
Pagi hari yang cerah
"Semoga hari ini akan menjadi hari yang baik dari yang semalam..." gumam Aira
Aira pun bangun dari tempat tidur nya dan pergi untuk mandi
...πππππ...
Aira sarapan bersama Tante Siska
"Oh iya,Ira,Tante baru sadar,kalau kamu belum pakai baju seragam sekolah..emang nya kamu belum ngambil?"
"Ehm...itu,Tante...Kata Kepsek,baju nya belum tersedia,udah pada habis" ucap Aira yang sedang memakan roti lapis nya
"Ooh,gitu...yaudah,nanti kalau udah tersedia kamu langsung ngambil,ya" ujar Siska
Aira pun mengangguk sebagai jawaban
Setelah selesai sarapan...
Aira bersiap-siap untuk pergi ke sekolah,dia memakai sepatu nya dan memakai tas di punggung nya
Kemudian,saat membuka pintu,tidak sengaja dia melihat ada sebuah mobil Taksi yang sedang berhenti di depan rumah nya
"Tante..." panggil Aira
"Ya?"
"Tante ada pesan Taksi?" tanya Aira
"Engga" jawab Siska
"Trus..itu kok ada mobil Taksi?"
"Gatau,Tante gak ada pesan kok"
"Jadi...kalau bukan Tante,gak mungkin Azka kan? Soalnya mobil nya tepat berhenti di depan pagar kita,Tan"
"Iya,sih..coba deh kamu tanya" ujar Siska
"Oke,yaudah kalo gitu Ira pergi dulu ya,Tan,Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam,hati-hati"
"Ya,Tan"
Aira pun pergi menghampiri mobil Taksi tersebut
Kemudian,jendela mobil itu menurun
"Permisi,benar dengan nama 'Airani'?" tanya Pak supir
"Eh,i-iya bener,Pak" jawab Aira
"Kalau begitu silahkan masuk" ucap nya
"H-hah?"
"Ma-maaf,Pak,tapi untuk apa ya Pak? Saya gak ada mesan Taksi" ucap Aira
"Iya,kamu memang gak ada mesen,tapi teman kamu yang pesanin"
"Ka-kalau boleh tau siapa ya,Pak?" tanya Aira
"Ummm..nama nya Alaska" jawab Pak supir itu
"(Alaska? Siapa pula Alaska?)" tanya Aira dalam hati
Dia bingung dengan nama yang di sebut tadi,karena dia belum pernah bertemu dengan orang yang bernama 'Alaska'
"Ya-yaudah deh"
Mau tak mau,Aira tetap naik ke Taksi itu,karna tidak ingin supir nya menunggu lama
...πππππ...
Sesampainya di sekolah...
"Makasih,Pak" ucap Aira
"Iya,sama-sama"
"Eum..Pak,ini uang nya" ucap Aira sembari memberikan uang saku nya
"Eh,gak usah,tadi udah di bayarin sama orang nya" tolak Pak supir
"O-oh,oke,makasih banyak Pak"
"Iya"
Taksi itu pun pergi menjauh
"Alaska? Siapa sih Alaska?" tanya Aira sendiri
Aira benar-benar penasaran siapa itu Alaska
Tapi,karena tidak ingin terus berdiri di depan gerbang,dia pun masuk ke sekolah
"(Nanti aja deh aku cari tau..tapi,aku gak kenal sama yang nama nya Alaska,aduuhh,siapa sih kamu? Jangan bikin aku penasaran)" batin Aira
Kemudian,tak sengaja Aira melihat ke sekeliling nya yang masih sepi,masih belum ada orang yang datang,mungkin ada sekitar 2 atau 3 orang (?)
Lalu,karena gak mau langsung masuk ke kelas,dia langsung duduk di sebuah kursi di taman sambil menghirup udara pagi yang segar sembari memerhatikan pemandangan pagi yang indah
"Hufff..segar deh..." gumam Aira
Tak lama kemudian,Zidan yang melihat Aira sedang duduk di kursi itu,langsung menghampiri nya
"Hei" panggil Zidan
"Eh? Zidan"
Zidan pun duduk di sebelah Aira
"Datang kepagian ya?" tanya Zidan sambil tersenyum
"Iya,nih,haha jadi aku duduk di sini aja dulu sambil menghirup udara segar" ujar Aira
"Ya kan? Udara pagi emang segar banget..."
"Iya,ehehe"
Tanpa sengaja,Zidan melihat lutut Aira yang di balut
"Eh? Ira? Ini kaki kamu kenapa?" tanya Zidan
"Ehm,i-ini,semalam aku kesandung sampe akhirnya jatuh deh..hihi"
"Ya ampun,Ira lain kali hati-hati dong..." ujar Zidan
"Iya,maaf"
"Emang nya udah pergi ke rumah sakit buat di cek?" tanya Zidan
"Belum sih,tapi rencana nanti pas pulang sekolah aku bakal pergi"
"Sendiri atau gimana?" tanya Zidan
"Sendiri sih..."
"Gimana kalau aku aja yang anter? Sekalian aku mau check-in" ucap Zidan
"Check-in? Buat apa?" tanya Aira
"Itu,kata dokter seminggu sekali harus terus check-in buat penyakit gastritis-ku,soalnya harus di liat terus perkembangan nya" ucap Zidan
"Emang nya parah banget ya penyakit nya?" tanya Aira
"Engga parah banget sih,tapi ya demi jaga-jaga aja"
"Oh..."
"Iya,jadi gimana? Mau kan?"
"Iya,kalau kamu maksa"
"Oke,kalau gitu aku maksa,haha"
"Hahaha"
Mereka berdua tenggelam dalam pembicaraan dan dengan suasana yang menyegarkan di pagi hari ini
"Eh iya,omong-omong,Zidan,kamu kenal sama Azka gak?" tanya Aira
"Azka...?"
Zidan terlihat sedang berusaha mengingat sesuatu
"Oh,Alaska..! Cowok kulkas yang paling dingin di sekolah ini"
"A-Alaska?" tanya Aira dengan mata terbelalak
"Iya,nama aslinya Devano Alaska,di panggil Azka" ucap Zidan
"(Ja-jadi,yang pesanin Taksi buat aku tadi..dia?)" pikir Aira
"Emang nya kenapa?" tanya Zidan
"O-oh,engga,haha gak ada"
"Oh"
Tiba-tiba,datang lah seorang Kenya
"Aira!? Kaki lo kenapa!?" tanya Kenya yang khawatir
"Eh,Kenya? E-engga,aku gak kenapa-napa kok"
"Yakin lo gak kenapa-napa? Kaki lo sampe di balut gitu,pasti lo jatuh ya"
"Eh? Kok tau?"
"Ya tau lah,lo itu orang yang paling ceroboh yang gue temui" ucap Kenya sambil menunjuk-nunjuk kepala Aira
"(Eeeeehhh,kok di tunjuk-tunjuk?)"
"Ya ellah curut,seenggaknya jangan ngeledekin orang dong" ucap Zidan membela Aira
"Heh! Gue gak ngeledekin orang ya! Gak usah negthink" sindir Kenya
"Tapi lo barusan bilang dia 'orang yang paling ceroboh',berarti kan lo ngeledek dia"
"Eh kunyuk,beda konsep,itu kan emang kenyataan,fakta,jadi jangan lu kata gue sembarangan ngeledek orang!"
"Halah,alasan lu,bilang aja lu mau dia sakit hati karna ucapan lu kan"
"Astaghfirullah,lama-lama lu gua bunuh juga lo" ucap Kenya
Zidan takut dan langsung bersembunyi di balik Aira
"Ra,tolongin,ada beruang goa ngamuk" ucap Zidan
"Dasar lo cemen,hih bac*t deh"
"U-udah udah,jangan bertengkar lagi,seenggaknya akur dong"
"Males" sela Kenya
"Tuh,Ra,liat tuh,banyak bac*t nya dia,Ra" ucap Zidan
"Udah udah...oh iya,Zidan,aku mau masuk kelas dulu ya sama Kenya" ucap Aira
"Oke"
Aira dan Zidan sama-sama berdiri dari tempat tidur nya
"Yok,Ken" ajak Aira
Mereka pun masuk ke kelas masing-masing
"(Aku harus minta penjelasan dari Azka)" batin Aira
"(Eh bentar...tapi,nama nya Alaska? Pantesan,nama nya menggambarkan sifat nya banget)" seru Aira dalam hati
Aira dan Kenya duduk di kursi mereka
"Kenya,aku mau nanya"
"Ya?"
"Biasa nya Azka datang jam berapa ya?" tanya Aira
"Mmm...gatau,gue gak pernah tau dia datang atau engga" jawab Kenya
"Lah?"
Aira berasa di bebani oleh jawaban Kenya
Setengah jam kemudian...
Ruang kelas sudah di penuhi dengan murid-murid
Kemudian,ada orang yang menghampiri Aira
"Hai Aira" sapa nya
"Oh,hai"
"Aku mau temenan sama kamu boleh gak?" tanya nya
"Oh,boleh kok" ucap Aira sambil tersenyum
"Kalau gitu,kenalin,nama aku Laura,aku biasa nya di panggil Lala"
"Oh,salam kenal..."
"Iyaa.."
"Oh iya,kaki kamu kenapa,Ra?" tanya Lala
"Ehm..ini,aku gak sengaja jatuh semalam,tapi gapapa kok" jawab Aira
"Oh gitu...udah di cek ke dokter?"
"Belum sih,tapi rencana nya nanti pas pulang sekolah aku mau cek"
"Ooo,yaudah,kamu lain kali hati-hati ya"
"Iya,makasih udah khawatir"
Lala pun duduk di kursi nya lagi
"Wah,udah punya temen baru nih" ucap Kenya
"Eh? I-iya,haha"
"Gue salut sih sama lo,padahal baru 2 hari sekolah udah langsung dapet beberapa temen,ya meskipun gak banyak,tapi seenggaknya lo bukan orang yang kalo pengen kenalan suka malu-malu" ujar Kenya
"Haha,awalnya sih aku juga malu,sebelum berangkat ke sekolah di hari pertama,tapi aku coba memberanikan diri aja"
"Bagus deh,ketimbang gue,dulu pas awal-awal masuk,gue gugup banget,hingga pada akhirnya gue cuma nunggu sampe ada yang nyamperin gue,haha,lucu banget sih kalo di inget-inget" ucap Kenya
"Haha,sama dong,aku juga dulu pernah gitu,semua orang muka nya pada asing-asing banget,jadi aku lumayan takut,tapi karna aku di suruh sama orang tua aku buat berani,jadi aku beranikan diri buat nyamperin orang lain dari pada nunggu di samperin"
"Iya,lo emang hebat,pasti lo bakal terkenal di sekolah ini" ucap Kenya
"Lah? Kok bisa?"
"Ya gatau...secara kita semua punya kriteria masing-masing,jadi yang tadi itu cuma feeling gue aja sih..."
"Ahaha..."
Ozi langsung menghampiri mereka yang sedang asyik mengobrol
"Wah! Ngomongin apa nih? Sampe girang-girang nya?" tanya Ozi
"Kepo amat si idup lo" ketus Kenya
"Lah,ya suka-suka gue doooong"
"Bac*t tai ayam"
"Ki-kita cuma bahas soal sekolah aja kok..." ujar Aira yang langsung mengalihkan perhatian mereka
"Oh ya? Tentang apa?" tanya Ozi penasaran
"Yaa..tadi Kenya bilang,dia yakin kalo suatu hari nanti aku pasti bakal terkenal di sekolah ini,tapi...aku gak yakin sendiri sih" ucap Aira
"Loh? Kenapa gak yakin? Justru gue juga se feeling sama beruang goa,gue yakin kalo lo pasti bakal terkenal,soalnya beruang goa ini juga terkenal karna sifat nya,pasti lo juga bakal terkenal dengan sifat lo sendiri" ujar Ozi
"Ummm..gatau deh,haha"
"Oh iya,lo tau gak? Bukan cuma beruang goa aja yang terkenal..gue juga terkenal tauk,gue terkenal karna kejahilan gue ke beruang goa satu ini" ucap Ozi sambil melirik smirk ke arah Kenya
"Hilih,banyak gaya,lo terkenal 1 sekolah karna lo nakal! Udah gitu doang" ketus Kenya
"Kalo Kenya,terkenal satu sekolah juga kah?" tanya Aira
"Yyaa...lumayan sih,kek nya gitu,gue kurang tau,soalnya gue gak peduli sama dunia" ucap Kenya
"Ahaha,unik juga kamu Ken" gumam Aira sambil terkekeh
"Ya kan,unik banget,di tambah,aneh" sambung Ozi
"Berisik lu set*n!"
Akhirnya Ozi dan Kenya berkelahi lagi
Sedangkan Aira hanya bisa tertawa melihat tingkah laku mereka berdua yang benar-benar kocak,gak ada obat sih
Sementara itu,Aira langsung teringat dengan Azka
Dia pun spontan melihat Azka yang sedang tidur di meja nya
__ADS_1
"(Aku pengen nanya,soalnya kepo banget...tapi,kalau yang lain tau aku ngobrol sama Azka,kek nya bakal ada kesalah pahaman deh)" batin Aira
"Aku coba ngobrol sama dia pas istirahat aja deh" gumam nya
Akhirnya,bel masuk berbunyi
Mereka pun memulai pelajaran seperti biasa nya
Kemudian,setelah jam pelajaran kedua berakhir,kini mereka memulai jam pelajaran ketiga
Semua anak-anak pada panik karena di pelajaran ini
Aira kebingungan sendiri,kenapa mereka semua pada histeris karna tau ini jam pelajaran ketiga?
"Kenya,mereka kenapa? Kok pada panik gitu?" tanya Aira yang penasaran
"Ini jam pelajaran ketiga,Ra" jawab Kenya
"Iya,tau,tapi kenapa?"
"Ini waktu nya jam pelajaran IPA,hari ini bakal ada kegiatan pengambilan nilai praktek" ucap Kenya yang berekspresi santai
"Loh? Kok gak ngasi tau aku sih?" tanya Aira
"Ya lo nya gak nanya,mana gue tau"
"Tapi lo tenang aja,ini gak bakal sesulit pas lagi ujian kok" ujar Kenya untuk menenangkan Aira
"Beneran?"
"Iya,Ra"
"Emang nya praktek nya apaan?" tanya Aira
"Kita bakal lakuin praktek di lab,ntar kita di suruh bedah katak" jawab Kenya dengan jujur
"Se-serius?" tanya Aira dengan mata terbelalak
"I-iya,emang nya kenapa? Lo gak suka? Kalo gak suka lo bisa--"
"YEEESSS!" teriak Aira kegirangan
Kenya langsung terheran-heran dengan Aira yang tiba-tiba berteriak
Yang tadi nya Aira yang terbelalak malah sekarang Kenya yang terbelalak,terpelongo melihat tingkah laku Aira
Dan itu membuat semua mata tertuju pada Aira termasuk Azka yang terbangun dari tidur nya karena teriakan Aira yang sangat keras
Aira langsung canggung dan berusaha mengendalikan ekspresi nya
"Ma-maaf...hehee"
Seperti yang di katakan Kenya,mereka pergi ke Lab untuk melakukan pengambilan nilai praktek
Aira senang karena bisa melakukan pembedahan,meskipun pada hewan,tapi seenggaknya dia bisa menambah wawasan nya
...π¬π¬π¬π¬π¬...
Mereka mulai melakukan pembahasan sebelum pembedahan
"Baik,anak-anak,yang perlu kalian tau,di pengambilan nilai hari ini,adalah pengambilan nilai praktek,yaitu kalian harus membedah seekor katak" ucap guru IPA
Semua anak mendengarkan
"Yang perlu kalian lakukan adalah,kalian harus mencari tau cara membedah katak dengan baik dan benar,itu berpengaruh dengan nilai kalian,dan nilai ini sangat membantu di ujian praktek"
"Ujian praktek?"
Anak-anak langsung berisik-bisik dan panik
"Tenang" seru guru IPA
Beliau bernama Buk Intan
"Saya akan memanggil nama kalian secara acak,tidak menurut absen,dan saya akan memanggil masing-masing dari kalian harus maju dan langsung melakukan praktek nya"
"Setelah itu,kalian simpulkan tentang langkah-langkah nya,tentang apa yang telah kalian pelajari dari membedah katak tersebut,kalian paham?"
"Paham Buk" jawab semua anak murid kecuali Azka
Rata-rata dari mereka merasa takut dan geli untuk berhadapan dengan seekor katak
"B-Buk,apa gak bisa praktek yang lain selain membedah,Buk? Apa lagi yang di bedah,katak" tanya Amel
"Gak bisa,Amel,Ibuk mau mengambil nilai keterampilan kalian" jawab Buk Intan
"Tapi,Buk,kalau harus bedah katak kek gini,kita gak bakalan bisa,Buk" ucap Putri
"Iya,Buk" sambung Citra
Putri dan Citra adalah sahabat Amel,mereka bertiga adalah satu grup yang sangat menyebalkan,selalu membuat kerusuhan dan selalu sefrekuensi satu sama lain (hanya mereka bertiga)
"Langsung aja,Ibuk panggil..."
"Airani,Alaska,Fauzi,Laura,Amelia,dan Fauzan,silahkan mulai praktek nya dan lakukan seperti yang saya bilang" ucap Buk Intan
Mereka yang nama nya di panggil pun langsung memulai pembedahan
"Aira dan Azka sekelompok,Ozi dengan Amel,sama Lala dan Fauzan sekelompok" ucap Buk Intan secara tiba-tiba
"A-apa!?"
"Buk? Maksud Ibuk kita ngerjain nya pake kelompok?" tanya Lala
"Iya,Lala,Ibuk sengaja gak bilang" ucap Buk Intan dengan sengaja
"(Wah,menjebak sih ini nama nya)" batin Aira
"Oke,yang Ibuk sebutkan langsung bergabung"
Mereka pun bergabung seperti yang di minta oleh Buk Intan
"Seenggaknya biarin saya sekelompok sama Ira,Buk..." keluh Ozi
"GAK!" tegas Buk Intan dan Kenya secara bersamaan
"Cieee barengan" ucap anak-anak yang lain
"Lo pada mau gua tabok?" ketus Kenya
"Udah udah,diam semua nya,gak ada yang boleh tukar-tukar kelompok,sekarang,Ibuk panggil untuk kelompok yang selanjutnya"
"Kenya dengan Putri,Radit dengan Vina,sama ***"
Buk Intan mulai membagi-bagikan kelompok
"Oke,di sini,kalian harus saling bekerja sama,dan harus saling bertoleransi satu sama lain" ujar Buk Intan
"Pembedahan di mulai sekarang"
Mereka mulai membedah katak yang sudah di sediakan masing-masing
Aira dan Azka dengan secara bersamaan langsung mengambil katak yang ada di sebuah kotak transparan,tidak sengaja tangan mereka bersentuhan
Secara spontan Aira langsung mengambil tangan nya kembali
"Ma-maaf" gumam Aira
"Kalian gak perlu buru-buru,kalian hanya perlu fokus dan teliti,karna waktu kita masih banyak" ujar Buk Intan
"Buk,tapi masih ada keluar main kan,Buk?" tanya Putri
"Kalau kamu belum selesai ya gak ada keluar main" ucap Buk Intan
"Hah!?"
Lagi-lagi mereka panik
Sedangkan Aira dan Azka masih saja fokus dengan tugas mereka
Mereka menggunakan masker yang memang sudah di sediakan
Aira mulai mengambil sebuah suntikan untuk membius katak tersebut
"Sini biar gue aja" ucap Azka dengan nada pelan
"A-apa? Tapi,aku bisa kok"
"Gak,gue aja"
Aira pun dengan kecewa memberikan suntik itu kepada Azka
"Pegangin katak nya" ujar Azka
Aira pun menuruti perintah Azka,dia memegangi katak tersebut dengan baik,sedangkan Azka mencoba untuk membius katak tersebut
Dengan perlahan dan teliti,Azka berhasil membius nya
Setelah itu,Aira langsung mengambil beberapa jarum pentul dan menusuk kan nya ke kaki dan tangan katak itu
Dengan berhati-hati,Azka mulai menyayat bagian perut katak dengan gunting dan pisau bedah,di bantu dengan Aira
Buk Intan yang melihat mereka yang sangat bekerja sama,merasa bangga dan tersenyum sendiri
Buk Intan mulai menulis sesuatu di sebuah notebook tentang kelompok Aira dan Azka
Setelah selesai di sayat,mereka mengeluarkan daging yang ada pada bagian dalam dada katak itu sehingga terlihat organ-organ dalam tubuh nya
Kemudian mereka mengambil alat pencernaan pada katak dari bagian mulut nya hingga kloaka
Setelah itu mereka melakukan hal-hal yang lain nya mengenai katak
Intinya,mereka benar-benar sangat bekerja sama dari pada kelompok yang lain nya
Di antara mereka ada yang merasa jijik dan geli,takut,hingga ada yang mual sampai mau muntah,ada yang berdebat karna saling suruh menyuruh,dan yang lain nya
Bener-bener random sih sebenernya πΏ
Untung nya hanya kelompok Aira & Azka dengan kelompok Kenya dan Putri yang normal,yang bisa berhasil melakukan pembedahan
Dan pada akhirnya,kelompok Aira & Azra yang selesai duluan
"Buk,kami sudah selesai" ucap Aira sambil mengangkat tangan nya
Tak lama kemudian Kenya juga mengangkat tangan "Kami juga,Buk"
"Kalau begitu,kelompok Aira dan Azka,bisa berikan kesimpulan dari praktek yang kalian lakukan?" tanya Buk Intan
Azka mengisyaratkan agar Aira yang menjawab nya
Aira pasrah...
Kemudian,Aira menyimpulkan apa yang ia dapat,begitu pula dengan Kenya dan Putri
Akhirnya,kelompok mereka berdua mendapatkan nilai A+
Dan mereka di perbolehkan untuk beristirahat di jam istirahat ini
...πΈπΈπΈπΈπΈ...
"Jadi gimana? Gak susah susah amat kan" tanya Kenya tentang pendapat Aira mengenai pengambilan nilai
"Ya,lumayan menegangkan,tapi...the best" ujar Aira
"Gue gak nyangka aja sih,lo bisa kerja sama ama Azka,soalnya setau gue dia orang yang gak pernah mau ngobrol sama siapa pun,dan ini pertama kali nya dia bisa ngobrol sama lo" ucap Kenya kagum
"Ahaha...yaa...mungkin cuma kebetulan aja..." gumam Aira
"....."
Tak lama kemudian,ada beberapa orang yang datang menghampiri Aira
"Aira..."
"Aira,temenan yok"
"Aira kenalin,nama gue.."
"Aira"
"Hai Ira"
Aira bingung karna secara tiba-tiba mereka terus mengerumuni Aira
"Heh! Jangan maen kroyok dong!" seru Kenya berusaha membuat suasana terkendali
"Apa mau lo pada?" tanya Kenya
"Em..sebenarnya setelah kita liat pas di Lab itu,Aira bisa bedahin katak nya dengan sangat baik,di tambah lagi dapet nilai A+,jadi kita mau Aira ngajarin kita gimana supaya bisa bedah-bedah"
"Iya,biar gak kek gue yang penakut ini"
"Gue juga jijik banget sama katak,jangan kan liat isi dalam nya,liat kulit luar nya aja udah geli bangeet"
"Oh,jadi kalian mau temenan sama Aira cuma karna pengen di ajarin doang?" tanya Kenya
"I-iya"
"Bukan urusan gue sih,tapi silakan tanya pendapat orang nya" ucap Kenya
Mereka langsung melihat ke arah Aira dengan memasang puppy eyes
"(A-aduh...gimana nih?)" tanya Aira dalam hati
"Se-sebenarnya alasan aku bisa bedahin katak nya karna aku terbiasa dengan hal-hal berbau pembedahan,secara,cita-cita ku adalah dokter,jadi aku bisa lakuin ini karna tergantung dengan niat ku sendiri" ujar Aira
"Jadi,maksud lo,lo gamau bantuin kita gitu?"
"Engga gitu,tapi masalah nya...aku gak pande ngajarin,cuma bisa belajar sendiri,yang penting usaha dan niat kalian udah kuat,kalian pasti bisa kok" jelas Aira
Mereka semua terdiam setelah mendengar perkataan Aira barusan,benar-benar menyentuh jiwa dan raga,serasa di kenai tepat sasaran mental
"Makasih,saran nya,Iraa"
"Aira emang the best...!"
"Thanks,Airaa"
"I-iya,sama-sama haha"
"Cieee yang udah mulai populer" canda Kenya
"E-ehehe...engga juga sih..." gumam Aira dengan pipi memerah
"Yaudah,jadi TKS nya gak nih?" tanya Kenya
"Ah iya,hampir lupa,yaudah,kalo gitu mohon bantuan nya yaa" ucap Aira sambil tersenyum gembira
Kenya pun ikut tersenyum
Mereka memulai Tour Keliling Sekolah,Kenya menuntun Aira ke tempat-tempat dan fasilitas yang ada di sekolah sembari mengenalkan nya
"Oh iya,Kenya,Zidan itu sebenarnya kelas berapa?" tanya Aira
"Dia kelas 11 juga kok,tapi beda lokal aja" ucap Kenya
"Oh.."
"Iya"
"Tapi...meskipun kalian berdua beda kelas,kenapa rasa nya kalian keliatan akrab ya?" tanya Aira
"Akrab dari mana nya,Ra? Udah kek anjing sama kucing aja kita mah"
"Wkwk,tapi jujur,kalian meskipun berantem terus,tetap keliatan kek deket banget,emang nya kalian gimana bisa ketemu?" tanya Aira
"Hmm...ketemu nya di perpus" jawab Kenya dengan singkat
"Oooh..." Aira hanya ber o ria mendengar jawaban singkat dari Kenya
Akhirnya mereka selesai berkeliling dan tepat pada waktu nya,bel masuk kelas telah berbunyi
Saat Aira masuk kelas,dia baru tersadar kalau dia belum meminta penjelasan dari Azka
"(Astaga,aku lupa...! Azka utang penjelasan sama aku...aduh,Aira kamu gimana sih? Tadi kan niat nya mau ngobrol sama diaaa,eh malah kelupaan)" batin Aira
Aira benar-benar kesal sama diri nya sendiri karena lupa kalau belum bicara dengan Azka dan meminta penjelasan dari Azka tentang Taksi yang datang menjemput nya tadi pagi
"(Pulang sekolah aja deh...)" batin nya
Aira akan bicara pada Azka saat pulang sekolah nanti
Mereka pun memulai pelajaran kembali...
...π’π’π’π’π’...
Sepulang sekolah...
Saat Aira selesai mengemas buku nya,ada seorang murid yang datang menghampiri nya
"Aira,hari ini lo piket" ucap nya
"Oh? Oke..."
"Ra,gue pulang duluan ya" ucap Kenya
"Iya,Ken"
Kenya pun keluar dari kelas dan pulang duluan
"Kita duluan ya Ira..." ucap yang lain
"Loh? Bu-bukan nya kalian juga piket?" tanya Aira
"Oh udah kok tadi pas jam istirahat,sekarang giliran lo sama Azka"
"(Azka?)"
"O-oke"
"Duluan yaa"
"Iyaa"
__ADS_1
Kini hanya ada Azka dan Aira yang berada di dalam kelas,mereka hanya berdua
"(Kek nya ini kesempatan aku)"
Aira langsung menghampiri Azka yang sedang mengambil penghapus papan tulis
"A-Azka"
Azka yang di panggil langsung menoleh ke arah Aira sambil mengangkat sebelah alis mata nya ke atas
"I-itu...apa tadi pagi kamu yang pesenin Taksi buat aku?" tanya Aira
Azka hanya berdehem
"Tapi...buat apa?"
"Ya ngantar lo sekolah lah,ya kali nyulik lo" ketus Azka yang sedang menghapus papan tulis
"I-iya,aku tau,tapi kenapa kamu pesanin Taksi buat aku? Aku kan bisa naik bus sendiri"
Azka yang mendengar perkataan Aira langsung berhenti menghapus papan tulis tersebut
Setelah itu dia menoleh ke Aira lagi
"Lo kata dengan kaki lo yang luka itu sama kecerobohan lo,trus lo naik bus bisa selamat ke sekolah?" tanya Azka balik
"A-apa?"
"Lo itu cewek paling ceroboh yang gue temui,dan kaki lo lagi terluka,di tambah lagi,setiap hari bus sekolah bakal rame,lo pasti bakal kesandung lagi dan jatuh,apa lagi kaki lo bakal kaku dan keras" Azka malah menceramahi Aira
"Jadi gak mungkin gue biarin lo naik bus sendirian trus lo ceroboh lagi akhirnya jatuh lagi,kaki lo bakal tambah parah"
Azka melanjutkan kegiatan nya menghapus papan tulis
"(Maksud dia ngomong kek gitu apa?)" tanya Aira dalam hati
Aira langsung melamun setelah mendengar ucapan Azka
"Ja-jadi...cerita nya kamu khawatir sama aku?" tanya Aira
Azka langsung berhenti dan terdiam sejenak
"(A-apa aku salah ngomong?)" tanya Aira dalam hati,dia sedang panik karena takut perkataan nya membuat Azka marah
Tapi,Azka malah menoleh ke arah nya,dan langsung mendekat kan wajah nya ke wajah Aira
Aira langsung mundur ke belakang
Namun Azka meletakkan siku nya ke papan tulis
(Biar terlihat lagi mojokin cewekπ€)
"Kalau iya,kenapa?" tanya Azka dengan tatapan dingin nya
Pipi Aira memerah
"(Di-dia beneran khawatir?)"
Suasana menjadi hening sejak saat itu,Azka yang masih mendekat pada Aira,dan Aira yang terdiam dan tak tau ingin berkata apa...terasa ada bau-bau momen romantic
(Hhuuu banh,aku mau nyebur ke laut,gak kuat lanjutin cerita nyaπ)
...β¦β¦β¦β¦β¦...
Tiba-tiba Zidan langsung memanggil nama Aira di depan pintu sambil ngos-ngos an
"IRAAAA!" panggil Zidan
Itu membuat Aira dan Azka kembali ke kenyataan dan langsung menjauh kan diri satu sama lain
"Zi-Zidan?"
"Eh? Ada Azka ya?" tanya Zidan
"Ira,kemari bentar deh" panggil Zidan
Aira penasaran,dia pun menghampiri Zidan
"Ada apa?" tanya Aira
"Aku boleh minta snapchat kamu,gak?" tanya Zidan
"O-oh boleh,kok"
Aira langsung memberikan snapchat nya ke Zidan
"Oke,makasihh...btw,besok aku ada keperluan,dan aku bingung pengen ngajak siapa,jadi aku teringat nya sama kamu,kamu mau kan bantuin aku?" tanya Zidan
"Ba-bantuin apa?"
"Jadi gini...tadi kita para OSIS rapat sama Kepsek,trus Kepsek nyuruh aku buat pergi ke luar kota untuk......"
"Aku-"
"Gak boleh" sangkal Azka
"A-apa?"
Azka langsung menghampiri mereka
"Kaki nya lagi sakit,dia gak mungkin pergi luar kota" ucap Azka
"(Hah? Tumben dia merhatiin cewek)" batin Zidan
"Azka...tapi aku-"
"Gak! Sekali nya enggak ya enggak,setelah ini kita ke rumah sakit" sela Azka
"Hah? Kamu mau nganterin aku ke rumah sakit?" tanya Aira
"Hm"
"Tapi,aku udah janji sama Zidan" ucap Aira
Suasana seketika hening
Kemudian,Azka menatap Aira dengan tatapan dingin
"(Ke-kenapa? Aku salah ngomong apa lagi?)"
"Ka-kalau gitu...Zidan,maaf ya,kek nya aku gak bisa pergi sama kamu deh ke luar kota,dan lagi...maaf aku juga gak bisa ke rumah sakit bareng kamu..." ucap Aira dengan susah hati
"O-oke,gapapa" ujar Zidan sambil tersenyum
"Maaf ya sekali lagi"
"Iya,gapapa kok,lagian kek nya aku juga agak sibuk,dan aku akan cari orang lain aja kalo gitu buat temenin aku ke luar kota" ucap Zidan sambil tersenyum tipis
Senyuman nya menenangkan Aira
"Oh iya,btw kamu tau dari mana aku di sini?" tanya Aira
"Tadi aku nanya sama Kenya,Kenya bilang kamu lagi piket di kelas" jawab Zidan
"Oh gitu..."
"Iya. Yaudah,kalo gitu aku pergi dulu,ya,sorry ganggu" ucap Zidan
"I-iya,gapapa"
Zidan pun pergi meninggalkan mereka berdua di kelas
Aira langsung mengambil sapu untuk menyapu lantai
Mereka tenggelam di dalam keadaan yang sunyi,tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut mereka,tidak ada suara yang terdengar...
Namun,Aira masih sempat untuk berpikir
"(Kenapa? Tadi dia khawatir sama aku? Kenapa? Dia bahkan sampe pesanin Taksi buat aku tadi pagi,dan sekarang malah maksa mau nganterin aku ke rumah sakit..)"
...β©βͺβ«β¬β...
Setelah selesai piket...
Azka dan Aira mengambil tas mereka masing-masing,dan Azka menunggu Aira di depan pintu
Aira pun keluar
"..."
Mereka akhirnya pergi bersama ke tempat parkiran
"Kamu bawa motor?" tanya Aira
"Hm" jawab Azka singkat seperti biasa nya
"(Lama-lama aku keselek kata 'hm hm hm' mu,Ka)" batin Aira
...β β‘β ...
Sesampainya di rumah sakit...
Mereka langsung masuk ke rumah sakit dan berkonsultasi ke dokter nya secara langsung
"Pasien Aira?"
"Iya,saya Pak"
"Silahkan masuk"
Aira dan Azka masuk ke dalam ruangan pasien
"Jadi,ada keluhan apa?" tanya Dokter tersebut
"Eumm...ini,Dok,kaki saya habis kejatuhan,semalam..dan,hari ini luka nya makin bengkak" ucap Aira
"Hmmm...kamu jatuh nya di mana? Di jalan yang mulus kah atau di jalan yang berbatu-batu? Atau mungkin aspal?"
"Saya jatuh di jalan yang berbatu sedikit,Dok"
"Sebelumnya pernah seperti ini?"
"Gak pernah,Dok"
"Kalau gitu biar saya periksa ya.."
Kemudian...
"Gimana,Dok?" tanya Azka
"Cedera nya sangat parah,dan waktu nya sangat telat di bawa kemari,seharusnya dari tadi pagi. Jadi,setelah kami coba periksa pakai rontgen,ternyata tempurung lutut nya sedikit retak,tidak terlalu parah sih retak nya" ujar Dokter itu
"Jadi,Dok? Apa bisa di sembuhin?" tanya Azka
"Ada sih,tapi...pasien harus di rawat di rumah sakit,mungkin selama beberapa hari atau mungkin seminggu?"
"Tapi,Dok,saya gak bisa di rawat di rumah sakit terus...saya juga mau sekolah" ucap Aira
"Tapi mau bagaimana pun,kita harus mencegah hal buruk yang tidak kita inginkan terjadi,jadi harus di rawat dan proses penyembuhan nya juga lumayan lama..." ujar Dokter
"Tapi,Dok-"
"Lo harus di rawat" sela Azka
"A-apa? Gak,Az,aku gamau..."
"Harus"
"Azka...plis aku gamau..."
"Aira..!"
Aira seketika kaget,karena ini pertama kali nya Azka memanggil nama nya,karena biasa nya saat Azka ngomong gak pernah tuh manggil
"Dengerin gue! Lo harus percaya sama gue,lo bisa,masalah sekolah biar gue izinin sama guru,dan lo harus cepat sembuhin kaki lo" tegas Azka
(Nahhh,gini dong...jadi cowok tuh yang tegas,awokawoks)
"Kalau kaki lo di biarin aja,bisa-bisa luka nya tambah parah,emang lo mau?" tanya Azka
Aira secara spontan langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat
"Nah,jadi lo harus dengerin gue,lo harus di rawat di sini,dan jalani penyembuhan,lo boleh sekolah setelah kaki lo sembuh,oke?" perkataan Azka seketika menjadi lembut
Dan tatapan nya sangat hangat di mata Aira
"(Ka-kapan lagi dia bisa ngomong lembut kek gini?)" batin Aira
Aira benar-benar terpesona sampai dia melamun
"Aira!"
"Eh"
Aira langsung tersadar
"O-oke...aku mau di rawat di sini" ucap Aira
"Nah,bagus,kalau gitu,penyembuhan kita mulai dari sekarang ya" ujar Dokter
"Iya,Dok"
"Nanti gue kasi tau Tante Siska kalau lo di sini" ucap Azka
Aira mengangguk pelan
Azka pun pergi untuk pulang ke rumah nya
Sementara,Aira yang sedang hendak pergi ke ruang perawatan,tiba-tiba Zidan datang sambil berlari kecil menghampiri Aira
"Iraaa" panggil Zidan sambil tersenyum
"Zidan?"
"Kamu gapapa?" tanya Zidan
"Aku gapapa kok..." jawab Aira
"Trus ini kamu mau kemana?" tanya Zidan lagi
"Oh,aku mau ke ruang rawat"
"Hah? Kamu...kamu di rawat di sini?"
Aira mengangguk sebagai jawaban
"Oh...trus...kamu gak sekolah dong?"
"Engga"
"Emang nya luka kamu parah banget ya?"
"Suster,nanti tolong antarkan pasien Aira ke kamar rawat ya,saya mau cek pasien yang lain"
"Iya,Pak"
"Em..gak parah-parah amat sih...tapi kamu tenang aja,aku gapapa,oh iya,omong-omong,karna hari ini aku di rawat,jadi kek nya besok aku gak sekolah..." ujar Aira
"Yahh..gak seru dong kalau gak ada Ira" keluh Zidan
"Haha,tenang aja,kan ada Kenya"
"Dih,males ah kalau sama tikus curut itu"
Aira terkekeh
"Ehmm...yaudah,kalau gitu kamu yang baik-baik ya,aku mau pulang" ucap Zidan
Aira mengangguk
"Byee~"
"Bye"
Zidan pun pergi,sedangkan Aira di bawa ke kamar rawat inap
...POV...
...βͺ»ZidanβͺΌ...
"(Gatau kenapa,Azka semenjak ada Ira,dia mudah ngomong,gak kek biasa nya,yang selalu diem pas lagi di tanya,kadang kesel sih...tapi,nama nya juga manusia,tapi,aneh banget gak sih?)" pikir Zidan
Zidan benar-benar keheranan melihat Azka yang bisa mudah bicara,tidak seperti biasa nya
Biasa nya ngomong satu huruf aja gak mau
Kini Zidan malah kepikiran,kalau keberadaan Aira mengubah dunia,bahkan dia juga sempat berpikir kalau semenjak ada Aira,Kenya bisa luluh dan bisa patuh sama Aira
"(Apa Ira bener-bener pembawa keberuntungan?)" tanya Zidan dalam hati
"Eh,gak boleh mikir kek gitu ah,emang ada orang kek gitu? Tapi...beneran kan yang aku pikirkan? Soalnya semenjak ada Ira beberapa orang di sekolah kek serasa ada yang berubah gitu.." gumam Zidan sendiri
Dia tidak ingin lagi memikirkan hal-hal yang lain,dia pun langsung pulang ke rumah nya and go to sleeping
...EKSTRA PENGENALAN TOKOH...
Nama : Laura Felysia (Lala)
Karakteristik : cantik,polos,ramah,pemalu
Kepribadian : suka rendah hati dan suka membantu
Kelebihan : lumayan pintar
Kekurangan : gak mudah bergaul karena sifat nya yang begitu pemalu
Like : kedamaian
Dislike : perseteruan
Prinsip : ingin menjadi teman yang baik
...-To be continued-...
__ADS_1