
*pagi ini Lena menyuruh Wiliam untuk kembali ke kantor, karena semenjak Lena hamil Wiliam mengambil cuti sampai Lena lahiran*.
" aku gendut ya" ucap Lena bercermin.
" terus kenapa?" tanya Wiliam yang keluar dari kamar mandi. " aku siapin serapan dulu ya, baju kamu udah aku siapin". " iya makasih sayang π".
serapan pagi...
setelah selesai makan, Wiliam pamit ke kantor.
siang harinya Lena mengantarkan makanan untuk Wiliam...
" permisi Wiliam nya ada?". "ada Bu" ucap salah satu karyawan sopan. " makasih ya π".
ruang kerja Wiliam..
" jadi kita harus bagaimana pak?" ucap karyawan perempuan.
" nanti saya jelaskan di rapat kita sore ini"
" bapak mau saya pijit ?". " tidak usah".
"tidak apa-apa pak, saya mau kok pijitin bapak, dengan senang hati" ucap karyawan itu menyentuh dada Wiliam.
__ADS_1
"ehemmm" ucap Lena masuk ke ruang kerja Wiliam. " ini makanan nya tuan Wiliam" ucap Lena. " pembantu bapak sedang hamil?" tanya wanita itu. " iya, saya butuh uang untuk lahiran nanti" ucap Lena. " emang bapak nya kemana?".
" bapak nya pergi sama wanita lain". " turut prihatin ya". " kalau begitu saya permisi tuan Wiliam" ucap Lena meninggalkan ruangan.
Wiliam langsung mengejar Lena, tetapi Lena langsung menaiki taksi dan bergegas ke rumah orang tua nya.
" Lena .." teriak Wiliam. " pak sebentar lagi kita akan rapat" ucap wanita itu. " rapat di batalkan, dan kamu saya pecat" ucap Wiliam langsung berlari menuju mobil nya.
*rumah orang tua Lena*...
" mama....." panggil Lena. " kamu kenapa sayang, Wiliam mana?". Lena pun menceritakan semuanya kepada ibu nya.
" sayang kamu itu cuma salah paham, kamu itu udah nikah , kalau ada masalah itu , diselesaikan baik-baik" ucap ibu Lena.
" Lena.." panggil Wiliam. tetapi Lena langsung berlari menuju kamar nya ." mama udah dengar cerita nya dari Lena , kamu yang sabar ya itu biasa terjadi, mungkin Lena lagi sensitif aja" ucap ibu. " iya ma, aku nyusul Lena dulu ya"
ucap Wiliam. " yah sudah".
*kamar Lena*..
ucap Wiliam. tapi tidak ada tanda-tanda dari Lena. akhirnya Wiliam pun membuka pintu kamar Lena dengan kunci cadangan.
" ihhhh, kakak ngapain, keluar dari kamar aku!".
ucap Lena kesal.
tetapi Wiliam tak menghiraukan ucapan Lena, ia langsung memeluk Lena erat.
" jangan gitu, kakak takut kehilanganmu π".
" kakak yang begitu" ucap Lena.
__ADS_1
" kakak sama dia tidak ada apa-apa , kakak udah pecat dia, jadi kamu jangan marah lagi ya".
" aku enggak marah kok, lagian aku juga enggak peduli kakak dekat sama dia, bukan urusan aku". "yang bener?" tanya Wiliam.
" iya". " kalau gitu kakak izin mau cari istri kedua ya". " coba aja kalau beraniπ‘".
" kok marah?, tadi katanya tidak apa-apa".
" ihhh .... jangan ππ". " iya, kakak bercanda kok, anak papah lihat tu, mama kamu cengeng tau". " enggak kok". " bohong, tadi nangis π".
" kakak nyebelin". " iya maaf π, pulang ya" ajak Wiliam. " iya".
*sesampainya di rumah Lena langsung menyiapkan makan malam*.
" selamat makan sayang dan anak papa".
" selamat makan juga". " sayang besok aku enggak kerja ya". " kenapa?". " aku enggak tenang kerja nya, aku selalu memikirkan kamu dan anak kita". " yah udah deh, terserah kamu aja" . " makasih ya sayang π" .
setelah selesai makan, Wiliam membantu Lena untuk menggosok gigi, dan mencuci muka. karena Wiliam sangat khawatir jika lena terpeleset di kamar mandi.
" selamat tidur nyonya Wiliam". ucap Wiliam.
" selamat tidur juga".
__ADS_1
maafkan author ya, kalau episode nya makin membosankan, karena sebenarnya author kehabisan ide, sekali lagi author minta maaf ππ