
hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan. kini usia kehamilan Lena sudah 7 bulan.
rasa sakit pun sering ia rasakan, tak jarang Wiliam bolak-balik menuju rumah sakit, tetapi ternyata itu biasa terjadi pada ibu hamil.
" sakit....π£π£" ucap Lena kepada Wiliam.
" sayang... sini kakak pijit" ucap Wiliam terbangun dari tidurnya. " sakit kak". " iya kakak tau, jangan nangis ya".
begitu lah setiap malam, Wiliam selalu terbangun saat mendengar tangisan Lena.
" Lena, kakak yakin kamu itu wanita yang kuat, ibu yang tangguh, jadi kamu harus tetap semangat ya, kamu harus kuat demi anak kita".
" tapi kak, sakit". " iya sayang, kakak tau, itu lah hebat nya kamu, pokoknya kamu kuat".
Lena hanya mengangguk, dan tertidur di dalam pelukan Wiliam.
keesokan harinya Lena dan Wiliam menuju kerumah sakit untuk USG.
"anak bapak dan ibu sangat sehat, dan jika di lihat dari hasil USG jenis kelamin sang bayi adalah laki-laki" ucap dokter menjelaskan
" terimakasih dok" ucap Wiliam. dokter pun berlalu dari ruangan. sementara itu Wiliam menghampiri Lena yang sedari tadi berbaring.
"kata dokter apa kak?" tanya Lena.
__ADS_1
" kata dokter anak kita sehat, dan anak kita laki-laki" ucap Wiliam mengelus rambut Lena.
"kalau gitu kita harus belanja keperluan sang pangeran kita ini dong" ucap Lena mengelus perut nya. " iya boleh π"
mereka pun sudah berada di pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Lena membeli keperluan untuk sang bayi,
sementara Wiliam selalu menjaga istri nya.
banyak orang yang terharu melihat mereka berdua, tapi ada juga yang merasa iri.
"sayang aku ketoilet sebentar ya, kamu tunggu disini". ucap Wiliam kepada Lena.
setelah Wiliam pergi, Beberapa wanita cantik mendekati lena.
" kasihan ya pak Wiliam, ganteng gitu dapat istri seperti itu" ucap beberapa wanita.
" istrinya gendut, kusam gitu, pokoknya enggak cocok lah sama pak Wiliam yang ganteng dan sempurna" sambung wanita itu menyindir Lena.
" kalau mau ngomong, ngomong di depan, jangan di belakang, enggak punya nyali?".
__ADS_1
ucap Lena menghampiri mereka.
" tersinggung? berarti betul dongππ" ucap wanita-wanita itu tertawa. " punya cermin kan? ngaca dong, apa pantas jadi istri seorang Wiliam?". Lena terdiam mendengar ucapan wanita itu. hingga Wiliam pun menghampiri mereka. " ada apa sayang?" tanya Wiliam.
" tidak apa-apa" jawab Lena menundukkan kepalanya. " kamu kenapa? ada apa?" tanya Wiliam . " udahlah, enggak usah perhatian, kalau kamu memang enggak suka lagi sama aku, enggak usah perhatian sama aku" ucap Lena menangis dan meninggalkan mereka.
Wiliam merasa ada yang aneh, ia pun melihat beberapa wanita yang tadi bersama Lena.
" apa yang kalian lakukan?" tanya Wiliam.
" apa maksudmu pak Wiliam?, kami tak mengerti". " apa yang kalian lakukan?" ucap Wiliam menaikkan suaranya.
hingga seorang penjaga toko menghampiri Wiliam dan menceritakan semuanya, tentang apa yang di lihat nya.
" dengar ya, istri saya seperti itu karena dia sedang mengandung anak saya, kalian juga perempuan, seharusnya kalian tau perasaan nya. bagaimana jika kalian sedang hamil besar, dan di tertawa kan ?" " maaf pak". " maaf saja tidak cukup π". ucap Wiliam berlalu.
Wiliam mencari lena , dan matanya mendapatkan seorang wanita yang sedang duduk di taman, dia adalah Lena.
" sayang kamu kenapa disini, ayok kita pulang" ajak Wiliam. tetapi Lena hanya diam, Wiliam pun duduk disampingnya.
"Lena, aku cinta sama kamu , bukan karena kelebihan kamu, tapi aku mencintai kekurangan kamu" ucap Wiliam memandang lena.
" aku bisa saja mendapatkan wanita yang lebih sempurna lagi daripada kamu, atau aku bisa saja menikah lagi, tapi aku enggak mau, karena apa? karena aku mencintai kamu, dan anak kita.
jadi aku mohon kamu jangan berpikir aku akan meninggalkan kamu, karena aku enggak mampu, biar maut yang memisahkan kita" ucap Wiliam kepada Lena, Lena hanya bisa menangis di dalam pelukan Wiliam.
" aku cuman takut kakak ninggalin aku, karena sekarang aku enggak cantik lagi" .
__ADS_1
" siapa bilang kamu enggak cantik, kamu cantik kok . yah udah kita pulang ya" ajak Wiliam.