Cinta Pertama Dari Masa Lalu

Cinta Pertama Dari Masa Lalu
Episode 8


__ADS_3

Episode 8


*Di rumah Kania*


Kania, Kenzo dan syafiq sedang mengerjakan tugas. Beberapa menit berlalu, mereka selesai mengerjakan tugas kelompok mereka.


"Beres! Sekarang kalian pada pulang, gue sibuk!" Ucap Kania membereskan buku buku di atas meja.


"Sibuk ngapain sih Lo Kania? Sampe kita diusir kayak gini." Ucap Kenzo.


"Bukan urusan kalian! Udah sana pulang!" Ucap Kania tegas.


"Oke oke kita pulang sekarang. Sampai ketemu di sekolah besok Kania." Ucap Syafiq tersenyum manis sambil menggendong tasnya dan berjalan keluar rumah Kania.


"Huh.. oke deh, sampai ketemu besok ya." Ucap Kenzo dan pergi mengikuti Syafiq.


"Huh... Gue beresin ini dulu baru ke kedai deh." Ucap Kania dan dia pun membereskan sisa belajar tadi.


Beberapa menit kemudian Kania pun sudah selesai membereskan semuanya dan sudah siap untuk pergi ke kedai. Kania pun bergegas pergi ke kedai, namun di perjalanan Kania melihat ada ibu paruh baya yang akan menyebrangi jalan tanpa melihat ada mobil yang melaju cepat.


"Awas Bu!" Ucap Kania berteriak dan menarik ibu paruh baya itu ke pinggir jalan hingga mereka berdua jatuh.


"Uh.. selamat, ibu gapapa kan?" Ucap Kania pada ibu paruh baya itu.


"Kok gue kayak pernah liat ibu ini ya? Tapi dimana ya?" Batin Kania.


"Ah ibu gapapa, makasih ya udah nyelamatin ibu. Eh?! Itu sikut kamu berdarah!" Ucap ibu itu sambil meraih sikut Kania.


"Ah gapapa Bu, cuman luka kecil." Ucap Kania sambil tersenyum.


"Ayo ibu obati dulu ya?" Ucap ibu paruh baya itu.


"Gapapa Bu gak usah, saya permisi duluan Bu, saya buru buru." Ucap Kania tersenyum dan pergi meninggalkan ibu paruh baya itu. Kemudian ada mobil yang berhenti tepat di dekat ibu paruh baya itu dan keluarlah seorang laki laki yang berseragam SMA berlari mendekati ibu paruh baya itu. Ya, itu Kenzo.


"Bun?! Bunda kenapa duduk di pinggir jalan?" Ucap Kenzo pada bundanya.


Ternyata orang yang di tolong oleh Kania adalah bundanya Kenzo.


"Oh bunda tadi nyebrang dan gak liat kiri kanan, terus ada mobil kenceng banget. Untung bunda diselamatin sama anak cewek tadi, kalau nggak, udah gak tau nasib bunda gimana sekarang." Jelas bunda Kenzo.


"Sekarang mana orangnya Bun? Aku mau bilang terima kasih sama dia." Ucap Kenzo.


"Dia lari kesana, dia bilang dia lagi buru buru." Ucap bunda.


"Oh, ya udah gapapa. Sekarang ayo kita pulang ya Bun.


"Iya, ayo kita pulang." Ucap bunda Kenzo dan berusaha berdiri dengan dibantu oleh Kenzo. Kenzo pun memapah bundanya untuk masuk ke mobil. Dan mereka pun pulang ke rumah mereka.


*Di tempat yang berbeda"


Kania berlari sekuatnya sampai ke kedai. Sesampainya di kedai, Kania langsung masuk ke dalam kedai.


"Huh..huh..huh.. akhirnya.. sampai juga.." ucap Kania dengan nafas yang terputus putus.


"Kania?! Kamu kenapa? Kok kayak yang cape gitu? Duduk dulu sini! Bentar ibu bawain minum dulu." Ucap Bu Risma sambil membawa Kania duduk di kursi pelanggan, hari ini kedai kosong belum ada pembeli.


"Maaf Kania telat Bu, ibu pasti capek abis ngelayani banyak pembeli." Ucap Kania.


"Nggak kok, dari tadi gak banyak yang beli. Nih minum dulu." Ucap Bu Risma sambil memberikan air putih pada Kania.

__ADS_1


"Makasih Bu." Ucap Kania sambil menerima air putih dari Bu Risma dan meminumnya tandas.


"Kamu kemana aja? Tumben baru Dateng?" Ucap Bu Risma.


"Aku ngerjain tugas kelompok dulu buat besok Bu, Kania juga gak bisa ngabarin ibu karna hp Kania mati dan tadi gak sempet di charge. Maaf ya Bu." Ucap Kania menunduk.


"Oalah, gapapa Kania. Ibu kira kamu kemana gitu, soalnya ibu tungguin kamu 1 jam tapi kamunya belum Dateng dateng. Ibu khawatir, tadinya ibu mau nyusul kerumah kamu. Tapi sekarang kamunya udah disini." Ucap Bu Risma sambil mengusap lengan Kania.


"Aw.. shh.." ucap Kania kesakitan karna lukanya tak sengaja tersentuh oleh Bu Risma.


"Ini sikut kamu kenapa Kania?! Kok bisa berdarah gini?! Bentar ibu ambilin kotak P3K dulu." Ucap Bu Risma sambil pergi mengambil kotak P3K. Kemudian Bu risma kembali menghampiri Kania dengan membawa kotak P3K.


"Sini ibu obatin dulu. Ini kenapa bisa berdarah gini?" Ucap Bu Risma sambil mulai membersihkan luka di sikut kania.


"Cuman jatoh aja Bu. Aw.." ucap Kania.


"Sakit ya? Tahan ya, bentar lagi beres." Ucap Bu Risma sambil fokus mengobati sikut Kania.


"Udah, lain kali hati hati ya." Ucap Bu Risma.


"Iya Bu makasih, kalau gitu aku kerja dulu ya Bu." Ucap Kania.


"Beneran? Tapi itu luka kamu gimana?" Ucap Bu Risma khawatir.


"Gapapa Bu, kan udah ibu obatin. Aku bakal hati hati kok." Ucap Kania.


"Ya udah hati hati kerjanya ya? Ibu mau langsung pulang, kalau udah gak ada pelanggan kamu tutup aja langsung ya." Ucap Bu Risma sambil membereskan kotak P3K dan menyimpannya di tempat semula. Bu Risma pun mengambil tasnya dan pergi dari kedai.


Kania pun bekerja hingga jam 8 karna sudah tidak ada pelanggan lagi.


Namun tiba tiba saat Kania akan membereskan kedai, ada seorang remaja wanita masuk.


"Bentar ya." Ucap Kania sambil mulai membuatkan pesanan remaja wanita itu.


"Mbak udah lama kerja disini?" Ucap remaja wanita itu.


"Em kira kira sudah hampir 4 tahun." Ucap Kania dengan tangan yang sibuk membuat pesanan remaja wanita itu.


"Wah lumayan lama ya, tapi kok mbaknya kayak yang masih muda banget?" Ucap remaja wanita itu.


"Saya masih sekolah SMA kelas 2." Ucap Kania.


"Mbak masih muda banget dong? Beda 1 tahun berarti sama aku, aku panggil Kakak aja ya? Dan kalau gitu berarti mbak kerja paruh waktu dong disini?" Ucap remaja itu beruntun.


"Iya, ini pesanannya selamat menikmati." Ucap Kania sambil menyajikan 1 gelas cappucino.


"Ngomong ngomong nama kakak siapa?" Tanya remaja wanita itu sambil meminum cappucinonya.


"Nama saya Kania." Ucap Kania.


"Oh iya kenalin aku Riani, kakak udah mau tutup kedai yah?" Ucap Riani.


"Iya, tapi karna ada Riani jadi kakak harus melayani Riani dulu." Ucap Kania dengan sedikit senyum.


"Oh.. aku jadi gak enak sama kakak, aku anterin pulang aja ya? Rumah kakak dimana?" Ucap Riani.


"Ah gak usah Riani, rumah kakak Deket kok dari sini, di komplek XX." Ucap Kania


"Ah searah sama aku dong kak, aku juga disitu. Bareng aja ya? Soalnya aku takut jalan sendiri dan orang orang rumahku pada gak bisa dihubungin." Ucap Riani.

__ADS_1


"Boleh aja. Mau pulang sekarang?" Ucap Kania karna melihat gelas Kania telah kosong.


"Ayo deh, udah makin malem juga." Ucap Riani.


"Bentar ya, kakak beresin ini dulu bentar." Ucap Kania sambil membereskan gelas kopi Riani.


"Oke." Ucap Riani. Dan beberapa menit kemudian Kania pun selesai, dan mereka pun pulang bersama. Selama diperjalanan pulang Riani dan Kania terus mengobrol.


"Kak Kania, kapan kapan kita main yuk, kak Kania orangnya asik." Ucap Riani.


"Iya, kalau Kakak ada waktu ya." Ucap Kania.


"Iya, minta nomer telpon kakak dong? Boleh ya?" Ucap Riani.


"Boleh, nomernya 08***********" ucap Kania.


"Aku save ya? Nanti aku kirim chat ke kakak ya? Nanati jangan lupa kakak save." Ucap Riani.


"Iya." Ucap Kania.


"Eh? Itu tangan kakak kenapa? Kok diplester?" Ucap Riani.


"Ah tadi cuman jatoh aja." Ucap Kania sedikit tersenyum.


"Oh.." ucap Riani.


Saat sedang asik mengobrol, mereka di hadang oleh 2 preman.


"Hay gadis gadis cantik, dari mana nih malem malem? Temenin Abang yu?" Ucap preman 1.


"Minggir!" Ucap Kania.


"Eh jangan galak galak dong." Ucap preman 2.


"Kak aku takut..." Ucap Riani berbisik dan bersembunyi di belakang Kania.


"Udah gapapa." Ucap Kania.


"Sekali lagi saya bilang minggir!" Ucap Kania tegas.


"Kalau nggak, mau ngapain hah?" Ucap preman 1.


"Mau gini.." ucap Kania menendang perut preman 1.


"Songong banget Lo cewek!" Ucap preman 2 dan akan memukul Kania, namun Kania bisa menghindarinya.


"Kamu sembunyi dulu disana Riani!" Ucap Kania.


"Kurang ajar ni cewek!" Ucap preman 2.


Kania dan 2 preman itu pun berkelahi, Dan akhirnya Kania menang namun bibir dan pipinya membiru dan berdarah. Para preman itu pun lari terbirit birit.


"Kak Kania gapapa?! Maaf aku gak bisa bantu." Ucap Riani khawatir sambil menahan tangis.


"Gapapa Riani, kamu gapapa?" Ucap Kania.


"Kok kakak malah nanyain aku, liat tuh wajah kakak lebam gitu." Ucap Riani.


"Ya udah, sekarang kita pulang aja ya? Sebelum ketemu sama preman yang lainnya lagi. Yuk?" Ucap Kania sambil menggandeng tangan Riani.

__ADS_1


Mau tau kelanjutannya? jangan lupa like, coment, dan vote😉❤️


__ADS_2