)"


"Hei,malah bengong"


"E-eh,i-itu..aku...Di hari Rabu setelah nganterin aku ke rumah sakit,kamu kemana? Kok gak masuk?"


"Gue ada urusan waktu itu"


"Mohon maaf,tapi urusan apa?"


"...Pribadi"


"O-oh,sorry..aku gak akan nanya bagian itu. Terus..Pas aku dateng ke rumahmu,di rumah kamu kan waktu itu cuma ada pembantu kamu,katanya kamu gak pulang-pulang dari hari itu. Kamu masih ngurusin urusan kamu? Emang ngurusin nya dimana? Jauh banget,ya? Sampe gak pulang-pulang?"


"...Gue ngurus nya diluar kota"


"Ouh..Hari Jum'at setelah aku masuk kamu masih gak absen juga,besok nya baru kamu absen,kamu..yakin cuma ngurus urusan? Gak lagi sakit,kan?"


"Iya,gue beneran cuma ngurusin urusan gue aja,gue gak sakit"


"..Waktu aku bilang..aku ke rumahmu..waktu itu kamu pernah bilang agar jangan ke rumah kamu lagi..di situ ekspresi kamu kek lagi marah..kamu,eum..kamu gak suka ya aku ke rumah kamu?"


"Gak gitu..g-gue.."


"??"


"Pokoknya lu jangan ke rumah gue tanpa izin,iitu aja. Kalau gue izinin ya boleh boleh aja"


"Oh..jadi,kamu gak marah kan waktu itu? Tatapan kamu sinis banget soalnya...."


"Sorry"


"Hm?"


"Sorry kalau gue natap lo sinis gitu,soalnya.." Azka menarik napas nya dalam-dalam "Papi gue di rumah waktu itu" ucap Azka dengan nada yang amat sangat sungguh pelan sekali


Tapi,entah kenapa Aira bisa mendengarnya


"(Papi nya di rumahnya? Loh,bukan nya kata Zidan waktu itu kalo dia gak di asuh sama orang tua nya lagi? Tapi kok..?)"


"Te-terus kenapa kalo Papi kamu di rumah? Ju-justru bagus kan,aku bisa sekalian silahturahmi"


"Dia orang aneh,yang lo gak bakalan bisa ngerti" ucap Azka


"A-aneh gimana?" tanya Aira


"Sesinis-sinis nya tatapan gue ke lo,lo gak bakalan bisa nahan tatapan sinis nya Papi gue. Tajam nya setajam silet"


"(Bentar...bukannya orang tua nya pisah? Jadi..dia tinggal sama Papi nya?)" tanya Aira dalam hati


"(Aku pengen banget nanya bagian ituuu!! Dari cerita Zidan waktu itu sama jawaban Azka agak mengganjal di sini..aku harus apa??)"


*Eps 6 (Before the Olimpycs)


"Oh iya,yang itu kita kesampingkan aja dulu,ini soal Olimpiade. Waktu itu kamu gak ada bilang kalau kamu ikut lomba Olimpiade (?)"


"Gue sengaja gak kasi tau,lo juga seharusnya tau kan sifat gue"


"?????"


Aira meng-loading sebentar ygy


"(Wait a minute..Maksu-maksud nya? Be-bentar..dia bilang seharusnya aku tau sifat nya? Gimana? Gimana? Aku? Tau sifat dia? Jangan-jangan..dia lagi naruh kepercayaan ke aku? Gak,gak mungkin gak mungkin! Trus maksudnya apa?)" Aira benar-benar bingung maksud dari perkataan Azka


"Lu kenapa? Malah bengong lagi. Gak paham maksud gue? Hahaha,maksud gue itu,kita kan..em.." Azka tiba-tiba ngeblush "Udah..lumayan deket,jadi,menurut gue lu pasti udah hampir tau sifat gue kek gimana" jelas Azka sembari menoleh ke arah lain,dia tak ingin menatap wajah Aira


"Ja-jadi,menurutmu kita udah deket?" tanya Aira


"Iya"


"Jadi...kamu anggap aku apa?" tanya Aira dengan serius


Azka yang merasa pertanyaan itu terlalu ke..eum..langsung menoleh ke arah Aira


"..."


"Gue..nganggep lo sebatas temen aja"


Tiba-tiba Aira langsung tersenyum gembira "Serius? Jadi kita teman dong!" seru Aira dengan bersemangat


"I-iya,e-emang nya kenapa sih? Sampe seneng gitu?" tanya Azka


"Karna..aku pikir kamu selalu sendirian terus..jadi kalau kita temenan,aku kan bisa selalu ngobrol sama kamu,dan itu gak buat aku canggung lagi. Secara,kita awalnya ketemu secara gak sengaja,dan lama-kelamaan,aku malah ngerasa kamu kek ngejauhin aku. Tapi,akhirnya aku sadar,sifat kamu emang tertutup banget. Suka menyendiri itu hobi kamu" ujar Aira sambil tersenyum tipis


"..."


"Oh iya! Aku hampir lupa"


"??"


"Ada satu pertanyaan terakhir..Waktu kita abis pulang dari latihan pas hari Minggu itu..kamu kok berinisiatif mau nganterin aku pulang? Bukannya apa..tapi kek aneh aja,gitu.Kamu bahkan sampe pake alasan 'Karna rumah kita berdepanan'. Maksudnya apa?"


*Eps : 6 (Before the Olimpycs)


"..."


"Sebenernya waktu itu..entah kenapa aku pikir aku butuh persetujuan kamu waktu mau di anter sama Kak Dika. Tapi,kamu malah ketus,dan omongan kamu nusuk banget. Jadi aku pikir,yaudah aku bareng Kak Dika aja,mungkin kamu nya juga gak mau nganterin aku,kan" ucap Aria


"Tapi,tiba-tiba kamu malah langsung narik tangan aku,bilang nya mau nganterin aku pulang. Jujur,menurutku pribadi,aku gak bisa ngerti sama sikap kamu yang terus aja berubah-rubah. Seakan kamu..--" "Stop" sangkal Azka


"??"


Azka menghela napas nya


"Sebelum gue yang jawab,gue mau nanya,kenapa lo mikir kalo lo butuh persetujuan dari gue?" tanya Azka yang membuat Aira tertohok


"A-eum..i-itu..e-entahlah..mungkin karna aku udah terbiasa pulang bareng kamu.."


Azka tersenyum tipis "Gitu?"


"I-iya.."


"Yaudah,kalo gitu gue yang jawab. Alasan kenapa gue mau inisiatif nganter lo pulang,karna gue gak suka" ucap Azka


"G-gak suka? Maksudnya gimana?"


"Gue..gue gak suka aja lo pulang sama yang lain.." gumam Azka


PIPI AIRA KINI MEMERAH-!


"A-e-i-itu! U-udah malem! Ki-kita pulang aja gimana?" ucap Aira terburu-buru


"(Apaan sih,si Azka? Bikin malu aja!! α••( ΰ½€ Κ–Μ― ΰ½€)α•—)"


"Pfftt..hahaha" eh Azka nya malah tertawa lepas -_-


"Ih,k-kok ketawa,sih?"


"Hahahah! Lo haha lucu banget sumpah"


"G-gak ada yang lu-lucu tau!"


"Hahaha..hadeuh..udah,mending lo duduk aja dulu di sini sambil menikmati pemandangan,biar lo gak stres" ujar Azka


"Maksud..maksud kamu?"


"Gue tau,lu pasti capek banget setelah apa yang lo alami dari hari semalam. Lu bahkan sampe di sudutin terus sama Amel. Menurut gue,lu butuh refreshing"


"(A-Azka kok peka banget sih? >.<)"


(Author juga pengen di gituinnn 😩)


Yaudah deh,kita skip aja. 1 eps ini udah panjang banget cerita nya


Setelah menghilangkan rasa stress nya Aira,mereka pun pulang,dan ternyata..memang Tante yang menyuruh Azka untuk mengajak Aira jalan-jalan,dan gula di rumah sebenernya masih ada


Dasar Tante baik🐦aku kan jadi iri


...EKSTRA PENGENALAN TOKOH...


Nama : Fazian Laraswati


Karakteristik : cantik,rambut pendek,pemberani,kek tomboy


Kepribadian : memiliki sifat yang pengertian apalagi ke adeknya


Kelebihan : selalu membawa santai setiap masalah yang dia alami


Kekurangan : -


Like : kedamaian


Dislike : perseteruan


Prinsip : ingin menjadi Kakak yang baik untuk Zidan


...-To be continued-...


BTW


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANπŸ˜‡ πŸ™

__ADS_1


__ADS_2