Cinta Itu Aneh

Cinta Itu Aneh
Rivalry (2)


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk memulai sekolah dengan baju seragam baru


Aira sangat senang bisa memakai baju seragam baru nya yang telah ia dapatkan dari kepala sekolah,yaitu Buk Maya


"Cieee yang udah dapet baju baru..." ucap Siska


"Ah..Tante...hehe,bisa aja sih"


"Ya bisa dooong,Tante gitu loh"


"Haha"


"Oh iya,sekolah kamu semalam gimana? Lancar kan? Soalnya kan udah 3 hari kamu gak absen,Wakel atau Kepsek ada nanyain gak?" tanya Siska


"Alhamdulillah sih lancar,trus kalo masalah gak absen,,gak ada di tanyain,kok" jawab Aira


"Ya,bagus deh kalo gitu"


"Iya"


"Yaudah,kalo gitu Tante mau langsung pergi ke pasar,nanti kalau kamu udah mau berangkat,semua pintu sama jendela di kunci,jangan sampe ada yang tertinggal,dan lagi,kunci gembok nya di bawa aja,Tante ada kunci cadangan nya kok"


"Oke,Tante"


Siska pun pergi ke pasar untuk berbelanja,sedangkan Aira masih berada di rumah untuk sarapan pagi dengan di temani oleh roti lapis dan susu segar


Kemudian,dia teringat dengan kertas formulir yang di bagikan oleh Zidan semalam


...Flashback...


"Makasih ya Zidan,udah mau nganterin aku" ucap Aira sambil tersenyum


"Sama-sama,,oh iya,jadi ini rumah kamu,ta"


"Ehm..iya,nih" ucap Aira


"(Apa dia gak tau rumah Azka?)" tanya Aira dalam hati


"Eh iya,aku kan udah tau nih,kalau gitu aku pulang langsung ya" ucap Zidan


"Eh,kenapa gak masuk dulu aja? Tante aku ada di rumah kok"


"Hm? Kamu tinggal sama Tante kamu?" tanya Zidan


"E-i-iya..."


"(Duh,keceplosan)"


"Emang...orang tua kamu mana?" tanya Zidan


"Orang tua aku..."


Aira takut ingin memberi tau Zidan tentang orang tua nya,tapi akhirnya Tuhan menyelamatkan nya,Tante Siska keluar dari rumah karena mendengar ada suara motor yang berhenti di depan rumah nya


Saat dia keluar,eh ternyata itu adalah Aira dan teman nya yang mengantar pulang


"Eh? Ini Tante kamu?" tanya Zidan


"I-iya"


Siska langsung berlari menghampiri mereka


"Waaahh...kamu temen nya Aira?" tanya Siska


"Iya,Tante" jawab Zidan sambil tersenyum


"Aahh..gimana kalau masuk dulu?"


"Ehm,gak usah deh Tante,soalnya bentar lagi mau maghrib,nanti di cariin orang tua lagi"


"Aduh,sopan banget sih kamu...siapa nama nya?" tanya Siska


"Zidan,Tante"


"Salam kenal ya Zidan.."


"Iya,Tante"


"(Tante nya gaul banget ternyata)" batin Zidan


"Oh iya,kenalin nih,nama Tante,Siska" ucap Siska


"Oh,Oke Tante Siska"


"Eh iya,kalian...lagi pdkt?" tanya Siska


"Ta-Tante!" Aira malu karena ucapan Tante nya


Pipi Aira memerah


"Aduh...kebiasaan,suka malu-malu si Aira teuh" ucap Siska sambil terkekeh


Zidan yang mendengar juga melihat nya pun ikut terkekeh,karena ini pertama kali nya dia melihat wajah lucu nya Aira


"(Imut banget si)" batin Zidan


"U-udah ih,Tante! >< Ehm..Zi-Zidan,kamu beneran gak mau masuk dulu? Minum apa dulu kek,gitu?" tanya Aira mengalihkan pembicaraan


"Oh,iya beneran gapapa,kok,lagian ada yang mau aku urus juga di rumah. Yaudah,kalau gitu Zidan pamit pulang dulu ya,Tante" ucap Zidan


Zidan menyalim Tante Siska


"Assalamu'alaikum,Tante,Aira" ucap Zidan


"Wa'alaikumsalam"


"Hati-hati ya,Zidan"


"Oke"


Zidan pun pulang,kini Aira dan Siska langsung masuk ke rumah,tapi saat tepat di depan pintu,Aira malah mogok yang mau masuk rumah


Dia melihat ke rumah Azka yang sangat sepi,kelihatan seperti tidak ada orang yang padahal ada..


"(Azka baik-baik aja gak ya?)" tanya Aira dalam hati


Aira khawatir dengan keadaan Azka sekarang


"Aira?"


"E-eh,iya,Tan"


Akhirnya dengan teguran Siska sekali saja,Aira sudah kembali ke kenyataan dan langsung masuk ke dalam rumah


Aira bergegas untuk mandi..


...💧💧💧💧💧...


Setelah selesai mandi...


"Tante,Aira udah dapet baju seragam sekolah" ucap Aira


"Oh,iya,Tante udah tau. Tadi Buk Maya telpon kemari membicarakan tentang seragam nya" ujar Siska


"Trus,Tante udah bayarin?" tanya Aira


"Udaaah~ kamu tenang aja"


"Ummm...Tante,minggu depan ada perayaan ultah sekolah" ucap Aira


"Oh ya? Bagus dong,pasti bakal seru"


"Iya,sih...tapi,masalah nya Aira gak tau harus masuk ke club mana"


"Hah? Emang harus di wajib kan banget ya masuk ke club?" tanya Siska


"Kata nya sih gitu"


"Hmmm..trus kamu mahir nya dalam kegiatan apa? Kan kegiatan ekskul itu ada bermacam-macam,contoh nya seperti Music Club,yaitu bernyanyi atau memainkan alat musik instrumen,trus Cooking Club,masak-masak untuk buat kue,atau mungkin semacam camilan gitu"


"Trus ada Arts Martial Club,itu sih biasanya yang suka silat-silat atau seni bela diri gitu,dan...setau Tante sih,ini tuh di pake buat penyambutan akhir acara"


"Trus ada lagi nih,club yang paling Tante suka,yaitu Arts Club,ini tuh yang suka ngegambar,Tante kan mahir menggambar,fav Tante banget lah pokoknya! Trus ada...ehm...apa lagi ya? Pokoknya banyak deh,itu sesuai dengan kemahiran kamu sendiri"


"Iya sih...temen Aira semua pada mahir-mahir..contoh nya si Kenya,dia suka bela diri,jadi dia langsung tau club mana yang dia mau masuki,Lala suka menata kebun,atau nanam-nanam bunga,semacam itu lah,kalau si Viola suka masak-masak" ucap Aira


"Angga,dia suka nyanyi,jadi dia masuk Music Club,kalau yang lain...gatau deh"


"Aira,gak semua orang pandai dalam segala hal,setiap orang pasti ada kelebihan dan kekurangan,contoh nya kek Tante,nih..jago ngegambar,bukan berarti jago mewarnai" ujar Siska


"Dan temen Tante juga,dia pinter pelajaran IPA,tapi secara mental,kalau secara fisik dia mah gak bisa,contoh nya kek membedah sesuatu,yang padahal dia bisa menjelaskan tentang hal nya pembedahan itu,tapi bukan berarti dia bisa melakukan pembedahan nya,karena dia takut dengan sebuah kesalahan"


"(Gitu ya...)" batin Aira


"Aira,sayang...Tante yakin kamu pasti bisa melakukan sesuatu juga" ucap Siska menyemangati Aira


Aira tersenyum lebar


"Makasih ya,Tante,udah dukung Aira,Aira bakal nyoba mikir,hal apa yang kira-kira Aira mahir"


Siska tersenyum lega melihat Aira yang begitu bersemangat


...End flashback...


"(Tapi pada akhirnya aku juga belum tau mau masuk club apaan)" batin Aira lesu


"Aku cuma pengen lomba Olimpiade,tapi masalah nya kelas 10 dan 11 gak di bolehin,hanya yang di wajib kan kelas 12 doang..." gumam Aira


Aira pusing dan bingung ingin masuk ke club mana


Kemudian,dia teringat dengan kata-kata Angga waktu itu


"Kalau lo suka nyanyi masuk Music club aja"


"(Jujur sih,aku emang suka bersenandung pas kalo lagi gabut,gak ada kerjaan,atau lagi bosen...tapi,gak mungkin kan suara ku sebagus itu)" pikir Aira


Aira memang pintar bersenandung mengikuti lagu-lagu yang dia sukai,meski pun tidak bernyanyi (hanya senandung),tapi senandungan nya sangat merdu


(Andai ini bukan novel,jadi bisa di jelaskan segimana bagus nya suara Aira)


"Fuhhh...mending habisin sarapan dulu deh,abis itu ke sekolah,ntar telat lagi" gumam Aira


Aira tau dia belum mengisi formulir nya,hanya ada ttd dari Tante nya,dan juga biodata tentang nya,hanya saja yang tidak terisi adalah pilihan ekskul


Aira masih belum tau mau masuk ke club mana,intinya dia ke sekolah saja dulu


...📍📍📍📍📍...


Di sekolah...


Aira masih belum melihat Azka


"(AAA! Serius deh,aku tuh kepikiran terus sama si Azka,padahal baru kenal berapa hari doang,tiba-tiba jadi khawatir gini,kepikiran terus,nyariin terus,ada apa denganku?)" batin Aira


Saat Aira masuk ke pintu gerbang,tiba-tiba sudah ada Zidan yang sedang di kerumuni oleh banyak cewek


"(Zidan emang populer banget ya..sampe pagi-pagi aja udah langsung di kerumuni)" batin Aira


Kemudian,Zidan yang tidak sengaja melihat Aira,langsung berlari menghampiri Aira


"Eh,hai Iraa" sapa Zidan sambil tersenyum


"Hai,Zidan"


"Waah,muka nya kok keliatan kek gak seger gitu,kek ada yang lagi di pikirin? Ada apa?" tanya Zidan yang menyadari raut wajah Aira yang keliatan tidak ceria seperti biasa nya


"Ehm...aku ga apa-apa kok" ujar Aira sembari dengan cepat menutupi raut wajah nya dengan senyuman


"Omong-omong,hari ini aku mau ngambil kertas formulir yang semalam,gimana sama kamu? Udah di isi? Udah tau mau masuk club apa?" tanya Zidan


"Soal itu...sebenarnya aku ga tau mau masuk club mana..yang aku pengen cuma mau ikutan lomba Olimpiade doang..." jawab Aira dengan ragu


"Oh...kalau masalah itu sih gampang,Ra. Iya sih,emang Olimpiade ini khusus untuk kelas 12,tapi kalo kamu pinter,bisa aja sih uji coba tes semacam soal-soal ujian atau apalah,buat tes masuk ke lomba Olimpiade ini" ujar Zidan


"Serius?" tanya Aira dengan semangat


"Haha,iya serius,Ira.."


"(Ternyata dia lagi mempermasalahkan kemauan nya)" batin Zidan


"Jadi...kalau misal aku lulus tes,gimana? Apa bakalan bisa di rekrut?" tanya Aira


"Yaa pasti nya sih,tapi yaa tergantung sama tingkat kepintaran kamu di kisi-kisi kesulitan,atau semacam nya,dan itu bakal di nilai sama Buk Maya" ucap Zidan


"Kalau kamu beneran mau coba,bisa datang ke ruang Kepsek,coba tanyain sama Buk Maya,tentang Olimpiade nya,ya intinya kamu bakal di kasi arahan sih nanti" ujar Zidan


"Waaah,seneng banget! Makasih ya,Zidan..! Kamu baik banget deh" ucap Aira sambil tersenyum gembira


"Ahaha,biasa aja...yaudah,kek nya kamu capek berdiri terus deh,mending masuk kelas gih" ucap Zidan


"Ah iya,bener juga,haha sampe kelupaan aku tuh,haha"


"Hahaha"


Aira pun dengan senyuman nya yang tidak kunjung hilang,melangkah kan kaki nya menuju kelas


"(Ternyata bisa dong~)" batin Aira


Aira benar-benar senang sampai kegirangan sendiri,bahkan sampe gak sadar kalau di depan nya ada orang


"Kyaaa seneng bangett..." gumam Aira sambil melompat-lompat kecil


Kemudian tanpa sadar dia menabrak seseorang yang ada di depan nya


Brukk


"Ah!"


"Ck,berapa kali sih gue harus ngingetin? Jangan ceroboh,jangan ceroboh,tapi masih aja" ketus seseorang


Saat Aira mendengar suara yang familiar ini,ternyata,dia adalah Azka!


"A-Azka?"


"..."


"Azka,akhirnya kamu datang juga!" ucap Aira sambil tersenyum senang


Entah kenapa seperti nya hari ini adalah hari keberuntungan bagi Aira,sedari pagi dia sudah mengeluarkan senyuman nya,tidak seperti hari-hari sebelum nya


(??)


"Ih serius,Azka. Kamu dari mana aja?" tanya Aira


"Kepo" ketus Azka yang langsung membalikkan badan nya dan menuju ke kursi nya


"(Ah iya,aku lupa kalau dia beruang kutub yang tinggal di Alaska)" batin Aira


Aira pun langsung duduk di kursi nya


"(Nanti aku coba tanyain deh)" batin Aira


Tapi,Aira gak sadar kalau ada Angga di sebelah nya


"(Ni cewek,kapan sih nyadar nya? Apa gue terlalu tamvan maka nya keberadaan gue seperti angin? Tapi gak mungkin kan!)" batin Angga kesal


Angga pun yang merasa jengkel,dengan sengaja mengetuk-ngetuk meja dengan jari-jari nya


"Eh? Angga? Aduh sorry aku gak sadar kalo kamu di sini,haha..." ucap Aira yang merasa bersalah


"Ah iya,gak apa kok..." ujar Angga dengan terpaksa tersenyum


"Eh iya,kamu jadi masuk ke Music Club?" tanya Aira


"Iya,jadi" jawab Angga "Kan gue udah pernah bilang,kalo suara gue ini bagus yang ga pernah makan gorengan" ucap Angga dengan sombong nya


"A-ahh...iya.."


"(Heran)"


"Kalo lo sendiri gimana? Masuk club apa?" tanya Angga balik


"Ah...ehm..kalau soal itu sih,aku belum tau mau masuk club apa" ucap Aira


"(Aku gak mungkin bilang kan...)" batin Aira


"Lah? Trus gimana? Kan di antar nya hari ini"


"Yyaa..gapapa deh,nanti aku coba jelasin ke Zidan aja" ujar Aira


"...Omong-omong soal Zidan...lo sama Zidan deket ya?" tanya Angga


"Ehmm..gimana ya? Di bilang deket sih..engga,kek temen biasa aja sih sebenernya" jawab Aira


"Kalau sama Ozi?" tanya Angga lagi


"Sama,kok"


"Tapi kenapa dia sering manggil lo dengan 'Ayang bebep'?"


"Umm...itu sih..ya Ozi orang nya emang suka bercandaan sih,jadi aku gak ambil peduli" jelas Aira


"Itu artinya...gue punya lampu hijau dong ya" gumam Angga tanpa terdengar oleh Aira


"?? Kamu bilang apa?"


"Eh..gak,gak ada kok,haha"


"Ooh...kalau gitu aku mau ke ruangan Kepsek dulu ya" ucap Aira


"Hah? Mau ngapain?" tanya Angga


"Oh,itu...ada yang mau aku omongin sama Buk Maya"


"Oh,yaudah..mau gue temenin?"


"Engga,gak usah"


"Yaudah deh"


Aira pun berdiri dari duduk nya lalu pergi menuju ke ruangan Kepsek


...☘︎☘︎☘︎☘︎☘︎...


Sesampainya di ruang Kepsek...

__ADS_1


"Aira,silakan duduk" ujar Buk Maya


Aira pun duduk sesuai perintah Buk Maya


"Ada apa?" tanya Buk Maya


"Mmm..begini,Buk. Minggu depan kan akan ada perayaan ultah sekolah,dan di adakan kegiatan ekskul,sedangkan lomba Olimpiade khusus untuk kelas 12" ucap Aira


"Dan,tadi Aira dapat info dari Zidan,kalau kata nya Aira bisa aja masuk,kalau bisa lolos dari hasil pengetesan,apa benar,Buk?" tanya Aira


"Oh,itu...iya benar" jawab Buk Maya


"Jadi...kalau boleh..."


"Iya,kamu boleh kok ikut serta,tapi sebelum itu kamu harus bisa jawab pertanyaan yang ini dulu,sebenarnya ini soal ulangan kelas 12,ntah kamu bisa jawab atau engga,tapi seenggaknya di coba dulu" ucap Buk Maya sembari mengeluarkan kertas-kertas hasil ulangan anak kelas 12


"Oh?"


Aira langsung menerima kertas itu


"Coba kamu jawab sekarang" suruh Buk Maya


"Se-sekarang,Buk? Tapi..bentar lagi jam pelajaran..."


"Udah gapapa,nanti kalau guru piket nanya,bilang aja ada urusan sama Ibuk" ujar Buk Maya


"(Aduh...ntar malah di kira aku masuk ruang BK lagi)" batin Aira


"Kalau gituu silahkan di jawab"


Aira pun mencoba untuk berkonsentrasi dan menjawab soal ulangan tersebut


Mungkin bagi Ira ini terasa sulit,karena dia belum pernah belajar pelajaran kelas 12


Tapi untung nya ini adalah soal Sains,jadi itu terlalu mudah bagi otak nya tapi tak mudah bagi diri nya sendiri


(Kek merasa gak bisa yang padahal bisa,kek author sih contoh nya...avv maluu)


Beberapa menit kemudian...


Aira telah selesai menjawab soal-soal ulangan tersebut


"Udah,Buk" ucap Aira


"Sini,biar Ibuk liat" ucap Buk Maya


Aira pun menyerahkan soal-soal itu ke Buk Maya,dan Buk Maya mencoba untuk mengoreksi apakah jawaban Aira benar atau salah?


"(Aduh...gemeteran tangan ini...berdebar jantung ini...deg-deg an hati ini...)" batin Aira


Dan...pada akhirnya Buk Maya terkagum-kagum dan terkejut melihat hasil jawaban yang di buat oleh Aira


Padahal ini adalah soal ulangan kelas 12,bahkan Aira belum liat materi,tapi udah tau aja jawaban nya,meskipun ada beberapa jawaban yang salah,tapi sebagian besar benar


"A-Aira..."


"Ya,Buk?"


"Ini...kamu tau dari mana jawaban nya?" tanya Buk Maya


"Ehm...A-Aira gak dapet dari mana-mana,Buk. Kan Aira dari tadi emang ngerjain nya di sini aja"


"Tapi,ini.."


"Ke-kenapa,Buk?"


"(Plis,Buk..jangan bikin saya khawatir...!)"


"Jawaban kamu rata-rata banyak yang bener,loh..kamu kan belum baca materi nya"


"Se-serius,Buk..?"


"Iya,Aira. Meskipun ada yang salah,tapi seenggaknya kamu bisa jawab banyak"


"Itu artinya..."


"Iya,kamu lolos,kamu bisa ikutan lomba Olimpiade ini" ucap Buk Maya sambil tersenyum


"Wah? Se-serius,Buk?" tanya Aira bersemangat


"Tentu saja. Nah,setelah ini,kamu silahkan pergi ke ruangan OSIS,cari kakak kelas yang nama nya Andika Alamsyah,nanti kamu kasi tau aja ke dia tentang ini...nanti kamu akan di kasi arahan" ujar Buk Maya


"Andika Alamsyah..?" gumam Aira


"Jadi,gimana?"


"Ah,i-iya Buk..baik"


"Ya udah,ini udah waktu nya jam belajar,seharusnya kamu udah belajar,masuk ke kelas aja,nanti pas keluar main aja nyari Andika nya"


"Oke,Buk. Kalau gitu,Aira permisi dulu ya,Buk"


"Iya"


Aira pun pergi keluar dari ruangan dan menuju masuk ke kelas


"(Hmm...jam pelajaran pertama hari ini...pelajaran PKN kan..?)" tanya Aira dalam hati


"(Aku belum tau guru nya kek gimana,soalnya seharusnya kan hari Kamis aku juga belajar PKN,aduuuhh...aku ketinggalan banyak banget pelajaran...)" batin Aira


...𖤐𖤐𖤐𖤐𖤐...


Sesampainya di kelas...


"Permisi..." ucap Aira


"Kamu..yang nama nya Aira ya?" tanya guru piket


Beliau adalah Buk Siti,guru mapel PKN (bisa di bilang beliau adalah guru killer,beliau juga sekaligus guru BK)


"Be-benar,Buk.."


"Kenapa baru masuk?" tanya Buk Siti tanpa senyuman di wajah nya dan itu membuat Aira gemetaran


"Ehm...i-itu,saya ada urusan dengan Buk Kepsek" jawab Aira


"Oh,ya sudah,kalau gitu silahkan duduk" ujar Buk Siti


Aira pun bernapas lega,entah kenapa Buk Siti membuat diri nya tegang,berasa seperti memiliki kesalahan,tapi entah apa salah nya,Aira pun langsung duduk di kursi nya


"Baik,kalau begitu mari kita langsung mulai pelajaran nya,buka buku cetak nya halaman 106,kita mulai masuk ke BAB 4" ucap Buk Siti


"Loh? Kok baru mulai?" gumam Aira


"Gatau,tadi kata Buk Siti gara-gara kamu telat masuk jadi kita gak belajar" ucap Angga sambil berbisik


"Oh? Tapi..kenapa?"


"Ntahlah,katanya kita gak akan mulai kalau murid di kelas gak lengkap"


"Oh..gitu..."


Mereka pun mulai fokus melakukan pelajaran


...📚📚📚📚📚...


"Baik,pelajaran kita akhiri sampai di sini,ingat,kerjakan tugas secara berkelompok seperti yang sudah di jelaskan,tidak ada yang boleh tukar-tukar kelompok" ucap Buk Siti


"Kalau begitu,permisi"


Buk Siti pun keluar dari kelas


"Aira,lo dari mana aja?" tanya Kenya penasaran


"Ehm..itu,dari ruang Kepsek" jawab Aira


"Emang nya ada apa? Lo buat kesalahan?" tanya Viola


"Engga kok..."


"Trus?"


"Umm...gak ada,cuma masalah sekolah aja...haha"


"(Aku gak mungkin bilang,kan..?)"


"Heh! Cewek norak!" panggil Amel dengan tatapan sinis nya


"Lo tau gak sih? Gara-gara lo kita semua gak belajar!" ketus Amel


"A-apa..?"


"Bener banget! Kenapa sih lo suka banget bikin masalah?" ketus Putri


"Bilang aja lo mau bolos! Gak usah bawa-bawa alasan ke ruang Kepsek segala,lo tau kan sekolah ini tuh elit banget,gak cocok buat yang kampungan kek lo!"


"(Astaghfirullah,aku salah apa?)" batin Aira


"Heh! Bisa gak sih lo pada diem? Emang nya kenapa kalo dia beneran bolos? Lo mau laporin dia ke BK? Ke Buk Maya? Mending lo tanya aja dah ke Kepsek sono,tanya ke Buk Maya,apa bener Aira habis dari ruang Kepsek?" ketus Kenya


"Lo kalo mau nuduh harus ada buktinya dong,setan"


"Dih,siapa lo? Eh! Gua gak ada nanya sama lo ya! Gak usah ikut campur"


"Iya! Lo emang gak ada nanya sama gue,tapi kalo lo ada masalah sama Aira,berarti lo berurusan sama gue juga"


Ctarr


Kenya benar-benar marah,tensi nya mulai naik


"Ke-Kenya,udah jangan di ladenin,biarin aja..aku gapapa kok,tapi aku beneran emang abis dari ruang Kepsek,kalo gak percaya juga gapapa,toh kan ini urusan aku..." ujar Aira


Aira takut masalah semakin besar hanya karena diri nya


"Amel,aku minta maaf deh kalo emang aku bikin masalah,tapi beneran aku gak bermaksud apa-apa,dan tolong,jangan bawa-bawa diri Kenya" ucap Aira meminta maaf ke Amel


"Weh! Kalau masalah bisa di selesaiin dengan kata 'maaf',kenapa harus ada polisi dan penjara? Asal lo tau aja ya,di sekolah ini semua nya harus disiplin,dan lo jangan nyari masalah juga dong! Jangan mentang-mentang lo anak beasiswa dan lo bisa gak jaga sikap"


"Apa? Dia murid beasiswa? Kok gue baru tau?"


"Apa benar dia bukan orang kaya?"


"Tapi kalo di liat dari penampilan nya...dia gak yang orang miskin kok.."


"Tapi,kalo Amel bilang kek gitu,berarti benar ada nya..."


"(K-kok,mereka bisa tau aku murid beasiswa? Padahal aku gak pernah ngomong loh..)" tanya Aira dalam hati


"Heh mak lampir,emang nya kenapa kalo Aira murid beasiswa,yang penting dia kan pinter,dan sikap nya juga baik-baik aja,gak kek elo yang mulut nya suka nyinyir-nyinyir" ucap Ozi yang membela Aira


"Bener tuh! Ya nama nya juga di panggil sama Buk Maya,gak mungkin kan Buk Siti harus hukum Aira? Lagian tadi Aira gak kena hukum kok. Kan bisa di tanya baik-baik" ketus Angga


"Lo berdua diem!" ketus Amel


"Lah"


Kenya yang mulai darah tinggi langsung memukul meja nya dengan keras dan berdiri dari tempat duduk nya lalu menghampiri Amel


"Ke-Kenya..."


"Lo jangan mentang-mentang anak Pak Dendri jadi bisa seenaknya sama anak orang! Trus kenapa kalau dia murid beasiswa? Emang dia ada ngambil hak lo? Emang dia ada mempermasalahkan sesuatu sama lo?"


"Lah,justru dia udah ngambil hak gue dong!"


"Apa? Apa yang dia ambil dari lo? Hah? Lo harus nya nyadar,meskipun lo anak Pak Dendri tapi bukan berarti lo bisa seenaknya gini,iya gue tau,dan semua orang di sini juga tau kalo orang tua lo yang buat sekolah ini,semua nya guna uang dari orang tua lo,tapi seenggaknya lo bisa kan jaga reput lo sendiri?" Kenya sangat jengkel


Dan pada akhirnya mereka berkelahi di kelas


"Ke-Kenya..udah stop..." Aira panik dan khawatir,takut masalah mereka semakin menjadi-jadi


"Eh,beruang goa,udah udah jangan di ladenin,biarin aja tu si mak lampir,yang penting Aira gak keberatan,ya kan,Ra?"


"I-iya...udah gapapa Ken,aku baik-baik aja kok"


"Nah tuh,orang nya aja gak protes,masa' lo ngember?" sindir Amel


"Cih"


Kemudian,tiba-tiba Zidan masuk ke dalam kelas


"Permisi..."


"Oh! Ada Zidan..!"


"Zidaann"


"..."


Akhirnya suasana kembali mencair


"(Fiuuhh..untung lah ada Zidan,kalo engga,ntah bakal gimana jadi nya..)" batin Aira


"Aku minta waktu nya bentar yaa ^^" ucap Zidan sambil tersenyum


"Avv! Mau minta waktu kalau bisa,lama juga gapapa kok!"


"Zidan...kamu masuk club apa,Zid?"


"Zidan,gue pengen masuk ruang BK deh,biar bisa ketemu sama loo..! Kyaaa"


"Zidan,aku pada mu sebesar alam semesta"


"Oke okee..tenang dulu semua nya...aku datang ke sini untuk meminta kertas formulir yang semalam sudah di bagikan,kalau begitu silahkan kumpulkan di sini sekarang ya.." ucap Zidan


Mereka pun langsung berbondong-bondong menghampiri Zidan untuk mengantarkan kertas formulir tersebut,tapi...sebenarnya bukan karena ingin mengantarkan formulir itu,justru ingin mendapatkan perhatian dari Zidan


"Satu per satu ya.." ujar Zidan


Semua nya memberikan kertas formulir tapi tidak dengan Aira


"(Ira kenapa gak ngumpulin,ya?)" tanya Zidan dalam hati


Dia tau kalau Aira belum maju ke hadapan nya untuk mengantar formulir


...🖇🖇🖇🖇🖇...


Setelah selesai mengumpulkan kertas,Zidan menghampiri meja Aira


"Ira...kamu gak ngumpul kertas nya?" tanya Zidan


"Ehm..i-itu..aku gak ikutan ekskul" jawab Aira


"Kamu beneran gak ikut ya? Berarti tes nya berhasil?" tanya Zidan


"A-ah...i-itu.."


"Tes? Tes apaan?" tanya Angga


"Kamu belum tau?" tanya Zidan kepada Angga


Aira langsung buru-buru berdiri dari tempat duduk nya dan langsung mengalihkan pembicaraan


"A-ha-haha Zi-Zidan,aku lagi ada urusan jadi kek nya gak bisa ikut ekskul" ucap Aira


"O-oh..gitu,oke"


"Makasih atas waktu nya.." ujar Zidan


Zidan pun keluar dari kelas


"Lo kenapa gak ikutan ekskul?" tanya Angga


"Soal itu..."


"Bisa gak sih gak usah nanya-nanyain dia!? Aira pasti punya alasan pribadi yang gak mungkin bisa di kasi tau! Jadi jangan maksa dong" ucap Kenya kesal ke Angga


"Astaghfirullah...gue kan cuma nanya.."


"Ya tapi nanya nya kek yang maksa banget!" ketus Kenya


"Udah udah,diem...bentar lagi guru dateng..." ujar Radit si ketua kelas


*Eps 4 (Rivalry)


Mereka semua pun duduk di kursi mereka masing-masing seperti semula


Akhirnya,guru pun masuk dan mereka memulai pelajaran di jam kedua


...🦄🦄🦄🦄🦄...


Saatnya jam istirahat...


"(Aku harus ke ruang OSIS sekarang juga)" batin Aira


"Aira,ke kantin bareng yuk" ajak Lala


"Em..aduh,itu...aku harus ke ruang OSIS bentar,jadi..kalian duluan aja" ucap Aira


"Ke ruang OSIS? Ngapain?" tanya Angga


"Ee...engga,gak ada apa-apa kok,cuma urusan pribadi.." jawab Aira


"Mau gue anterin?" tanya Kenya


"Gak usah...haha aku bisa sendiri kok,kalo gitu..aku pergi dulu ya.."


Aira pun pergi ke ruangan OSIS


Sedangkan yang lainnya penasaran,kenapa Aira dari tadi pergi ke ruang Kepsek dan sekarang ke ruang OSIS?


Kenya seperti nya tampak sedang memikirkan sesuatu


Di ruang OSIS...


"Permisi..." ucap Aira saat di depan pintu


"Eh? Ira? Kok kamu di sini?" tanya Zidan yang memang sedang berada di ruang OSIS


"Ehmm..itu,aku mau nyari yang nama nya Andika Alamsyah,ada gak?"


"Oh,Dika. Ada tuh di dalem,mau ku panggilin?"


"Mmm..boleh.."


"Oke,masuk aja dulu"

__ADS_1


Aira pun masuk,sedangkan Zidan memanggilkan Dika yang mau di temui oleh Aira


"(Sebenarnya Kak Andika ini anggota OSIS juga ya?)" tanya Aira dalam hati


Tak lama kemudian,Zidan kembali datang membawa Dika


"Eh? Ka-kamu.." Aira mengenal Dika dari wajah nya


"Loh? Aira?" dan Dika pun juga mengingat Aira


"Lah? Kalian...udah saling kenal?" tanya Zidan


"Iya,Zid. Kita ketemu dengan secara gak kesengajaan" jawab Dika


"Oh.."


"Ada apa nyariin gue?" tanya Dika


"Itu,Kak..ada yang mau aku tanyain..." ucap Aira


"Kalau gitu gak usah manggil 'Kakak',btw sini duduk dulu" ujar Dika


"O-oke.."


Aira pun duduk sesuai permintaan Dika


"Gini..karna hari Senin kita ada perayaan ultah sekolah..yang lain pada ikutan kegiatan ekskul,dan aku gatau mau ikut ekskul apa..jadi aku di bolehin sama Buk Maya buat ikut lomba Olimpiade" ucap Aira


"Loh? Ira udah lulus tes dong nih berarti?" tanya Zidan


"Iya nih..berkat kamu aku bisa ikutan"


"Bagus deh kalo gitu..."


"Oh.."


"Jadi,kamu beneran mau ikutan?" tanya Dika


Aira mengangguk sebagai tanda jawaban


"Oke,kalau gitu...hari Minggu kita ngumpul di sekolah,trus kita akan di arahin sama Buk Maya" ujar Dika


"Hari Minggu? Berarti besok dong ya?" tanya Aira


"Iya" jawab Dika seraya mengangguk


"Oke,makasih info nya" ucap Aira sambil tersenyum


"Iya,sama-sama" ucap Dika


Aira bangun dari tempat duduk nya,namun Dika langsung mencegah Aira dengan cepat (memegang tangan Aira)


"Be-bentar"


"I-iya?"


Dika langsung melepaskan tangan nya


"Biar lebih senang,trus kalo ada yang mau lo tanyain,gimana kalo saling bagi kontak aja? Ntar kalau ada pertanyaan,lo bisa langsung tanya ke gue"


"Oh,boleh.."


Mereka pun saling berbagi nomor


"Eh,aku juga mau minta dong,Ira" ucap Zidan


"Boleh,kok.."


Aira juga memberikan nomor nya ke Zidan begitu pula sebaliknya


"Oke,makasih"


"Sama-sama"


"Oh iya,kalau Zidan...kamu ikutan ekskul?" tanya Aira


"Mmm..gimana yak? Secara aku ketua OSIS,itu juga udah termasuk ekskul kan,haha"


"Iya juga,sih.."


"Yaudah,kalau gitu aku ke kelas dulu ya.."


"Iyaa"


Aira pun keluar dari ruangan dan menuju masuk ke kelas


"(Berarti besok aku harus datang ke sekolah ya? Tapi...Tante Siska ngizinin gak ya?)" tanya Aira dalam hati


Aira akhirnya tiba di dalam kelas


Tiba-tiba Azka langsung lewat di sebelah Aira sambil berbisik


"Jangan ceroboh lagi" ucap Azka dengan suara yang pelan


Aira seketika membeku di tempat


"(Ma-maksudnya apa? Jadi dia bilang aku beneran ceroboh!? Apa aku seceroboh itu? Ih..kok kesel ya?)" batin Aira


Kemudian panggilan dari Lala langsung membuat nya tersadar


"Aira"


"Eh?"


Aira pun langsung menghampiri mereka


"Beneran deh,aku tu penasaran banget,kamu abis ngapain di ruang OSIS?" tanya Lala


"Itu..aku cuma--"


Tiba-tiba Angga yang ada di belakang Aira langsung menepuk bahu Aira


"Eh?"


"Ikut gue bentar" ucap Angga


"L-loh? Mau ke mana?" tanya Aira


"Udah,ikut aja"


Mau tak mau pun Aira mengikuti Angga yang entah mau pergi ke mana


Tak lama kemudian...mereka tiba di kantin


"Lah? Mau ngapain ke di mari?" tanya Aira


"Biar gue traktir,lo kan belum ada makan di kantin" ucap Angga sambil tersenyum


"A-ah...tapi,aku bisa beli sendiri kok..gak perlu di traktir" ucap Aira sungkan


"Udah,jangan malu-malu,intinya gue traktir hari ini,kalo lo gamau gue bakalan maksa"


"Mmm..tapi kamu gak keberatan kan,nih?" tanya Aira


"Udah,tenang aja"


"O-oke"


Angga pun berhasil membelanjakan uang nya untuk Aira


Setelah selesai makan..mereka pun kembali ke kelas,tapi,tidak sengaja Ozi melihat mereka yang sedang berduaan


"(Wah parah ni anak,main nyelonong bae)" batin Ozi kesal


Ozi pun langsung menghampiri mereka dan berdiri di tengah-tengah antara Angga dan Aira


"Eh,hai Aira sayang..." ucap Ozi


Karna Angga lengah,jadi dia tidak seimbang dan hampir saja mau jatuh karena di tolak oleh Ozi


"(B*ngs*d,nyari mati ni orang)" kesal Angga


Angga pun langsung berdiri di sebelah kiri Aira,karena posisi Ozi berada di sebelah kanan Aira


"Dari mana aja,Ra?" tanya Ozi


"Habis dari kantin" jawab Aira


"Oh iya,gue pengen tau dong,lo tadi dari ruang OSIS habis ngapain dah? Tapi ya...kalau lo beneran gak bisa jawab juga gapapa kok,gue hargai privasi lo" ucap Ozi


"Jujur sih..sebenarnya aku pengen bilang..tapi di sisi lain aku berasa ragu-ragu.." gumam Aira


"Hmm..yaudah deh,gapapa kalo emang gamau ngasi tau" ujar Ozi sambil menepuk pundak Aira


"Heh! Tangan nya tangan nya!" bentak Angga dengan refleks


"Dih,apaan si lo?"


Angga yang juga merasa kesal langsung memisahkan Ozi dari Aira,dia berdiri di tengah-tengah antara mereka lalu menggenggam tangan Aira


"Jangan sembarangan lo jadi orang!" ketus Angga


"Lah,lo sendiri!" bentak Ozi sambil menunjuk ke tangan Angga yang sedang menggenggam tangan Aira


Angga yang tersadar refleks langsung melepaskan tangan nya dari Aira


"EH! MAAP,RA! Sumpah gue gak sengaja,gue khilaf ukhti" ucap Angga seraya menjauh dari Aira


"E-eh..i-iya gapapa kok..." ucap Aira ragu-ragu


"Fuuuh..."


"Heh anak dak*al,lo kalo mau nyemangatin ya nyemangatin aja elah,gak usah pake tangan nya nepuk-nepuk bahu orang segala" Angga pun mulai berceramah


"Tapi Aira nya aja kaga sewot,eh lo nya malah kek mak-mak rempong" ketus Ozi


"Ya karna gue itu adalah pria yang baik hati dan rajin menabung!" seru Angga sambil tersenyum bangga,seolah-olah diri nya akan di puji oleh Aira meskipun dalam hati


"Cih,najis"


"A-Angga,,Ozi..udah jangan berantem,ntar malu di liatin orang.." ucap Aira berusaha melerai perseteruan antara mereka berdua


"Tuh,dengerin apa kata Aira! Jangan berantem" ucap Angga yang membela Aira


"Jelas-jelas lo sendiri yang nyari masalah duluan!" sangkal Ozi


"Lah,justru elo,datang-datang main nolak-nolak,trus tangan nya kegatelan,pake acara ndablek lagi" ketus Angga


"Anj,ngajak tempur"


"Yok,serlok,gua bawa bazoka ntar"


"Gua bawa senjata rahasia dong tentu nya,anjayy"


.....


ABAIKAN


...✨✨✨✨✨...


Sepulang sekolah...


Di halte bus


Aira berada di halte bus bersama dengan Azka


Aira memberanikan diri untuk menghampiri dan menyapa Azka


"Azka" panggil Aira


Azka yang di panggil pun menoleh


"Kamu dari kemarin ke mana aja? Tau gak sih? Wali kelas dari kemarin nanya nanya terus,Azka kemana,Azka kemana" tanya Aira


Azka membuang napas nya


"Haah..kalau gue putus sekolah pun emang nya lo peduli?" tanya Azka tanpa menatap Aira


"Ya pasti nya!" ucap Aira dengan cepat


Azka langsung tertegun mendengar jawaban Aira


"Mau gimana pun aku pengen ngucapin makasih sebanyak-banyaknya,soalnya kamu udah baik banget sama aku,mau nolongin aku di bus,di jalan,trus nganterin aku ke rumah sakit,eh tau tau nya kamu malah gak sekolah" ucap Aira


"..."


"Jangan diem aja,Azka..!"


"Sama-sama" gumam Azka


"Apa?" tanya Aira yang tidak jelas mendengar suara Azka yang sangat pelan


"..." Azka diam saja


"Ih,Azka kamu tadi bilang apaan?"


"Gue bilang sama-sama" ucap Azka yang mulai jengkel karena Aira begitu memaksa


"Okeey"


"Gitu doang?" tanya Azka


"Iyyyaaa...terus? Aku harus bilang apa dong?" tanya Aira balik


"Gak ada" ucap Azka yang langsung memalingkan wajah nya


"(Lah?)"


"Oh iya..kamu,ikutan ekskul gak,Az?" tanya Aira


"Gak" jawab Azka dengan singkat


"Kenapa?"


"Gak"


"Ih kok gak gak teruss..?" kesal Aira


"Pftt.." Azka secara spontan memalingkan wajah nya ke arah lain agar tak di lihat oleh Aira


"(Apa sih?)" Aira benar-benar bingung,kenapa Azka suka banget malingin wajah pas lagi ngobrol sama dia


"Azka...maaf ya,kalo aku bener-bener nyusahin,iya deh aku emang ceroboh,selalu sial.." ucap Aira yang merasa bersalah


Mungkin Aira berpikir,kalau Azka gak suka sama dia karena nyusahin


Azka hanya diam saja,kemudian bus pun datang,dan mereka naik ke dalam bus bersama-sama


Di dalam bus...


Keadaan di dalam bus benar-benar menyesakkan,akhirnya yang terlihat oleh Azka hanyalah 2 bangku bersebelahan,dan Azka pun menarik tangan Aira untuk duduk di sebelah nya


"Eh?"


"Duduk sini,gak ada bangku kosong lagi" gumam Azka


"O-oke..."


Dan,pada akhirnya mereka canggung seketika karena keadaan di dalam bus,untunglah Aira tidak mabuk kendaraan


...🚍🚍🚍🚍🚍...


Sesampainya di halte pemberhentian...


Azka dan Aira turun bersama-sama,karena rumah mereka yang berhadapan,bisa di katakan sebagai tetangga depan


Azka dan Aira pun berjalan menuju ke rumah mereka masing-masing


"Omong-omong...Azka"


"Hm"


"Kamu di rumah tinggal sendiri?" tanya Aira


"..."


"(Dia gak jawab,apa bener?)" batin Aira


"Iya" jawab Azka


"Iya? Tapi..kemarin waktu aku ke rumah mu,ada pembantu rumah tangga kamu.." ucap Aira


Azka langsung kaget mendengar ucapan Aira


"Lo kemarin ke rumah gua?" tanya Azka


"...I-iya.."


"Ngapain?"


"Itu...aku cuma khawatir sama kamu,maka nya aku ke rumah kamu buat jengukin kamu,mana tau lah ya kan,kamu lagi sakit maka nya gak sekolah.." jawab Aira


"Haaahh..gw gak ngizinin lagi lo ke rumah gue" ucap Azka


"Hah? Kenapa?" tanya Aira


"Intinya ga boleh"


"Y-yaudah deh...maaf.."


Akhirnya mereka pun tiba di depan rumah mereka,dengan perasaan bersalah Aira masuk ke rumah tanpa berbicara sepetah atau 2 patah kata pun


Aira masuk ke dalam rumah nya,dan dia mulai berpikir yang negatif


"Apa aku ada salah?"


"Kenapa aku gak boleh ke rumah nya?"


"Apa ada yang dia sembunyiin?"


"Sebenarnya kenapa?"


"Dia bahkan ampe keliatan marah banget pas ngasi tau kalo aku ga boleh ke rumah nya lagi"


"Ah..udahlah,ngapain juga di pikirin? Mungkin aja emang dia beneran gak suka sama aku,maka nya aku gak di bolehin ke rumah nya"

__ADS_1


Aira pun pasrah,dia tak ingin berdebat dengan batin dan pikiran,lebih baik dia mandi dan istirahat


...-To be continued-...


__ADS_2