Cinta Rindu Dan Jarak

Cinta Rindu Dan Jarak
Surat Tugas


__ADS_3

happy reading guys πŸ–€πŸ‘‹πŸ»


keesokan hari nya Rizki mendapat surat tugas, untuk berangkat satgas ke Papua. dalam surat itu Rizki dapat cuti untuk bertemu keluarga selama 1 Minggu lama nya, sebelum diberangkatkan satgas. di dalam ruangan kerja nya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


toktoktok


"permisi bang ijin masuk" Serda Zul


"masuk"jawab Rizki dari dalam ruangan


"siang bang, ijin saya mau konfirmasi kalau saya menjadi anggota satgas abang." ucap Serda Zul. "baik saya terima konfirmasi nya Zul. oiya siapa lagi yang berangkat bersama saya?" tanya Rizki. "ijin bang, bang Alif dan bang Anwar dan bang Gunawan yang pergi satgas"kata Zul. "oke lengkap berarti, arahkan juga anggota mu Zul." suruh Rizki. "siap dan, ijin keluar dan"kata Zul. "silahkan",,,


di kantin, Rizki makan siang bersama Alif Anwar dan Gunawan setelah mengurus urusan keperluan satgas.


"ga nyangka ya pot kita berangkat bareng ber 4 pula. kaya nya emang kita jodoh harus kemana-mana bareng" kata Alif,, "amit-amit lif gue jodoh sama elu, gue masih normal ada doi gue nunggu" ucap Anwar sinis, yang mengundang gelak tawa Rizki dan Gunawan. "lah emang harusnya kita yang berangkat kan, toh surat kita sama" kata Gunawan.


"eh 1 Minggu cuti lu pada mau kemana?" tanya Alif, "yang pasti pulang ke Jakarta pamit ke orang tua" kata Rizki, "yaa sama gue juga lah, mumpung orang tua masih ada." sambung Gunawan, "sama gue juga pot mau balik, tapi setelah itu mau ketemu doi dulu kasian nanti ditinggal lama gada yang nyayang hahaha" kata Anwar, "yayayaa karep mu lah war, ati-ati lu jangan macem-macem nyayang nya" balas Alif, "paling beberapa macem doang lif" ucap Anwar sambil menunjukan mata genit, Rizki dan Gunawan pun tertawa dibuatnya. berbeda dengan Alif yang malah bergidig ngeri.


hari pertama cuti, Rizki langsung berangkat ke Jakarta, orang tua Rizki bertempat tinggal di sana. niat Rizki setelah ke rumah orang tua nya, Rizki hendak berpamitan kepada Kayla waktu karena cuti nya yang lumayan lama.


sesampainya di rumah, ternyata bapak Rizki masuk rumah sakit, sakit yang lumayan parah. dan untung nya ayah Rizki tidak di rawat inap, hanya rawat jalan.


hari - hari pun berlalu. malam harinya "pak, Bu Rizki pulang kesini mau pamit, Rizki dapat surat tugas ke Papua Bu. selama 1 tahun." kata Rizki. "semoga kamu sehat dijauhkan dari marabahaya disana Ki" ucap pak Dedi (bapak nya Rizki) "hati-hati ya nak disana doa ibu selalu mengiringi mu" ucap ibu Nia (ibu Rizki) tak lama Bu Nia malah menangis. karena Rizki adalah anak pertama dari 2 bersaudara, adik Rizki perempuan bernama Sesil usia nya terpaut cukup jauh, baru masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi Jakarta dekat dengan jrumah nya.


Rizki pun memeluk Bu Nia dan pak Dedi, "iya pak Bu, mohon doa nya ya" kata Rizki.


"dek, kuliah yang bener ya Abang titip ibu sama bapak selama Abang tugas," kata Rizki pada Sesil, karena besok dia sudah kembali ke bataliyon untuk mempersiapkan kebutuhan pemberangkatan nya. "iya bang Sesil bakal jagain ibu sama bapak, Abang hati-hati disana" ucap Sesil sambil memeluk Rizki, karena Sesil sangat dekat dengan Rizki. "udah jangan nangis jelek dek hehe" Rizki menghibur adik satu-satunya itu.


di kamar Rizki kepikiran Kayla, karna sampai sekarang Rizki belum memberikan kabar bahwa dia mendapat tugas ke Papua 3 hari lagi karena akhir Juni itu berangkat. akhirnya Rizki menelpon Kayla.


di telpon...

__ADS_1


πŸ“ž"assalamualaikum dek" --Rizki


πŸ“ž"waalaikum salam mas Rizki" -kayla


πŸ“ž"lagi apa dek?" -Rizki


πŸ“ž"baru selesai sholat isya mas, mas lagi apa ? tumben mas telepon apa mas lagi ga sibuk?"-kayla


πŸ“ž"lagi tiduran dek di kamar, mas lagi cuti dek sekarang di rumah Jakarta. maaf ya dek mas cuti kali ini belum bisa ketemu Adek disana. bapak sakit dek"


πŸ“ž"yaallahh mas, bapak sakit apa ? ga apa-apa mas yang penting orang tua dulu jangan mikirin Adek."-kayla


πŸ“ž"paru dek, tapi insyaallah tinggal pengobatan jalan"- Rizki


πŸ“ž"lekas sembuh ya mas untuk bapak, salam dari kayla dan keluarga disini" -kayla


πŸ“ž"terimakasih ya dek. bapak ibu sehat de disana .?" - Rizki


Rizki merasa senang, karena baru saja Rizki bilang kalau orang tua nya sedang sakit Kayla langsung merespon baik menanyakan kabar. ya walaupun hanya sebuah kata, namun sangat berarti untuk Rizki.


πŸ“ž"dek, mas mau ijin pamit berangkat tugas ke Papua 3 hari lagi"-Ucap Rizki sambil menghembuskan nafas berat nya di telepon.


πŸ“ž"mas mau berangkat? tugas ke Papua ?" balas Kayla kaget mendengar perkataan Rizki yang tiba-tiba.


πŸ“ž"iya dek"-rizki


πŸ“ž"berapa lama mas?" tanya Kayla


πŸ“ž"satu tahun dek"-rizki


πŸ“ž"......." mendengar itu hati Kayla merasa sakit, baru saja dia berpisah untuk yang pertama, hingga saat ini belum bertemu lagi. tapi Sekarang? perpisahan lagi?. mata Kayla sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


πŸ“ž"dek... ? Adek gapapa disana? ko diem ?" - Rizki khawatir.


πŸ“ž"Adek gapap mas," suara Kayla mulai berat karena menangis. "mas, baru saja kita berpisah kemarin itu, sekarang mas udah pamit berpisah lagi. padahal kita belum ketemu mas" suara Kayla mulai terdengar lemas.


πŸ“ž"dek " suara Rizki pun ikut berat, tak tega hati rasa nya mendengar Kayla.


πŸ“ž"mas doa terbaik Adek selalu mengiri mas. ingat ada yang menunggu mas. keluarga dan semua nya" kayla berusaha menguatkan diri nya walaupun menangis.


πŸ“ž"terimakasih dek, mas cuma minta doa supaya mas dilancarkan disana. jaga diri baik-baik Disana ya dek. Juli depan mas pulang. mas sayang Adek (suara Rizki ya g pelan, nayaris tak terdengar. tapi masih bisa terdengar oleh Kayla." kata Rizki.


πŸ“ž"iya mas pasti. Adek juga sayang mas(balas Kayla, dengan suara pelan nya"


πŸ“ž"istirahat ya dek udah malem, mas gamau Adek sakit. sekali lagi maafin mas belum bisa ketemu Adek." ucap Rizki kembali


πŸ“ž"tak apa mas. kabar pun udah cukup untuk adek. mas juga jaga kesehatan ya. assalamualaikum"-kayla


πŸ“ž"iya dek, waalaikum salam." -rizki


dikamar nya masing-masing pikiran nya saling menyebrang, Kayla yang masih menangis, dipaksa kuat dan sadar bahwa Rizki bukan siapa-siapa nya. tapi rasa sayang nya tidak bisa berbohong.


pikiran Rizki berkecamuk antara membuat kepastian pada Kayla atau tidak. dia tidak mau mengganggu Kayla kuliah, apalagi Rizki akan bertugas ke daerah rawan. tidak mau membebani Kayla dengan keadaan nya nanti.


tinggalkan jejak...πŸ–€


perpisahan pertama yang belum berujung temu, malah di hadiahkan perpisahan yang lebih lama.


perasaan yang egois, menahan perasaan masing-masing untuk kepentingan sendiri.


kepastian yang tak kunjung ada,


hanya harap-harap cemas menanti.

__ADS_1


__ADS_2