
saat perjalanan menuju ke kantor, tiba - tiba Wiliam menghentikan mobilnya karena melihat seorang anak kecil yang sedang menangis.
" kamu kenapa dek?" tanya Wiliam.
"mainan aku rusakπππ" jawab anak itu.
"yah udah , kamu jangan nangis yaπ, kamu tunggu disini sama kakak Lena, kakak Wiliam mau beliin mainan baru untuk kamu" ujar Wiliam menenangkan anak itu. setelah Wiliam pergi, akhirnya tinggal Lena dan anak tersebut.
"kamu jangan nangis ya π, kalau kakak boleh tau ibu kamu kemana?" tanya Lena. " ibu aku dirumah, aku kesini cuman mau main sama temen". " terus teman kamu kemana?".
"teman-teman aku udah pulang semua kakak".
"orang tua kamu tau, kamu disini?". " enggak".
" dengerin kakak ya, kamu kalau mau main harus izin dulu sama orang tua kamu, kamu enggak boleh pergi keluar sendirian, bahaya tau. pokoknya kakak mau kamu janji , kalau kamu enggak akan keluar rumah tanpa izin dari orang tua kamu dan kasih tau juga sama teman-teman kamu ya". " iya kak, aku janji". " anak pintar π". beberapa jam kemudian, Wiliam datang dengan mainan yang dibelinya.
" ini kakak udah beliin mainan baru untuk kamu, jangan nangis lagi π". " wahh.. makasih ya kakak, kakak baik banget" . " iya, sama-sama π". sementara itu Lena memperhatikan Wiliam yang sangat akrab dengan anak tersebut, Lena dapat merasakan betapa senangnya Wiliam jika mempunyai anak, pasti Wiliam akan menjaga dan sangat menyayangi anak mereka.
"kamu kenapa?" tanya Wiliam melihat Lena yang terdiam. " enggak kok, enggak ada apa-apa π". "yakin?" tanya Wiliam tidak percaya. " iya kak , yah udah ayok berangkat".
*lena duduk ditepi pantai, masih terpikir oleh nya untuk memberikan anak untuk Wiliam*.
__ADS_1
" lagian itu kan kewajiban aku sebagai seorang istri" gumam Lena . hingga Wiliam datang dan mengagetkan nya.
" ayok...lagi mikirin siapa?" tanya Wiliam.
" ihhh , kakak suka banget sih buat aku kaget" .
" iya maaf, kamu ngapain disini". " duduk - duduk aja kok kak". " jangan bohong, kamu itu dari tadi pagi aneh tau nggak. ada apa? cerita sama aku".
Lena pun mulai menetes kan air matanya yang sedari tadi ia tahan.
" kamu serius π²?". " iya , aku udah siap kokπ".
malam ini , malam dimana Lena sepenuhnya menjadi milik Wiliam .
Wiliam sangat senang, karena memiliki Lena seutuhnya.
kalian pikirkan saja ya sendiri, karena author enggak tau cara berhubungan nyaπ, maklum author masih di bawah umur π.
__ADS_1
"makasih ya Lena, kakak sayang sama kamu π" ujar Wiliam mencium pucuk kepala Lena.
"aku juga sayang sama kakak π".
"cepat tumbuh ya diperut ibu mu" mengelus perut Lena. " emang nya udah ada ya kak?" tanya Lena. " belum ada dong sayang, kita harus buat terus sampai ada isinya ππ".
"apaπ²π²π², tapi sakit banget". "maaf ya, kakak main nya terlalu kasar , tapi lain kali kakak janji akan lebih lembut lagi". " iya kakak".
"yah udah, kamu tidur ya".
sumpah, otak author enggak suci lagi πππ
keesokan harinya, Lena bangun dengan sakit di kedua pahanya. ia yang merasa jengkel langsung membangun kan Wiliam.
" kak Wiliam bangun...". " mmmm, ada apa".
" kakak tuh ya, tau nya enak aja, aku tuh sakit tauπ‘". "π€£π€£π€£ masak kamu enggak ada rasa enaknya". " yah ada, tapi sekarang paha aku tuh sakit. karena ini semua salah kakak, jadi kakak harus tanggung jawab". " tanggung jawab gimana?" tanya Wiliam mendekat kan wajah nya. " kakak mau apa?". "ππ morning kiss ππ". "π‘π‘π‘ihhh kakak ". Wiliam tidak menghiraukan ucapan Lena, dan mengendong Lena ke kamar mandi.
" udah sana mandi, atau mau aku yang mandiin ? tanya Wiliam menggoda. "π‘π‘ dasar mesum". "ππ€£π€£π€£ kalau enggak mesum, enggak punya anakπ€£π€£π€£".
__ADS_1