Cinta Pertama Dari Masa Lalu

Cinta Pertama Dari Masa Lalu
Episode 9


__ADS_3

Episode 9


Di perjalanan pulang, Kania dan Riani sampai juga di rumah Kania.


"Ayo masuk dulu Riani, duduk dulu aja. Bentar kakak mandi terus ganti baju dulu ya." Ucap Kania mempersilahkan dan pergi ke kamar mandi.


"Iya kak. Tapi kak, dimana kotak obat?" Ucap Riani saat masuk.


"Di laci lemari." Ucap Kania.


"Lemari yang mana ya? Lemari yang ini gitu?" Ucap Riani sambil menunjuk lemari yang terdapat banyak piala.


"Wah banyak banget ya pialanya, dan rata rata juara 1 semua." Ucap Riani terpesona melihat piala piala milik Kania dan tak lama Kania pun selesai, kemudian menghampiri Riani.


"Udah ketemu?" Ucap Kania.


"Ah ini udah, kakak banyak banget pialanya. Hebat! Ya udah sini aku obatin dulu lukanya ya?" Ucap Riani.


"Gak usah Riani, kakak bisa sendiri kok. Sekarang kamu gimana pulangnya?" Ucap Kania.


"Aku obatin ya kak, sebagai ucapan terima kasih aku. Aku udah chat kakak aku, katanya dia bentar lagi nyampe." Ucap Riani sambil mulai mengobati Kania dengan telaten. Dan setelah selesai, hp Riani berbunyi. Ternyata kakaknya yang menelpon, Riani pun mengangkat telpon tersebut.


"Gue udah di depan! Cepet keluar!" Ucap seseorang dari sebrang sana.


"Iya bentar aku keluar." Ucap Riani sambil menutup telponnya.


"Udah dijemput? Kakak anter sampe depan ya?" Ucap Kania.


"Iya, tapi gapapa gak usah dianter." Ucap Riani.


"Gapapa, ayo. Kasian yang jemput kamu udah nungguin loh." Ucap Kania sambil berdiri dan mengajak Riani untuk keluar.


"Bang Rian!" Ucap Riani memanggil abangnya saat gerbang mulai terbuka.


"Kak, kenalin ini Abang aku, lebih tepatnya kembaran aku, namanya Rian. Dan bang Rian kenalin, ini temen baru aku, namanya kak Kania." Ucap Riani memperkenalkan keduanya.


"Salam kenal kak! Ayo pulang Riani, kami pamit pulang dulu ya kak!" Ucap Rian sedikit tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya bang, aku pamit ya kak. Nanti aku bakal mampir lagi ke kedai." Ucap Riani.


"Iya, hati hati ya." Ucap Kania dan Rian serta Riani pun pulang.


Kania pun masuk ke dalam rumahnya dan membereskan ruang tamu. Setelah selesai, Kania pun pergi ke kamarnya untuk tidur.


POV Riani


*Rumah Kenzo*


Kenzo memapah bunda masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh heboh oleh Riani.


"Bunda kenapa?! Kok dipapah sama bang Kenzo?" Ucap Riani heboh dan ikut memapah bundanya ke sofa ruang keluarga.


"Tadi bunda mau nyebrang dan gak liat kiri kanan, terus ada mobil ngebut. Terus ada seorang anak cewek narik tangan bunda, bunda sama anak cewek itu jatoh. Bunda gapapa cuman sakit aja di kaki, tapi sikut anak cewek itu berdarah. Pas bunda nawarin buat ngobatin dia, dianya malah pergi, katanya dia lagi buru buru. Bunda gak sempet balas Budi ke dia." Jelas bunda.


"Baik banget cewek itu, semoga dia dapet balesan yang terbaik." Ucap Riani.


"Ya udah bunda ke kamar dulu ya." Ucap bunda pamit.


"Bunda bisa? Mau Riani bantuin?" Ucap Riani.


"Gak usah, ini udah mendingan kok." Ucap bunda.


"Iya Bun, hati hati ya Bun." Ucap Kenzo.


"Eh bang, aku mau izin jalan jalan sekitar sini sambil ke rumah temen sekolahku." Ucap Riani.


"Oh iya boleh, tapi jangan kemaleman pulangnya." Ucap Kenzo.


"Siap. Ya udah aku siap siap dulu." Ucap Riani sambil pergi ke kamarnya.


Beberapa menit kemudian, Riani pun sudah siap. Dia pun langsung pergi untuk berjalan jalan, dan Riani pun pergi ke rumah teman sekolahnya yaitu Rosa. Jarak rumah Riani ke rumah Rosa tidak terlalu jauh, jadi Riani hanya berjalan kaki. Dan sesampainya di rumah Rosa, riani langsung disambut oleh Rosa yang sedang membuka gerbang.


"Rosa!" Panggil Riani.


"Eh Riani! Ada apa ke rumahku? Baru aja aku mau berangkat ke rumah kamu." Ucap Rosa.

__ADS_1


"Ah, aku mau jalan jalan sambil kerumah kamu." Ucap Riani.


"Ya udah, ayo kita jalan jalan aja." Ucap Rosa.


"Oke deh." Ucap Riani.


Riani dan Rosa pun pergi jalan jalan menggunakan mobilnya Rosa. Mereka jalan jalan hingga tak terasa Hari sudah malam. Rosa tadinya berniat akan mengantarkan Riani pulang ke rumahnya, tapi Riani malah minta diberhentikan di sebuah kedai kopi.


"Kamu beneran mau di turunin disini?" Ucap Rosa.


"Iya, aku mau ngopi dulu sebentar. Kamu gapapa kok kalau mau pulang duluan." Ucap Riani.


"Ya udah aku pulang duluan ya, soalnya mama udah nelpon dari tadi. Maaf gak bisa nganter sampe rumah." Ucap Riani.


"Gapapa, kapan kapan kita main lagi ya." Ucap Riani.


"Iya, aku pamit ya, kamu hati hati pulangnya." Ucap Rosa.


"Kamu hati hati nyetirnya." Ucap Riani dan pergi masuk ke dalam kedai.


Di dalam kedai, Riani langsung pergi ke kursi bar. Dan langsung memesan kopi kesukaannya.


"Mbak, aku mau cappucino 1 ya." Ucap Riani.


"Bentar ya." Ucap mbak pelayan sambil mulai membuatkan pesanan Riani.


"Mbak udah lama kerja disini?" Ucap Riani memecah keheningan.


"Em kira kira sudah hampir 4 tahun." Ucap mbak pelayan sambil tangan yang sibuk membuat cappucino.


"Wah lumayan lama ya, tapi kok mbaknya kayak yang masih muda banget?" Ucap Riani.


"Saya masih sekolah SMA kelas 2." Ucap mbak pelayan.


"Mbak masih muda banget dong? Beda 1 tahun berarti sama aku, aku panggil Kakak aja ya? Dan kalau gitu berarti mbak kerja paruh waktu dong disini?" Ucap Riani.


"Iya, ini pesanannya selamat menikmati." Ucap mabk pelayan tersebut sambil menyajikan 1 gelas cappucino.


"Ngomong ngomong nama kakak siapa?" Tanya Riani sambil meminum cappucinonya.


"Nama saya Kania." Ucap kania.


"Iya, tapi karna ada Riani jadi kakak harus melayani Riani dulu." Ucap Kania dengan sedikit senyum.


"Oh.. aku jadi gak enak sama kakak, aku anterin pulang aja ya? Rumah kakak dimana?" Ucap Riani.


"Ah gak usah Riani, rumah kakak Deket kok dari sini, di komplek XX." Ucap Kania


"Ah searah sama aku dong kak, aku juga disitu. Bareng aja ya? Soalnya aku takut jalan sendiri dan orang orang rumahku pada gak bisa dihubungin." Ucap Riani.


"Boleh aja. Mau pulang sekarang?" Ucap Kania karna melihat gelas Kania telah kosong.


"Ayo deh, udah makin malem juga." Ucap Riani.


"Bentar ya, kakak beresin ini dulu bentar." Ucap Kania sambil membereskan gelas kopi Riani.


"Oke." Ucap Riani. Dan beberapa menit kemudian Kania pun selesai, dan mereka pun pulang bersama. Selama diperjalanan pulang Riani dan Kania terus mengobrol.


"Kak Kania, kapan kapan kita main yuk, kak Kania orangnya asik." Ucap Riani.


"Iya, kalau Kakak ada waktu ya." Ucap Kania.


"Iya, minta nomer telpon kakak dong? Boleh ya?" Ucap Riani.


"Boleh, nomernya 08***********" ucap Kania.


"Aku save ya? Nanti aku kirim chat ke kakak ya? Nanti jangan lupa kakak save." Ucap Riani.


"Iya." Ucap Kania.


"Eh? Itu tangan kakak kenapa? Kok diplester?" Ucap Riani.


"Ah tadi cuman jatoh aja." Ucap Kania sedikit tersenyum.


"Oh.." ucap Riani.

__ADS_1


Saat sedang asik mengobrol, mereka di hadang oleh 2 preman.


"Hay gadis gadis cantik, dari mana nih malem malem? Temenin Abang yu?" Ucap preman 1.


"Minggir!" Ucap Kania.


"Eh jangan galak galak dong." Ucap preman 2.


"Kak aku takut..." Ucap Riani berbisik dan bersembunyi di belakang Kania.


"Udah gapapa." Ucap Kania.


"Sekali lagi saya bilang minggir!" Ucap Kania tegas.


"Kalau nggak, mau ngapain hah?" Ucap preman 1.


"Mau gini.." ucap Kania menendang perut preman 1.


"Songong banget Lo cewek!" Ucap preman 2 dan akan memukul Kania, namun Kania bisa menghindarinya.


"Kamu sembunyi dulu disana Riani!" Ucap Kania.


Riani pun ergi bersembunyi di tempat yang di tunjuk oleh kania. Kania takut melihat perkelahian tersebut, tapi di sisi lain Kania kagum dengan aksi bela diri Kania. Dan kemudian 2 preman tersebut lari, Riani pun menghampiri Kania.


"Kak Kania gapapa?! Maaf aku gak bisa bantu." Ucap Riani khawatir sambil menahan tangis.


"Gapapa Riani, kamu gapapa?" Ucap Kania.


"Kok kakak malah nanyain aku, liat tuh wajah kakak lebam gitu." Ucap Riani.


"Ya udah, sekarang kita pulang aja ya? Sebelum ketemu sama preman yang lainnya lagi. Yuk?" Ucap Kania sambil menggandeng tangan Riani.


Di perjalanan pulang, Kania dan Riani sampai juga di rumah Kania.


"Ayo masuk dulu Riani, duduk dulu aja. Bentar kakak mandi terus ganti baju dulu ya." Ucap Kania mempersilahkan dan pergi ke kamar mandi.


"Iya kak. Tapi kak, dimana kotak obat?" Ucap Riani saat masuk.


"Di laci lemari." Ucap Kania.


"Lemari yang mana ya? Lemari yang ini gitu?" Ucap Riani sambil menunjuk lemari yang terdapat banyak piala.


"Wah banyak banget ya pialanya, dan rata rata juara 1 semua." Ucap Riani terpesona melihat piala piala milik Kania dan tak lama Kania pun selesai, kemudian menghampiri Riani.


"Udah ketemu?" Ucap Kania.


"Ah ini udah, kakak banyak banget pialanya. Hebat! Ya udah sini aku obatin dulu lukanya ya?" Ucap Riani.


"Gak usah Riani, kakak bisa sendiri kok. Sekarang kamu gimana pulangnya?" Ucap Kania.


"Aku obatin ya kak, sebagai ucapan terima kasih aku. Aku udah chat kakak aku, katanya dia bentar lagi nyampe." Ucap Riani sambil mulai mengobati Kania dengan telaten. Dan setelah selesai, hp Riani berbunyi. Ternyata kakaknya yang menelpon, Riani pun mengangkat telpon tersebut.


"Gue udah di depan! Cepet keluar!" Ucap seseorang dari sebrang sana.


"Iya bentar aku keluar." Ucap Riani sambil menutup telponnya.


"Udah dijemput? Kakak anter sampe depan ya?" Ucap Kania.


"Iya, tapi gapapa gak usah dianter." Ucap Riani.


"Gapapa, ayo. Kasian yang jemput kamu udah nungguin loh." Ucap Kania sambil berdiri dan mengajak Riani untuk keluar.


"Bang Rian!" Ucap Riani memanggil abangnya saat gerbang mulai terbuka.


"Kak, kenalin ini Abang aku, lebih tepatnya kembaran aku, namanya Rian. Dan bang Rian kenalin, ini temen baru aku, namanya kak Kania." Ucap Riani memperkenalkan keduanya.


"Salam kenal kak! Ayo pulang Riani, kami pamit pulang dulu ya kak!" Ucap Rian sedikit tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya bang, aku pamit ya kak. Nanti aku bakal mampir lagi ke kedai." Ucap Riani.


"Iya, hati hati ya." Ucap Kania dan Rian serta Riani pun pulang.


Saat di perjalanan pulang, Riani mengobrol dengan Rian.


"Bang Rian? Abang ngerasa familiar gak sih sama kak kania?" Ucap Riani.

__ADS_1


"Iya sih, kayak pernah liat tapi dimana gitu." Ucap Rian.


Mau tau gimana kelanjutannya? jangan lupa like, coment, dan vote😉❤️


__ADS_2