Cinta Pertama Dari Masa Lalu

Cinta Pertama Dari Masa Lalu
Episode 4


__ADS_3

Episode 4


POV Kania


"Kania? Lo tau gue siapa?" Ucap Kenzo dan Kania pun melirik ke arah Kenzo.


"Ngapain ni anak nanya begituan?" Batin Kania.


"Kenzo Anggara Rismawan." Ucap Kania dan kembali memainkan hpnya.


"Em... Lo gak punya temen di sekolah ini?" Ucap Kenzo.


"Gak." Ucap Kania.


"Kenapa?" Ucap Kenzo.


"Gak ada yang mau jadi temen gue." Ucap Kania.


"Oh.. kalau gitu, Lo mau gak jadi temen gue?" Ucap Kenzo.


"Ni anak pasti gak mau kalah deh, berisik pula. Apa gue terima aja ya? Ah terima aja deh, daripada dia tambah cerewet." Batin Kania.


"Boleh." Ucap Kania.


"Makasih, Lo temen pertama gue di sekolah ini!" Ucap Kenzo.


"Hm." Jawab Kania.


Kriiingg kriiingg


Bel pun berbunyi pertanda jam istirahat berakhir dan para siswa siswi pun masuk ke kelas dan mereka pun belajar kembali.


Kriiing kriiing


Waktu yang di tunggu tunggu oleh para siswa siswi selain jam istirahat pun tiba, yaitu jam pulang sekolah. Para murid pun membereskan buku mereka dan kemudian meninggalkan ruang kelas dan pulang ke rumah mereka.


Saat Kania sedang membereskan bukunya, Kenzo menawarkan diri untuk pulang bersama.


"Dimana rumah Lo Kania?" Ucap Kenzo.


"Komplek XX." Ucap Kania.


"Wah.. ternyata searah sama rumah gue. Pulang bareng gue ya?" Ucap Kenzo.

__ADS_1


"Gak usah, gue bisa sendiri." Ucap Kania.


"Ayolah Kania. Jangan nolak ya?" Ucap Kenzo.


"Gue ada urusan dulu." Ucap Kania.


"Gue anter deh ya?" Ucap Kenzo.


"Gak usah, gue duluan." Ucap Kania pergi dari ruang kelas.


Kania pun pergi dari sekolah dan akan pergi ke tempat kerjanya. Kania bekerja paruh waktu di sebuah kedai kopi di dekat komplek Kania tinggal.


Kemudian Kania pun sampai dan dia pun masuk ke kedai kopi . Kania langsung disambut hangat oleh sang pemilik kedai.


"Sore Kania! Gimana sekolahmu?" Ucap Bu Risma.


"Seperti biasalah Bu, tak ada yang seru." Ucap Kania dengan sedikit tersenyum.


"Oh ya sudah, kamu ganti baju dulu terus langsung kerja ya." Ucap Bu Risma.


"Baik Bu, kalau gitu saya permisi dulu." Ucap Kania dan pergi ke loker tempat ganti baju dan menyimpan tas sekolahnya. Setelah selesai diapun pergi ke depan untuk mulai bekerja.


"Kania, ibu tinggal ya? Jaga toko dan kalau udah gak ada yang beli kamu boleh tutup aja." Ucap Bu Risma.


"Ya sudah ibu pulang dulu ya." Ucap Bu Risma kemudian pergi dari kedai.


Kania pun mulai melayani para pembeli yang datang, dan hari ini kebetulan banyak pembeli. Kemudian tak terasa waktu sudah malam dan sudah tak ada pembeli, Kania pun membersihkan kedai dan setelah selesai dia pun menutup kedai.


Kedai kopi Bu Risma memang selalu tutup pukul 8.30 malam, dan Kania sudah menjadi pegawai di situ sejak dia SMP. Jarak rumah Kania dan kedai kopi tak terlalu jauh, hanya memakan waktu sekitar 5 sampai 10 menit saja.


Tak terasa, Kania pun sudah sampai dirumahnya dan Kania langsung mandi dan berganti pakaian. Kania pun pergi ke dapur untuk memasak makan malam, dan setelah selesai memasak Kania pun makan malam sendirian seperti biasa dengan suasana sepi sunyi.


"Ayah.. ibu.. kalian lihat sekarang? Aku sudah besar, sudah bisa cari uang sendiri, masak sendiri, juga hidup sendiri.." ucap Kania sambil melihat kursi makan yang kosong tempat duduk ayah dan ibunya saat mereka makan malam bersama.


"Yah.. Bu.. Kania kangen..." Ucap Kania mulai menitikkan air mata.


"Semoga kalian tenang ya di sana, Kania selalu doain ayah sama ibu dari sini..." Ucap Kania dalam tangisnya.


"Ahh, aku gak boleh cengeng! Aku harus kuat!" Ucap Kania menghapus air matanya.


Setelah selesai makan, Kania pun mencuci piring. Kemudian dia pun pergi ke kamarnya untuk belajar dan kemudian tidur.


Keesokan paginya, Kania bangun dan Kania langsung memulai harinya seperti biasanya dari mulai mandi dan kemudian bersiap untuk sekolah.

__ADS_1


Saat Kania mengunci gerbang rumahnya, tiba tiba ada mobil sport berwarna hitam berhenti tepat di depannya.


"Mobil siapa ya? Kenapa berhenti depan rumah gue? Ah bodo amat!" Batin Kania.


Dan tak lama keluarlah sang pemilik mobil yang tak lain adalah Kenzo.


"Ni anak kenapa pagi pagi ke rumah gue? Dan kenapa dia tau rumah gue?" Batin Kania.


"Pagi Kania!" Sapa Kenzo.


"Darimana Lo tau rumah gue?!" Ucap Kania dengan nada agak tinggi.


"Selow dong, pagi pagi jangan emosi. Gue tadi lagi nyetir dan gue gak sengaja liat Lo disini."


"Terus? Lo mau ngapain kesini." Ucap Kania.


"Gue mau ajak Lo berangkat sekolah bareng, lumayan kan searah juga." Ucap Kenzo.


"Gak perlu, gue bisa sendiri." Ucap Kania.


"Ayolah Kania. Biar Lo datang ke sekolahnya makin pagi dan Lo bisa tidur dulu sebelum belajar." Ucap Kenzo.


"Gak usah Kenzo, gue mau jalan aja." Ucap Kania kekeh.


"Ayolah Kania! Naik mobil gue aja, biar cepet nyampe sekolahnya. Kalau Lo mau terus debat sama gue, Lo bakal telat ke sekolahnya." Ucap Kenzo.


"Ah, pasrah aja gue, daripada nanti gue telat kesekolah cuman gara gara gue debat sama si Kenzo."


"Ok ok! Ayo buruan!" Ucap Kania kesal.


"Nah gitu dong dari tadi." Ucap Kenzo dan membukakan pintu mobil untuk Kania kemudian menutupnya. Kemudian dia pun berputar dan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.


"Pake dong sabuk pengamannya Kania." Ucap Kenzo dan memasangkan sabuk pengaman pada Kania, dan tak sengaja tatapan mereka bertemu dengan wajah mereka yang berdekatan dan membuat jantung Kania berdegup kencang serta wajah yang memerah.


"Ini kenapa Deket banget? Ni jantung juga kenapa sih? Muka gue juga panas!" Batin Kania.


Setelah selesai memasang sabuk pengaman, Kenzo pun melirik Kania yang terpaku karna tadi muka mereka sangat dekat dan tatapan mereka yang bertemu.


"Lo kenapa Kania? Lo sakit? Kok muka Lo merah gitu?" Ucap Kenzo.


"Gapapa! Cepet aja berangkat! Nanti telat!" Ucap Kania sambil memalingkan mukanya ke jendela di sampingnya.


"Oke kita berangkat!" Ucap Kenzo dan mulai melajukan mobilnya ke sekolah.

__ADS_1


Mau tau kelanjutannya? jangan lupa like, coment, dan vote ya😉❤️


__ADS_2